
Survival game mulai! Ichigo dan Ueki terpisah dengan Haiji, Nagara, dan Sora! Sementara itu, Ichigo dan Ueki berhadapan dengan Hiroshi dan Hitsugaya. Dalam sekali serangan, Ueki langsung kalah. Ichigo lalu berhadapan dengan Hitsugaya! Suck at summary, R&R
Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Adventure - Chapters: 3 - Words: 7,393 - Reviews: 19 - Favs: 2 - Follows: 2 - Updated: 09-07-09 - Published: 04-21-09 - id: 5011624
|
|
A+ A- |
Tie : "Hula!! Kembali di crossover gila kami, Bleach And The Law Of Ueki!!"
Di-chan : "Pokoknya gitu deh,"
Wulan (nama aslinya Wully tuh Wulan) : "Apanya yang "gitu deh"?"
Di-chan : (nunjuk ke arah kiri) "Ada Kim Bum tuh (Lho)!!"
Wulan : "MANA???" (tancap gas!)
Tie : "Yaah.. Gara-gara Di-chan asistennya ilang satu, deh!"
Wulan : "LHOOOOOO?? Ternyata bukan Kim Bum tapi Kim Bim (?)!!!"
Tie : "k.. KIM BIM?"
Di-chan : "HOI! Cepet respon review!"
Hitsugaya : "Oke... Mmm.. 4869fans-Nikazemaru!! Rupanya dia menerima tawaran OC sebagai pengganti Miku.."
Miku : "Aku ke mana?"
Tie : "Jadi cadangan.."
Ichigo : "Dari Kuro lunatic! Jadi OC? Okay!"
Tie : "O, ya! Bagi yang sudah mendaftar (?) sebagai shinigami, Tie mohon maaf! Kekuatannya jadi hak Tie, jadi nantinya bukan Shinigami tapi manusia biasa.. Gomen.. Habis udah ada.. ngg.. 7 Shinigami di crita ini! Kalo kelebihan ato kebanyakan gak seru.."
Yuki + Yohachi + Yuka + Ayaka + Haruka: "Gomen nansai..."
Di-chan : "Yah.. Pokok'e... Oke! Dari Red-deimon-beta! Eh? BUSEEET!!! Characternya 5 tapi? Penjelasannya panjang banget!!"
Tie : "Mana.. WHAAAAAAAAAAAAA?????"
Ichigo : "EDAN!!! Panjang banget?"
Luthfi : "WAAA!!! Aku keracunan liatnya!" (kejang-kejang + sakaratul maut)
Yuki: "Dari Agehanami-chan! Hum... Kok Shirayuki-chan mirip saya, ya?"
Tie: "Ah, karena suatu alasan, Shrayuki belom bisa dimasukin. Wuaah! Shirayuki munculnya abis Ujian Kualifikasi selesai! Gomen nansai..,"
Yuki : "Whatever, dari Kirazu Haruka! Sori, ya, bosku ini nggak bisa munculin kamu! Maap!"
Tie: "Iya, maap!"
Di-chan : "Seenaknya sendiri loe!" *jambak Tie*
Tie: "EMAAAAAAAAAAAAAK!!!"
Yuki: "Tie-san..? Oke, OC yang kepilih punya Red-deimon-beta, Kuro Lunatic, Agehanami-chan dan juga 4869fans-Nikazemaru. Makasih semuanya!"
Renji: "ENJOI AJAAAHH!!!!"
BLEACH punya TITE KUBO~!! MINTA DONK!
THE LAW OF UEKI punya FUKUCHI TSUBASA!
Chapter 3
Survival!!!
Ichigo's POV
Hosh.. hosh...
Kenapa Hitsugaya tak berhenti mengejarku? Tatapannya ganas! Apa yang terjadi? Aku hanya bisa berlari, menghindar dari Hitsugaya.
Crat
Hah? Apa ini? Da.. Darah?? Tapi... Apa yang terjadi? Apa Hitsugaya menyerangku? Aku memberanikan diri untuk melihat kebelakang. Benar saja. Hitsugaya benar-benar serius untuk membunuhku! Tapi kenapa?
Kulihat di tangan kanannya, dia memegang Hyourinmaru. Tapi.. apa yang ada di tangan kirinya itu? Aku berfikir sejenak.
Bentuk itu..
Apa itu...
ZANGETSU?
BRAK!
Aku terbangun dari mimpi burukku. Nafasku tersengal-sengal. Mimpi yang menakutkan...
"Ichigo! Kau baik-baik saja?"
Aku menoleh. Terlihat Ueki sedang duduk dengan cemas, seperti menungguku bangun dari mimpiku yang sangat buruk itu.
"Ya, aku baik-baik saja..," jawabku. Sebenarnya aku berbohong. Aku benar-benar takut, takut karena Hitsugaya mengejarku dan membawa Zangetsu-ku. Pandangannya pun liar, bahkan penuh nafsu membunuh.
"Ueki, Ichigo, kita bersiap-siap saja dulu, siapa tahu kita bakal dipanggil sama Yuki," kata Nagara dari luar
End of Ichigo's POV
Yuki mempersiapkan semua anggota ujian kualifikasi di hutan untuk survival. Yuki lalu menyuruh mereka semua untuk memperkenalkan diri mereka.
"Nagara cleaning shop," kata Yuki.
"Nagara," kata Nagara sambil senyum gaje. Sakamoto yang syok langsung sweat drop dan menggigil kayak orgil.
"Ueki Kosuke," kata Ueki dengan ekspresi simple-nya yang mengatakan aku-ingin-tidur-lagi-tapi-harus-bertarung-nih.
"Haiji," kata Haiji bersemangat sambil mengepalkan tangannya.
"Sora," kata Sora sambil tetap mengunyah hamburgernya.
"Kurosaki Ichigo," kata Ichigo sambil tersenyum. Yuki langsung blushing.
"Pu.. Punk Restaurant!" kata Yuki sambil menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Ayaka.
"Yohachi Rokukyuu," kata Yohachi.
"Hitsugaya Toushiro," kata Hitsugaya lemah sambil menatap Ichigo. Ichigo yang secara tidak langsung bertatap mata (?) dengan Hitsugaya langsung memalingkan wajahnya.
"Takazawa Hiroshi," kata Hiroshi dingin.
"I.. Inokuma Sakamoto....," kata Sakamoto grogi. Dia mengangkat kepalanya dan melihat Nagara yang masih senyum gaje.
"Kazama Shuto," kata Shuto sambil menaikkan kacamatanya (Ishida style). Yuki yang melihatnya jadi muak sendiri. Mirip Tie.. pikirnya.
"Oke, Naka merchandise," kata Yuki. (A/N : kelompok ini pake OC dari r-d-b)
"Tsukimiya Rin," kata salah satu cewe.
"Max BB," kata salah satu cowo yang tinggi.
"Itsuki," kata cowo yang rambutnya kaya Renji.
"Raizo," kata cowo yang pake sepatu sendal.
"Gabz B.U," kata cowo yang rambutnya njegrak pirang.
"Yeah, Mitsu chocolate center," kata Haruka yang tau-tau nongol.
"Hayasaka Asahi," kata seorang cewe berambut pendek kaya cowo. (A/N : OC dari Kuro Lunatic)
"Tsukina Seiji," kata seorang cowo ganteng dengan tatapan dingin.
"Hotori Tetsurou," kata seorang cowo dengan tampang yang di cool-coolin. Yuki eneg liatnya.
"Enami Yuusuke," kata seorang cowo berambut jabrik agak klimis yang pake kacamata.
"Mizutani Mitsu," kata seorang cowok dengan wajah yang ceria dan segar. Kayak cewek wajahnya.
"Baiklah, sekarang Dora Toy Store!" kata Ayaka. (A/N (again! Maaf ngganggu~): OC-OCnya dari Yohachi)
"Matsuyama Takada," kata seseorang yang memakai semacam jubah dan sedang merokok. Dari gayanya, kelihatan kalau dia yang paling tua disana.
"Misako Izumi," kata seorang cewe yang rambutnya dikucir.
"Yamada Akira," kata seorang cowo yang sedang membawa mike, lalu menyanyi. Haruka cengo melihat orang itu.
"Fujiyama Sano," kata seseorang yang memakai topi.
"Tenko Tatsuya," kata seorang cowo dengan wajah datar.
