Anime/Manga » Bleach »

Connected by Lust
Author:
Jeanne-jaques San PM
IchiHitsu. PWP. Adult only! -Not for Underage-
Rated: Fiction M - Indonesian - Romance - Ichigo K. & T. Hitsugaya - Words: 1,567 - Reviews: 32 - Favs: 17 - Follows: 1 - Published: 12-26-10 - Status: Complete - id: 6593757
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

Rate : MA

Pairing : Ichigo x Hitsugaya

Spoiler Warning : Porn Without Plot (PWP), Semi-Canon, maleXmale, Hard Yaoi, Lemon, Adult, Don't Like Don't read!

.

.


Connected by Lust


.

.

"Nnh… Mmmngh… Nnnghh…"

Hitsugaya mengerang, namun tertahan oleh ciuman. Kedua tangannya berusaha mendorong pundak Ichigo menjauh darinya. Sayangnya, dia kalah tenaga. Pemuda berambut orange itu bahkan semakin mengeratkan pelukan dan membawa ciuman itu semakin dalam. Sadar bahwa dia tidak dapat melawan, Hitsugaya akhirnya pasrah dengan alur permainan yang disuguhkan Ichigo. Dilingkarkan kedua tangannya di leher Ichigo, membalas perang lidah yang sedang terjadi di dalam mulut.

Hitsugaya melepas ciuman itu secara paksa begitu dirasanya dadanya sudah kekurangan oksigen. Ichigo yang melihat wajah merah Hitsugaya tersenyum. Dikecupnya sekilas pelipis kapten divisi sepuluh itu, kemudian dengan tiba-tiba diangkatnya ke dalam pelukan bridal style. Hitsugaya tidak protes, karena napasnya yang masih terengah-engah karena ciuman tadi. Begitu sampai di samping tempat tidurnya, Ichigo membaringkan Kapten mungil itu diatas kasurnya, lalu menindihnya.

Kapten mungil itu menarik napas tertahan begitu melihat raut wajah Ichigo yang tersenyum menyeringai ke arahnya.

"Kenapa tersenyum seperti itu, Kurosaki!" bentaknya dengan muka memerah. Ichigo tertawa tanpa suara. Direndahkan kepalanya dan menangkap kembali bibir mungil itu ke dalam sebuah ciuman yang memabukkan. Hitsugaya kembali memejamkan kedua matanya. Ichigo yang tidak mau banyak menunggu, perlahan mulai melepaskan haori dan ikatan obi kapten divisi sepuluh itu. Ichigo melepaskan ciuman itu kemudian beralih ke leher Hitsugaya yang tersingkap bebas.

Ichigo menggigit kecil perpotongan leher Hitsugaya. Membuat kapten mungil itu menjerit kecil karenanya. Melihat reaksi seperti itu membuat Ichigo semakin berani untuk melakukan lebih jauh. Kembali digigitnya lalu dijilatnya, hingga tidak lama kemudian muncul tanda kemerahan kecil di beberapa titik di leher Hitsugaya. Sejenak Ichigo melepas diri dari kapten mungil itu untuk melepaskan semua pakaian yang masih tersisa ditubuh mungil itu. Sekarang tubuh Hitsugaya tidak tertutup sehelai benangpun. Ichigo memandang liar tubuh dibawahnya dengan seringaian. Kemudian kembali ditindihnya.

"Kau manis, Toushiro…" bisik Ichigo di telinga. Hitsugaya yang mendengar itu kontan blushing.

"Urusai, Kurosaki!"

Ichigo tertawa geli. Kemudian mencium pipi kiri kapten mungil itu sekilas. Bibirnya kembali turun kearah tubuh polos Hitsugaya. Mencium dan menjilat nipple Hitsugaya dengan penuh menggoda. Hitsugaya mendesis nikmat, titik sensitif didadanya dimainkan Ichigo dengan penuh menggoda. Kedua tangannya meramas rambut orange Ichigo.

