|
Author of 16 Stories |
An Entry by : RanzCelestia, The Participant of Digimon Savers Party 2008 by .
Disclaimer : She don't Own Yugioh
Warning : Slash, cursing, bad grammar.
Pairing : Touma x Masaru (Digimon savers)
Summary : Continue from Digi Savers Party 2008 by .
Please check Digimon Gallery in www. saint-chimaira. for details ;p
(Touma)
Apa yang kulakukan ? Kenapa aku begitu bodoh…
Aku menyandarkan diriku ke kursi, memandang ke langit-langit.
Sebenarnya apa yang aku pikirkan ? Argh ...
Kenapa aku bisa melakukan itu ! Malu-maluin banget ... !!
Aku mengacak rambutku, memukul meja dan menelungkup pasrah disana di atas kedua tanganku.
Dia pasti membenciku..
Apa yang harus kulakukan kalau bertemu Masaru lagi ?
Aku benar-benar bingung ...
Pintu terbuka, aku tersentak kaget dari lamunanku.
Apa Masaru kembali ?
Aku mendongak, Ah, ternyata Yoshino..
Aku memang terlalu berharap, mana mungkin ia kembali untuk menemuiku. Mungkin ia sudah pulang ke rumah karena marah.
” Loh ? Kok Touma sendirian ? Mana Masaru ? ” , Yoshino bertanya padaku.
Bagaimana aku menjawabnya..
” Dia, sedang keluar sebentar, ” jawabku. Aku tak mau Yoshino melapor kalau Masaru kabur dari tugas, toh ini salahku kan ..
”Ooh, ini aku bawakan makanan, kutaruh di meja yah, ” ucap Yoshino santai sambil membawa dus donat di tangannya.
” Hati-hati lantainya licin ! ” aku panik karena melihatnya berjalan ke arah lantai basah hasil tumpahan teh Masaru.
” Eh ? ” Yoshino hanya bingung karena tidak memperhatikan langkahnya, dan benar saja..
” KYAAAA !! ” Yoshino terpeleset kertas – kertas yang basah. Aku reflek menahannya jatuh. BRAAK !!
... alhasil kami berdua jatuh, tapi setidaknya aku berhasil menghalanginya menabrak tanah.
( Masaru )
Kenapa aku berlari ? Kalau begini aku pengecut donk ...
Argh... Payah...
Aku terus –menerus menggosok bibirku. Marah karena ia menciumku, tapi lebih kesal lagi... karena aku menyukainya !! KENAPAAAAAAA !!
Kenapa jantungku tidak mau berhenti berdegup kencang !
Kenapa wajahku panas sekali !! KESAAAAALLLLLLL !!
Aku mengentikan langkahku.
” Tenang Masaru , tenang. Sampai kapan kamu mau kabur terus ? ”
Aku menarik nafas panjang , menenangkan paru-paruku yang memburu.
Aku memikirkannya lagi, kejadian itu ..
” Kenapa sih dia tiba-tiba melakukan itu ! Dasar sial ! ”
Aku mulai menenangkan pikiranku tapi wajahnya dan kejadian itu terus menghantui kepalaku,
” SIAL ... ”
Semakin aku berusaha melupakannya, semakin aku mengingatnya, dan entah kenapa walau aku mati-matian berkata membencinya, aku tidak bisa benar-benar berkata tidak menyukainya.
Kenapaaaa... ARGH, kalau begini aku bisa gila ...
Dan saat itulah aku ingat,
Sial, tugasku masih banyak. Masa aku kabur begini... tapi kalau aku kembali aku ketemu Touma lagi donk.. Apa yang akan kulakukan kalau menatap mukanya lagi ?
Tapi masa sih mau dibilang pengecut tidak bertanggung jawab yang menelantarkan tugas, orang tidak punya hati yang menimpakan kesalahan sendiri pada orang lain,
orang tidak setia kawan yang meninggalkan teman ?
TIDAK !! Aku tidak mau !!
Pokoknya aku harus kembali dulu ke kantor. Sisanya pikirkan nanti saja.
Aku berlari kembali ke kantor. Aku menarik nafas panjang, menenangkan jantungku yang berdegup kencang.
Kenapa aku jadi segugup ini hanya karena akan bertemu Touma lagi ...
Payah !!
Pokonya pasang muka biasa, anggap aja ga pernah terjadi apa-apa.
Ayo Masaru, kamu bisa !
Aku pun membuka pintu itu .
Dan aku melihat suatu hal yang membuatku benar-benar kaget. Seharusnya aku melihat Touma yang sedang membereskan berkas sendirian … tapi aku malah melihat Yoshino yang sedang memeluknya di atas lantai. Pakaian dan rambut yang berantakan, lagipula mereka terlalu dekat..
Apa yang mereka lakukan.. dan kenapa aku begini marah ?!
Aku berjalan, menatap mereka. Mungkin aku tidak sadar melotot karena mereka terlihat pucat pasi menatapku.
” Tunggu, ini salah paham ! ” Yoshino berusaha berbicara padaku, tapi aku tidak ingin mendengarnya. Yang ada di mataku hanya Touma.. Setelah apa yang dilakukannya padaku, sekarang ia bersama Yoshino ! Yang benar saja !
Aku kesal, tapi kenapa aku bisa kesal !
Aku menarik tangan Touma, menyeretnya berdiri dan membawanya ke ruangan sebelah.
Aku mendorongnya ke tembok, dan entah kenapa aku tetap memelototinya.
” Tadi Yoshino jatuh, aku hanya berusaha menolongnya. Kau salah paham .. ”
Touma berusaha menjelaskannya, tapi otakku sudah penuh dengan pikiranku sendiri.
Kenapa aku kesal ? Apa aku cemburu ? Tidak mungkin kan ?
Tapi.. saat aku melihat kejadian itu entah kenapa aku merasa Touma diambil dariku,
dan aku tidak mau kehilangan dia.
Tanganku terus menahannya dan ia pun tidak berontak. Ia mengalihkan pandangannya dariku.
Jantungku terus menggila, pikiranku sudah kosong,
ARGH .. Aku sudah tidak mau tau lagi !!
Aku menarik Touma, dan menciumnya.
Aku sudah tidak mau lagi melepasnya dari tanganku,
Kau adalah milikku ...
…
Fin.
by : RanzCelestia