"Baiklah, peraturan survival game ini alias babak kedua ini yaitu.. Kalian harus menumbangkan salah satu tim. Kalian harus memastikan bahwa semua anggotanya sudah pingsan. Tapi, kalau batas waktu belum habis dan anggota tim lain yang masih sadar bisa menyembuhkan luka temannya dan anggota itu pulih kembali, maka mereka tidak kalah. Batas waktunya adalah 72 jam, atau 3 hari. Jadi, nanti akan ada 4 tim yang lolos," terang Yuka panjang lebar.
Yuki lalu berjalan kedepan mereka dan membawa sesuatu.
"Baiklah, survival DIMULAI!" kata Yuki sambil melemparkan suatu benda ang tak jelas asalnya itu ke udara.
"Hah? Apaan tuh?" gumam Takada. Tiba-tiba, mereka semua melayang dan terpencar-pencar.
"Selamat menikmati pertandingan ini!" kata Yuki. Ayaka, Haruka dan Yuka hanya bisa sweatdrop.
--
Keadaan kelompok Nagara Cleaning Shop
KROSAK!
"Uwaa!" Ueki terjatuh tepat di atas semak-semak. Ueki duduk sambil mengusap-usap kepalanya yang nyaris benjol.
"Aww... Kejadian ini terulang deh.. Huh...," gumam Ueki.
"UEKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~!!!" tiba-tiba suara familiar itu datang dari atas. Secara otomatis, Ueki melihat ke atas. Rupanya itu Haiji!
"UEKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~!!"
GUBRAK!
Haiji jatuh dan menimpa Ueki.
"Ouw...," rintih Ueki. Haiji langsung menyingkir dari atas tubuh Ueki.
"Huah, kita terpencar dengan cara yang sama kayak dulu. Huah~" omel Haiji. Ueki tersenyum.
"Hahaha.. Tapi, Ichigo, Nagara dan Sora kemana, ya?" tanya Ueki pada Haiji. Haiji mengangkat bahunya.
"Ueki, Haiji, kalian disana?" panggil seseorang dari kejauhan. Haiji dan Ueki menoleh ke arahnya.
"Ah! Nagara, Sora! Ichigo mana?" tanya Haiji. Sora dan Nagara berpandangan, lalu mengangkat bahu.
"Hah? Kemana, ya?" gumam Haiji sambil berdiri dan mulai berjalan. Tiba-tiba..
"ADUH!" rintih seseorang dari bawah tumpukan dedaunan. Haiji terkejut.
Daun-daunnya bisa... Bicara? pikir Haiji dengan tampang horror.
"HAIJI! INI AKU, ICHIGO!" teriaknya lagi. Oh, rupanya itu Ichigo.
"Hah? Ichigo? Lalu yang kuinjak ini apamu?" tanya Haiji tanpa dipikir.
"AWW! Duh, dalam saat-saat genting gini kamu malah tanya begituan? Halah.. Kamu nginjek telapak tanganku! Cepet menyingkir~!" kata Ichigo. Haiji langsung menjauhkan kakinya. Tak lama kemudian, sosok Ichigo muncul dari tumpukan dedaunan.
"Ayo, jalan..," ajak Nagara. Semua mengangguk dan mengikuti Nagara.
--
Keadaan kelompok Dora Toy Store
"Hey, Tatsuya, kenapa kita nggak jalan ke arah kiri aja? Kanan bisa aja berbahaya, tauk!" kata Takada sewot.
"Heh, bisa aja kiri yang berbahaya! Aku yakin yang kanan bakalan aman, deh!" bantah Tatsuya.
"Enak aja! Pokoknya ke kiri!"
"Nggak mau! Emangnya apa hakmu?"
"Aku kan ketua kelompoknya! Jadi aku yang berkuasa!"
"Nggak bisa! Pokoknya ke kanan! Perkiraanku, di kiri ada harimau!"
"Ogah! Di kiri malah aman! Perkiraanku, di kanan ada ular!"
"Nggak mau! Kanan!"
"Kiri!"
"Kanan!"
"Kiri!"
"Kanan!"
"Pokoknya KRI!"
"NGGAK! HARUS KANAN!"
"KIRI!"
"KANAN!"
"Hei, sudah, sudah! Jangan bertengkar!" lerai Fujiyama. Tentu saja hal itu tidak mempan. Mereka berdua masih adu mulut.
"Haduh.. Mereka berisik!" keluh Izumi.
"Kamu juga berisik, tahu, cewek bodoh!" bantah Akira.
