|
Author of 18 Stories |
Title: Gegenschein
Series: Final Fantasy VII
Theme no.: #26 - Counterglow
Character(s)/Pairing: Cloud/"Light"—whoever that 'light' is. Buahaha.
Rating: G
Notes: disadur dari hebohnya debat "Cloud's Light" di kalangan fans Kingdom Hearts II. Ah… So obvious… So blatantly obvious, my friends… (songkil denk :p).
Bagaimana pun, setiap makhluk punya mimpi dalam tidurnya, walau hanya sesekali. Jelas maupun buram. De javu maupun prospektif. Pada manusia, mimpi adalah kebutuhan. Bukankah mimpi adalah salah satu benang kewarasan dan optimisme sehingga mereka bisa terus bangkit dari lubang keterpurukan, kesedihan?
Lantas. Bagaimana rasanya menjadi manusia yang paranoia akan mimpi? Jika ditanya demikian, Cloud akan menggeleng-gelengkan kepala dengan lelah. Pundaknya layuh. Jawaban yang akan diluncurkannya mengandung nada pengalaman yang kental.
Seperti mau gila.
Karena mimpi dalam lelapnya adalah selimut kegelapan yang dialiri arus masa lalu yang dahsyat. Zack. Aerith. Ibu. Nibelheim. Soldier. Api. Lifestream. Sephiroth. Sephiroth. Sephiroth. Memejamkan mata dalam malam, bagi Cloud, adalah dimulainya kembali siklus mimpi buruk yang tak pernah habis, tak pernah berhenti.
Pengakuan yang sangat muram, tentu saja. Namun, setelah itu Cloud akan memberikan seulas senyum lemah.
Tapi aku baik-baik saja sampai saat ini, katanya. Dalam kegelapan itu, aku selalu melihat… sebuah cahaya.
Kecil, sangat kecil, seperti titik yang tak bermakna, sampai kadang aku tidak yakin itu adalah cahaya. Namun pendarnya selalu bertambah kuat setiap hari. Setiap aku tenggelam dalam kegelapan, aku hanya perlu menengadah. Dan di sanalah cahaya itu. Aku hanya perlu berjalan ke arahnya.
Setelah itu semuanya membaik. Aku kembali pulang. Cloud beristirahat sejenak pada pengakuannya, lalu menggedikkan bahu. Semakin hari rasanya semakin baik. Tidak seburuk awalnya.
Dan yang terakhir ini rahasia: Cloud menanti mimpi dimana ia dapat melihat cahaya itu seutuhnya. Tidak peduli jika membutakan mata atau mengongkosi seribu malam. Karena ia ingin memastikan.
Ada rasa yang sangat familiar akan cahaya itu. Sebuah kehangatan dan harapan. Rasa yang sama ketika ia berada di samping seseorang… dan ketika ia tenggelam dalam pusaran Lifestream…
Cahaya penuntunnya.
Suatu hari, Cloud akan mengklaim, bahwa gegenschein itu hanyalah miliknya semata.
Suatu hari nanti.
-00-