
Chapter 5. Kelas 7-6 yang gendeng kedatangan tim dari majalah sekolah yang akan mengadakan wawancara. Bagaimanakah tingkah mereka? RnR?
Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Friendship - Akatsuki - Chapters: 5 - Words: 14,680 - Reviews: 31 - Favs: 6 - Follows: 1 - Updated: 09-28-11 - Published: 04-04-11 - id: 6876251
|
|
A+ A- |
Hola minna-san! Author bangkit dari kubur! Gak usah banyak basa-basi, kita lanjutin ceritanya, yah! Maaf lama update! Ok, lets begin! #gaploked
Warning: Setting AU, gaje, garing level tinggi, super duper OOC, random crossover, typo bertebaran, and don't like please don't read. Warning for your safety.
Disclaimer: Naruto sih punya Masashi Kishimoto-sama. Kalo yang lain? Punya saya dong, hahahaha! *digebukin Asosiasi Mangaka dan Animator seluruh dunia*
Junior High School: Maniacal | Chapter 5
By Ryousuke
Pada suatu hari yang cerah, di kediaman keluarga Hoshigaki...
"Mandi malam-malam, oh dinginnya... Mandi malam-malam, bikin Budi melayang..." nyanyi gaje seorang wanita berambut hitam dengan perban di seluruh tubuhnya, mengikuti alunan lagu dari odong-odong ajaib yang sedang mangkal di depan rumahnya. Badannya digoyangkan ke depan, belakang, kiri, kanan, sampe jumpalitan sambil kayang, mengikuti irama lagu dari pedangdut terkenal Hong Meilingda itu.
"Obatmu lagi habis yah, ma?" tegur seorang pria dengan eyepatch di mata kirinya. Wanita bernama Isaribi itu tersentak.
"Ah...iya, aku harus nge..ngebangunin Kisame dulu, ahahahaha..." ucapnya salting. Pria mata satu bernama Ao yang menegurnya tadi hanya mendengus.
"Dasar, pagi-pagi udah bikin malu tetangga aja,"
KAMAR KISAME. LOE MASUK, GUE BERI!
Begitulah tulisan yang terpampang di atas sebuah karton yang ditempel di pintu kamar berbentuk mulut hiu itu. Isaribi lalu membuka pintu tersebut dengan sangat berperasaan sehingga terbelah, patah tiga.
"Kisame, bangun nak..." ujar Isaribi sambil menggoyang-goyangkan jasad (?) Kisame pelan, kira-kira sepelan 10,0 skala ritcher.
"Ungghh...Ika...lima menit lagi..." igau Kisame. Ibunya sweatdrop.
"Woi! Kisame! Bangun!" kali ini dengan lebih keras. Kisame menarik selimutnya dan membuka sedikit kelopak matanya.
"Ah, Mama, aku sedang malas hari ini...bangunnya besok saja, yah?" ucap Kisame, lalu ia kembali melakukan hibernasi dalam selimutnya yang bergambar Seponbob itu. Twitch bermunculan di jidat Isaribi.
"Oh, besok saja, yah?" ucap Isaribi lembut, lalu ia pun keluar dan menutup pintu kamar Kisame. Dan sedetik kemudian...
BRAAAKKKKK!
"Bagi Kisame Hoshigaki, bila tidak bangun dalam waktu lima detik maka dipastikan Isobu akan jadi pengganti menu makan siang hari ini!" teriak Isaribi memakai TOA setelah sebelummya menghancurkan dinding kamar Kisame dengan roadroller-nya Kagamine bersaudara.
"Juanggaaannnn...!" teriak Kisame histeris. Ia melompat dari kasurnya dan kemudian merebut sebuah benda berwarna ijo-ijo yang dipegang ibunya. Isobu, kura-kura yang didapatnya di selokan dekat taman kota saat membantu mas Yamato nangkepin pokemon yang menurut mitos banyak berkeliaran disana.
"Tenanglah Isobu...masih ada masa depan yang cerah bagi kita berdua..." ujar Kisame alay dengan berlinangan air mata, diiringi background ombak tsunami. Ibunya sweatdrop, dan kemudian menghela napas lega.
"Sudah cepat mandi sana!" teriak Isaribi lagi sambil menendang bokong Kisame.
"Dasar, ibu dan anak sama saja..." gumam Ao yang sedang memberi makan ikan di kolam belakang rumah.
ooOxXxOoo
"Ah, Kisame, berangkat sekolah, ya?" sapa seorang pria berambut chickenbutt style yang sedang mengayuh odong-odong sambil menenteng ayam di pundaknya.
"Bukan, gue mau ke Cosplay Convention," sahut Kisame malas. "Ya iyalah, berangkat sekolah! Mas Sasuke ini pake nanya lagi,"
Sasuke tersenyum, lalu ia turun dari odong-odongnya. PLOKKKK! Dan entah karena kerasukan setan apa, pria raven itu menepuk keras jidat Kisame.
"Woi! Mas Sasuke kok pagi-pagi udah menganiaya diriku yang awesome ini!" komplain Kisame diiringi sedikit elemen narsis. Sasuke tertawa.
"Itu salam tepok jidat gue untuk Itachi, sampaikan yach!" kata Sasuke.
"Hmn!" dengus Kisame sambil memegangi jidatnya. "Ada-ada Mas Sasuke ini! Udah, gue pergi dulu ya!" kemudian ia melenggang pergi dengan motornya.
"Jaa...Hati-hati ya Kisame...Mmmuachhh..." Sasuke melambaikan tangannya dan melemparkan kissbye melepas kepergian Kisame ke alam baka, eh, ke sekolah. Hampir saja si hiu jejadian itu menabrak truk tronton akibat efek kissbye-nya Sasuke.
"Mas! Ayo narik lagi! Pake berhenti segala! Gak asyik ih!" teriak seorang bocah cewek berambut kuning yang memegang boneka entah binatang apa itu.
"Mas! Elo cabut lagi, gue bakar nih odong-odong!" teriak temannya yang berambut merah sambil nodong-nodongin pedang. Wuih, ini bocah sadis amat!
"Hn, ya!" jawab Sasuke yang kemudian kembali mengayuh odong-odongnya.
MANDI MALAM-MALAM...OH DINGINNYA...MANDI MALAM- MALAM, BIKIN BUDI MELAYANG...
Dan lagu Hong Meilingda mengalun lagi. Kayak gak punya selera amat tuh, yang bikin odong-odong.
ooOxXxOoo
"Ah, Asuka, om-om itu lagi ngapain sih? Dari mukanya keliatannya dia mau nyulik kita," bisik Itachi kepada Asuka sambil menunjuk om-om gaje berambut item yang tiba-tiba datang ke kelas mereka.
"Bodoh kau ini, Chi! Dia itu tukang reparasi kipas angin, tauk!" kata Asuka. "Dia mau ngeganti kipas angin lama yang udah bobrok itu lho, kata Doof-sensei takutnya kalo ambruk nimpa muka kamu nanti tambah keriput,"
"Hah? Mau diganti?" kata Itachi tak percaya. "Padahal, selama ini..." ucapannya terhenti saat ia mengenang masa-masanya bersama kipas angin tersebut. Saat ia bergelantungan disana (kayak orang sarap), saat ia nyangkutin sepatunya Akaba disana, saat ia nyangkutin kolornya Natsu disana...ah pokoknya masa-masa yang indah deh, bagi Itachi seorang.
"Kazami-chan..." isak Itachi gaje layaknya adegan sinetron-sinetron yang galau itu loh. Asuka sweatdrop akut. "Tunggu aku, Kazami-chan...!" teriaknya lagi sambil mengejar si om-om tukang reparasi yang tadi udah selesai mengganti kipas angin.
"Ah, Itachi barusan ditolak cintanya sama om-om itu, ya?" tanya Gajeel yang barusan datang langsung disuguhi adegan kejar-kejaran mesra antar Itachi dan om-om tukang servis.
"Tauk, ah!" ujar Asuka.
"Anak edan! Berani-beraninya menyentuh kipas angin langka ini! Gue gigit loe sampe rabies!"
"Huaaaa...kembalikan Kazami-chanku tersayang...aku tak bisa hidup tanpanya..."
Suara teriakan Itachi dan si Om tukang reparasi terdengar dari dalam kelas. Setelah dilihat keluar, rupanya Itachi dan si Om lagi maen rebutan kipas angin dengan tidak elitnya sehingga ditonton oleh banyak orang yang mengira ada topeng monyet dadakan. Asuka dan Gajeel sweatdrop lagi.
"Eh, cyiiin...! Ada berita hot loh! Ha-o-te!" teriak Konan yang tiba-tiba datang dari dalam kardus dengan lebaynya.
"Masa iya, buuuu...? Berita apaan?" tanya Mio yang tiba-tiba muncul dari dalam karung dengan tak kalah lebay.
"Fuu...pasti berita tentang ejpiji yang meledak di dalam kabin pesawat jurusan Manggarai-Petawuran itu, kan?" asbun Akaba yang sedang menaruh tas-nya dengan sotoy.
"Bukan! Itu lho...kabarnya Sueseahbo yang katanya mau diundang juga ke sekolah kita saat festival budaya nanti..." jelas Konan.
"Kyayayayaaaaa! Masa iya cyuuun...!" teriak Tsurara saat mendengar nama boyband idolanya itu disebut.
"Katanya mereka cuma datang ke Konoha City untuk meriahin HUT-nya Kurama, kucingnya Walikota Minato?" tanya Akaba sambil mengorek-ngorek hidungnya, kali aja dapat emas tersembunyi.
"Ah, Egepe! Yang penting Sueseahbo datang! Kim A Hsu, aiem kaming darling...!" Mio langsung pasang gaya alay sambil muter-muter seperti Natsuhiko-sensei, guru seni budaya.
"Fuuu...lebay," gumam Akaba sambil mengemut-emut jari yang bekas dipakainya menambang tadi. Dan setelah itu, kelas 7-6 pun jadi ramai layaknya sirkus akibat histeria berlebihan dari geng anak-anak cewek. Om satpam Izumo yang kebetulan lewat di depan kelas nista 7-6 habis nimba air buat nyiramin anak orang, eh taneman, langsung berpikir untuk menelpon RSJ dan tukang pijat terdekat.
ooOxXxOoo
"Apa-apaan sih loe Kis! Maen tepok-tepok jidat gue! Gak tau gue lagi galau apa!" komplain Itachi saat Kisame yang baru datang tiba-tiba menepuk jidatnya dengan sepenuh cinta.
"Ah, itu tadi salam tepok jidat dari Mas Sasuke!" jawab Kisame.
"Huh, dasar pantat entog, mending ngasih gue salam tempel kali," dengus Itachi kesal. "Tempel aja sendiri pake alteco, Chi!" kata Kisame sambil tertawa.
"Lah, elo kagak ikut upacara, Kis?" tanya Sasori saat Kisame duduk di kursinya, membenamkan kepalanya di atas tas ransel. Sementara anak-anak yang lain sudah siap-siap ke lapangan buat ikut upacara (Ujang Punya Acara).
"Gue ngantuk, bilangin sana kalo gue lagi sakit perut," jawab Kisame santai sambil membenamkan kepalanya lebih dalam.
"Oke, ayo kita bilangin Rangiku-sensei, yuk!" teriak Pain dengan nistanya. Kisame langsung pucat seperti sushi kadaluwarsa saat mendengar 'nama kematian' itu disebut. Ia buru-buru melompat dari meja dan mengambil atribut upacara dari laci.
"Sotoy lu, Kis," ledek Zetsu. Kisame pun hanya bisa memandang dengan kesal para teman-teman jahanamnya yang sedang melenggang keluar kelas sambil ketawa-ketiwi kayak nenek lampir disko.
SKIP TIME, SELESAI UPACARA
"Se~lamat pagi, sensei!" sambut murid-murid 7-6 yang unyu(k) pada seorang pria berwajah oriental yang baru saja memasuki kelas mereka. Pria dengan tag name bertuliskan "Roy Mustang S. Bakarbesi" tergantung di lehernya itu balas menyambut dengan tak kalah sarapnya.
"Selamat pagi Jakartaaaa!" teriaknya dengan gaya scream ala vokalisnya Avenged Seven-eleven, Muhammad Shadau. Sementara anak-anak 7-6 langsung tepar di tempat akibat bau mulut guru biologi mereka itu, yang dapat dipastikan habis sarapan pake jengkol campur chocolatos. Maknyos!
"Bagaimana kabar kalian wahai anak-anaakkkk!" teriak Roy-sensei lagi.
"Lapeerrrr..." jawab anak-anak serentak.
"Uhuk...uhuk...Kok udah laper? Baru pelajaran pertama ini?" tanya Roy-sensei bingung, diiringi batuk-batuk akibat aksi metal-nya tadi.
"Gara-gara amanatnya Chouji-sensei pas upacara tadi, sensei..." jawab Kakuzu. Saat sesi pemberian amanat di upacara tadi, guru dengan tubuh yang tidak bisa dibedakan antara bola atau buntelan kentut itu berceramah panjang mengenai 'Cara-Cara Makan yang Baik dan Benar Seperti Chowder'. Dan yang antusias mendengarnya hanya orang-orang tertentu (baca: setres), seperti Gluttony, anggota geng homonculus kelas 7-9, atau Yui yang memang fanatik dengan tokoh kartun gembul berwarna ungu itu.
"Hahaha, bapak juga jadi laper lagi, lho mendengarnya," aku Roy-sensei, kemudian ia berpikir (mesum) sesaat. "Ah, kalo begitu, bapak punya rencana!" serunya diiringi lampu teplok yang muncul dari kepalanya. Lalu ia menghampiri Hiruma dan mendekatkan mulutnya ke telinga runcing anak setan itu.
"Ih, sensei yaoi, yah! Jangan lakukan di kelas sialan ini, sensei! Kau ini sungguh TER~LA~LU~!" teriak Hiruma parno sambil mengeluarkan Mode Rhoma Irama andalannya.
"Yah, geblek amat sih, situ! Gue mau bisikin rencana atuh!" Roy-sensei melakukan pembelaan.
"Bilang, dong," kata Hiruma lega. "Rencana sialan apaan, sensei?"
"Begini...pssst...pssst...pssssttt...jduarrr," bisik Roy-sensei di telinga Hiruma. Hiruma menyeringai saat mendengar rencana nista sang Flame Alchemist.
"Ngerti?" tanya Roy-sensei setelah selesai memberitahu rencananya.
"Nggak sensei," jawab Hiruma.
"Lah, kok senyam-senyum?"
"Habisnya bisikan sialanmu menggelitik indra pendengaranku, sensei, sungguh TER~LA~LU~" kata Hiruma lagi (sok) puitis.
"Kampret! Mangkanya kalo punya korek kuping jangan dimakan atuh!" gemas Roy-sensei.
ooOxXxOoo
TOK! TOK! TOK!
"Masuk aja, jangan malu-malu!" Roy-sensei yang sedang mengajarkan tentang indra perasa di depan kelas menjawab ketukan di pintu kelas. "Gurunya ganteng, kok!" tambahnya, yang membuat murid-murid 7-6 yang mendengarnya ingin boker.