"APA? Dasar penyanyi bersuara sumbang!!" ejek Izumi. Hal itu tentu saja membuat Akira marah.
"Apa katamu?"
"Suara sumbang!"
"Katakan lagi, dasar cewek blo'on!"
"Baka!"
Akhirnya, Akira dan Izumi beradu mulut. Fujiyama yang biasanya melerai kalau ada yang adu mulutpun bingung.
"Hentikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!"
--
Keadaan kelompok Punk Restaurant
"Hm.. Kita harus kemana, nih, yang akurat?" gumam Hitsugaya sambil berfikir dengan otaknya yang encer itu.
Kalau ke kiri... Kemungkinan bakalan ada beberapa binatang buas. Kalau ke kanan... Hmm.. Disana kelihatannya nggak ada apa-apa. Ng, kalau ke kanan, aman.. Apakah aku bisa bertemu orang berambut orange itu- Ah! Aku ini berfikir apa, sih! Masa' aku mau bertemu dia? Lucu banget! Tapi... Apa dia baik-baik saja- AH! LAGI-LAGI AKU MEMIKIRKANNYA! TIDAK!!! batin Hitsugaya sambil sewot sendiri. Sakamoto sweatdrop.
"Ngg.. Shiro-chan, kenapa kita nggak jalan ke sana aja?" tawar Yohachi sambil menunjuk satu jalan yang tertutup semak-semak.
"Halah... Memang kamu tahu apa? Perempuan jangan sok tahu..," kata Hiroshi. Yohachi mendengus sebal sambil membusungkan pipinya.
"Hiroshi, mungkin saja disana kita bakal aman. Ayo jalan," kata Hitsugaya sambil berjalan menuju jalan kecil yang tertutup semak-semak tersebut. Yohachi, Sakamoto dan Shuto mengikutinya. Hiroshi hanya sewot ditempat.
Cowok mikro sial!
--
Keadaan kelompok Naka Merchandise
Rin berdiri dari tempatnya terjatuh, dan firasatnya membawanya ke suatu tempat.
"Rin! Kamu mau kemana?" tanya Max.
"Bentar, itu, ada anak kucing yang terlantar...," kata Rin. Max, Raizo, Itsuki dan Gabz mendekati Rin.
"Wuaa.. Kasian..," gumam Raizo prihatin.
"Iya...," kata Itsuki sambil nangis (lebay).
"Hmm... Tunggu. Kita harus mengutamakan keselamatan kita, nih!" kata Gabz sambil mengangkat punggungnya dan tiba-tiba..
KRAK!
"UWAAAAAAAAAAAAA~!!" rintih Gabz sambil guling-guling di tanah.
"Gabz, kamu kenapa?" tanya Itsuki cemas. Gabz membuka matanya.
"Punggungku encok~!!" kata Gabz.
"APWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA??!!!"
--
Keadaan kelompok Mitsu Chocolate Center
"Huaah.. Lemes.. Aku perlu makan coklaaaaaaaat~!!" keluh Mitsu sambil berbaring di semak-semak.
"Halah, ketua ini memang rakus kalau soal coklat!" omel Asahi.
"Iya, iya. Kayak nggak bisa hidup tanpa coklat aja. Kamarnya sampe dijadiin pabrik coklat segala... Aneh..," timpal Seiji.
"Iya! Iya! Ketua aneh banget! Kalo nggak makan coklat dalam jangka waktu 1 jam aja, udah lemes kayak orang nggak dikasih makan selama 1 minggu!" tambah Yuusuke sambil membetulkan kacamatanya yang nyaris jatuh.
"Hei, hei.. Kalian nih..," protes Mitsu sambil duduk.
"Habis, ketua sih! Hobi kok makan cokelat. Heran deh, kenapa giginya nggak ada yang bolong, ya?" tanya Asahi.
"Halah, paling ketua sekarang pake gigi palsu..," kata Tetsurou.
"Haah? Apa katamu?" teriak Mitsu yang mulai emosi. Dia juga langsung berdiri, meskipun dia harus mengangkat wajahnya sedikit untuk melihat Tetsurou dan Seiji yang lebih tinggi darinya dengan tajam.
"Orangtua ompong dong kalo gitu.. Uwa.. Mitsu-chan udah tua~" goda Asahi sambil mencubit pipi Mitsu yang empuk itu.
