Anime/Manga » Eyeshield 21 »

Mamori's Heart
Author:
Miharu Koyama PM
Mamori mengetahuinya! Ternyata Mamori mengetahui Hiruma yang ternyata tidak menyukainya. Benarkah Hiruma tidak menyukai Mamori? Chap: 3 UPDATE! HIATUS. Terancam discontinued.
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Hurt/Comfort - Hiruma Y. & Mamori A. - Chapters: 3 - Words: 4,117 - Reviews: 17 - Favs: 4 - Follows: 6 - Updated: 10-07-10 - Published: 09-03-10 - id: 6296061
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Mamori's Heart

Pairing : Hirumamo (sedikit Akamamo)

Disclaimer : It's not my mine :P

Summary : Mamori mengetahuinya! Ternyata Mamori mengetahui Hiruma yang ternyata tidak menyukainya. Benarkah Hiruma tidak menyukai Mamori?

Rate : T (teen)

Warning : Mungkin sedikit OOC

Author : Miharu Koyama

© Miharu Koyama

-STORY START!-

Chapter 1 : You Make My Heart, Hurts…

Ini kisah tentang hati yang tersakiti karena orang yang dia cintai ternyata tidak mencintainya…

[Opening Song : Utada Hikaru – First Love]

Mamori Pov

Aku sedang membersihkan ruang klub. Ukh, dasar laki-laki! Seenaknya saja mereka memberantakan ruang klub! Aku juga susah nih jadinya! Huft… tapi ya sudahlah. Ini sudah kewajibanku sebagai manager. Ok, kembali ke ruang klub. Aku membersihkan ruangan klub sembari terkadang mencuri pandang ke arah 'setan' itu. Aku tak tahu mengapa, tetapi aku menyukai pemilik mata Hijau Tosca itu. Hey, tapi jangan salah paham! Aku hanya menyukainya! Bukan mencintainya! Tapi, andaikan rasa suka ini tak bertepuk sebelah tangan… Apakah aku dapat memiliki hatinya sepenuhnya? Tapi sepertinya tak mungkin. Karena…

FLASHBACK

Sore itu, ketika Mamori selesai mengikuti rapat Komite Disiplin, ia berjalan melewati kelasnya. Dan secara tidak sengaja dia mendengarkan pembicaraan 4 mata di dalam kelasnya.

"Jadi, apakah kau menyukainya, Hiruma?"

"Apa maksudmu orang tua sialan?"

Ketika mengetahui yang berbicara adalah Hiruma dan Musashi, kerena penasaran, Mamori langsung bersembunyi di balik pintu untuk mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan di dalam.

"Maksudku, apakah kau menyukai Anezaki?" tanya Musashi dengan sabar.

"Heh? Manager sialan itu? Apa kau sudah gila? Tak mungkin aku mencint— atau apalah itu dengan manager sialan!" jawab Hiruma.

-DHEG-

"Jangan bohong, aku bisa melihatnya dari matamu. Kau jangan membohongi hatimu sendiri Hiruma."

"Keh, terserah kau sajalah!" ujar Hiruma dengan sedikit emosi.

Hiruma pun meninggalkan kelas menuju ruang klub. Mamori yang masih berada di persembunyiannya merasa hatinya sangat sakit. 'Ternyata dia tidak menyukaiku. Tapi kenapa hatiku sangat sakit?' batin Mamori. Setelah merasa keadaan sudah aman, Mamori pun kembali berjalan ke ruang klub. Dengan hati yang sakit. Tentunya.

FLASHBACK END

Normal Pov

Mamori masih membersihkan ruang klub. Hiruma pun masih fokus dengan laptop VAIO berwarna silver kesayangannya. Selama beberapa menit masih belum ada yang memecahkan keheningan diantara mereka. Sesekali yang terdengar hanyalah suara letusan balon permen karet Hiruma. Merasa tidak nyaman dengan keheningan itu, Hiruma pun berusaha memecahkan keheningan itu.

"Manager sialan."

.

.

Tak ada respon.

.

.

"Mamori."

.

.

Tak ada respon. Merasa panggilannya tidak dihiraukan, karena kesal, Hiruma pun berteriak memanggil Mamori tepat di telinganya.

"MANAGER SIALAN! KAU DENGAR TIDAK SIH!" teriak Hiruma yang sukses membuat Mamori terkejut.

"Ma, maaf Hiruma-kun! Aku melamun." Respon Mamori sambil menundukkan kepalanya.

'Hm? Kenapa dia? Tak biasanya manager sialan begini' batin Hiruma.

"Hey manager sialan. Kau kenapa sih?" Tanya Hiruma heran.

"Hah? Aku? Aku tidak apa-apa kok." Jawab Mamori.