"Mmmnngh… A-ahh… Ku—kurosaki… Nngh… Ah…"

Ichigo menjilat tonjolan di dada kapten divisi itu secara bergulir, sesekali digigitnya kecil. Desahan yang keluar dari bibir Hitsugaya membuatnya semakin hilang kendali. Tangannya sekarang bermain di selangkangan kapten mungil itu. Diremasnya perlahan kejantanan Hitsugaya. Perlahan remasan itu semakin bertambah keras, tak ayal erangan yang keluar dari mulut Hitsugaya juga semakin keras. Ichigo memompa tangannya turun-naik dengan tempo yang semakin cepat. Membuat Hitsugaya tersentak.

"A—ahh… Ah… Ku—kurosaki… Aaahh… Mnghh…"

Tak lama kemudian, tubuh kapten mungil itu mengejang dan detik berikutnya buncahan yang ditahannya menyembur keluar. Napas Hitsugaya kembali terengah-engah. Wajahnya memerah. Matanya setengah terpejam menatap Ichigo.

"Ku—kurosaki…" panggilnya dengan suara tersengal. Ichigo menoleh dan menatapnya.

"Ya?"

"Kenapa…" katanya disela-sela napasnya yang masih terengah. Hitsugaya berusaha menelan ludah susah payah.

"Kenapa apanya, Toushiro?" tanya Ichigo.

Hitsugaya mendengus, "Bajumu masih lengkap begitu. Kau curang!" serunya. Setelah napasnya sudah kembali stabil. Ichigo tercengang, tidak lama kemudian pemuda itu tertawa. Agak geli.

"Kalau begitu buka semua bajuku. Ayo!" ucap Ichigo, sambil membuka kedua tangannya. Hitsugaya merenggut.

"Nggak! Enak saja. Buka saja sendiri!" sahut Hitsugaya setengah berteriak.

"Oh, jadi begitu ya."

"Eh?" Hitsugaya menoleh. Tapi sebelum sempat dia menduga, Ichigo sudah menariknya dan membawanya ke atas pangkuan. Bibirnya kembali disambar oleh pemuda berambut orange itu. Kedua lidah itu saling berpangutan, saling mendominasi satu sama lain.

"Ngh… Mmmngh… Mmmnnhh…"

Hitsugaya mengerang tertahan saat dirasanya telapak tangan Ichigo menyentuh lembut perutnya. Tangan itu akhirnya kembali turun ke arah kejantanan. Mengelus kepala kejantanan Hitsugaya yang memerah dengan ibu jarinya. Sedikit demi sedikit cairan bening keluar dari dalam lubang kejantanan Hitsugaya. Kapten mungil itu mencengkram pergelangan tangan Ichigo, menuntut yang lebih dari itu.

Ichigo membaringkan kembali Kapten divisi sepuluh itu di tempat tidurnya. Dilebarkan kedua kaki Hitsugaya, kemudian merendahkan tubuhnya. Dikecupnya kepala kejantanan Hitsugaya lalu dikulumnya di dalam mulut. Hitsugaya mendesis nikmat merasakan kejantanannya berada di dalam mulut Ichigo. Kedua tangannya meremas seprei dibawanya hingga tidak berbentuk lagi.

"Nnh… Ah… Haa… Kurosaki… Mmmngh… Ahh…"

Ichigo yang mendengar desahan itu semakin mempercepat turun-naik kepalanya. Membuat tubuh Hitsugaya tersentak nikmat. Tak lama kemudian, tubuh Hitsugaya mengejang dan akhirnya mengeluarkan hasrat yang ditahannya. Tanpa rasa jijik, Ichigo menelan semua cairan yang berada di dalam mulutnya. Diangkat wajahnya, menatap Hitsugaya yang saat ini sedang terbaring lemas karena perbuatannya.

"Siapa bilang ini sudah selesai, Toushiro?" ucap Ichigo, tepat di depan wajah Kapten divisi sepuluh itu. Kelopak mata yang tertutup itu terbuka dan menunjukan iris mata hijau zamrud.

"Akh!" kedua mata Hitsugaya melebar ketika dirasanya benda asing bermain di dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian benda asing itu bertambah menjadi dua. Ichigo tersenyum penuh makna tidak terbaca. Begitu dimasukkan jari terakhirnya, Hitsugaya mengerang keras.

