Help
Home Just In Communities Forums Beta Readers Dictionary Search
: B s . A A A    : full 3/4 1/2   : E E   : Light Dark Games » Suikoden » Heavenly Knights

Shara Sherenia
Author of 30 Stories

Rated: T - Indonesian - Drama/Friendship - Reviews: 21 - Updated: 12-30-08 - Published: 08-26-08 - Complete - id:4500079

Author’s Notes: Humm...aku bosan nungguin fic ku yang lain selesai di betaed. Question Corner masih tetep jalan sih...tapi kan bosen cuman nge update itu aja. Jadi lebih baik cari kesibukan lain. Betul saudara-saudara? –laughs- Pertama-tama, thanks buat hatake gHee untuk pembuatan SiG-nya, lalu putee-chan untuk membuat Spring vs Summer. Keduanya adalah inspirasi dalam membuat fic ini...Oke, tanpa berbasa-basi lagi, selamat membaca!

Disclaimer: Suikoden itu punya Konami...fic ini punya gue...

Warning: Maybe a bit OOC, demi keromantisan cerita ini. Oh ya, Frey di sini jadi cewek lho...cewek tulen, bukan di make-up sama Miakis. Terus di sini nggak ada Rune, a real AU.


Pensi Sekolah

Dua orang pemuda memasuki halaman sekolah. Mereka berdua kompak memakai baju gothic: jaket hitam legam, kaos merah dengan motif tengkorak putih, celena belel yang diberi kesan preman, aksesoris rantai metal sebagai gelang dan ikat pinggang, juga sepatu cokelat tua. Kalau dilihat oleh orang awam, mereka akan dikira sebagai preman, tapi sebenarnya bukan.

“Eh, eh!” seorang cewek yang melihat kedua cowok itu melintasinya langsung menoel kawannya yang ada di sebelah. Ia menunjuk ke arah kedua cowok bishonen tadi. “Itu...itu Lazlo dan Kyril bukan?”

Si teman ikut melihat ke arah yang ditunjuk. Ia mengerjap dan mulai histeris. “Iya tuh! Lazlo sama Kyril! Kyaaa! Nggak nyangka mereka bisa nampil di pensi sekolah kita! Padahal denger-denger jadwal mereka tuh sibuk banget kan??”

Teman kedua cewek yang histeris melihat kedua cowok cakep tadi Cuma bisa geleng-geleng karena dia memang tidak terlalu freak jadi fans mereka. “Duh kalian ini gimana sih. Ini kan sekolah mereka juga, masa’ nggak disempet-sempetin tampil di sekolah sendiri?” keluhnya.

Sementara itu, Lazlo mengeluh sambil berjalan bersama Kyril. “Heran. Apa cewek-cewek itu nggak bisa untuk nggak histeris kalau ngeliat kita?” tanyanya sebal “Ini kan sekolah...paling nggak jaim dikit gitu kek...”

Sou...lebih mending daripada mereka ngerumunin kita terus minta tanda tangan kayak pas kita dulu mulai di kenal kan?” sahut Kyril cuek “Lagian, dengan gini kita bisa tahu kita itu punya fans apa nggak...”

“Iya juga sih...” Lazlo angguk-angguk setuju.

“Mana sih manajer kita itu? Flare? Mana dia? Kan lo adiknya,” tanya cowok berambut hitam itu.

“Tadi masih telepon-teleponan sama Troy. Heran, deket banget sih mereka. Awas aja sih kalau nanti dia telat dateng terus nggak ngerekam show kita.”

Kyril Cuma tertawa kecil. Memang Lazlo itu agak protektif terhadap kakak semata wayangnya itu. Lagian, cowok yang dipacari Flare itu Troy, mantan kakak kelas Lazlo yang waktu acara MOS masuk SMU dulu hobi banget menyiksa Lazlo. Makanya, cowok berambut cokelat gondrong satu itu benar-benar nggak rela kakaknya berpacaran dengan ‘makluk kejam’ itu. Hal itu memang tidak bisa ditoleransi oleh Lazlo. Katanya: ‘kalau belum sujud tobat di depan gue, nggak akan direstui hubungannya!’ Ck ck ck...

Kedua cowok itu berjalan menuju ruang musik yang kuncinya hari ini khusus di pegang oleh Lazlo. Dia sudah dapat izin untuk menggunakan ruang itu untuk rehearsal bandnya. Begitu sampai di koridor menuju ruang musik, mereka menemukan tiga pemuda duduk di bangku panjang di depan ruang tersebut.

“Lama banget,” protes cowok berbandana hijau dan mengenakan baju dengan aksen yang sama dengan Lazlo dan Kyril: gothic. “Riou sama Thomas yang rumahnya lebih jauh dari kalian aja cepet datengnya.”

Mou...kok nyalahin gue sih, Tir? Flare tuh, ngeduluin gue mandi. Lo kan tauk kalau adek gue itu mandinya lama banget,” sanggah Lazlo sambil membuka kunci gembok ruang musik.

“Udah deh, yuk kita mulai pemanasan,” lerai Thomas, yang paling muda di antara mereka.

Kelima cowok itu langsung memasuki ruang musik. Thomas langsung duduk di belakang drum dan mencoba menggebuk drumnya secara asal-asalan. Tir dan Riou menyetel nada gitar-gitar listrik yang mereka bawa sendiri. Kyril ‘menculik’ bass guitar dari ruangan itu. Setelah mengunci pintu, Lazlo mengambil standing mic yang sudah disiapkan di ruangan itu.

“Lagu apa dulu nih?” tanya Riou setelah selesai menyetel nada “Hitomi no Juunin atau The Fourth Avenue Cafe?”

“Hitomi dulu deh, lagu pertama ini,” sahut Kyril. Lazlo mengangguk setuju.

Latihan pun dimulai. Kelima cowok itu mulai bermain dengan ngerock-nya. Lazlo dengan pintarnya menirukan gaya Hyde yang sedang menyanyi. Kyril dengan gape-nya memainkan bass gitar ala Tetsu. Permainan Tir dan Riou sudah menyamai Ken. Thomas main dengan ketenangan yang setara dengan Yuki di antara kerasnya gebukan drum. Udah serasa nonton Laruku langsung deh...

Namun belum aja mulai main lagu kedua, mereka bisa mendengar MC pensi kali ini mengumandangkan suaranya, menandakan bahwa pensi akan segera di mulai.

Lazlo cs hari ini memang akan pentas sebagai bintang tamu. Mereka berlima tergabung dalam band berjudul Heavenly Knight, atau disingkat sebagai HK. HK ini memulai debut di dunia hiburan sejak tiga bulan yang lalu, tapi mereka sudah menempati peringkat 3 dalam Star Top Chart untuk kalangan Newbie. Memang sih, dengan wajah secakep itu, cewek-cewek dibuat bertekuk lutut. Dan lagi, kalau pentas itu loh...luar biasa deh!

Hari ini, sekolah mereka mengadakan pensi. Pihak sekolah meminta Flare, manajer HK supaya kelima cowok ganteng itu bisa tampil di pensi kali ini. Sebagai anak murid yang baik, mereka juga harus menghormati permintaan sekolah, maka jadilah HK hari ini pentas di sini dan para siswi histeris mendengar berita itu. Siswi sekolah lain gigit jari, ngiri.

HK dapat giliran ketiga tampil, yaitu setelah band yang dibentuk asli oleh anak sekolah supaya sekolah juga bisa unjuk gigi, biar nggak kalah dari HK. Sambil menunggu giliran di backstage, Lazlo mendengarkan iPod-nya supaya bisa menghapal lirik lagu-lagu Laruku; Kyril minum air mineral supaya nggak tegang; Tir dan Riou ngobrol seru; Thomas santai-santai mainin stick drumnya.

Saat itulah, seorang cewek berambut pirang panjang masuk dan menarik perhatian Kyril. Ia belum pernah melihat gadis secantik itu di sekolah ini, tapi karena ia memakai baju gothic, pastilah ia akan ikut pentas di pensi ini. Saat gadis itu menoleh dan bertatapan dengan Kyril, pemuda satu itu merasa seperti melihat ada cupid khayalan terbang di depannya dan menembakkan panah asmara. Kebetulan, lagu yang dibawakan band yang sedang pentas saat ini sangat pas dengan kondisi hati Kyril.

Kurasa ku t’lah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti menganggumi dirinya...

