Help
Home Just In Communities Forums Beta Readers Dictionary Search
: B s . A A A    : full 3/4 1/2   : E E   : Light Dark Games » Suikoden » Suikoden Spot

Shara Sherenia
Author of 34 Stories

Rated: T - Indonesian - General/Humor - Reviews: 7 - Updated: 11-20-08 - Published: 11-04-08 - id:4635380

Author’s Notes:Part 2!!! Sekali lagi, Foreign Readers please refer to behind the scene using Ctrl + F. Bagi Indonesian Readers sih...baca yang di bawah ini juga boleh kok. Enjoy deh!


Suikoden Spot: Exclusive Shows

“Selamat siang pemirsa, jumpa lagi bersama saya, Shara Sherenia, akan menemani anda dalam durasi berikutnya untuk menyaksikan kisah-kisah seputar selebritis Suikoden yang sedang in saat ini, hanya di Suikoden Spot, spot-nya para gossiper!”

sfx mulai... jeng jeng...

“Sebuah berita muncul dari Luc. Berita yang cukup menghebohkan. Ditemukannya narkoba jenis marijuana di kursi belakang mobilnya. Luc ditangkap ketika sedang berpesta di rumah Tir, merayakan perkawinan bangsawan keren satu itu dengan Kasumi setelah di Balai Suiko.”

Layar ganti lagi. Rumah Tir tiba-tiba digrebek SPD (Suiko Police Department, bukan Space Patrol apalah entu).

“Angkat tangan semuanya!” Kata salah seorang polisi sok aksi.

Sang DJ, Kasios, mematikan mixernya, lampu dinyalakan, semua selebritis yang ada menatap bingung.

“Heh, apa-apaan ini? Ini private party. Kenapa ada kamera segala? Mohon anda segera keluar.” Kata Tir risih.

“Maaf mengganggu saudara McDohl. Minta tanda tanga—eh, maksud saya, kami disini atas penahanan sahabat anda, Luc.”

-insert shock sound here- “Apa?”

“Ngga mungkin!”

“Ngibul kali...”

“Luc..k-kamu..”

“Heh, apa buktinya?” kata Luc dingin sedingin-dinginnya.

Sang polisi mengangkat plastik berisi marijuana berbentuk rokok. “Kami menemukan ini dalam mobil anda. Mohon ikut kami kekantor pusat.”

“Nggak mungkin! Luc pasti difitnah!” sergah Sasarai sambil marah-marah.

“Bener! Salah orang kali! Luc ngga mungkin kaya gitu!” Bela Tir.

Wartawan silet sok ikutan. “Saudari Sarah, bagaimana pendapat anda atas penemuan marijuana ini?”

Sarah dari S3 (si penyihir, bukan si tukang cuci dari S1), terlalu shock untuk berkata-kata (cailah...) Cuma geleng kepala. “Saya percaya sama Luc, gak mungkin Luc kayak gitu.”

Wartawan kecewa. “Ah..kurang ekspresi banget sih! Manna ekspresssinnyyaaah? Teriak kek..nangis kek...minta putus kek...”

Wartawan digaplok sama polisi. “Berisik.”

Wartawan berpindah ke Luc. “Saudara Luc? Bagaimana pembelaan anda?”

Luc menjawab acuh. “Yang pasti saya tidak bersalah. Saya menolak untuk dibawa ke kantor pusat.”

Para satuan KPD trenyuh hatinya melihat Luc. “Ya udah deh..investigasinya disini aja.”

Suasana tiba-tiba serius. “Jelaskan kepada saya. Apakah marijuana ini punya anda?”

“Nggak.”

“Apa ada bukti?”

“Emang tampang saya kaya orang make? Ngga kan?”

Semua polisi diam. Sebenernya sih iya... “Oke. Sekarang tes urin.”

“Penting ya?”

Polisi melotot. Ngelunjak banget sih?

“Iya..” Luc menyerah.

Setelah tes urin..

“Hasilnya negatif, Luc dinyatakan bersih dari kandungan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya.”

“Dibilangin juga apa.”

“Siapa yang terakhir ikut dimobil anda?” Tanya pak polisi lagi.

Luc mengingat-ingat. “Hmm...Kalo ngga salah...lin...siapa yah? Oh, Linfa.”

-insert shock sound here, again- “UAPAH??”

Semua seleb Suikoden dari seri 1 sampe seri 5 yang hadir di ruangan tersebut terkejut dengan reaksi berbeda. Ada yang melongo, nganga, nguap, melotot, mendelik, de es beh, es be ye. Pokoknya kaget lah. Sarah terbata-bata. “Linfa?”

“Iyah, dia numpang pulang kemaren, trus—,”

“Kamu anterin pulang??”

“Iya...abis gayanya memohon-mohon gitu. Udah ditolak, tapi dia maksa.”

“Oh..jadi karena dia kamu ngebatalin janji buat nonton? Bagus lo yah...” Sindir Sarah.

“denger dulu... dia udah nangis sambil teriak-teriak sambil ngancem bakal nyebarin gosip ngga bener tentang aku. Siapa yang ngga takut coba?”

“Hooo...” semua manggut-manggut maklum.

“Sekarang tes sidik jari.” Kata pak polisi. Sidik jari Luc pun diambil, dan dicocokin sama sidik jari yang ada di marijuana.

“Tidak cocok. Untuk sementara anda dibebaskan dari tuduhan. Mohon maaf. Sekarang kami akan memburu saudari Linfa. Selamat malam.”

Layar ganti jadi Shara.

“Setelah kemarin Nina membuat aksi, sekarang Linfa, teman seprofesinya yang membuat sensasi dengan melibatkan Luc sebagai korbannya. Apakah Nifsara pelaku sebenarnya? Kita tunggu saja.”

Pasang senyum manis. “Sekian dulu perjumpaan kita kali ini. Kita akan bertemu lagi di hari dan jam yang sama, hanya di Suikoden TV. See you next time and have a nice day!”


Behind the Scene

Shara: Yup. Time to answer for some more.

Ted: Are you kidding me, it's just a review.

Shara: Better than nothing. So, can we get started?

Lazlo: Yeah, let's get it on.

Shara: From kaorine. Oh hey, first, congrats for submitting your first fanfic!

Flare: Oh that's right. I think it's about Luc being turned into a stone as its resolution...

Riou: Pffft...-laughs- That's so ridiculous!

Nanami: Yeah. I bet if Luc read it, he will exploded in anger.

Hugo: And Sasarai will explode in laughter.

Shara: Yeah. Those two are so different...glad there's a fun fic about those two.

Lyon: So, what is the question?

Shara: Er... for Kasumi: Which part of Tir who makes you love him?

Kasumi: Uh...-blush- He's nice, gentle, and very courageous...a good figure of leader.

Miakis: Except the part of being a fisherman.

Tir: Hey, I never said I want to be a fisherman...I just like spending peaceful time by fishing.

Shara: That's not making any different. Kasumi, do you like cooking?

Kasumi: I practiced a bit, but never let anyone taste it.

Frey: Good. Let Tir be the first food taster for you.

Jowy: Yeah. Cook for him.

Kasumi: Well...if I can use the kitchen.

Shara: Yes you may.

Kasumi: -run to the kitchen-

Chris: She's so addicted to Tir...

Thomas: Guess so.

Shara: And to everyone else...do you know the first Suikoden has a radio drama?

Ted: It has?

Shara: -shrug- I don't have any radio. Probably it have in Japan or somewhere where I definitely can't hear it.

Riou: I want to hear it. I wonder how my voice sounds like.

Lazlo: Me too.

Kasumi: It's done! -come out of the kitchen-

Hugo: Whoa, that's fast!

Tir: Alright, let's taste it...-taste a bite- Mm...

Kasumi: H-how it turned out?

Lyon: Be honest.

Frey: Yes, or else she might sad and slap you hard.

Nanami: Do you think she will?

Flare: Probably.

Tir: ...It's great.

Kasumi: Really? Thanks God!

Ted: Uh, Tir...your face turned green.

Jowy: ...It's not edible to be said.

Shara: What are you waiting for? Go to the bathroom, I don't want you to get sick here!

Tir: Urp! -run to the bathroom-

Thomas: Disgusting...

Miakis: Indeed.

Shara: Well, because Tir is sick, let's end this now! Bye bye!


I need more reviews!!!



Return to Top