"Aaakh! I-ittaaaaiii…" ringisnya sakit. "Kurosakiii… Ahh… Mmngh…"

"Sssh… tenanglah, Toushiro…" Ichigo mencoba menenangkan Kapten divisi sepuluh itu. Dilumatnya bibir Hitsugaya, berusaha menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Kapten mungil itu. Ichigo membuat gerakan zig-zag, agar bisa mempermudah kejantanannya masuk sebentar. Ichigo menarik keluar ketiga jarinya begitu dirasa Hitsugaya akan mencapai puncaknya. Kapten mungil itu mendelik kesal ke arah Ichigo.

"Jangan bermuka seperti itu, Toushiro. Aku janji akan membuatmu merasa puas kali ini," kata Ichigo. Ichigo melepas diri sejenak untuk melepaskan pakaian yang dipakainya. Setelah tubuhnya tidak tertutup apa-apa lagi, dilebarkan kedua kaki Hitsugaya dan menuntun kejantanannya masuk ke arah lubang.

Ichigo merendahkan tubuhnya, ditelusurinya pipi Hitsugaya dengan jarinya. "Maaf, pertama kau akan merasakan sakit."

"Eh?" sebelum Hitsugaya bertanya lebih jauh. Dengan tiba-tiba Ichigo mendorong masuk kejantanannya, hingga tertanam seluruhnya di dalam lubang Hitsugaya.

Kedua mata Hitsugaya terbelalak lebar.

"Uwaaaaaagh… i—ittaiiii… Kurosakiiii… Uaaaghh… Ah… Haaa…"

Ichigo tersenyum. "Tahanlah. Perlahan rasa sakit yang kau rasakan itu akan segera hilang, Toushiro…"

Hitsugaya mengigit bibir bawahnya kuat-kuat. Rasa sakit dibagian bawah tubuhnya seakan meruntuhkan pertahanannya. Dicengkramnya pundak Ichigo kuat-kuat sambil memejamkan matanya erat-erat.

"Aaah… Nnh… Haaah… A-ahh… Ummngh…"

Rintihan Hitsugaya perlahan mulai berubah menjadi desahan. Rasa sakit yang dirasakannya sirna, digantikan oleh rasa nikmat yang tidak bisa dikatakannya.

"Kurosaki… Ah… Haa… Le-lebih cepat lagi… Mmnnh…" pintanya.

Ichigo menoleh, "Sesuai keinginanmu, Toushiro."

Bersamaan dengan itu Ichigo semakin mempercepat tempo sodokannya. Hitsugaya tersentak. Merasakan getaran nikmat disekujur tubuhnya. Ichigo mengeratkan pelukannya, kembali membawa bibir merah menggoda Hitsugaya ke dalam sebuah ciuman yang memabukkan. Hitsugaya melepaskan ciuman itu secara paksa begitu kejantanan Ichigo menyentuh titik terdalamnya.

"Ummngh… Mmmngh… A-ah… Haaah… Disana, Kurosaki… Ahh…"

Ichigo menyeringai. Dilebarkan dan ditahannya kedua kaki Hitsugaya, kemudian menyodokan kejantanannya jauh-jauh ke dalam.

"Uwaaah… Ah-ah-ah-ah-ahh… Ku-kuro—sakiii… Ahh… Haaa… Mmmngh… Uaahh…"

Ichigo yang mendengar desahan dan erangan itu semakin menambah kecepatannya. Detik berikutnya, tubuh Hitsugaya mengejang dan akhirnya menyemburkan hasratnya. Ichigo menghentikan sodokannya. Matanya memandang liar kearah Kapten divisi sepuluh itu.

Hitsugaya berusaha mencari napas sebanyak-banyaknya. Dadanya terasa sesak karena napas yang terputus-putus. Sebelum sempat ia menstabilkan napasnya, Ichigo kembali menariknya keatas pangkuan.