"Ohayou minna~!" teriak orang yang mengetuk pintu tadi sambil melambaikan tangan ala Miss Banci Universe. Rupanya seorang cewek berambut hitam yang memakai sejenis tokin di kepalanya, serta kamera digital dan notes tergantung di lehernya.
"Satu...dua..." bisik Roy-sensei kepada anak-anak. Dan tepat pada hitungan ketiga, ia memberikan suatu kode kepada Hiruma. Tepat saat cewek itu mulai melangkahkan kaki ke dalam kelas, Hiruma menarik tali jebakan yang sudah dipasang di pintu kelas dan...
"Awowowowowooooo...mangsa sialan tertangkap! Yeah! Awowowowowooooo..." teriak Hiruma gaje sambil menirukan lagak indian lagi kesurupan. Ia kemudian menghampiri cewek tadi yang sudah terjerat dalam jaring, sambil berputar-putar mengitarinya.
"Pulu, pulu...pulu, pulu...pulu, pulu..." Akaba, Gajeel, Yui, dan Gray langsung memperagakan tarian suku Pulu. Sementara Pain dan yang lain bergoyang-goyang bacchikoi.
"Woi, woi, woi! Ini apaan, masak saya dijeret kayak ayam lepas begini! Mimpi apa saya semalam! Ampunnnn!" teriak cewek tadi. Ia terlihat kebingungan dan sedikit takut karena, yah, semua orang (gak waras) dalam kelas itu memandangnya dengan tatapan lapar. Apalagi yang item-putih sebelah itu, dari mukanya keliatan kayak belum makan seabad.
"Enaknya diapain, yah?" tanya Yuki.
"Dipepes aja, un!" timpal Deidara.
"Dijadiin lalap!" sahut Kisame. "Jangan lupa merica sekilo, maknyossss!"
"Woi stop, stop, stop!" teriak teman cewek tadi yang tiba-tiba menghambur ke dalam kelas. Ia mempunyai rambut perak, tokin di kepalanya, sepasang telinga canine seperti Inuyasha (tukang mainan di depan sekolahan), dan memakai scarf bergambar bendera Kanada (Karang Anyar Dalam) di lehernya.
"Aya-senpai salah apa, sih! Dia kan cuma ngomong blak-bla...eh, ngelakuin wawancara di kelas ini!" ujarnya gelagapan sambil melepaskan jaring yang melilit tubuh Aya.
"Wawancara?" bingung Hiruma, kemudian ia menopang dagunya dan memikirkan sesuatu. "Ah, iya! Hari ini kan giliran kita wawancara sialan! Kok bisa lupa, yah?" serunya. "Ini gara-gara kau, Konan sialan! Jadi wakil sialan gak bertanggung jawab!"
"Helo...elo yang ketua kelas disini..." Konan menyalahkan Hiruma balik.
"Anu, apa kita gak jadi makan, nih?" tanya Roy-sensei yang sudah siap-siap menyalakan tungku gede yang entah muncul darimana dengan Alkimia Api-nya. "Saya sudah bawa resep Karasutengu Masak Betutu warisan kakeknya istri saya, lho?"
"Karasutengu Masak Betutu, hah?" gumam Aya yang sekarang udah mengeluarkan Evil Aura Lv.3. Tangannya sudah menggenggam hauchiwa sakti miliknya yang berbentuk sepeti daun kates itu.
"Memangnya aku ini unggas yang bisa seenaknya ditangkap lalu disantap, HAAAHHHH?"
"Whirl Sign: Maple Leaf Fan!" dan WHUSSHHHHH! Badai Katrina pun melanda kelas 7-6.
ooOxXxOoo
"Hahaha, perkenalkan, saya Aya Shameimaru dari majalah sekolah, Ichigaku Bulletin," tawa Aya renyah sambil memperkenalkan dirinya. "Dan yang kucrut ini babu, eh asisten saya, Momiji Inubashiri," lanjutnya. Sementara Momiji langsung keluar twitch di jidatnya saat dikatain babu.
"Lalu, gue masa gak dikenalin, bos?" protes seorang cowok berambut kecoklatan yang memanggul sebuah kamera besar seperti jurnalis lapangan.
"Ah, elo siapa ya?" tanya Aya pura-pura tak kenal. Si cowok itu langsung pasang muka melas.
"Ini ane, bos! Mail! Muhammad Mail Jeevas bin Ismail!" teriak cowok itu nista. "Tega banget ente bos, tiap di depan orang lain pasti ane pura-pura gak dikenalin, lah! Dikatain pembokat lah! Disuruh ngebayarin ini itu, lah! Disuruh...ughhh...uhukkk..." pembeberan yang dilakukan oleh Mail, atau panggil saja Matt, langsung terhenti saat Aya melempar kotak pensil ke dalam mulutnya.
"Maafkan kameramen kami yang tidak tahu diri ini," kata Aya sambil tetap memasang senyum di wajahnya. "Bisa kita mulai sekarang wawancaranya?" tanyanya sambil melempar glare yang menakutkan ke arah Roy-sensei.
"Eh...i...iya..bisa..." gugup Roy-sensei. Ia berjanji dalam hati untuk tidak macam-macam lagi dengan cewek didepannya ini. Bisa dilempar ente, sampai ke Zimbabwe!
