Anime/Manga » Sengoku Basara/戦国BASARA »

Café
Author:
Puron-piyo PM
Di café itu, Masamune berusaha untuk mewujudkan impiannya sewaktu kecil. SHOUNEN AI, but later... KojuuMasa, SasuYuki, slight YukiMasa/MasaYuki. DISCONTINUED.
Rated: Fiction K+ - Indonesian - Romance/Drama - D. Masamune - Chapters: 2 - Words: 2,023 - Reviews: 7 - Favs: 3 - Follows: 2 - Updated: 01-17-10 - Published: 10-16-09 - id: 5445939
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Disclaimers: saya males bohong. SB milik CAPCOM, emang napa, heh?!

Warning: au, ooc, shounen ai KojuuMasa and SasuYuki slight YukiMasa/MasaYuki. Ga suka ga usah maksain baca!!


"Masamune-kun, mulai hari ini café ini akan menjadi milik kita," ucap seorang pria separuh baya dengan senang.

Anak laki-laki yang dipanggil Masamune mulai mengamati bangunan di hadapannya dengan pandangan terkagum-kagum. Saking kagumnya ia sampai sedikit terkejut ketika seorang wanita menepuk lembut pundaknya.

"Ibu akan memasakkan berbagai macam cake dan dessert yang enak untuk dijual di café ini untuk menarik pelanggan," tutur wanita itu sambil tersenyum ramah.

"Baiklah, kalau begitu mari kita wujudkan impian keluarga kita untuk memiliki café nomer satu di sini!!" ujar pria itu dengan tawanya yang khas.

Masamune kecil tersenyum senang. Mulai hari inilah lembaran kehidupannya yang baru akan terbuka….


XO____________OX

Café

By Kurohana Sakurai

XO____________OX


"Jadiiii, kau sudah lama di sini, Sasuke-kun?" Tanya seorang gadis bermata hitam kecoklatan.

"Tidak, aku masih anak baru. Aku baru saja bekerja sekitaran tiga bulan di sini," jawab pria berambut merah bata dihadapannya sambil tersenyum ramah.

"Heh?! Tiga bulan? Hebat, dalam waktu tiga bulan kau sudah dapat mengambil alih café ini dari master sebelumnya!!" ujar gadis itu dengan nada kagum. Membuat Sasuke menyerngitkan alisnya karena heran.

"Bukan, aku bukan master café ini. Master café ini yang sesungguhnya itu…."

Sasuke menunjuk ke arah seorang remaja pria berpakaian cleaning service yang sibuk mengepel sudut café. Gadis yang ada di hadapannya itu hanya memandang dengan tatapan yang-benar-saja pada pemuda yang ditunjuk oleh Sasuke.

"Kau becanda?!"

"Tidak, sama sekali tidak. Posisiku di sini hanyalah bartender biasa, dialah master café ini yang sesungguhnya."

Gadis itu masih memasang pandangan antara tidak percaya dan illfeel, kok bisa sih seorang master café menjadi cleaning service?!

"A-ah, aku lupa… aku punya tugas kuliah yang belum aku selesaikan. Lain kali saja kita ngobrol lagi ya, Sasuke-kun…" ucap gadis itu mengelak sebelum akhirnya buru-buru membayar pesanannya dan pergi dari café begitu saja. Membiarkan Sasuke yang masih terheran-heran.

"Perempuan memang sulit untuk dimengerti…" ujar Sasuke pelan. "Maka dari itu, Master, berhentilah berpenampilan dan bekerja yang aneh-aneh. Ini sudah orang ke-19 dalam minggu ini yang salah kira."

Merasa disinggung, pemuda yang masih mengepel lantai itu menghentikan aktifitasya sejenak dan menoleh, "memang kenapa?!"

Sasuke menghela nafas sejenak, "kalau kau terus-terusan seperti itu, imejmu bakal hancur di mata pelanggan."

Pemuda itu, Date Masamune hanya cemberut sambil melanjutkan pekerjaannya kembali. Tak lama kemudian, terdengar suara gemerincing bel yang dipasang di pintu café; tanda kalau ada seseorang yang masuk ke dalam café.

"OHAYOOO MINNA-SAAANN!! Aku, waiter terganteng, Sanada Yukimura telah tiba!!" seru seorang pria berambut coklat panjang yang dikuncir ekor kuda dengan riang.

"OHAYO APANYA, BAKAMURA?! Ini sudah jam 12, kau telat selama empat jam!!" teriak Masamune dengan kesal.

"Hei, jaga mulutmu!! Aku ini lebih tua darimu tahu!!" ucap Yukimura sambil mengacak-ngacak rambut coklat Masamune.

"Lepaskan tangan bau milikmu dariku, Bakamura!!" pekik Masamune kesal.

"Yuki, buruan kerja! Kau mau tidak digaji apa?" kata Sasuke datar sambil mengelap gelas-gelas kaca.

"Oke, oke." Yukimura menghentikan permainan 'mengganggu Masamune' dan segera menuju ke ruang staff.

Masamune mengdengus kesal akan perlakuan menyebalkan dari Yukimura. Ia selalu saja mendengus kesal seperti itu ketika Sasuke atau Yukimura memulai permainan 'mengganggu karena tidak ada kerjaan'.

Date Masamune, 16 tahun sedang mengalami permasalahan terpelik dalam hidupnya. Beberapa bulan yang lalu, mobil yang ditumpangi keluarganya mengalami kecelakaan yang harus merenggut kedua orang tua dan seorang adik laki-laki yang dia sayangi. Dia sendiri yang selamat dari kecelakaan itu, walaupun ia harus kehilangan cahaya pada mata kanannya. Sekarang, dia hanya hidup beserta pembantu keluarganya yang setia, Katakura Kojuurou.

Dan satu masalah pelik lagi, saingan ayahnya dalam perusahaan yang merupakan seorang yakuza telah menguras habis harta kekayaan milik ayahnya. Semuanya, uang, barang, perusahaan, bahkan rumah kini telah menjadi aset milik yakuza yang mutlak. Yang tersisa hanyalah sebuah café kecil di pojok jalan yang sudah berpenampilan dekil karena lama tidak digunakan semenjak café itu bangkrut beberapa tahun yang lalu. Dan dari sinilah, dia mulai untuk mengumpulkan uang dengan susah payah.

Disaat dia kesal, di saat ia lelah, di saat dia putus asa, dan di saat dia sedih ketiga anak buahnya selalu saja berusaha untuk menghiburnya (walau Sasuke dan Yukimura hanya bakat untuk membuatnya semakin kesal dan frustasi). Karena mereka, hidup Masamune yang seharusnya dikatakan cukup menderita menjadi menyenangkan.

Bersama mereka, Masamune dapat tertawa lepas dan marah karena kesal. Bersama mereka, Masamune berjuang untuk membangun kembali café tua milik ayahnya. Bersama mereka, Masamune yakin impian semasa kecilnya yang sempat tertunda pasti akan terwujud….

Dan sebuah lembar kehidupan baru kembali dimulai…


A/N: hado... fic gaje lagi yang enggak diketahui asal-usul idenya. Singkat sekali, ya... padahal niatnya mau saya panjangin sekitaran 2000-an words tapi ternyata penyakit males itu kembali menyerang diri saya -.-; *digebuki reader*

Sudahlah, adakah yang sudi memberikan review? Silakan tekan tombol ijo dibawah ini XD

Thanks!!

-Kurohana Sakurai-

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .