|
Author of 7 Stories |
Hei! Saiia balik lagi! Akhirnya jadi juga.. fiuuh..
Title : Liburan..!
Chappie 3 : Pencarian Bahan Part 2
Summary : Beberapa bahan berhasil didapatkan.. Sekarang, saatnya sang Souchou tampil! Penggemar Kururu, berbahagialah!
Disclaimer : I don't own Keroro Gunsou..
Genre : Humor/Romance
WARNING! (Mungkin) OOC, AU. Maaf kalo karakter kesukaan dimainin, namanya juga fanfic.. Oh nyah, ntar pair nya bakal rada aneh..
ENJOIIII!
"Keroro! Cepetan!" teriak Giroro setengah berbisik dari luar kamar Keroro. Sementara sang makhluk hijau sedang berusaha menyeret sebuah galon 'AQUO' yang setengahnya berisi air. Jam telah menunjukkan pukul 11.30 WIB (?), tapi kelima kodok itu masih terjaga.
BLAM! Pintu kamar Keroro tertutup. Dia berhasil membawa galon itu! Lagu 'We are the Champion' mengiringi tangisan bahagia Keroro
(sfx : Wiiiiii… ar de ceeempioooooonn…)
Musik habis. Keroro teringat untuk memarahi Kururu. "Kururu! Kejem banget sih lo! Masa nyuruh gue nyeret galon segede gitu?" protes Keroro. (Silahkan anda bayangkan besar makhluk Keron dan besar galon 'AQUO' yang terisi setengahnya..)
"Kuku.. kan lo tinggal dirumah ini.. Jadi pasti tau dimana tempat nyimpen air.." kata Kururu nyari alesan.
"Ta..Tapi.. Tapi kan setidaknya ada yang bantuin gue gitu kek! Berat tauk!"
"Kuu..kukuku… Sayang sekali.. tapi tadi gue butuh mereka bertiga untuk bentuin gue nyempurnain alat ini.." kata Kururu sambil nunjuk kotak yang mirip kulkas -pintu masuk- mereka menuju Markas Keron. Tapi bedanya kotak ini agak besar dan warnanya ungu.
"He? Gunanya apah?" Tanya Keroro.
"Masuk aja.." kata Kururu.
"Baiklah! Sebagai ketua yang baik, gue bakal nyoba!" kata Keroro sambil berjalan menuju kotak itu. Pintu dibuka daaan…
ZLEP!
Keroro tersedot kedalam kotak itu!
"Keroro!" / "Gunsou-san!" / "Keroro-kun!" teriak GiroTamaDoro bersamaan.
"GEROOOOOO!" teriakan Keroro terdengar. Bukan teriakan ketakutan, tapi teriakan… bahagia?
"Keroro-kun! Ada apa?" teriak Dororo khawatir.
BLUB! Kepala Keroro muncul dari 'gerbang' itu.
"A..ano.. Kururu.. Semuanya.. masuk deh…" kata Keroro, terus dia masuk lagi deh..
"Kuu…kukuku.. bener kan.." kata Kururu.
"Kururu! Apa maksud.. HUWAAAA!" belum selesai Giroro ngomong, Kururu nendang dia masuk ke dalam kotak itu.
"Giroro-kun! / "Gochou-san!"
"Kuku.. gue baik banget yah?" kata Kururu. Kemudian dia menendang Dororo dan Tamama ke dalam kotak itu, lalu dia sendiri ngikut masuk.
~oOo~
"A..Aw.." erang Giroro kesakitan sambil ngusap-ngusap pantatnya itu.
BRUK! BRUK! BRUK!
3 makhluk Keron lainnya pun mendarat dengan sukses di atas Giroro.
"HOY! BANGUN KALIAN!" teriak Giroro.
~oOo~
"Bagaimana? Ruangan ini hebat kan? Kuku.." kata Kururu.
"IYA! Hebat banget Kur!" teriak Keroro, diikuti anggukan Dororo dan Tamama.
"Hm? Gimana, Giroro-senpai?" tanya Kururu.
"H-Huh! K-Kalau ini bisa membuat kita mendapatkan barang-barang itu, baru gue ngakuin kalo alat ini hebat!" kata Giroro. Walopun sebenernya dia yang paling terpesona dengan ruangan ini.
Gimana nggak?