"APE LO BILANG? HAH?" protes Mitsu. Wajahnya merah karena malu sekaligus marah.
"Hm.. Penipu.. Kan pake gigi palsu..," tambah Seiji yang cool. Nggak biasanya dia bercanda beginian...
"APA KALIAN BILANG!???!?!?! ULANGI SEKALI LAGI!"
"Cewek pendek~!!" (A/N: Mitsu emang pendek, tingginya kurang lebih 150. Mitsu juga mirip cewek karena rambutnya panjang sepungung -sebagai gambaran, pikirkanlah Edward Elric dari Fullmetal Alchemist-).
"APA?"
"Orangtua bergigi ompong," kata Tetsurou.
"AAAAAAAAAAAAAAH~!! AKU NGGAK TAHAN LAGI~!! SINI, KUMAKAN KALIAN!" ancam Mitsu.
"Jangan ngamuk!" teriak Asahi sambil memberikan Mitsu sebatang coklat.
"Uwaa~! Coklat~!!" pekik Mitsu, lalu memakan coklat itu dengan gaya yang tak enak dipandang (?).
"Uwah, ketua seram...,"
--
Back to Nagara's Team
Haiji, Ichigo, Ueki, Nagara dan Sora dihadapkan dengan sesuatu yang menyeramkan dan menantang. Ya. MEREKA DIKEJAR HARIMAU!
"EMAK! TOLONG~!!" teriak Haiji. Nagara malah lompat-lompat dengan gembira.
"NAGARA! ELO NGAPAIN?!?!?!" pekik Ichigo yang kaget.
"Hahahaha! AKU SENANG KARENA BARU PERTAMA KALI DIKEJAR HARIMAU!" kata Nagara sambil menari-nari sambil berlari (?!).
"NAGARA! JANGAN GILA!" teriak Ueki yang sudah sadar dari mode ngantuknya itu.
"Huray!" teriak Nagara. "I'm in heaven.. Dododo.." Nagara malah nyanyi sambil dansa sendirian.
"STOOOOOOOOOOOOOP~!!!!" teriak Ichigo yang mulai frustasi. Tanpa basa-basi, dia menelan pil gikongannya.
"GETSUGA TENSHOU!!" teriak Ichigo sambil mengayunkan Zangetsu. Harimau itu langsung terbelah jadi dua.
"He?! Ichigo! Kenapa kamu bunuh Harimau itu??" tanya Kon yang sudah menempati tubuh Ichigo.
"Ah, maaf.. Hanya itu satu-satunya cara..," kata Ichigo sambil memasuki tubuhnya lagi.
"Wowowow,,, Hebrit~" kata Ueki dengan mata berkaca-kaca.
"Haah... Ya udah, kita lanjutin aja perjalanan kita!" kata Nagara santai. Ichigo, Ueki, Haiji dan Sora langsung memberikan death glare ke Nagara.
Merekapun kembali berjalan, sampai tiba-tiba..
Kressek!
Ueki dan Ichigo yang berjalan di depan terkejut.
"Apa itu?" gumam Sora sambil memperhatikan depan.
Krosak!
"Hei, jangan lupa, kalau ketemu musuh, kita harus siap menyerang..," kata seseorang. Dari suaranya, jelas itu laki-laki.
Ichigo langsung menyeret Haiji, Nagara, Ueki dan Sora supaya sembunyi di semak-semak.
"Ada apa?" bisik Ueki heran.
"Itu.. Itu suara Hiroshi.. Berarti, kali ini kita berhadapan dengan Punk Restaurant," bisik Ichigo.
"Hah? Tunggu, bukannya ada temanmu? Dia juga bisa merasakan reiatsumu, kan?" bisik Haiji. Ichigo mengangguk.
"Toushiro dan Yohachi.. Mereka berdua shinigami. Jadi, kalian semua harus bersiap supaya bisa menyerang dengan cepat, ok?" bisik Ichigo lagi. Ueki, Haiji, Nagara dan Sora mengangguk.
Tak lama kemudian, Hitsugaya, Yohachi, Hiroshi, Sakamoto dan Shuto muncul. Hitsugaya memicingkan matanya ke arah semak-semak.
"Ada apa, Toushiro?" tanya Hiroshi dengan suara yang kasar. Hitsugaya menelan pil gikongannya dan keluar dalam wujud Shinigami.