Kyril terus menatap gadis itu, sementara si gadis duduk di kursi kosong dan membaca rundown acara. Band yang tampil sekarang akan selesai menyanyi dan Lazlo berhenti mendengarkan iPod. Ia melihat Kyril bengong melihat gadis itu.

“Hoi!” Lazlo menepuk pundak bassist-nya. “Bentar lagi giliran kita nih. Yuk siap-siap.”

“Ng, ha-hai,” jawab Kyril gugup, masih memperhatikan gadis cantik tadi.

Lazlo mengangkat alis dan menemukan siapa yang dia lihat. Ia tersenyum licik dan tertawa kecil. “Nanti habis pentas kamu puas-puasin deh pedekate sama tuh cewek. Sekarang konsen dulu ke pertunjukan kita ini, oke?” katanya sambil menepuk-nepuk dada bidang Kyril.

“Iya tahu. Reseh banget sih lo.”

Kelima cowok itu naik ke panggung dan spontan semua cewek histeris. Bahkan ada beberapa yang memutuskan untuk beranjak dari kursi dan maju ke depan panggung supaya bisa memotret lebih jelas. Panitia-panitia cewek juga heboh. Para cowok agak sirik cewek mereka lebih cinta kepada para HK itu.

What’s up Konami High...!!” teriak Lazlo lantang dengan mic di tangan.

“YEAAAH! LAZLO! LAZLO!! LAZLOOO!!” cewek-cewek tambah histeris, jejingkrakan di tempat.

“Lagu pertama dari kami...’Hitomi no Juunin’ milik Laruku...spesial untuk para fans kami di sini,” tambah cowok berambut agak gondrong itu.

Beberapa cewek pingsan di tempat melihat Riou dan Kyril melempar senyum ke arah mereka. Semuanya sudah siap di tempat dan musikpun di mulai. Lazlo langsung menyuarakan suara alto indahnya itu.

Kazoekirenai...demo sukoshi no saigetsu wa nagare

Ittai kimi no koto wo dore kurai wakatteru no ka na?

Yubisaki de chizu tadoru you ni wa umaku ikanai de

Kizuiteru yo fuan sou na kao kakushiteru kurai

Cewek-cewek yang menonton dari depan panggung melonjak-lonjak semangat mengikuti musik. Beberapa ada yang ikut menyanyi sementara yang lainnya Cuma sibuk nyanyi di bagian reff. Semuanya ikut semangat, tapi kalah semangat dari para HK. Kelima cowok itu main dengan penuh penghayatan.

Isogiashi no ashita e to teikou sur you ni

Kakemawatteite mo fushigi na kurai...kono mune wa kimi wo egaku yo

Selagi Lazlo sibuk menyanyi dan sedikit-sedikit bersalaman dengan para cewek, pikiran Kyril melayang ke arah gadis itu lagi. Tapi meski melamun, tangan Kyril bergerak sendiri dan tetap membuat lagunya tidak putus melodi.

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumetai

Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai

Doko made mo odayaka na shikisai ni irodorareta

Hitotsu no fuukeiga no naka yorisou you ni toki wo tomete hoshii eien ni

Sementara itu, Lazlo akhirnya menemukan Flare ada di barisan belakang penonton cewek yang berkerumun di depan panggung. Ia menggengman handycam dan merekam penampilan adiknya itu. Lazlo tersenyum manis dan kembali menyanyi dengan semangatnya untuk encore.

Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumetai

Utsuriyuku shunkan wo sono hitomi ni sundeitai

Itsu no hi ka azayaka na kisetsu e to tsuredasetara

Yuki no you ni sora ni saku hana no moto e...hana no moto e

Dan setelah coda yang hebat dari ketiga gitaris, penonton bertepuk tangan riuh. Lazlo menghela napas sebentar supaya lega. Tir dan Riou kembali umbar senyum, dan beberapa pingsan on the spot. Thomas melemaskan tangannya sebelum kembali memegang stik drumnya dan ikut-ikutan jual senyum. Para cewek sudah ribut lagi.

“Lagi! Lagi!! Lagi!!”

“Lagi ya?” Lazlo senyum palsu “Ya udah. Lagu berikutnya, The Fourth Avenue Cafe. Pasti banyak yang tahu, terutama cowok-cowok ya?”

