|
Author of 31 Stories |
Flashback
Before we begin: Aih, lupa saia kalo penpic ini masih belom selesai...
-dibunuh reviewer-
-bangkit lagi-
Yah, anyway, karena saia sudah ngutang lumayan lama... enjoy the special chapter!! Special filler chapter that I've just thought of, THE BEACH INCIDENT!! xD Mari kita lihat reaksi Kanzato bersaudara melihat adegan pertemuan anggota kepolisian dengan Aigis di masa mudanya!! Ahh, masa muda yang indah... -dibunuh Ryou-
Flashback
Chapter Insert I
The Beach Incident: Operation Babe Hunt
Pagi hari.
“--dan mari kita jalankan...Operation Babe Hunt!!”
Ya, benar. Hari inilah hari dimana ketiga cowok-cowok SEES berburu soulmate di pantai...meskipun yang niatnya benar-benar untuk...ehem...cuma Junpei doang. Yang satu cuma sekedar gak sudi kalah dan yang satunya malah cuek bebek dan hanya berkata doudemo ii saat diajak (baca: dipaksa) Junpei ikutan.
Mulut Shin jatuh menganga dengan lebar menonton aksi anggota kepolisian mantan boxer itu waktu masih muda.
“...Sanada-san..orangnya kayak gini? Kak Ryou...kerja sama Sanada-san...? Kak Ryou kerja sama orang kayak gini...?”
Aki merasakan firasat buruk.
“TIDAKK!! JANGAN RUSAK KAK RYOUKU DENGAN IDEOLOGI-IDEOLOGI GILAMU!!”
Nah lho.
“Eh, enak aja lu ngomong!!” Protes Aki ke Shin yang lebaynya makin menjadi-jadi. “Mentang-mentang tantangan si kepala balon itu aku terima--”
Belum sempat Aki menyelesaikan kalimatnya, adegan masa lalu sampai di bagian dimana ketiga persona-user muda mencoba berbicara dengan kumpulan wanita-wanita yang entah sudah umur berapa. Ketiga tamu dari masa lalu diam terpaku saat melihat adegan penolakan mentah-mentah yang terjadi setelahnya.
“Ehem, anyway...” Jun mencoba mengalihkan topik pembicaraan, “Sanada-san? Dari tadi Minato-san diam terus deh...” Aki mendengus, “Biarin lah. Anak satu itu emang pasif banget dari dulu.” katanya. 'Herannya yang dapet cewek dia terus...' gumam Aki sepelan mungkin.
Sayang, gumaman itu ternyata kedengaran Shin.
“...ah, ternyata Sanada-san juga cowok ya.” Komentar Shin, cengiran lebar terpampang di mukanya.
DUAGGH!!
“Lu kok malah jadi kayak si kribo item tiang listrik itu sih!?” Teriak Aki setelah mendaratkan satu right hook andalannya ke muka Shin yang hampir saja lebam kalau bukan karena dilindungin personanya. Shin masih tertawa terkekeh-kekeh setelah mendengar gumaman Aki tadi. “Yah, kenapa kok marah dibilang cowok? Jangan-jangan Sanada-san...”
“Lu mau gue tinju lagi? Dasar bocah kurang ajar.”
Shin dan Aki kembali berdebat lagi sementara Jun terus menonton para anggota SEES.
“Ah, kak? Kak?”
Shin menoleh ke Jun.
“...kayaknya habis ini ada adegan seru deh.” Kata Jun yang sudah mulai nyengir. Dan benar saja. Aki pun melotot menyadari kalau yang akan terjadi adalah adegan...itu.
(Past PoV)
Seorang gadis pirang berbaju biru tampak berdiri di dermaga sambil melihat ke arah lautan. Dan saat dia menoleh, Junpei dan Akihiko pun terkesima (halah).
“Oit!” Cegah Junpei saat Akihiko akan mendekati gadis itu. “Biar kemungkinan dapatnya lebih besar, mending kita cobanya satu-satu, senpai! Sini, biar aku duluan! Kan aku udah...pengalaman, gitu lhoo...eheheh.”
Shin mendengus menahan ketawa.
Junpei's attempt.
“Yo, cantik! Sendirian?”
