|
Author of 16 Stories |
An Entry by : Akatsutsutsumi Ayayuki si cantik jelita! –dilempar sendal-, The CRAZY Participant of Digimon Savers Party 2008
Disclaimer : THX GOD! She don't Own Digimon
Warning : Slash, gags and bad every word is bad for your health and brain =w=
Pairing : Touma x masaru, kalo ga mau yah…Touma x saiiah…-diinjek Touma- (Digimon savers)
Summary : Continue from Digi Savers Party 2008 by Saint-chimaira
Please check Digimon Gallery in www. saint-chimaira. DA for details ;p
?
Touma hanya terdiam melihat pintu otomatis itu tertutup didepannya, sedikit menyesal ia rasakan, kini ia hanya berdiam diri, merenung, berpikir, tak peduli apapun disekelilingnya…ia tak peduli berkas-berkas yang berantakan, tak peduli pada pecahan gelas, bahkan Touma tak mempedulikan neng Kunti yang numpang lewat didepannya… dipikirannya hanya Masaru
“sial! Kenapa dia langsung tiba-tiba begitu sih?” pikir Masaru dalam hati sambil ngibrit ke rumahnya
“aku belum siap! Bagaimana aku harus bertemu dia besok? Mau dipasang dimana mukaku?” pikirnya lagi saat ini pikirannya kacau, sudah 12 kali dia nyasar, ke tempat-tempat ga jelas, dan sudah 5 kali dia bertanya pada pak polisi yang kebetulan lagi keliling ronda, barulah ia sampai kerumahnya
didalam kamarpun Masaru langsung menutup dirinya dengan selimut, hatinya galau, ia langsung memutuskan untuk tidur sambil memeluk boneka Telletubiesnya...berharap pagi cepat tiba….
--
pagi ini, seperti biasa, Masaru berangkat ke kantor DATS, jalanan macet dan hujan lebat memaksanya untuk menggunakan jasa Ojek payung untuk kesana
“pagi” sapa Touma duluan
“…….” Masaru tak menjawab
“eh, jawab donk!” lanjut Touma
“…..” Masaru masih diam tak menjawab
Masaru menghentikan langkahnya dan memandang Touma dengan pandanyan dendam kesumat, melihat itu, Touma pun mengerti arti pandangan itu, Masaru sedang kesal
“pagi!” jawab Masaru sinis, kesinisannya itu berlanjut sampai siang
--
“Masaru, kamu kenapa sih?” Tanya Touma sambil mengejar Masaru
“nggak kenapa-napa!” jawabnya sambil berjalan cepat
“kalu gitu tungguin aku donk!”
“ngapain? Udah sana pergi! Jangan ikutin aku!”
“nggak, aku nggak akan pergi sebelum kamu berhenti!”
“jangan ikutin aku!”
“enggak! Pokoknya aku ikutin sampai kemanapun!”
“pergi!!”
“enggak!”
“kamu marah?”
“marah? Kata siapa?”
“kalau gitu kenapa?!” Touma menarik tangan Masaru
“nggak kenapa-napa! Lepasin!!” Masaru langsung berlari setelah tangannya lepas, Touma pun mengejarnya sampai kesuatu tempat, setelah melihat Masaru masuk ke tempat itu, Touma baru sadar mengapa Masaru dari tadi berjalan tergesa-gesa
“kebelet ke toilet rupanya…bilang donk!”
--
hari itu kantor sedang siap siap untuk persiapan tahun baru, yaitu dengan ber-osoji (bersih-bersih) ria, seperti biasa, Masaru masih kesal terhadap Touma
“Masaru…” panggil Touma
“………”
“jawab donk, Masaru!”
“apaan?? Nggak lihat gue sibuk ngelap guci keramat kantor? Kalo pecah gue bisa kualat!”
“kau marah karena kejadian kemarin?”
“……..”
“marah ya? Maaf, kemarin aku terbawa emosi, jadinya agak kasar, kita baikan ya?” kata Touma sambil menyodorkan tiket ‘topeng monyet live’ kepada Masaru
“apaan nih?”
“ tiket”
“nenek buyutnya kingkong juga tau kalo ini tiket!! Maksudku ini tiket apa?” Tanya Masaru mulai melunak
“topeng monyet live! Kita nonton pas akhir tahun yah? Acaranya siang kok”
“………” Masaru terdiam sejenak, “boleh deh!”
“bener nih?”
“iya bener! Tapi traktir aku sate padang ya” jawab Masaru lunak, sekarang ia mulai menyunggingkan senyum
“oke! Besok kutunggu didepan warung soto mpok Inah!” jawab Touma gembira
“hei! Kalian!! Kok malah ngobrol?! Cepetan sana kerja! Ntar kantor gak bersih-bersih!!” teriak sang komandan yang bikin kaget keduanya
PRAAANG!!
“nah, tuh’kan pecah dah, guci keramatnya…mampus gue kualat!!”
--
sesuai janji, siang itu mereka bertemu ditempat janjian mereka, warung mpok Inah
“Touma!!! Sori, lama nunggu?”