Para cowok saling pandang. Lagu apaan tuh? Lazlo angkat bahu dan mengisyaratkan agar Thomas mulai menggebuk drumnya lagi. Dan mulailah mengalun intro dari Ending Song anime Rurouni Kenshin. Lazlo kemudian menyanyi dengan lantangnya, lagi-lagi menyamai penampilan Hyde.

Kisetsu wa odayaka ni owari o tsugeta ne

Iro do rareta kioku ni yosete

Sayonara...Ai o kureta ano hito wa

Kono hitomi ni yurameiteita

Barulah cowok-cowok ikut menyanyi dengan hebohnya. Cewek-cewek yang jarang nonton animenya cuman bisa lonjak-lonjak sambil sesekali memotret para HK. Flare masih dengan ahlinya merekam penampilan adik dan anggota bandnya itu.

Togire nai kimochi nante

Hajimekara shinjite na katta

Utsuriyuku machi nami ni tori nokosareta mama

Yuki kawau ano hito bito ge imawa

Touku ni kanji rarede

Zawamekisae usurete wa

Tameiki ni kiete shimau

Lagu berlangsung agak lama, karena durasinya memang sekitar lima menitan. Cewek-cewek melting pas Lazlo dengan sendunya menyanyikan bridge.

Ato. . . Dore kurai darou?

Soba ni. . . Itekureru no wa

Sou. . . Omoi na gara toki o kizande itayo

Interlude sebentar sementara Lazlo berjalan-jalan di pinggir panggung dan tersenyum manis ke arah fans nya. Permainan gitar Tir dan Riou benar-benar klop. Thomas masih sempet-sempetnya melempar senyum ke arah penonton dan blitz langsung menyala untuk menangkap senyumnya. Kyril masih memikirkan si gadis, tapi permainannya masih tetap luar biasa.

Yosete wa kaeshiteku. . . Oh nami no you ni

Kono kokoro wa sarawarete

Lazlo lanjut menyanyi, dan ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk final part ini.

Kyo mo machi wa ai mo kawarazu omoi megurase

Sore zore ni egaite yuku. . .

Sayonara... Ai o kureta ano hito wa

Toui sora n,i koi kogarete

Kono hitomi, ni yurameiteita

Akhirnya, Lazlo mengakhiri lagu dengan hanya diiringi permainan bass Kyril yang mendayu.

Utsuriyuku machi nami ni, tameiki wa koboreta...

Tepuk tangan menggelegar. Blitz mulai beraksi lagi. Kelima cowok itu berdiri bersama dan menghormat, tidak menghiraukan keluhan kecewa para cewek yang masih ingin melihat penampilan mereka. Flare juga pergi menuju backstage untuk menemui para HK.

“Bagus! Kakkoii, Otouto yo!” puji Flare dengan senyum lebar. “Penampilan kalian ini emang nggak ada matinya!”

Sou... Kamu baru dateng pas pertengahan lagu pertama kan,” gerutu Lazlo sambil melap keringatnya “Dasar...”

“Kenapa telat?” tanya Riou. Tapi sedetik kemudian ia buru-buru menambahkan. “Ah...pasti sibuk nelepon Troy ya?”

“Hehe...tahu aja sih,” Flare nyengir sambil tersipu-sipu.

“Oi, awas Flare. Ada yang mau lewat tuh,” Tir menunjuk ke arah cewek yang terhalang jalannya karena Flare.

Cewek itu adalah gadis yang daritadi dipikirin oleh Kyril. Cowok berambut hitam itu spontan memerah wajahnya melihat si cewek berjalan melewatinya. Melihat Kyril yang bengong sampai memperhatikan cewek itu sampai si cewek menghilang untuk naik ke atas panggung, keempat cowok lainnya tersenyum licik.

“Cieee...jatuh cinta pada pandangan pertama ya, Ky?” goda Tir.

“Selera Kyril boleh juga...kawaii banget tuh cewek tadi!” tambah Riou.

“Nggak nyangka Kyril bisa jatuh cinta juga akhrinya,” Flare nimbrung.

“A-apa sih! Salah gitu kalo gue suka seseorang!” Kyril membela diri meski wajahnya sudah semerah kaosnya itu.

Sou, sou! Lihat dari depan yuk! Kan lebih enak!” ajak Thomas brilian.

Hai, hai...” Lazlo menarik paksa tangan Kyril supaya cowok itu beranjak dari tempatnya.