-PLESBEK ON-
BRUK! BRUK! BRUK!
3 makhluk Keron lainnya pun mendarat dengan sukses di atas Giroro.
"HOY! BANGUN KALIAN!" teriak Giroro.
"Ah! Kaliaan!" teriak Keroro sambil berlari.
PLUK.
Keroro meluk Giroro.
"WHA-? KE.. KERORO?" teriak Giroro.
"Huhuhu… Sendirian disini.. Aku takut Giro-chan!" kata Keroro sambil nangis.
"…" Giroro cuman bengong.
Kemudian dia melepaskan pelukan Keroro, mengeluarkan pistolnya, daaan… membidik sang Author.
"I…Iyaa.. gue ganti.." kata Author gemeteran..
REPLAY
"Ah! Kaliaan!" teriak Keroro sambil berlari.
"Gimana, Taichou? Ruangan ini keren kan?" tanya Kururu.
"Umm.. gue gak ngerti.. Dari tadi gue cuman liat ruangan kosong doang.." kata Keroro melas.
"Kuku.. Gimana dengan…" Kururu menunjuk sebuah tombol. "Ini?"
"POCHI TO!" Kururu mencet tombol itu.
KLEK. KLEK. KLEK. KLEK. KLEK. KLEK. Tiba-tiba muncul 6 tombol. Tombol pertama bergambar bintang, kedua bergambar tengkorak, ketiga bergambar 'toge toge haato', keempat bergambar pusaran, kelima bergambar shuriken, dan keenam bergambar kunci inggris dan obeng yang bersilangan.
"Ini.. apa?" tanya Keroro.
"Lambang kita kan?" tanya Dororo.
"Iyap. Coba Taichou pencet lambang taichou.." kata Kururu.
"Gero?"
TUT (sound effect tombol dipencet kayak gini kan?). Keroro mencet tombol itu. Tiba tiba…
NGIIIIIIIINGGG… muncul sebuah kotak, atau lebih tepatnya 'kamar'.
"Kukuku.. Berhubung kita nanti akan berburu ketempat jauh, maka gue bikinin kamar buat kalian semua.." kata Kururu. Dororo langsung nangis jerit-jerit sambil guling-guling dilantai, karena ada lambangnya disitu (baca : diingat).
"GEROOO?" teriakan Keroro menggelegar dari dalam kamarnya.
"Kukuku.. dalam tiap kamar juga sudah kuberikan hal-hal kesukaan kalian masing-masing.. Gue baik banget ya?" kata Kururu lagi.
Memang. Dalam kamarnya, Keroro melihat setumpuk Gunpla, TV, PS 1, PS2, PS 3, PS 4 (Lha?), pokoknya semua kesenengan Keroro lah..
"Bukan cuma itu…" kata Kururu. "Dari dalam kamar, kita bisa melihat keluar, sementara dari luar gak bisa liat kedalem.. kukuku.."
"Giroro-senpai.. Coba senpai pencet lambang Tama-chan deh.." suruh Kururu.
"Hm?" Giroro mencet lambang Tamama.
Tapi..
BZZZZZZTTTT!
Giroro kesetrum..
"Kuku.. Kalo ada orang yang bukan kita sendiri mencet lambang kita.. mereka bakalan kesetrum.. Kuku.. Keamanan dan privasi terjamin!" kata Kururu sambil berpose nice guy.
Akhirnya Giroro, Tamama, dan Dororo masuk kamarnya masing-masing.
Pas Giroro masuk kamarnya…
SIIIIIIIIIIIIIIIING…..
Foto Hinata Natsumi berjejer ditembok kamarnya. Foto Natsumi pas lagi tidur, makan, minum, maen, bahkan pas lagi MANDI juga ada..
Kamar itu langsung berubah menjadi SURGA bagi Giroro.
-PLESBEK OPP-
"Kururu-dono, kita berangkatnya kapan nih?" tanya Dororo.
"Kuu..? Sebaiknya sekarang. Lagian udah hampir subuh nih.. Kita ngumpulin bahannya besok kan.." kata Kururu.
"Hmm.."
~oOo~
"Pastikan semuanya berjalan dengan baik, tunggu sampai semua lampu ijo nyala, baru kita bareng-bareng teken tombol merah.." Kururu menerangkan cara kerja alat itu.
"Tama-chan?"
"OKE, desu!"