"Oke! Kita akan mulai dari..." ucap Aya sambil memperhatikan notes yang dibawanya. "Pain bin Nagato! Si anak berandal yang sarap!" teriaknya innocent. Pain sudah ingin mengeluarkan Chibaku Tensei kalau saja dia tidak ingat akan diterbangkan ke planetnya Gallaxhar.
"Yo! Bro! Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Aya SKSD ke Pain.
"Umm, baik," jawab Pain sekenanya. Bukannya fokus pada pertanyaan, ia malah curi-curi pandang ke bagian bawah leher Aya. Pada tau maksudnya, kan!
"Nah, Pain! Kamu ini kan dikenal seantero sekolah ini sebagai anak angol yang pervert bin mesum, kenapa sih ceritanya kamu bisa mesum?" Aya keluar blak-blakannya. 'Mati gue!' batin Pain yang melihat pandangan tak mengenakkan dari cewek-cewek di kelasnya, termasuk Konan.
"Woi, bengong aja! Ntar kesambit setannya mbah Hashirama, lho!" Aya menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan wajah Pain yang sedang mengalami bengong syndrome seperti Patrick.
"Eh, iya! Anu, begini...dulu sebenarnya, sebenarnya lho, saya ini anak yang rajin mengaji, menabung dan membantu orang tua," ucap Pain narsis.
"HOAAXXXXXX!" teriak seisi kelas. Pain tidak mengindahkan. "Tapi, sejak saya bertemu dan berguru dengan Mbah Jiraiya, jadilah saya seperti ini, hahahaha!" Pain tertawa cabul.
"Hmm, pantas saja, waktu kau berguru dengan Mbah Jiraiya, setiap detik, menit, dan jam stats Facebook atau timeline Twitter-mu gak pernah lepas dari ngintipin cewek mandi, situs bokep, atau anime hentai, Pain!" kata Itachi. Aya yang menangkap berita tersebut langsung buru-buru menulisnya di notes.
"Mbah Jiraiya...hentai...cewek mandi...bokep..." gumam Aya sambil menulis. Sementara pandangan tak mengenakkan ke arah Pain makin bertambah saja. "Ayaya, selesai!"
"Nah! Sekarang giliran, Itachi Uchiha!"
"Loh, sama gue udahan, mbak?" protes Pain. "Kok gak ada pertanyaan seperti kenapa saya genteng atau sebagainya?"
"Gak," Aya meleletkan lidahnya. Pain langsung pundung di pojokan sambil mengorek-ngorek bangke kecoa.
ooOxXxOoo
"Kyaaaaa, dek Itachi ganteng, rahasianya kamu ganteng apa sih?" tanya Aya genit sambil menowel-nowel Itachi dengan sekop traktor. "Matt, dekatkan kamera ke wajahnya! Ayaya!"
"Rahasia ganteng, yah?" gumam Itachi sambil menepis (baca: menendang) Matt yang mendekatkan kamera ke arahnya dengan nafsu memperkosa. "Pertama, sebelum tidur saya selalu luluran dengan kembang sejuta rupa,"
"Dan saya juga rutin loh, melakukan perawatan wajah di salon Smart bang Kotaro, kira-kira setiap malam Jum'at kliwon," lanjut Itachi sambil membetulkan rambutnya dengan lebay. "Nah, dan terakhir, saya selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dengan orang-orang seperti Kisame atau Zetsu,"
"Memang apa hubungannya?" tanya Aya sambil mencatat rahasia nista Itachi.
"Biasa, mereka itu kan mukanya pada di bawah KKM semua, jadi setiap berada di dekat mereka, saya jadi merasa lebih ganteng lima kali lipat," jawab Itachi santai. Kisame dan Zetsu sudah pasang muka horor.
"Hmmm, gitu...Nah, selanjutnya, bagaimana perasaan dek Itachi selama berada di kelas (maksiat) ini?"
"Ah, menurut saya benar-benar menyenangkan. Walaupun ada duren tindikan dan setan neraka yang suka seenaknya menindas dengan tak berperasaan," giliran Hiruma dan Pain yang memasang muka horor. "Tapi, sejak dia meninggalkan kelas ini...saya jadi galau sekali, mbak,"
"Siapa? Cewek yang kamu suka?" Itachi menggeleng. "Kazami-chan..." ucapnya pelan sambil memasang ekspresi tergalau tahun 2011.
"HUAAAAA...KAZAMI-CHANNNNN..." mewek Itachi. Semua orang di kelas sweatdrop.
"Kazami-chan siapa sih?" tanya Aya pada Asuka.
"Kipas angin lama kami yang udah diganti," jawab Asuka. Aya sweatdrop mendengarnya.
"Ya sudah! Selanjutnya giliran Kakuzu!" Aya menghampiri si lintah darat. Sementara Itachi udah menuju pojok kelas buat ikutan pundung bareng Pain.
"Wani piro?" belum apa-apa Kakuzu sudah mengadahkan tangannya seperti orang minta sumbangan mesjid. "Satu pertanyaan seratus ribu, lho!" ujarnya lagi.
"Ah! Sekarang giliran Hidan!" Aya langsung berbalik mendengar persyaratan Kakuzu yang meracau itu. Kakuzu langsung ikutan pundung di pojok kelas.
"Halo dek Hidan...!" sapa Aya sambil menepuk-nepuk bahu Hidan. "Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Wah, baik sekali, DJ selalu bersama saya, mbak," jawab Hidan sambil menegadahkan tangannya seperti lagi berdoa minta hujan.
"DJ? Apaan tuh? Yang jub ajub ajub itu yah?" tanya Aya sambil memperagakan gerakan DJ yang sedang mencuci piring.
"Bukan! DJ itu sesungguhnya adalah Dewa Jashin yang agung! Wahai umat manusia bertobatlah!" teriak Hidan gaje kepada seisi kelas sambil merentangkan tangannya seperti misionaris kerasukan jin lampu.
ooOxXxOoo
"Baiklah! Menurut dek Hidan, siapa yang paling nyebelin dan bikin baki* di kelas ini?" Aya menyodorkan mikropon mainan yang barusan dicolong dari tas-nya Matt kepada Hidan.
"Ah, iya! Menurut saya, yang paling nyebelin di kelas ini dia itu lho!" tukas Hidan sambil menunjuk Kakuzu yang sedang mengorek kupingnya dengan pensil."Sebenarnya, sudah dari lama saya pengen jatohin dia ke jurang belakang sekolah! Cuman kasian aja ngeliat mukanya yang kayak habis digebukin sekampung itu!"
"Utangnya Hidan minggu lalu...bunganya ditambah 300%," gumam Kakuzu sambil menulis sesuatu di buku kas-nya.
"Nah! Nah! Nah! Tuh, nyebelin kan mbak!" teriak Hidan histeris. "Woi! Tunggu loe Kuz! Gue mau bikin perhitungan sama elo, SEKARANG!" Hidan mengejar Kakuzu yang sudah kabur ke gurun Sahara dengan menunggangi Zetsu.
"Hah...dasar orang-orang ajib," gumam Aya seraya menghampiri Sasori yang lagi ketawa-ketiwi gaje membaca manga semi-bokep berjudul Ko* De Os**g*t* di laptopnya Konata. "Kyaaaaaa...! Dek Sasori kiyut...boleh wawancara, gak?"
"Hn, boleh. Jadi pembokat saya juga boleh," ucap Sasori dengan cool-nya. Tingkat kegenitan Aya pun naik ke level MAX.
"Ayaya! Pertanyaan pertama...Sasori mau gak jadi adekku? Hn? Hn? Hn?" tanya Aya nafsu dengan ekspresi tante-tante shota.
"Boleh, tapi ada syaratnya," jawab Sasori tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop Konata.
"Apa syaratnya? Andaikan dek Sasori memintaku membetulkan genteng rumahnya mas Ikakku Madarame atau malakkin mas Dino Cavalonne pun aku mau!" seru Aya.
"Kalau aku jadi adekknya mbak, di kamarku harus tersedia minimal satu juta OVA**, figma***, dan sebagainya yang berhubungan dengan anime ecchi," jawab Sasori santai, sementara hatinya tertawa cabul+nista.
"Are?" bingung Aya sambil sweatdrop. "Memangnya gak ada syarat yang lebih ringan lagi, dek?"
"Kalau begitu buka baju disini," ucap Sasori. Ternyata tingkat ke-hentai-an Sasori sudah menyaingi leader pierchingan!
"Huh! Aku menyesal telah memintamu menjadi adikku! Kalau begini, lebih baik kau jadi tukang cebok-nya Momiji sana!" teriak Aya mendramatisir sambil meninggalkan Sasori. Sasori pun kembali tertawa bengis dalam hati, sambil tetap melanjutkan kegiatannya yang sangat bermanfaat itu.
"Apa?" tanya Sasori sambil menoleh ke arah Momiji yang memandanginya dengan mupeng.
"Cebokin," ujar Momiji watados. Sasori keselek laptop.
つづく
TSUZUKU
*bikin baki = menyebalkan (bahasa planet Author lol)
**OVA = Original video Animation
***figma = figurine
Akatsuki Channel!
"Ohayou, Akatsukieeerrrssss~!" teriak Deidara sok kawaii-desu. Sasuke yang sedang berdiri di sebelahnya muntah darah. "Jumpa lagi dalam...Akatsuki Channel!"
"Cih, jumpa lagi?" ujar Sasuke sinis dengan gaya stoic-nya."Acara (nista) ini kan baru mulai debut di chapter ini,"
"Huh, dasar Uchiha menyebalkan, hm!" dengus Deidara kesal. "Baiklah, readers yang kakkoi-kakkoi dan kawaii-kawaii! Jangan peduliin si ayam nyasar ini, hm! Kita lanjutkan acaranya ya! Hm!"
"Cih," kesal Sasuke yang rambut pantat gajah, eh ayam kebanggannya ditarik-tarik oleh Deidara.
"Oke! Kita akan mulai dari...eh, dari mana dulu, ya?" tanya Deidara bingung.
"Jawab review chapter lalu," ucap Sasuke sambil membuang wajahnya ke dari sorotan kamera.