Para HK plus Flare akhirnya duduk di kursi kosong yang tadinya ditempati oleh para cewek yang histeris nonton mereka. Siapa suruh kursinya ditinggal, iya nggak? Posisinya paling depan, jadi pewe banget deh. Si cewek rambut perak itu tersenyum manis ke para penonton yang tersisa. Sebuah intro lagu yang agak nge-beat mengiringi suaranya.

What can I do for you?

Musik berkumandang. Rupanya soundtrack dari game Final Fantasy X-2, Real Emotion. Cewek itu mulai menari ala Kumi Koda dan membuat beberapa cowok ngiler. Gadis satu itu sudah cantik, jago ngedance, seksi lagi!

Far beyond the hazy borders of my heart

I could see a place that's something like this

Every now and then I don't know what to do

Still I know that I can never go back

Kyril benar-benar terpesona. Setiap gerakan cewek itu ia ikuti. Sementara Lazlo yang duduk di sebelahnya juga mulai terpesona. Gadis itu memiliki suara yang sangat bagus...dan sepertinya ia dan kakaknya itu memiliki pikiran yang sama.

“Eh, guys. Gimana kalo kita rekrut cewek itu?” tawar Flare.

But the things I've seen in those hazy dreams

Can't compare to what I'm seeing now

Everything's so different

That I brings me to my knees

“Maksud lo, gabung ke kita?” tanya Riou polos.

Sou! Selama ini fans kita kan cewek doang, nah kalau kita masukin dia ke band kita, kita pasti bisa punya fans cowok juga, dan popularitas kita bisa bertambah!” jelas Lazlo.

“Boleh, boleh! Sekalian, Kyril bisa lebih sering pedekate ke cewek itu!” tambah Tir dengan senyum licik. Kyril tidak menggubris. Dia sibuk menonton cewek itu menyanyi.

And though I know the world of real emotion has surrounded me

I won't give in to it

Now I know that forward is the only way my heart can go

I hear your voice calling out to me:

"You'll never be alone"

“Yah, dia cuek. Ya udahlah,” Thomas geleng-geleng pasrah melihat kelakuan temannya itu. Mereka kembali memperhatikan si cewek menyanyi.

And if I find the real world of emotion has surrounded me

And I can't go on

You are there the moment that I close my eyes to comfort me

We are connected for all of time

I'll never be

Cewek itu masih menari dengan hebohnya. Kyril sampai tepuk-tepuk tangan sendiri. Flare dan Lazlo cengar-cengir jahil melihat reaksi cowok tertua di band itu. Cowok-cowok bersorak riuh melihat aksi si cewek, yang meskipun eksotis tapi tidak terlalu porno sehingga mungkin FPI datang untuk menangkapnya (hoe?). Lagipula ia memakia baju ghost punk dengan harajuku style seperti Agnes Monica, jadi boleh dong...

Akhir lagu, si gadis menyelesaikannya dengan lirik pendek: I can hear you! Dan entah sejak kapan di pasangnya, kembang api meluncur dan menghiasi panggung, mengakhiri penampilan si gadis dengan megahnya. Para cowok termasuk Kyril bertepuk tangan heboh. Si cewek membungkuk hormat sebelum kabur ke backstage.

“Yap. Yuk kita samperin!” ajak Lazlo sambil beranjak dari tempat duduknya.

Doushite?” Kyril heran, jangan-jangan para konconya itu mau ngerjain.

“Ada deh! Yuk ah!” kali ini giliran Tir dan Riou nyeret Kyril ke backstage untuk menemui si cewek.

Begitu tiba di backstage, tampaklah gadis itu sedang melap keringatnya dengan sapu tangannya sendiri. Dia kaget melihat para KH plus sang manajer masuk ke sana dan berdiri di hadapannya.

“Eh...nyanyian kamu tadi bagus banget! Dance-nya juga kawaii!” puji Riou antusias.

Arigatou,” cewek itu senyum manis.

“Eh...kamu tahu siapa kami kan?” uji Thomas.

“Nggak,” si cewek menyahut dengan polosnya.

“Nggak tahu? Baru pindah ke sini yah? Habis nggak pernah lihat sih,” tanya Tir.

