|
Author of 9 Stories |
Getting His Heart chapter 3, nih~~~~! The LAST Chapter! Hope to REVIEW!
Naruto © Masashi Kishimoto
Getting His Heart! © Rissa-Chan-Love
Chapter 3, nih! Udah menginjak chapter akhir! Aduh, leganya~~~! Salah satu story In-progress Rissa-chan udah ada yang tamat!
YA-HA~~~! Masih bingung dengan Konoha SHS! Mungkin nanti akan HIATUS beberapa lama untuk menyelesaikan Konan's Birthday!
Sekarang RnR Getting His Heart! dulu, yak!
O.K! Story Start!
Chapter 3
Getting His Heart!
Hinata POV
Salam kenal, namaku Hinata Hyuuga, aku memiliki mata warna lavender dan rambutku berwarna biru indigo, aku bersekolah di SMP Konoha, teman-temanku mengakui bahwa aku ini cantik! Itu pujian yang tidak cukup membuatku perdaya diri, kuakui kalau aku ini pemalu dan pendiam, saat ini aku sedang menyukai seseorang, dia keren, manis, selalu bersemangat, yang pasti semua yang ada pada dirinya kusukai dengan sangat, dia siapa? Naruto Uzumaki, dialah orang yang kusukai, tapi entah kenapa bila aku berada di dekatnya, aku tidak bisa berkata dengan lancar, dadaku berdegup terlalu kencang, dan suhu tubuhku naik drastis! Entah apa yang harus kuperbuat, kalau ternyata Naruto yang kusukai menyukai gadis lain? Sekarang.. oh, tidak! Sahabatku menyatakan perasaannya terhadapku!
Normal POV
"KIBA?!" Kiba memeluk Hinata, dengan keadaan seperti itu Hinata merasa tubuhnya gemetar dan panas.
"Ka..kau kenapa, Kiba, ada apa?" Hinata pura-pura bodoh, dengan perlahan Kiba melepas pelukannya, Kiba menatap mata Hinata untuk beberapa saat.
"Maaf, aku… Hinata, pilihlah aku…" Kiba berbisik, kini wajah Hinata merah padam.
"M…maksudmu?" Hinata bertanya dengan nada sedikit bergetar.
"Jangan pura-pura Hinata! Aku menyukaimu! Seperti kau menyukai Naruto!" Kiba berteriak lantang, Hinata terperanjat kaget.
"A..aku.." Hinata beradu jari, tatapannya menuju kedua jarinya, "Tak ada yang istimewa dariku, Kiba…"
"Ada, Hinata! Besok, aku ingin dengar jawabanmu…" Kiba berbalik, beranjak meninggalkan Hinata, setelah beberapa jengkal Kiba berhenti, tanpa berbalik Kiba berkata, "Hinata, apapun jawabanmu, aku akan menerimannya, pikirkan baik-baik.." Kiba berlari pergi, Hinata terduduk karena terlalu lemas dan kaget.
~xXx~
Hinata POV
Fuh, hari ini benar-benar mengagetkan! Kiba menyatakan perasaannya padaku! Apa yang harus aku lakukan?! Aku menyukai Naruto-kun! Tapi aku tidak paham, mengapa Naruto-kun tidak pernah melihatku? Yang ada di matanya hanya Sakura-san? Sakura-san amat baik, aku kira Naruto-kun akan bahagia dengan Sakura, apa mungkin aku harus melupakan Naruto-kun dan berpaling pada Kiba yang selalu baik dan memperhatikanku? Aku benar-benar tidak tahu jawaban yang harus aku ambil…
Nermal POV
Hinata berjalan gontai menuju sekolahnya, semalaman Hinata memikirkan tentang Kiba dan Naruto, Hinata bingung dengan siapakah hati Hinata akan bersanding? Setelah beberapa langkah, Hinata melihat Naruto dan Sajura di belakang pohon di antara semak-semak di samping sekolah, Hinata penasaran dan mencoba mendekat, mencoba mendengar apa yang mereka bicarakan…
"Sakura… sebenarnya, begini.." Naruto berkata dengan suara yang amat pelan, sehingga Hinata begitu kesulitan mendengar suara Naruto.
"Ada apa, Naruto?! Aku sibuk!" Sakura mengeluh.
"Ada yang harus aku sampaikan…" Hinata berdebar, jangan-jangan, Naruto mau menyatakan cintanya?!
"Naruto?!"
"Engga jadi, deh! Nanti, saja!!" Naruto kembali tersenyum lebar seperti biasa, Hinata masih berdebar, merasa pusing.
"Hah, ya, sudah… aku harus pergi menemui Tsunade-sama, ja ne!" Sakura pergi meninggalkan Naruto.
"Kenapa aku tidak bisa mengatakannya?! Padahal kini aku menyukainya… aku ingin menyelesaikannya.." Naruto bergumam, Hinata merasa lemas.
"Ya, sudah, ke kelas, aja, deh!" Naruto pergi dengan langkah bodoh, Hinata masih berdiri dengan gemetar.
"Lho? Hinata? Kamu kenapa?" seseorang memanggil Hinata, Kiba…
"Ki..kiba…" Hinata tergagap, Hinata menangis.
"Apa gara-gara aku? Kalau kau tidak mau tidak apa-apa, Hinata…" Hinata makin deras menitikan air mata.
"Tidak Kiba… aku.. aku memilihmu…" Hinata bergumam dengan suara pelan, Kiba terenyak.
"Ka.. kau yakin?!" Kiba bertanya dengan ragu, Hinata hanya mengangguk dengan pelan.
~xXx~
Hari ini Hinata benar-benar merasa lesu, dia sudah jadian dengan Kiba, tapi terasa kosong dan tidak merasa bahagia... Hinata melihat Naruto, perasaan ingin tahu Hinata bangkit lagi, Hinata melihat Naruto pergi menuju kelas 9G, dengan hati-hati Hinata mengikutinya, Naruto membuka pintu kelas, di dalam…. Sakura!
"Ada apa, Naruto! Membingungkan! Tadi kau bilang mau menyampaikan sesuatu?" Sakura membentak, Hinata merapatkan diri, menguping.
"Sakura, sebenarnya, adakah yang kau sukai sekarang?" DEG! Hinata merasa jantungnya tercabik-cabik, Naruto mau menyatakan perasaannya!
"Eh, ke..kenapa tanya begitu! Tidak ada urusannya denganmu!" Sakura membalas, wajahnya memerah.
"Sakura, aku…" sebelum Naruto menyelesaikan kalimatnya, seseorang meninjunya, Sasuke.
"?!!!!!" Hinata, Sakura, dan Naruto kaget dengan kedatangan Sasuke yang tiba-tiba, ditambah kemunculannya tidak dengan perilaku biasa.
"Apa-apaan kau, Sasuke?!! Brengsek!" Naruto mengumpat, sambil tangannya memegang pipi.
"Kau yang brengsek! Kau tahu, aku masih menyukai Sakura! Kau bermaksud menyatakan cinta padanya?!" Sasuke mengepal tangannya, Hinata dan Sakura melongo mendengar pengakuan Sasuke.
"Sasuke, hentikan! A.. aku, aku juga masih menyukaimu, aku ingin kembali padamu! Masalah yang sudah lalu, aku ingin kita lupakan!" Sakura menggeleng, sambil dia memegang kedua tangan Sasuke, dengan lembut, Sasuke membalas.
"Sa.. sakura.. aku mengerti, maaf, saat kencan kemarin aku tidak menuju tempatmu." Sasuke berkata, Sakura menggeleng makin keras sambil tersenyum.
"Kalian jahat! Tadi aku bertanya pada Sakura, apakah dia mau kembali padamu atau tidak?!" Naruto memaki, Sasuke kaget dengan pengakuan Naruto.
"Eh?! Ma.. maaf, Naruto, ayo kita obati!" Sasuke merasa amat bersalah, Sakura tersenyum kecut pada Naruto.
"Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" Naruto pergi meninggalkan kelas dengan muka kesal, menuju lorong untuk mencuci muka, Hinata menghampiri Naruto.
"Na.. naruto-kun, wajahmu, ke..kenapa memerah?" Hinata bertanya sok tidak tahu, Naruto masih memegang pipinya.
"Mengesalkan! Tadi aku ditonjok Sasuke! Padahal tinjuan dari Sakura belum sembuh!" Naruto mengumpat dan menggerutu, Hinata membalas dengan senyuman.
"Ayo, kita basuh dengan sapu tangan basah, nanti dulu, ya?" Hinata merogoh sakunya, beberapa saat dia kebingungan, "Lho, aneh! Sapu tanganku di mana, ya?!" Hinata merogoh-rogoh sakunya dengan panik, Naruto menyodorkan selembar sapu tangan berenda dengan bunga sumire biru terukir di tiap sudutnya.
"A.. itu punyaku.." Hinata membuka mulut.
"Dasar pelupa, kemarin kau pinjamkan padaku, kan? Nih!" Naruto menyerahkan saputangan Hinata, dengan malu dan gemetar Hinata menerimanya, setelah menerimanya Hinata membasahinya dengan air, Hinata lalu mengusapkannya pada pipi merah Naruto, saat Hinata tengah sibuk mengusap, Naruto mencekal pergelangan tangan Hinata, dengan sukses Hinata terkaget-kaget dengan muka merah.
"Na.. naruto.." Hinata kaget, mengucapkan nama Naruto tanpa 'kun'.
"Haha, Hinata selalu baik, ya! Mau mengusap pipiku saat bonyok begini! Tanpa sadar aku telah menyukaimu…." Naruto mengaku, Hinata menjatuhkan saputangannya, air mata berlinang keluar dari mata.
"Hinata-chan?! A.. ada apa?! ma..maaf tiba-tiba sekali, tapi…" Naruto kebingungan, Hinata menggeleng keras.
"A.. aku juga menyukaimu… sangat! Amat sangat menyukaimu… tapi kini, aku dan Kiba…" Hinata sesunggukan.
"Tidak apa-apa, Hinata, aku mau kau bahagia.." suatu suara mengalun, Hinata membalikan badan, Kiba!
"Ki..kiba…" Kiba menunduk, menghirup udara, lalu menengadah lagi.
"Aku menyukaimu, Hinata, makanya, aku ingin kau bahagia, aku tahu, kau amat menyukai Naruto, begitu pula dirinya, karena itu…. baiklah, ja ne, Hinata!" setelah Kiba tersenyum dan melambaikan tangan, dia berbalik, Hinata tersenyum lega, Naruto merasa kebingungan.
"Na.. naruto, a,, aku menyukaimu juga…" Hinata berkata tergagap menghadap Naruto, dengan senyum paling lebar Naruto nyengir.
"Su… sungguh? Ka.. kamu mau jadi pacarku?" Hinata menggangguk malu dan pasti, Naruto memeluk Hinata!
"Asyik!!! Aku sayang kamu, Hinata! Eh, lho? Hinata!? Hinata? Kamu kenapa?!" Hinata pingsan dengan wajah merah! Tak lupa senyum terkembang di wajahnya.
~Owari~
Hahahaha! Akhir yang bahagia bagi Hinata, namun tidak bagi Kiba!
Yah, yang penting selesai, lah…. *ditimpuk Kiba*
Chapter terakhir berakhir dengan sukses!
Fic ini, kok, terasa seperti serial cantik, yah?! O_o
Tapi, Rissa-chan telah berusaha membuat ending sebaik-baiknya! Dan jadilah ending seperti ini!
Semoga kalian puas! Jangan lupa REVIEW!!!! –puppy eyes bag.2-