"Ada orang dibalik semak-semak itu..," kata Hitsugaya dingin.
"Hmm.. Kelompok mana?" tanya Shuto sambil membersihkan kacamatanya yang nyaris diinjek Hiroshi. Yohachi memejamkan matanya.
"Kelompok Nagara Cleaning Shop...," kata Yohachi sambil membuka matanya yang dia pejamkan tadi.
"Ahh, tikus-tikus itu..," gumam Sakamoto sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah acak-acakan.
Tiba-tiba..
SRAK!
Haiji, Ueki, Ichigo, Nagara, Kon dan Sora menghadang mereka.
"Hah, ternyata kalian bakalan keluar sendiri, toh.. Hmm...," gumam Hiroshi.
"Hei jelek, coba lawan kami!" tantang Haiji sambil tertawa melecehkan.
Yohachi langsung keluar dalam wujud shinigaminya. "Berhembuslah, Nikazemaru!" teriaknya. Nagara, Haiji, Ueki, Ichigo, Kon (yang ada di tubuh manusianya Ichigo) dan Sora langsung melayang.
"Kalahkan saja langsung! Masukkan mereka ke jurang itu, Yohachi!!!" perintah Hiroshi sambil menunjuk ke arang jurang yang ada di depannya. Ueki langsung bertindak.
"Kekuatan menambah tangkapan pada mop!" teriak Ueki. Ujung mop langsung memanjang dan terikat di pohon.
"Ichigo, Haiji, Nagara, Sora, Kon! Cepat pegang tanganku!" teriak Ueki sambil menjulurkan tangannya dan menarik shihakusou Ichigo. Sayangnya, Sora, Nagara, Haiji dan Kon tidak bisa ditarik Ueki. Mereka berempat langsung jatuh ke jurang.
"Teman-teman!" teriak Ichigo dan Ueki bersamaan. Efek anginnya langsung berkurang.
"Haah.. Kita dapat 2 ikan teri, nih... Ya sudah, Yohachi, Sakamoto dan Shuto, kalian duluan ke jurang itu! Susul tikus-tikus bodoh itu..," perintah Hiroshi. "Aku dan Toushirou biar memberskan 2 ekor ikan teri ini..," sambung Hiroshi sambil menyeringai. Yohachi, Shuto dan Sakamoto langsung berlari ke arah jurang (A/N: ada tangga menuju jurang, dan merekapun turun lewat sana..).
Setelah itu, Hiroshi dan Hitsugaya pasang kuda-kuda.
"Ayo mulai!" teriak Ueki sambil memanjangkan mopnya. Ueki lalu mengikat batu karang yang ada di sebelah Hitsugaya dan melemparkannya ke Hitsugaya.
"Mop Hammer!" teriak Ueki.
BUM!!
Asap tebal mengepung Hitsugaya.
"Hahaha! Bagaimana?" ledek Ueki.
"Tidak terjadi apa-apa, tahu..," kata Hitsugaya. Ueki dan Ichigo terkejut. Tak lama kemudian asap itu menipis. Dan.. Terlihatlah seorang Hitsugaya yang berdiri dan disebelahnya ada semacam dinding yang terbuat dari esnya.
"Ice shield..," gumam Ichigo.
"SIAL!" kata Ueki. Tiba-tiba, dari arah kanan Ueki muncul semacam pisau-pisau kecil. Pisau itu menusuk tangan kiri Ueki dan menancap di pohon.
"UAKH!" teriak Ueki sambil memegangi lengan kirinya yang tertusuk pisau.
"Fufufu.. Jangan bertindak semaumu, bocah..," kata Hiroshi dengan nada mengejek. Di tangannya ada beberapa lembar kertas yang diputar-putar (kayak dikepang gitu).
Ueki membuka matanya. "Apa kekuatanmu?" tanya Ueki sambil menahan rasa sakit di tangan kirinya.
"Hmm.. Kekuatanku lumayan spesial.. Kekuatanku adalah, mengubah kertas menjadi senjata, lalu... Menambah ketepatan pada bidikan..," jawab Hiroshi sambil menyeringai kejam.
"Hah? Kenapa kekuatanmu ada dua?" pekik Ichigo yang terkejut.