"Jangan bohong."

"Sungguh Hiruma-kun!" jawab Mamori sambil membalikkan badannya menghadap ke arah Hiruma. Dan sukses membuat kening mereka bertemu.

"Ah, maaf Hiruma-kun." Kata Mamori. Mamori berusaha menghindar. Karena melihat wajah Hiruma sama saja membuat hatinya sakit.

Tapi bukannya melepaskan pandangannya, Hiruma membawa Mamori ke pelukannya. Kontan saja wajah Mamori memerah.

"Hiruma-kun! Lepaskan aku!" Mamori memberontak. Bukannya melepaskan pelukannya, Hiruma semakin mengeratkan pelukannya.

"Kumohon… sebentar saja… biarkan aku melakukan ini sebentar lagi…" pinta Hiruma.

"Baiklah…" pasrah Mamori. Mamori pun membalas pelukannya. Tanpa dia sadar, air matanya jatuh tepat di baju Hiruma. Merasa tidak nyaman, Hiruma pun mencoba Menghibur Mamori.

"Ssh, jangan menangis. Mamori."

"Hah? Ka-kau memanggilku Mamori?"

"Ah, mungkin telingamu sudah tuli karena kue sus mu itu ya? Kekeke." Ledek Hiruma.

"Mou, Hiruma-kun! Jangan hubungkan dengan kue sus!"

"KEKEKE! TERNYATA BENAR YA? KEKEKE!" tawa Hiruma dengan mengeluarkan air mata. Yah, yang sukses membuat Mamori marah kepadanya.

"Mou, JANGAN MENGHUBUNGKANNYA DENGAN KUE SUS! HIRUMA-KUN BAKA!" marah Mamori. Mamori pun langsung pergi meninggalkan ruang klub dengan membawa barang-barangnya. Meninggalkan Hiruma yang tertawa berguling-guling di lantai.

.

.

BRAKK!

.

.

Terdengar bunyi pintu klub menutup dengan keras. Seketika Hiruma pun menghentikan tawanya. 'Heh, mungkin aku terlalu berlebihan. Dia harus kukejar.' Batin Hiruma.

Dengan membawa barang-barangnya, Hiruma pun mengikuti Mamori. Tentu saja dengan mengendap-edap. Dengan hati galau, tentunya.

Mamori Pov

Keterlaluan! Dia selalu mempermainkanku! Aku benci Hiruma! Aku benci Hirumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

Aku pun berjalan ke taman kota. Berusaha menghilangkan perasaan marahku. Sambil menenangkan diri, aku melihat seseorang yang kurasa aku familiar dengannya. Kacamata berlensa biru. Matanya berwarna merah. Rambut berwarna kemerahan. Membawa tas gitar dipunggunggnya. Hah? Masa sih?

"Akaba-san?"

TBC

[End song : Halcali – Long Kiss Good Bye (ost naruto)]

Omake~

Hiruma mengawasi Mamori dari kejauhan. 'Keh,kenapa aku khawatir kepadanya ya? Arrgh, lupakan! Yang jelas kenapa manager sialan terlihat sangat marah? Apakah aku, k-e-t-e-r-l-a-l-u-a-n?' batin Hiruma. Sambil mengawasi mengawasi Mamori, dia melihat Mamori menyapa seseorang. Hiruma pun siap mendengarkan apa yang diucapkan Mamori lewat penyadapnya yang ia taruh di tas Mamori. Hiruma hampir saja menjatuhkan laptop kesayangannya ketika ia mendengar Mamori mengatakan sesuatu yang mengejutkan baginya…

"Akaba-san?"

OWARI

Miharu : Ya! Readersku tercinta! Mohon review ya!

Hiruma : Heh author sialan! Kenapa kau membuatku seperti ini sih! Sini! Kubunuh kau!

Miharu : KYAAAA! TIDAAAAAAAAK~! *berlindumg di balik punggung Mamori*

Mamori : Hiruma! Apa yang kau lakukan dengan Miharu! *menodongkan sapunya*

Hiruma : MANAGER SIALAN! INI BUKAN URUSANMU!

Mamori : TENTU SAJA INI URUSANKU! HIRUMA BAKA!

Hiruma : Tch, *menodongkan senjatanya tepat ke arah Miharu* awas kau jika melakukannya lagi!

Miharu : HI,HIEE! AMPUN HIRUMA-SAAAAAAAAAAAAN! (*tidak akan kuturuti kemaumanmu! Kekeke! *sifat iblis muncul* *)

Mamori : Sudah sudah… *menepis pistol hiruma dengan sapunya*

Nah, selagi Miharu, Hiruma, dan Mamori bercakap-cakap ria -?-, mohon reviewnya ya! XD

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .