 ambudaff 9/25/11 . chapter 1...terspoileri oleh tuitan [at]athnesnea dengan ‘masa Producernya mati?’ hihi...
OK, mulai mengomen:
1. "Diantar ayah naik Impreza-nya…"
...Impreza biru? #nyengir
2. Kotori menyeduh air untuk dimasukkan dalam termos
Merebus air mungkin maksudnya? Soalnya, dalam KBBI, ‘menyeduh’ itu: menyiram atau mencampur sesuatu dengan air panas
XD #isengbanget #yanggituajadikomentari
3. Er... terus terang poin 1 dan 2 ambu tulis sambil mulai baca, dan dari situ baca terus sampai habis tanpa sempet bikin catetan komen :P Dan Ambu nangis pas mereka mulai nyetel CD lagu karangannya Producer-san...
Sepertinya setting fic seperti ini membuatnya agak susah untuk dikategorikan sebagai angst. Beda kalau settingnya segerombolan mafia atau ninja, akan lebih mudah menarik benang angst darinya. OK, memang ada kesedihan saat Producer-san meninggal, ada drama saat ia mengatakan Te amo, pada Kotori, ada rasa sedih pada saat Chihaya cs mendengarkan lagu terakhir Producer-san, tetapi setting penyanyi-penyanyi, panggung, sorot lampu, latihan nyanyi, koreografi, dsb, membuat fic ini jadi berkesan ‘rianggembira’ apapun cerita yang sedang ditampilkannya. Tidak fair memang, karena tiap orang harus punya saat untuk sedih, marah, kecewa, dsb, sementara para entertainer itu harus menampilkan wajah ceria selalu...
Sebenarnya akan lebih mantep lagi kalau disorot perasaan hati Kotori begitu tahu kalau lagu itu ciptaan terakhir Producer. Akan lebih menyayat hati #halah IMHO XDD
Oke, dan Ambu membacanya ga kerasa, 12K serasa 1200 #hihi dan tak mengesampingkan kalau Ambu itu belum pernah baca/nonton manga/animenya #nyengir
Hail to our CrossMaster! |