“nggak, baru datang” bohong Touma yang sebenernya udah datang dari 2 jam lalu dan udah menghabiskan 3 cangkir kopi dan 2 bungkus krupuk, serta semangkok soto
“oke, pergi yuk!” ajak Masaru, suasana kaku sebelumnya mencair, tanpa sadar merekapun sudah bergandengan tangan
“si amang pergi kepasar!!” teriak sang pawang untuk menarik perhatian penonton, ternyata mereka benar-benar pergi nonton topeng monyet, tingkah konyol sang monyetpun mengundang tawa penonton
“si amang melamar orang!!” teriak sang pawang lagi, seketika monyet itupun mengeluarkan bunga dan memberikannya kepada Masaru dengan muka memerah
“hah? Apaan nih!” jerit Masaru kaget, spontan semua penonton tertawa
“wahahaha!!! Kau laku sama monyet rupanya!! Wahaha..mukanya aja udah mirip! cocok! cocok!” tawa Touma sambil jongkok mukul-mukul lantai
“diem!!” omel Masaru, walau kesal, tapi ia bahagia bisa melihat wajah ceria Touma
--
“hei, touma, aku belum maafin kamu loh!” kata Masaru membuka pembicaraan dalam perjalanan pulang
“loh kok?”
“iya, aku belum bilang kumaafin kan?” sambungnya sok jual mahal
“terus aku mesti ngapain supaya dimaafin?”
“mmm…apa ya?” pikir Masaru sambil berjalan mendahuluai Touma,
tiba-tiba…
“Masaru!! Awas!!” teriak Touma, sebuah papan reklame jatuh ke arah Masaru, namun Touma dengan sigap melindunginya, membiarkan papan reklame itu menimpa tubuhnya
“TOUMA!!!!!” jerit Masaru, darah tak berhenti mengalir, Toumapun dilarikan kerumah sakit dengan sukses
--
di rumah sakit, Masaru hanya diam seribu bahasa, begitu juga para staf kantor yang ia panggil tadi
“Masaru…” Gumam Yoshino
masaru tak menjawab gumaman itu, ia khawatir keadaan Touma, ia takut Touma di operasi, terbayang olehnya sang dokter sedang mengoperasi Touma, menggunakan alat-alat operasi yang mengerikan seperti pisau, gunting, gergaji, obeng, tang, serta kunci inggris –loh?-
sudah 1 jam ia termenung,memikirkan Touma, tak peduli udah berapa ekor ayam tetangga yang mati karena bengongnya itu
sang dokter akhirnya keluar juga dari ruang periksa
“dokter!! Gimana dokter?! Gimana keadaan Touma?” Tanya Masaru cemas
“oh…temanmu itu?” sahut sang dokter, “dia….”
“dia kenapa dok?”
“dia segera membutuhkan..….”
“membutuhkan apa? Darah? Otak? Jantung?” panik Masaru
“………”
“dokter cepetan bilang donk!!! Touma kenapa? Jangan-jangan Touma…..”
“dia……..membutuhkan…..istirahat karena besok sudah boleh pulang!!” sambung dokter itu ceria –pak dokter, jangan lebay donk-
GUBRAK!!
--
malam sudeh semakin larut, Yoshino dan yang lainnya terpaksa harus pulang dengan menggunakan jasa oplet karena ketinggalan kereta
sekarang hanya tinggal Masaru dan Touma yang ada didalam kamar
“ng….Touma”
“apa?”
“tadi…kubilang…aku belum maafin kamu kan?”
“iya, terus?”
“ng….itu bohong kok…sebenernya kamu udah kumaafin..jadi…”
“masa? Aku ga percaya!!!” tepis Touma
“kok ga percaya??!! Ini beneran!!”
“nggak ada buktinya tuh!”
“bukti??”
“nggak ada buktinya kan? Kalo gitu, berarti kau bohong!!” kata Touma seraya bergaya ala Sherlock Holmes kecebur got
“nah… ga bisa nunjukin bukti kan? Ya udah, pergi sono!”
“buktinya ada!!” teriaknya, Masaru langsung mengecup bibir Touma,perlahan namun panas!! Ciuman yang amat sangat lama..
tampa terasa kembang api warna-warni meledak dilangit malam, mengagetkan mereka berdua, membuat mereka melepaskan ciuman mereka
“eehh…gak terasa udah tahun baru!!” cetus Touma dengan muka memerah
“iya,… selamat tahun baru, Touma” sahut Masaru, berbaikan
“sama-sama” balasnya, “oh iya, kita musti ganti file yang kamu tumpahin kopi loh!”
“oh itu? Tenang aja, itu file wujud aslinya Cuma bon utang bos diwarung mpok inah”
“tapi mesti tetep kita ganti, gimana cara ganti bon itu ya?” pikir Touma
“tenang aja, bisa kita ganti kok! Kita ngutang aja lagi disana!!” cetus masaru dengan tampang ‘how genius I am’
the end??
Ok! Teng kyuu bagi yang udah baca! Saiiah minta pendapat yang ngebaca!
Akatsutsumi Ayayuki yang sekarang ini lagi diracuni BEN 10 ama sepupunya
---
note: Thx Ayayuki! Your Fic is REALLY CRAZY!
It's not the big 5 coz She don't participant on time, but everyone who wants to submit another continue from this party can tell us.
So we can put your work here.
Soredewa mata!