"Hm, ya! Mulai dari IceQueen Rei-chan Yuki!" seru Deidara sambil membaca lembaran kertas lecek di tangannya. "Ternyata Rei-san kagum lho, dengan penampilanmu dan ayammu di chapter lalu!"
"Cih. Gara-gara author baka itu seenak udel dalam membuat script, jadi hancur image-ku sebagai makhluk tuhan paling cool di depan fangirl-ku! Apa-apaan, membuatku jadi seorang multitasker pecinta ayam!" geram Sasuke yang mulai OOC dengan narsisnya. Deidara hanya tertawa geli.
"Rei-san disini bertanya, 'chara dari anime mana saja yang muncul di Fanfic (nista) ini?'. Nah, bisa kau jawab, Sasuke?" tanya Deidara pada Sasuke.
"Hn, kalau mau tahu, Rei-san bisa lihat di bagian 'cast' atau 'credit' yang tertera di akhir setiap chapter," jawab Sasuke. "Authornya agak sableng, jadi maklum ya, kalo banyak karakter dari luar anime Naruto bergelimpangan disini,"
"Bergelimpangan? Emang mayat, Sas? Hm?" Deidara sweatdrop. "Dan selain anime, kadang-kadang tokoh kartun maupun game bisa muncul secara random, loh! Hm!"
"Hn, dan kata author sableng, yang mau request karakter dan pekerjaannya bisa dilakukan di review," lanjut Sasuke.
"Dan hanya karakter yang author sableng tahu, yang bisa muncul, hm!" sambung Deidara. "Terima kasih ya atas review-nya, Rei-san! Nah, sekarang ke review selanjutnya! Hm!"
"Wow, review dari fans saya, Deidei Rinnepero13-san! Hm!" Deidara mulai antusias."Dan Rinne-san sudah review tiga chapter sekaligus, lho! Makasih, ya!"
"Hahaha, dia prihatin Deidara-san, gara-gara suami tercintanya yang kakkoi to perfect itu dinistain!" tawa Sasuke. Deidara langsung merengut. "Ternyata elo dapat bagian juga, hahahaha!"
"Huh, yah...kan sudah bisa dimaklumi, kesablengan dari author-lah yang membuatku jadi nyewek begitu," lanjut Deidara sambil menyibakkan rambut sunsilk-nya. "sebenarnya kan akau ini memang kakkoi to perfect, hm!"
"Dari author manapun yang membuat fic humor Akatsuki, sifatmu kan selalu dibikin begitu, Deidara-san,"
"Huh, memang begitulah penderitaan orang ganteng, hm!" Deidara pasang pokerface. Sasuke muntah darah untuk kedua kalinya.
"Baiklah! Makasih Rinne-san atas reviewnya! Sebagai rasa terima kasih, terimalah sendal jepitku yang sudah kutanda tangani dan kuberi kissmark ini, hm!" seru Deidara sambil melempar sandal jepit ke arah layar. Kena kameramen.
"Menuju review selanjutnya! Hm!" sambung Deidara sambil menyibakkan kertas lecek tadi. "Dari B.C-san! Wah, disini si Author sableng dipuji, tuh. Berbakat di genre humor katanya, hm!"
"Yah, padahal seluruh dunia (gendeng) juaga tahu, kalu akaulah yang paling berbakat dalam urusan lawak-melawak," gumam Sasuke santai. Deidara bingung.
"Emang kau bisa melawak, Sas? Hm?" tanya Deidara."Mukamu itu sepersen pun gak mencerminkan tahu, hm!"
"Bisa," kemudian Sasuke berdehem. "Ehem, baiklah, kau tahu lampu apa yang kalo dipecahin keluar orang, Deidara-san?"
"Are? Lampu Aladin? Deidara balas bertanya. "Atau lampu shinyoku? Hm!"
"Bukan," Sasuke menggelengkan kepalanya. "Kau mau tahu, hn?"
"Iya, iya, iya! Cepat beritahu, hm!" angguk Deidara antusias.
"Jawabannya adalah..." Sasuke menahan nafas-nya sebentar, kemudian dikeluarkannya sambil menjawab. "Lampu tetangga! Huahahahahaha!"
"Are?" Deidara sweatdrop akut. "Dan itu menurutmu lucu, hm?"
"Lucu, kok! Iya kan readers! Dobe saja tertawa terus saat kuberikan teka-teki fantastis ini!" sergah Sasuke. Deidara menggumam dalam hati, 'Emang jalan pikiran orang sedunia sama dengan dobe-mu tersayang itu, hah! Hm!'
"Hah, yah...terserahmulah...dan terima kasih B.C-san untuk review-nya!" lanjut Deidara lagi. "Dan review terakhir, dari Kurogamine Tenshi-san!"
"No comment, katanya. Hn, bicaranya irit sekali sama sepertiku, hahahaha!" tawa Sasuke bangga.
"Baiklah, makasih udah review ya! Tenshi-san!" seru Deidara. "sekarang sesi berikutnya, sesi bintang tamu!"
"Ayo, seret dia kemari!" tambah Sasuke. Bintang tamu apa tawanan, sih?
"Nah, ini dia bintang tamu kita kali ini, Mikuru Asahina-san dari fandom Kegalauan Haruhi Suzumiya!" sambut Deidara sambil memperkenalkan cewek berambut karamel yang berdiri malu-malu disampingnya.