"Taichou?"
"Oke, de arimasu!"
"Giroro-senpai?"
"Oke.."
"Dororo?"
"O..Oke, de gozaru!" kata Dororo. Sebenernya dia udah pengen nangis jerit-jerit plus guling-guling karena dia diinget.
"Kuku.. Hitungan ketiga, teken tombol merah.."
"3.."
"2.."
"1.."
"POCHI TO!" teriak mereka berbarengan.
~oOo~
BZZZT! BRUKK!
Keroro dekaka jatoh ketanah.
"A..Aw.."
"I.. Ini dimana..?"
Pemandangan yang mereka liat : Beberapa orang yang lalu lalang menggunakan kostum aneh, dengan ikat kepala.
"Kuku.. sepertinya kita ada di dunia NARUTO…" kata Kururu sambil liat alat-yang-bentuknya-mirip-IPod-itu.
"Naruto? Ngapain kesini?" tanya Keroro.
"Kuku.. Kita butuh kaki Hiu kan?"
"Terus?"
~oOo~
Keroro en yang lainnya tiba disebuah gua. Disamping gua itu ada papan dengan tanda panah menunjuk kedalam gua, 'MARKAS AKATSUKI, TAMU HARAP LAPOR 1X24 JAM'.
"Akat..suki?"
"Iya.. Gue pernah denger kalo ada jejadian setengah hiu disini.." kata Kururu.
"MISIII! PERMISII! MAU KETEMU SAMA YANG NAMANYA KISAMEEE!" teriak Kururu make toa' yang entah muncul darimana.
Tiba-tiba muncul seseorang berambut oranye dengan wajah penuh tindik dimukanya.
"GYAAAAAA! SYEEETTAAAAANNN!" teriak Tamama.
"Heh! Ga sopan banget lo! Gue manusia tauk!" teriak makhluk ber-pierching a.k.a Pein itu.
"Kuku.. Pein-san.. Bisa kami bertemu dengan anggota anda yang bernama Kisame?" tanya Kururu. Pein memandangnya dengan tatapan 'ini-makhluk-apaan-sih-mirip-kodok-tapi-bukan-kodok'.
"Err.. ya.. silahkan.."
~oOo~
"Kisame.. ada yang mencarimu.." kata Pein.
"Eh? Siapa?"
"Ini.." kata Pein sambil nunjuk 5 kodok itu. Kisame memutar tubuhnya. (Posisi awal Kisame : duduk maen PS membelakangi Pein)
KeroGiroTamaKuruDoro cengo' bentar.
"GYAAAAA! HIUUUUU!" teriak mereka.
"WOY! Gue bukan Hiu!" teriak Kisame.
"Ah, yasutralah.. Gue tinggal dulu yah.. Dipanggil Konan tuh.." kata Pein pamit undur diri.
..5 menit kemudian..
Setelah berhasil menenangkan diri, Keroro angkat bicara.
"Ehem.. Jadi gini, Kisame-san.." kata Keroro. "Kami butuh kaki anda.."
SIIIIIIING… Hening.
"Butuh.. apa?" tanya Kisame.
"Kami butuh KAKI anda.." ulang Keroro menekankan pada kata 'kaki'.
"…" Kisame diem. Otaknya kerja keras mencerna kata-kata Keroro. Maklum, ga lulus TK.. –author di samehada Kisame-
..5 menit kemudian..
"WOTDEPAK?" teriak Kisame yang baru ngeh.
"KAKI GUE? BUAT APAAN?" teriaknya.
"Yaaah.. Pokoknya kita butuh!" jawab Keroro ngotot.
"CHOUDAN JANAI YO! Lo gila apa?" teriak Kisame lagi.
"Pokoknya kita butuh! Nggak usah tanya-tanya deh!" Keroro ikut-ikutan teriak.
"Kaga mao! Pokoknya gue kaga mao!" teriak Kisame.
"Che.." Keroro diem. 'Ni makhluk ngotot amat sih?' batinnya.
"Kalau begitu.. Tak ada cara lain! Kururu Souchou!" teriak Keroro.
"Kukuku.. Roger.." Kururu lalu menembakkan sesuatu dari pistolnya.
"Hah? Apa ini? Gue ga bisa gerak! WOY! Lepasin!" teriak Kisame sambil meronta-ronta. Badannya kaku.