"Gampang saja.. Aku memang sudah dilatih untuk mengubah kertas menjadi senjata. Itu sudah ajaran dari klanku. Jadi... Klanku jarang sekali kalah dalam peperangan..," jelas Hiroshi. "Bersiaplah..," bisiknya, lalu salah satu dari ketiga kertas yang ada di tangannya berubah menjadi pedang. Hiroshi langsung melempar pedang itu ke arah Ueki yang tangannya terkunci.
"Ueki! Ukh!" rintih Ichigo karena dia juga tidak bisa bergerak. Rupanya, Hitsugaya membekukan kakinya supaya Ichigo tidak bisa menolong Ueki.
JREB
Pedang itu menancap di perut Ueki.
"UGH!" rintih Ueki. Tak lama kemudian, Ueki pingsan.
"Haah, sudah kuduga kalian lemah. Baiklah, Toushiro, kamu bisa atasi si rambut duren itu, kan? Aku akan membantu yang lainnya," kata Hiroshi.
"Baiklah, pergilah..," kata Hitsugaya dingin sambil tetap menatap Ichigo yang akhirnya bisa melepaskan kakinya dari penjara es Hitsugaya.
"Toushiro, apa-apaan?" tanya Ichigo.
"Aku akan melawanmu. Kau juga shinigami, 'kan?" tanya Hitsugaya. Ichigo mengangguk.
"Ayo, cepat mulai...," kata Hitsugya kemudian.
"Baiklah, kalau itu maumu!" kata Ichigo sambil mengayunkan Zangetsu. "Getsuga Tenshou!" teriaknya.
Hitsugaya menghindarinya dengan mudah.
"Soten Ni Zase, Hyourinmaru!" teriak Hitsugaya. Seekor naga es langsung keluar dari zanpakutou Hitsugaya. Ichigo melompat, mencoba menghindarinya.
"Percuma saja! Kau takkan bisa mengindarinya!" teriak Hitsugaya. Hyourinmaru mengikuti jejak Ichigo, yang sedang melompat. Hyourinmaru menggigit tangan Ichigo. Darah segar keluar dari tangan Ichigo. Tangan Ichigo juga langsung membeku.
"Ugh!" rintih Ichigo sambil memegangi tangannya. Hitsugaya mendongak, menatap Ichigo yang akhirnya jatuh perlahan.
"Sial!" teriak Ichigo sambil memecahkan es yang membeku di tangannya itu. Pandangan matanya menajam. Dia lalu mengangkat Zangetsu ke depan.
"Bankai!" teriaknya.
BLAAAAAAAM!!
Hitsugaya menahan angin kencang yang disebabkan oleh Ichigo.
Tak lama kemudian, terlihat sosok Ichigo yang berdiri sambil memegang Zangetsu berwarna hitam. Ya, itulah Tensa Zangetsu.
"Getsuga tenshou!" teriak Ichigo. Getsuga tenshou itu melayang dan mengenai tangan kiri Hitsugaya.
"Ugh!" rintih Hitsugaya sambil memegang tangan kirinya yang megeluarkan darah dengan cukup deras. Hitsugaya meringis kesakitan.
"Toushiro!" teriak Ichigo. Hitsugaya lalu mengangkat wajahnya.
"Apa maumu? Dasar pengkhianat!" bentak Hitsugaya sinis.
"Aku mau menjelaskan sesuatu! Bukan aku yang mencuri ingatanmu dan teman-teman!" kata Ichigo.
"Bohong! Hiroshi bilang kalau kau yang mencuri ingatan teman-teman!" bantah Hitsugaya.
"Toushiro! Aku tidak bohong! Dengarkan aku du-"
"Cukup! Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi!"
"Dengarkan penjelasanku dulu! Kumohon!" pinta Ihcigo.
"Sudah tidak ada yang perlu dijelaskan! Ini semua sudah terlalu jelas! Kau jahat! Kau bukan temanku! Kau pembohong!" teriak Hitsugaya. Airmatanya mengalir dengan deras.
"Kumohon! Dengarkan aku sebentar saja!"
"Tidak akan!!"
"Toushiro! Apa kau ingat Kusaka?" tanya Ichigo kemudian. Hitsugaya membuka matanya.
"Tentu saja ingat. Memang ada apa?" tanya Hitsugaya dengan suara yang serak.
"Apa kau ingat Rukia? Lalu, Renji? Byakuya? Matsumoto? Ikkaku? Yumichika? Semua yang ada di gotei 13?" tanya Ichigo beruntun. Nafasnya mulai tak beraturan karena emosi.
"Aku ingat mereka semua!" teriak Hitsugaya.
"Apa kau tidak ingat aku?" tanya Ichigo kemudian. Nadanya mulai melembut, mencoba tenang.
Hitsugaya menutup matanya lagi, lalu menggeleng.
"Aku sama sekali tidak tahu tentangmu!" teriak Hitsugaya. Airmatanya kembali menetes dengan deras. "Yang kutahu dari Hiroshi, kamu itu yang mencuri ingatan teman-teman!" teriak Hitsugaya. Nafasnya juga mulai tak beraturan.
"Toushiro, kumohon, percayalah padaku! Aku tidak mencuri ingatan mereka! Mereka juga teman-temanku, tahu!" kata Ichigo.
"Bohong! Bohong! Bohong! Kalau bukan kau, lalu siapa lagi?" tanya Hitsugaya.
"Bisa saja Aizen yang mencuri ingatan kalian...," jawab Ichigo. Hitsugaya membuka matanya lagi.
"Aizen? Siapa dia?" tanya Hitsugaya. Ichigo terkejut.
Toushirou.. Dia lupa tentang Aizen? Berarti.. Ada kemungkinan, kalau Aizen yang mencuri ingatan teman-teman.. Mungkin Hachikou yang dilawan Ueki itu.. Anak buahnya..., pikir Ichigo.
"Apa Aizen itu temanmu yang mencuri ingatan teman-teman?" tanya Hitsugaya. Ichigo terkejut.
"Bu.. Buka-
"JANGAN BOHONG!" teriak Hitsugaya. Lagi-lagi airmata enetes dari matanya dengan deras.
"SUDAH CUKUP! SOTEN NI ZASE, HYOURINMARU!" teriak Hitsugaya. Hyourinmaru keluar dan menggigit bahu Ichigo.
"AAAAAAAAAAAAAAGH!!!" jerit Ichigo. Darah segar keluar dari kedua bahunya yang digigit Hyourinmaru. Ichigo membuka matanya.
"To.. Toushiro..," panggil Ichigo pelan.
"Soten Ni Zase, Hyourinmaru!!" teriak Hitsugaya lagi. Kali ini, Hyourinmaru menggigit perut Ichigo.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHH!!!!!!!!!" teriak Ichigo kesakitan. Darah yang keluar dari perutnya muncrat kemana-mana.
Ichigo jatuh terduduk. Kakinya sudah tidak kuat lagi.
Hitsugaya memasukkan zanpakutounya ke dalam sarung zanpakutounya yang ada di bahunya.
"Selamat tinggal..," ucap Hitsugaya, lalu pergi.
Ichigo menatap punggung Hitsugaya yang lama kelamaan menghilang.
Kenapa..
Kenapa aku gagal menyelamatkan Toushirou..?
Kenapa?
Semakin lama, pandangan Ichigo semakin gelap. Dan diluar dugaan, hujan turun lumayan deras.
Ichigo lalu jatuh pingsan karena menderita luka yang lumayan parah di perutnya.
Maafkan aku, Toushirou...
Aku tidak bisa melindungimu untuk saat ini...
TO BE CONTINUED
Tie: "DI-CHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN~!!!" *nyaplok Di-chan*
Di-chan: "OI! SAKIT BODONG!"
Tie: "Hiksu! Di! DI!!!"
Wulan: "Elo napa?"
Tie: "AKU NGGAK NYANGKA KALO CERITANYA JADI KAYAK GINI! HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!" *guling-guling*
Di-chan: "Diam atau kuremukin kacamata elo!"
Tie: *silent*
Di-chan: "Halah... Gitu aja takut,"
Wulan: *menikmati wajah Kim Bum (?)*
Tie: "Jangan gaje semuanya, dong. Oh iya! Makasih buat yang udah ngereview fanfic (crossover) ini, ya! Tie sangat berterimakasih atas OC kalian!"
Wulan: "He'eh! He'eh!"
Di-chan: He'eh! Kalo nggak ada kalian, aku yakin Tie bakalan modar sebelom crita ini tamat!"
Tie: "Halah.. Ya udah.. Pokoknya..,"
Wulan: "Jangan lupa..,"
All: "REVIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEW!!!" *ngebom Tie*
|
||||||