"O...ohayou...minna..." sapa Mikuru gugup seperti Lady GuGup. "Te...terima kasih pada tim Akatsuki Channel yang sudah mengundang saya..."
"Nah, sekarang, anda bisa ceritakan bagaimana perasaan anda saat muncul di chapter lalu, hm?"
"Hiks...hiks...saya tidak bisa ceritakan...hiks...hiks...author sableng itu...hiks...hiks...masa saya disuruh berperan jadi preman...hiks...hiks...hueeeee..." isak Mikuru. Deidara langsung tersentuh jiwanya.
"Iya...hiks...hiks...saya turut prihatin atas nasib anda yang sudah di-eksploitasi oleh author sableng...hiks...hiks...hueeee..." Deidara ikut-ikutan menangis. Sasuke geleng-geleng kepala layaknya anak dugem.
"Hn, tapi bagaimana caranya Mikuru-san bisa mau disuruh berperan sebagai preman?" tanya Sasuke bingung.
"Tentu saja itu semua berkat aku, hehehehe!" tiba-tiba muncullah seorang pria berhidung panjang dengan jas lab-nya. Di tangannya ada sebuah pistol bertuliskan 'I Love Bonek'.
"Dengan Preman-inator terbaru ini, apapun dan siapapun bisa menjadi preman!" sambung pria bernama Dr. Heinz Doofenschmirtz itu bagga sambil menunjukkan pistol yang dipegangnya.
"Bisa anda demonstrasikan, Doofenschmirtz-san? Hm?" tanya Deidara.
"Baiklah! Jangan lepas pandangan anda dari ini, hehehehe!" jawab sang ilmuwan gila sambil mengarahkan Preman-inator ke arah Sasuke.
"Apa yang kau...waaaaa!" teriak Sasuke saat sinar blitz dari alat itu mengenai dirinya yang sekseh.
"Lihat! Lihat! Bekerja bukan!" teriak Doofenschmirtz sambil menunjuk-nunjuk Sasuke yang sedang misuh-misuh dalam Boso Suroboyoan dan malakkin kameramen.
"Janc*k! Kasih semua duit dalm kantong elo! Mau tak lindesi mripat koe, hah!" teriak Sasuke ke arah kameramen bernama Suigetsu itu dengan nafsu. Suigetsu hanya bisa pasrah, dan Deidara hanya bisa sweatdrop.
"Oke, oke...daripada makin runyam saja urusannya, kita akhiri saja perjumpaan kita kali ini, ya!" seru Deidara. "Dan, jangan lupa reviewnya lho!"
"Bagi sepuluh reviewer pertama akan mendapatkan kaos kaki saya!" sambung Doofenschmirtz yang mendapat respon jitakan dari Deidara.
"Oke, sampai jumpa...Bye-san!" ucap Deidara sambil melambaikan tangannya.
"Janc***k!" teriak Sasuke.
Akatsuki Channel!
Cast (In Order of Appearance)
Isaribi as Mama Kisame, Ao as Papa Kisame, Kisame Hoshigaki as Kisame, Sanbi no Isobu as Kura-Kuranya Kisame, Sasuke Uchiha as Mas Sasuke, Angelia Avalonne as Anak di Odong-Odong #1, Shana as Anak di Odong-Odong #2, Itachi Uchiha as Itachi, Asuka Langley Soryu as Asuka, Kyoya Hibari as Om Tukang Reparasi, Gajeel Redfox as Gajeel, Konan as Konan, Mio Akiyama as Mio, Hayato Akaba as Akaba, Tsurara Oikawa as Tsurara, Izumo Kamizuki as Satpam Izumo, Akasuna no Sasori as Sasori, Tendo Pein as Pain, Zetsu as Zetsu, Roy Mustang as Roy-sensei, Kakuzu as Kakuzu,Youichi Hiruma as Hiruma, Aya Shameimaru as Aya, Yui Hirasawa as Yui, Gray Fullbuster as Gray, Yuki Nagato as Yuki, Deidara as Deidara, Momiji Inubashiri as Momiji, Mail Jeevas as Matt, Hidan as Hidan.
Credits (In Order of Appearance)
Naruto by Masashi Kishimoto, Arcana Heart by Examu Inc., Shakugan no Shana by Yashichiro Takahashi and Noizi Ito, Neon Genesis Evangelion by Yoshiyuki Sadamoto, Katekyo Hitman Reborn! by Akira Amano, Fairy Tail by Hiro Mashima, K-on! By Kakifly, Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata, Hagane no Renkinjutsushi by Hiromu Arakawa, TOUHOU Project by ZUN, The Melancholy of Haruhi Suzumiya by Nagaru Tanizawa and Noizi Ito, Death Note by Tsugumi Ohba and Takeshi Ohbata, Bleach by Tite Kubo, Phineas and Ferb by Jeff Marsh and Dan Povenmire.
Thanks berat buat kalian yang udah mau membaca dan mereview fic ini. Tanpa kalian, fic ini gak akan jadi sampai (senista) begini, lho! Yup, author ngilang lagi ke habitat asal...
|
||||||