"Kuku.. Nah.. Kalo gini kan operasinya lancar.." Kururu menyiapkan gergaji mesin.
"Mungkin agak sakit.. tapi tahan ya.. Kuku.."
"GYAAAAAAAA!"
~oOo~
"Kaki hiu udah dapet, selanjutnya apa Dororo-senpai?" tanya Tamama.
"Hm.. Kita tinggal nyari bola naga, kepala nyamuk, air campur belerang, telor paus, darah macan, sama kembang 7 rupa.." jawab Dororo.
"Lha.. dimana kita bisa dapetin itu?" tanya Tamama.
"Kuku.. kayaknya gue tau.."
"EH?"
"Air campur belerang, darah macan, kembang 7 rupa, dan kepala nyamuk.. Bisa kita dapatkan di.."
"Dii..?"
"Di.."
"Dii..?"
"Di… INDONESIA!" kata Kururu lebay. Yang lain cengo'.
"Hah?"
"Indonesia?"
"Mana tuh?"
"Bukannya itu Negara dengan tingkat korupsi ketiga ya?" -Author ditabok ama pemerintah-
"Kuku.. Yaa.. begitulah.." Kururu mencet tombol di alat-yang-bentuknya-mirip-IPod-itu.
~oOo~
BZZZZZT! BRUKK!
Keroro dekaka jatoh lagi ketanah.
"Ehh.. sekarang kita di.. mana tadi?"
"Indonesia.."
NGUEEEEEEENGGG! Tiba-tiba sebuah mobil warna oranye meluncur dan angka '02' meluncur dengan kecepatan tinggi.
"WOY! KALO NYUPIR PAKE MATA DONG!" teriak Tamama.
"Sori oy! Nyari duit!" teriak si pengendara angkot itu. Tiba-tiba dia berhenti.
"Lha? Tadi yang teriak siapa? Kaga ada orang tuh…" katanya sambil celingak-celinguk kebelakang.
Sementara itu..
"Tamama! Jaga mulut lo! Kalo keberadaan kita ketauan kan gawat!" kata Giroro.
Tapii…
"Mama! Itu kan Gilolo dari Celcan Kelolo!"
"Lho? Itu kan Tamama?"
Sekejap saja, mereka udah dikerumunin orang orang.
"Uwaaaaa! Kururuuu! Imutnyaa!" teriak seorang cewek.
"Kyaaaa! Tamama!"
"Giroroooo!"
"Keroroooo!"
"Eh? Itu siapa? Yang warna biru muda.."
"Hm? Ga tau! Emangnya ada ya?"
Dororo pun langsung duduk mojok. Nampaknya dimana-mana dia memang ditakdirkan untuk dilupakan.. -peyuk Dororo-
"Kuku.. susah juga nih.." Kururu mencet salah satu tombol di remotenya.
BZZZZZT!
~oOo~
"A.. Dimana ini..?" tanya Keroro.
"Kuku.. Berdasarkan peta sih.. ini di Gunung Merapi.."
"WOT? MERAPI?"
"Iya.."
"Ngapain kesini?"
Tiba-tiba mereka mencium bau yang amat sangat gak enak sekali.
"Ukh.. Bau apaan neh.." Giroro langsung tutup idung. Bikin masker darurat pake sapu tangan yang ada tulisan 'I NATSUMI' warna pink.
"Kayak telor busuk.."
"Kuku.. Ini belerang.." kata Kururu sambil masukin belerang ntu pake sekop yang muncul entah darimana kedalam galon yang diseret Keroro tadi.
"Osh.. Air campur belerang udah. Selanjutnya?"
"Dideket sini ada hutan? Kalo ada, mending kita nyari darah macan dulu.." kata Dororo tenang. Wong dia make masker gitu..
"Ada.. POCHI TO!"
~oOo~
BZZZZZT!
"Aah.. Akhirnya lepas dari bau itu.." kata Keroro.
"GRRR…"
"Gero?" Keroro langsung merinding. Dia menatap teman-temannya dengan tatapan 'kayaknya-ada-sesuatu-yang-gawat-dibelakang-gue-deh..'. Perlahan, dia nengok kebelakang.
"GYAAAAA! MACAAAAAANNNN!" teriaknya.
"Serahkan padaku!" Tamama langsung lari ke arah macan itu.
"GROOOAAAARRR!" si macan melompat.
"TAMAMA IMPACT!"
JRAAASSSHH…
Tamama Impact nya Tamama merobek perut macan itu. Saat itu juga terjadi hujan darah..
"Nin!" Dororo ngeluarin paying daunnya, Giroro ama Keroro langsung numpang berteduh, sementara Kururu sibuk nadahin darah itu make plastik "JAYEN'.
"Darah macan dapet! Selanjutnya!" kata Kururu.
Nguuuuuuung… Ada nyamuk lewat.
"Ckckck… Kururu.. dihutan kan banyak nyamuk.. kenapa nggak nyari kepala nyamuk disini aja..?" kata Keroro.
"Kalau ini, serahkan padaku!" Dororo loncat sambil hunusin pedangnya.
SETT..
Dalam sekejap, nyamuk tersebut terbelah 2 antara kepala dan badannya.
"Nih, kepala nyamuknya.." kata Dororo ngulurin tangannya.
"Kuku.. Sekarang tinggal kembang 7 rupa ya.."
"Akh!" teriak Giroro tiba-tiba.
"Napa Gir?"
"Nggak.. Gue tau dimana kita bisa dapetin kembang 7 rupa.." katanya sok rahasia.
"Dimana?"
"Di…"
~oOo~
Sekarang mereka udah nyampe didepan sebuah rumah yang serem abis. Didepannya banyak kuburan plus pohon kamboja. Didepan rumah itu tergantung papan yang udah patah setengah (belom patah sih.. nyaris..), tulisannya 'Q JAKA PINTER, DUKUN'.
"Dukun..?"
"Iye.. Gue pernah denger.. Katanya dukun punya banyak.." kata Giroro.
"….Tapi.. Lu yang minta yah.." kata Keroro. Giroro ngangguk.
"Ehm.. Permisi…" Giroro ngetuk pintu rumah itu.
Krieeeeeeettt…. Pintu terbuka.
"Ya? Ada apa?" tanya seseorang yang berwujud serba item, bajunya item, kulitnya item, celananya item, 'anu'nya pun item! (Hayoo.. 'anu' tu apaaa? Rambutnya! Mikir yang nggak-nggak nih..)
"Eng.. bener ini Q Jaka Pinter?" tanya Giroro.
"Ho'oh.." jawab Q Jaka Pinter.
"Eng.. Boleh kami minta kembang 7 rupa? Butuh banget nih.." kata Giroro.
"Hmm.."
KeroGiroTamaKuruDoro memandang Q Jaka Pinter penuh harap.
"Gak boleh."
"Lha? Kenapa?" tanya Giroro.
"Semua tuh nggak ada yang gratis.." jawab Q Jaka Pinter santai. KeroGiroTamaKuruDoro sweatdrop.
"Ehh.. Berapa harganya?"
"Cuma 150.000 rupiah.." jawabnya.
"HAH? Mahal amat! Turunin dikit deh!" kata Giroro. Jiwa pedagang pasarnya muncul.
"Huh? Jadi 149.999 rupiah deh.. Dah turun kan?"
"Aaaarghh! Masa cuman buat kembang 7 rupa semahal itu? 50.000 aja yah!"
"Nggak bisa! Coba cari ke dukun lain, semua harganya segitu! Udah standart!" Q Jaka Pinter tak mau kalah.
"100.000!"
"150.000!"
"Uuurgh.. Yaudah! Barter mau gak?" teriak Giroro akhirnya.
"Barter sama apa?"
"Nih!" Giroro mengeluarkan action figure GERORO GUNSOU. "Limited Edition! Gue colong dari kamar Keroro! Barter ama kembang 7 rupa! Mau gak?"
Q Jaka Pinter memandangi action figure itu sejenak. Kemudian dia mengangguk.
"BOLEH! Ambil aja semua! Dari kemaren gue cari nih action figure kagak ketemu! Makasih yak!" kata Q Jaka Pinter sambil nyerahin kantong plastik warna item. Giroro lalu balik ketemen-temennya.
"Gue berhasil nih.."
"Hee? Gimana caranya Gir? Tadi samar-samar gw denger, lu ngadain barter ya?" tanya Keroro.
"Iya.. Nih, dapet sekantong.."
"Lu barter make apa?" tanya Dororo.
"Pake action figure Geroro Gunsou yang super langka punya Keroro," jawab Giroro santai. Keroro cengo'.
"Barter make.. apa?" tanya Keroro lagi.
"Action figure Geroro Gunsou yang super langka punya lu.." ulang Giroro.
"GEROOO?"
"Emangnya napa sih? Kalo nggak barter, kita musti bayar 150.000 tauk!" protes Giroro.
"LO GILA? GUE BELI TUH ACTION FIGURE HARGANYA 200.000 TAUK!" teriak Keroro frustasi.
"…Ah.. bodo.. Yang penting kita dapet!" kata Giroro. Keroro cuman bisa nangis meratapi nasibnya..
~oOo~
"Haduh.. Dororo-senpai.. Bahannya apa lagi?" tanya Tamama.
"Ehh.. Tinggal 1 bola naga kok.." kata Dororo.
"Phew.. Akhirnya.." kata Giroro.
"Ho'oh.. Abis ini kita bebas.." lanjut Kururu.
"Yok.. Berangkat.. POCHI TO!"
~oOo~
BZZZZZZZT!
"Whoaaaa!" teriak Tamama saat ada seseorang yang terbang melintas.
"Kuku.. Sepertinya itu orang yang kita cari.. Kalau begini saatnya aku bertindak.." kata Kururu.
"Kururu..?"
"WOOY! Mas-mas yang lagi terbang disanaa! Sini bentar deh!" teriak Kururu pake toa'.
CKIIIIIIT. Si 'mas-mas' berhenti terbang. Lalu dia terbang mendatangi Kururu.
"Lu manggil gue?"
"Ya iyalah.. Siapa lagi yang terbang disini selain elu.."
"Oh iya ya.. Lo mau apa?"
"Tunggu.. Nama lu Goku kan?"
"Iye.."
"Nah.. Gini.. Gue butuh bola naga lu.."
"WOT?" teriak Goku.
"Napa? Belon jelas? Gue butuh bola naga lu.." ulang Kururu.
"Bah! Ngapaen? Buat apaan?"
"Pokoknya, lu kasi aja dulu.. Ntar gw kasi tau cara ngalahin Piccolo" (sp?) kata Kururu.
DEG.
"Serius?" tanya Goku gak percaya.
"Bener.. Nih.. pake pistol ini.. Dijamin dia bakalan kalah.." kata Kururu nunjukin pistol yang dicolongnya diem-diem dari tenda Giroro.
"..Oke dah.. Nih, bola naganya.." kata Goku sambil nyerahin bola naga yang 7 bintang ke Kururu.
"Siip dah.. nih.." kata Kururu nyerahin pistolnya Giroro.
"Gimana?" tanya Keroro -yang udah selesai nangis-.
"Dapet doooong…" kata Kururu bangga.
"Ha! Akhirnya selesaaaaiiii…!" teriak Tamama.
"Balik yok!" ajak Dororo.
~oOo~
"Hahh.. Leganya.." Keroro menjatuhkan badannya ke kasur.
"Besok, ya…"
HYAAAAHHH!
Kelar juga nih chapter.. Padahal saiia bingung banget mau bikin lanjutannya kayak gimana. Terus, gomen kalo ada misstypo ye.. Tapi saiia udah pelototin nih fic, saiia baca ulang sih KAYAKNYA ga ada.. Kuku..
Terus..
Yang bagian DragonBall.. Gomen kalo aneh.. SOalnya saiia ga suka DB en ga tau Goku bisa terbang ato nggak (Yang saiia tau, DragonBall tuh ngumpulin bola, nama tokoh utamanya Goku, en jurusnya Kame-Kame Ha..). Jadi kalo salah, ya gomen.
OIYAAA!
Saiia mau bikin lowongan OC!
Formatnya..:
-Nama
-Ciri
-Sifat
-Umur
-Status
Status tersedia dibawah inii..^^
*Pasangan Kururu (Harus cewek)
*Pasangan Tamama (Harus cewek)
*Pasangan Keroro (Harus cewek)
*Pasangan Hinata Aki (Harus cowok)
Eto.. maap ye, OC nya cewek semua..OC ditunggu..
Eh, saiia juga mau nanya nih.. fluff ama mary sue tuh apa sih? Terus.. fic yang genrenya angst tuh kayak gimana? Mohon bantuannya..
JANGAN LUPA REVIEW!