|
Author of 31 Stories |
Flashback
Writer's rambling: Ufu, saya setuju sama Schia-san yang heran kenapa nggak banyak penpic Trinity Soul di ffnet...padahal story-nya lumayan keren ntuh...banyak banget yang bisa di-'seleweng'kan dari aslinya... -habis cengok liat canon pairing KanaShin a.k.a Kanaru x Shin a.k.a Aigis x Minato vers. Trinity Soul-
Yah, anyway, kali ini...the classical ShinKi!! RyoMina a.k.a RyojixMinato!!(sebenernya sempet mimisan ngebayangin incest ShinxJun)--rambling ends
--
Flashback
-P3 x Trinity Soul-
-Akibat dari flashback yang diceritakan didepan orang yang salah...-
--
Akihiko Sanada menghela napas dengan berat sementara kedua Kanzato bersaudara melihati dia seperti predator menemukan mangsanya.
Semenit...
Dua menit...
“Okay, fine!!” Akhirnya Akihiko berteriak. “Akan kuceritakan masa-masa SMA ku!!”
Kedua Kanzato nyengir lebar-lebar. “Thanks, Sanada-san!” Kata Shin dengan mata berkaca-kaca (halah) dan air mata ala Niagara. Sang korban, yaitu kenalan (almarhum) kakak mereka, hanya geleng-geleng kepala. Jun hanya sweat drop melihat kakaknya yang bertingkah seperti kappa disiram air es itu.
Lalu Akihiko memulai ceritanya setelah Shin kembali duduk manis.
“Hmm...harus mulai dari mana aku...ah, ya, dari situ saja...dulu aku ketua klub tinju di Gekkoukan high.” (Dari jauh Ryohei Sasagawanya Katekyo Hitman teriak-teriak: “APA!? KLUB TINJU!! EXTREME!!”) kata Akihiko. Setelah diam sejenak, dia melanjutkan ceritanya. “Hmm...dan, dulu, aku punya teman—ketua OSIS, anak pendiri sekolah, dan orang terjenius satu sekolah—yang bernama Mitsuru Kirijo.”
Di titik ini Shin mulai berkomentar.
“Uwoh, Sanada-san punya cewek?? Ebat amat?”
Memerah, Akihiko berdeham. “Sudahlah. Anyway, aku juga mempunyai seorang teman lain, yang merupakan berandalan sekolah saat itu. Namanya Aragaki Shinjiro.” Shin cengok mendengar nama itu sementara Akihiko menghela napas lagi. “Ironis ya, nama kalian cara manggilnya sama-sama 'Shin' tapi yang satu pengecut kelas kakap...”
Vein mark bermunculan di dahi Shin.
Akihiko hanya nyengir sebentar. “Kami bertiga kemudian membuat sebuah klub, namanya S.E.E.S, yang khusus pengguna persona. Sepuluh tahun yang lalu, terdapat musuh bernama 'Shadow'.”
“Shadow?” tanya Jun. Aki mengangguk. “Yah, bagaimana menjelaskannya ya...mereka...istilahnya...defected persona lah...” Shin dan Jun manggut-manggut meski Shin masih kelihatan agak bingung. Setelah ketiganya terdiam beberapa saat, Aki mulai angkat bicara lagi.
“Selama beberapa waktu lamanya, S.E.E.S terdiri atas kami bertiga, sebelum Shinji keluar dan digantikan Yukari Takeba...hn, aku penasaran sekarang dia jadi apa...”
Tak disadarinya, Jun sedang berbisik-bisik dengan kakaknya.
“Kak.” panggil Jun ke Shin. Shin pun mendekat ke adiknya itu. “Mau nonton masa lalunya Sanada-san live?” tanya Jun. Shin cengok.
“Maksud loe apa Jun??” tanya Shin sama pelannya. Jun cekikikan sebentar. “Mumpung Sanada-san masih asyik berflashback ria, kita susupi yuk, masa lalunya!”
“Emang lo mau apa, Jun? Aktifin personamu yang hoemji itu trus pake skillnya??”
Jun menganggukkan kepalanya. Shin melotot ke adiknya dengan ekspresi 'SERIUS!?' yang jelas nggak dibuat-buat. Tetapi setelah beberapa saat, ekspresi itu berubah menjadi ekspresi tertarik.
“Heh, boleh juga tuh ide...”
--
“...yah, terus, akan kuceritakan tentang seseorang lagi...sudah almarhum sih, tapi—O, OI!! WHAT THE!?” Aki melotot saat melihat persona Jun muncul tiba-tiba dan menuju ke arahnya. Shit, mana aku sudah gak bisa ngeluarin Caesar lagi... pikirnya kalut.
Dan kemudian segalanya menjadi gelap di mata Aki...
--
MUGYAKAKAKAKA!! -ketawa ala Lambo- Jahatnya diriku meninggalkan kalian di bagian kayak gini...hehehe...tau sih kalo personanya Jun ngga punya skill kayak gitu...tapi dibuat-buat kan ngga papaa...namanya juga penpic...ukakakakak!!