"Belum selesai…" bisik Ichigo. Kemudian memegang kedua sisi pinggang Hitsugaya, lalu memompanya turun-naik dengan tempo yang semakin bertambah cepat.

"Haah… Ah… Ahh… Mmmngh… Hyaaa… Aaah…"

Tubuh Hitsugaya terjebak di antara kenikmatan yang menghantam raganya. Desahan-desahannya memenuhi seluruh ruangan.

"Ngh… Aah… Haah… Aah… Aah… Aaah… Aah… Uwaah… Haaa… Aaaahhh…"

Ichigo tersenyum. "Lebih keras lagi desahannya, Toushiro…"

Lidah Ichigo kembali turun ke arah leher Hitsugaya. Kembali membuat tanda bukti bahwa Hitsugaya Toushiro, Kapten divisi sepuluh adalah miliknya. Seutuhnya!

Beberapa saat kemudian, tubuh Hitsugaya mengejang dan mencapai titik puncaknya, begitu juga dengan Ichigo. Napas keduanya memburu. Hitsugaya merasa tubuhnya terasa sangat lemas. Kedua matanya terpejam, merasakan masa-masa klimaksnya yang entah sudah keberapa.

"Toushiro…" Ichigo mengangkat dagu Kapten mungil itu, "Masih belum selesai…"

"Hah?" Hitsugaya ternganga. Ichigo mengecup sekilas bibirnya. Kemudian tanpa melepaskan kejantanannya yang masih berada di lubang Hitsugaya, Ichigo memutar tubuh mungil itu hingga sekarang membelakanginya.

"Setelah ini aku janji akan selesai," ucap Ichigo lirih. Kembali dinaik-turunkan tubuh Hitsugaya. Perlahan temponya semakin bertambah cepat.

"Nnh… Aah… Aah… Ah—Uhh… Ku—kurosaki… Mnnhh… Aaah…"

Ichigo semakin menghentakan kejantanannya jauh-jauh di dalam. Tangannya kembali bekerja untuk memanja kejantanan Hitsugaya yang terabaikan. Keringat menguncur dari tubuh keduanya. Napas Hitsugaya kembali memburu berat diiringi muka yang semakin memerah. Perlahan pandangan Hitsugaya mulai mengabur dan ia merasakan kepalanya kembali terasa pusing. Detik sebelum dia mencapai klimaksnya, Hitsugaya berteriak memanggil nama Ichigo.

"Nnh… Aaaah… Kurosakiiiii… Ahh…"

"Unnh… Toushiro…"

Keduanya mencapai titik puncak bersamaan. Hitsugaya menyemburkan keluar hasrat yang ditahannya, sementara Ichigo menyemburkan jauh-jauh di dalam lubang Kapten divisi sepuluh itu. Setelah mencabut kejantanannya dari lubang, Ichigo membaringkan Hitsugaya di tempat tidur. Kedua mata Hitsugaya tertutup rapat. Seluruh tubuhnya terasa lemas karena aktivitas itu.

Sesaat setelah dikecupnya dahi Hitsugaya, Ichigo merasakan sesuatu yang aneh. Ditutupnya sebagian wajahnya dengan telapak tangannya.

"Kurosaki… kau kenapa?" tanya Hitsugaya disela-sela napasnya yang masih belum teratur.

"Yo!"

Hitsugaya membeku. Mata cokelat yang dikenalinya berubah menjadi emas dengan latar hitam. Seringaian lebar yang tidak dikenalinya. Ini… ini bukan Kurosaki!

"Sekarang giliranku untuk bermain, Hime!"

Kedua mata Hitsugaya terbelalak lebar. Kapten divisi sepuluh itu menelan ludah susah payah. Kurosaki! Apa yang terjadi denganmu, jeritnya dalam hati.

.

.

.


Fin


A/N:

Fic PWP pertama saya, sekaligus saya buat agar bisa keluar dari rasa jenuh saya membuat fic dengan pair IchiHitsu :p

Sip! Yang sudah membaca. Saya minta kritik, saran dan kesan anda :)

.

.

.

...xXx...

Regards,

Jeanne

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .