
Chap 5 : Shin, Alisa, dan Xiaoyu kini dalam masalah besar. Mereka dikejar oleh Jin dan Tekken Force karena terbongkarnya identitas asli Shin yang ternyata panda biasa. Loloskah mereka?
Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Romance - Panda & L. Xiaoyu - Chapters: 5 - Words: 6,319 - Reviews: 6 - Follows: 1 - Updated: 04-28-12 - Published: 01-05-12 - id: 7714508
|
|
A+ A- |
Scarlet : akhirnya, setelah tertunda, fic chap 5 berhasil mengalir!
Nagi : dan saya sembuh!
Scarlet : berhubung ga ada ripiu, kita lanjutin aja pik kemaren…
.
.
.
Disclaimer :
Tekken belongs to Namco, meskipun kita menikahi Harada-sensei dan yang punya Namco belum tentu bakalan jadi punya kita.
Genre : Humorrr-romance-Drama
WARNING! This fic contains OOCness, gaje-ness, abal-ness, missing typo, dan rule 86, karena Panda akan kami jadikan cowok… sekaligus typo berantakan dan kosakata serampangan. Maklum, amatir…
Panda Juga Manusia(?)
.
.
Sebelumnya di "Panda Juga Manusia(?)"…..
Shin yang kemarahannya memuncak dengan segera menghajar Jin dengan pukulan terkuatnya. Dan Jin terpental hingga ke Himalaya(?).
"Shin? Apa yang kau lakukan? Kau telah menghajar Jin!", Xiao tersentak kaget melihat pertengkaran yang dimenangkan telak oleh Shin.
"Kenapa? Justru itu balasan untuk orang yang telah menyakitimu!"
"Tapi, caranya bukan begini! Aku masih mencintainya", bisik Xiao.
"Lalu? Setelah memacarinya, kau rela disiksa? Aku yang memiliki harga diri manusia dan keganasan Panda juga harus berhak membela majikanku sendiri!", Shin teriak dengan toak.
Dan semua orang mendengar percakapan mereka berdua.
"Bagus, Shin. Kau baru saja mendapat gelar The Most Wanted", Alisa yang entah darimana jadi ikutan nimbrung.
"Hanya ada satu jalan yang bisa kita tempuh untuk melewati semua ini…", Shin menerima lilin di atas kepalanya.
Namun terlambat, Jin telah memanggil armada Tekken Force untuk menyerangya.
Mereka dengan serempak berteriak,
"KABUUUUR!"
.
.
.
.
.
.
The Most Wanted
(backsound : LMFAO-Party Rock Anthem)
Kini, Xiaoyu, Shin, dan Alisa dikejar-kejar oleh gerombolan Tekken Force. Dan cara mengejar kali ini berbeda dari sebelumnya. Mereka mengejar dengan..
.
.
.
SHUFFLE!
Pantesan, dari tadi lagunya begitu…
"Xiao-sama, bisakah anda lari sendiri? Aku lelah! Mereka sudah mendekati kita!", keluh Shin yang berlari sambil menggendeong majikannya.
"Bisakah kau lebih cepat lagi?", kata Xiaoyu yang juga ikutan khawatir.
"aku sih bisa, tapi anda harus kulepas dulu. Tak kusangka semakin berlari badanmu semakin berat. Kau makan apa semalam?", kata Shin masih mengomentari majikannya.
"Jangan mentang-mentang kamu sudah jadi orang bisa seenaknya komentar!", Xiaoyu masih marah dan keberatan dikomentari seperti tadi.
Dan di tengah perdebatan mereka berdua, muncul suara computer.
"Expresscape mode, activate!".
.
.
.
.
.
.
MOENG!
Suara ala balap MotoGP kembali terdengar hingga telinga para pembaca dan tentara Tekken Force berlumuran darah. Karena kecepatannya, Shin tak bisa berhenti berlari. Dan kejadian tersebut membuat mereka tertabrak gerobak es krim Wall's dan meninggal dunia.
Maaf, saya salah beri ending. Jika tamatnya hanya sampai disini, tak ada cerita tentang aktivitas seperti saat Xiaoyu yang galau ria.
.
Karena Shin tak bisa berhenti berlari, dia baru saja menabrak kandang ayam, gerobak es cao, dan rumah Lee Chaolan, guru yang dikenal sangat seksi di kalangan cewek kelas 10-G.
Jika kalian berpikir bahwa aksi Lee selanjutnya adalah berteriak,"RUMAHKUUU!", jawaban kalian salah! Mau tahu? Mari kita lihat…
"AYAMKUUUUU!", teriak Lee sambil berlari menuju kandang ayamnya. Lee tampak marah dengan wajah merah padam yang justru membuat perempuan di sekelilingnya terpana, kecuali dua Author yang membaca cerita ini.
"Maaf, Pak. Kami ga bermaksud melakukan itu. Bisakah kami tinggal untuk mengganti semua kerugian yang Bapak dapat sekarang?", kata Xiaoyu yang merupakan pelopor dari aksi pengejaran tersebut.
Lee mulai berpikir untuk mencari solusi dari semua kejadian mengenaskan tersebut,sementara Trio Bingung yang terdiri dari Xiaoyu, Alisa, dan Shin menunggu giliran mendapatkan minyak Pertamax karena harga BBM naik(?).
1 jam…
.
.
.
2 jam…
.
.
.
3 jam…
.
.
.
Tampaknya, Xiaoyu dan Shin telah mempunyai keluarga, dan anak tunggalnya diberi nama Kamiya Rafael(?), yang saat ini berada dalam boyband SM*SH(?).
.
.
.
"EXCELLENT! SILAKAN MASUK!", mendadak, Lee mengeluarkan jargon andalannya.
.
.
.
"Wah, kita harus gimana? Kalo Jin beneran menghalangi kita kali ini, kita tidak bisa menemukan Dr. Bosconovitch!", keluh Shin yang sedang galau.
"Maafkan aku, teman-teman. Ini salahku. Seharusnya aku tidak mengaktifkan Escape Mode ketika tak tahu jalan… ", kata Alisa menyesali perbuatannya.
"tidak tahu jalan? Bukankah kau ini robot?",Tanya Xiaoyu.
"Ya begitulah masalahnya. Biarpun aku robot, aku juga punya batas kemampuan…", kata Alisa menerangkan dengan senter(?).
"Maksudya?", kata Xiaoyu heran.
.
.
.
.
.
.
.
"Paket internet buat ngebuka Goo*piiip* Maps abis. Padahal, itu satu-satunya GPS yang bisa yang punya duit buat perpanjang masa pakainya ga?"
GUBRAK!
.
.
.
.
Terdengar suara dobrakan pintu dari luar kamar. Tampak Jin dengan beberapa tentara Tekken Force memasuki ruangan tersebut. Shin, Xiaoyu, dan Alisa pun mulai memojokkan diri dan segera komat-kamit menyanyikan lagu "Mbah Dukun"(?)
"Hah? Kok takut semua sih?", Tanya Jin pada Trio Pojokan(?).
"Plis, jangan lakukan ini! Kalo kamu nyari Alisa atau nyari cowok ini, ambil saja!", Xiaoyu ketakutan dan segera menyerahkan diri.
"Kok kamu tega sama aku sih!", kata Shin mengeluh. "Kamu lebih menyayangi robot ini dibandingkan binatang peliharaanmu sendiri?"
"Apa maksudmu? Salah satu dari kalian harus dikorbankan atau kita semua tertangkap"
"siapa yang mau nangkep lu betiga!Aku kesini karena harus memperpanjang paket internetku!", kata Jin sambil menyodorkan selembar kertas yang ternyata voucher pulsa.
Jin pun melaju dan mendekati Alisa. Tak disangka dan dinyana, Jin membawa kapak raksasa.
"Mau kau apakan akuuuu?", Alisa sedikit ketakutan.
Jin tak mendengar. Dia teap focus dengan kapak yang dipegangnya.
"Jangan pukul aku pakai itu!", Alisa berteriak, namun Jin tetap akan melanjutkan tugas sucinya(?).
.
.
.
.
.
.
CETAK!
.
.
.
.
.
"Aku robot yang terlalu kuat. Kalo kamu puku pake itu, ga mempan!",kata Alisa melihat kapak yang dibawa Jin benar-benar patah.
Namun ternyata, Jin tak menyerah. Dia tetap berusaha membelah kepala Alisa dengan menyuruh pengawalnya, Nina, membawakan senjata yang lain.
"Woy, Pantat Bebek! Lo ga bisa bikin modus standby? Dia khan robot punya loe!", kata Shin menggunakan bahasa gaul untuk mengingatkan Jin.
'Tampaknya, Jin sudah datang. Berarti waktunya semakin dekat', batin Xiaoyu sambil merenung.
Sementara itu…
Jin mengaktifkan modus standby, dan mulai membuka isi kepala Alisa perlahan. Lalu, meletakkan SIM card ke hapenya untuk diisi ulang.
"pantesan hapenya ga dipake…",kata Shin yang sejak dulu merasa bingung kenapa hapenya Jin tak bisa dihubungi.
.
.
.
~TBC~
Scarlet : Wah, lumayan susah buat nyari ide untuk yang ini
Nagi : maaf jika isinya terlalu pendek
Scarlet : jika anda ingin mengirim kritik, saran, atau pertanyaan dan rikues penpik, silakan memencet tombol Review di bawah ini
|
||||||