Gadis misterius itu menoleh ke arah Junpei. “...kau berbicara denganku?”
“Ya iya lah! Masa sama laut?? Ehm...yah...namaku J-J-Junpei.”
“J-J-Junpei?”
“Eh, ya!”
“...aku kesini mencari seseorang.” kata gadis itu. Junpei melihat sekitar. “Oh ya?”
“...kau bukan orangnya.”
Junpei's attempt: failed.
“...dia tipe jual mahal, bung.” Kata Junpei dengan lesu ke Akihiko. Petinju andalah Gekkoukan itu hanya melihat Junpei dengan pandangan menyindir. “Jangan khawatirkan aku. Lihat saja caraku. Akan kutunjukkan bagaimana professional melakukannya.”
Shin sudah tidak tahan. Tawanya meledak dan dia sampai terguling-guling di pasir. “P-P-P-PROFESSIONAL!? Whoa, Sanada-san! WHOA!!” Katanya kepada Aki yang mukanya sudah merah gara-gara malu diketawain anak dengan pikiran kagak jelas seperti Shin.
Akihiko's attempt.
“Hei. Kau suka laut ya?”
Gadis misterius itu kembali menoleh ke. Whoa, mantap juga mukanya. Pikir Akihiko dalam hati. “Apa pertanyaanmu itu ditujukan kepadaku?” Tanya gadis itu ke Akihiko.
“Err..ya. Aku juga suka laut. Hei, aku dengar atlet-atlet yang berlatih di pantai tampil lebih baik daripada yang berlatih di dalam ruangan. Masuk akal juga, ya?”
Gadis itu diam saja melihat Akihiko selama beberapa saat.
“Informasi seperti itu tidak relevan untukku.”
Akihiko's attempt: failed.
“Heh, aku menang. Aku ngomong lebih lama sama dia.” Kata Akihiko dengan nada bangga ke Junpei, yang berteriak stress.
“YANG DIUKUR BUKAN LAMA NGOMONGNYA, SENPAII!! BUSYET DAH!!” Teriak Junpei sambil menangis, Akihiko pun melangkah mundur.
“O-oi, jangan nangis lah! Aku gak bawa balon!"
“BATOK LOE BALON!!”
Mencuekkan Junpei, Akihiko pun menoleh ke Minato. “kita sudah diujung tanduk. Kau harapan terakhir kita, leader.”
Minato's attempt.
Dengan santainya Minato berjalan ke gadis itu.
“Selamat sore.”
Gadis itu menoleh ke Minato, dan kali ini dia terlihat terkejut.
“Kau...?”
Dari balik semak-semak, Junpei dan Akihiko menonton giliran Minato. Dan para tamu kita dari masa depan pun tampak tertarik dengan adegan ini.
“...”
Tiba-tiba saja, gadis itu kabur menuju ke dalam hutan. Minato, Akihiko, dan Junpei pun terkejut.
“O-OI! TADI KAMU NGOMONG APA SAMA DIA!?” Teriak Junpei ke Minato, yang sama bingungnya.
DIA BAHKAN KAGAK NGOMONG APA-APA SELAIN 'SELAMAT SORE', BUSET!! Pikir Shin, Jun, dan Aki tua bersamaan.
“Ayo, kejar dia sana, minta maaf!” Kata Junpei ke Minato yang akhirnya berlari mengikuti gadis tadi.
Sementara tamu-tamu kita tinggal di pantai dengan ekspresi 'WTF'.
“...dia, pasif? Sanada-san, apa nggak salah? Kayaknya lebih tepat dibilang air tenang menghanyutkan deh.”
Shin kembali berkomentar tentang Minato. Jun hanya menghela napas.
“Kak...itulah tuduhan orang yang kalah dalam hal flirting.”
Aki sangat, sangat menyesal telah menceritakan masa lalunya ke Kanzato bersaudara ini.
Ah...ternyata gak panjang-panjang amat. -digebukin- Err, ah-nee-wey! Entah lah kapan aku bakal ngelanjutin fic ini...yang jelas, jangan mengharapkan ada adegan serius di sini...bagaimanapun, ini adalah fic humor...hehehehehehe. -ditendang-