Hai. Baru pindah tengah semester lalu. Yoroshiku,” si cewek mengurkan tangannya dan tersenyum lagi, “Freyjadour Falenas. Panggil aja Frey, soalnya nama Freyjadour itu nggak ada imutnya sama sekali, hehe...”

Sou desu ka... Kayak nama cowok,” Flare terkikik “Flare en Kuldes. Ini otouto gue, Lazlo,”—Flare menunjuk ke arah Lazlo yang pasang wajah cool—“Tir McDohl,”—Tir dadah-dadah kecil—“Riou,”—Riou nyengir lebar—“Thomas,”—Thomas mengangguk kecil—“Dan terakhir, Kyril.” Kyril tersenyum malu-malu.

“Salam kenal,” kata Frey lembut.

“Eh, gini...” Lazlo maju “Kita kan punya banyak banget fans cewek, tapi kita pengin lebih populer dan untuk mendongkrak popularitas kita, kami memutuskun untuk mengangkat kamu jadi vokalis kita. Kamu setuju nggak?”

“To the point banget sih,” komen Tir.

Frey dan Kyril kaget, tapi kagetnya beda. Kalau Frey kaget karena baru kali ini ada yang minta dia jadi vokalis secara langsung begini, sementara Kyril kaget karena dia belum pernah dengar mereka berembuk memutuksan hal tersebut.

“Er...apa nggak apa-apa nih?” tanya Frey gugup.

“Kamu takut ada fans kita yang black mail kamu?” Tir tertawa “Tenang aja, biar gue yang hadapin! Jangan remehkan Tir yang dari kecil sudah dilatih bela diri ini ya!”

Spontan Riou dan Thomas meledek bocah satu itu. Frey terkikik geli. “Uhm...ya udah deh, aku mau,” katanya enteng.

“Whoa, cepet banget setujunya!” Flare kaget.

“Habis, aku pengin jadi penyanyi sih. Kan sekalian,” canda Frey.

Semuanya tertawa. Bahkan Kyril pun akhirnya tidak gugup lagi. Lazlo menghampiri pemuda satu itu dan membisikkan sesuatu. “Kamu ajak dia makan gih, traktir dia ke kantinnya Retso itu,” katanya pelan.

“E-eh?” Kyril langsung blushing.

“Pedekate! Baka Kyril!” keluh Lazlo “Udah cepetan! Nanti gue yang bilangin lagi!”

“I-iya deh,” Kyril maju ke arah Frey “Uhm...Frey...er, sebagai syukuran kamu bergabung ke band kami...mau nggak, kutraktir di...di kantin Retso itu?”

“Eh...gue aja?” wajah Frey agak memerah.

Kyril bingung. Ia mengerling ke arah teman-temannya. Mereka semua menghela napas. Dasar nggak pintar ngerayu...

“Tentu aja kita ikut!” putus Riou “Yuk! Mumpung Kyril yang traktir nih! Let’s go!!”

Semuanya tertawa melihat tingkah Riou. Sambil melangkah ke arah kantin, mereka bercerita banyak hal yang membuat Frey tertawa. Kyril tersenyum memperhatikannya.

Benar-benar seorang malaikat...


Author’s Notes: Buseeet...baru kali ini gue bikin prolog sepanjang ini!! Delapan halaman coy! Pegel gilaaa...tapi nggak apa deh, demi menghilangkan kebosanan. Menurut kalian bagus nggak? Bagus nggak? Maaf kalo lagunya dari anime-anime semua...I’m clueless about Indonesian music hits. Sampe malu nih, dibilang udik musik!

Aku masukin beberapa kosakata Jepang. Ini penjelasannya: 1) Sou dan 2) Mou itu Cuma ucapan, kalo dikira-kira seperti “hhh...” atau “yah...” atau “eh” ; 3) Hai itu “ya”; 4) Kawaii dan 5) Kawai itu “kereen...” atau “cakep” ; 6) Doushite itu “kenapa?”; 7) Arigatou...perlu ditanya?; 8) Yoroshiku artinya “salam kenal”; 9) Sou desu ka berarti “oh gitu...”; dan terakhir 10) Baka itu “bodoh” yang paling kasarnya “idiot”.

Ah eniwei...aku butuh reviews...kalian suka nggak sih?? Yang baca wajib review!! Kalau kalian review, nanti kulanjutin deh...ayo, ayo, reviews!



Return to Top