
Perjuangan Cinta seorang Jung Yunho. Usaha Yunho untuk membantu duo ChangKyu. "Kau pasti tidak akan bisa". "Aku pasti bisa". "Kuberi kau waktu tiga bulan."
Rated: Fiction K - Indonesian - Romance/Humor - Chapters: 4 - Words: 8,579 - Reviews: 52 - Favs: 11 - Follows: 8 - Updated: 04-06-12 - Published: 03-19-12 - id: 7939017
|
|
A+ A- |
Tittle :: Perjuangan Cinta Jung Yunho
Main Cast :: Jung Yunho/Kim Jaejoong
Slight :: Yoosu, Kangteuk, ChangKyu (As Jaejoong little brother)
Annyeonghaseyo.. ^^ Mi kembali membawa yang ditunggu. Mian kalau lama. Mi banyak tugasnya, kemarin Mi sempet post fict baru sebagai selingan. semoga suka :)
oke, biar nggak lama, Mi cuma mau bilang DON'T LIKE DON'T READ! NO PLAGIAT AND NO BASHING! Gomawo.. :)
HAPPY READING ^_^
.
.
PERJUANGAN CINTA JUNG YUNHO
FILE 3
CHANGMIN AND KYUHYUN
.
.
Yunho terus guling-gulingan di kasurnya. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi Yunho masih belum bisa tidur. Sesekali ia mendesah mengingat syarat dari Youngwoon. Untuk syarat kedua, ia tidak terlalu memusingkannya. Tapi untuk syarat ketiga, itu yang membuatnya bingung.
Menyelesaikan masalah dua adik kembar Jaejoong, memangnya mereka punya masalah apa? Saat Yunho tanya saja mereka menjawab tidak dengan nada ketus. Bagaimana Yunho bisa menyelesaikan syarat dari Youngwoon. Yunho mengacak rambutnya saking kesalnya. Ia berdiri dan keluar dari kamarnya. Yunho berniat mengambil air minum untuk menyegarkan pikirannya. Saat menuruni tangga terakhir, Yunho mendengar sebuah isakan yeojya dari arah ruang tengah. Seketika bulu kuduk Yunho meremang. Hantu kah, pikir Yunho.
Dengan segenap keberanian, Yunho melangkah mendekati suara itu. Semakin ia mendekatinya suara itu semakin keras. Yunho merasa semakin merinding. Ia mengintip dari balik tembok untuk melihat siapa yang menangis. Mata Yunho terbelalak saat mendapati seorang yeojya berambut acak-acakan dan memakai gaun putih duduk terisak di depan TV rumahnya yang menyala. Sempat ia mengira itu Rae Mi, tapi sebuah alasan mematahkan perkiraannya. Yaitu, kenyataan bahwa sekali Rae Mi tidur, ia akan sulit dibangunkan. Tiba-tiba sosok itu mengeluarkan jeitan histeris. Suaranya melengking, membuat Yunho lari pontang-panting ke kamar orangtuanya dan menerobos masuk ke dalam selimut orangtuanya.
"Aish, Yun, kau ini apa-apaan?" dengus Mrs. Jung sebal.
"Um-Umma, ada hal gawat, Umma. Aigoo.. kita harus memanggil dukun, orang pintar, dan paranormal lainnya." Seru Yunho heboh.
"Kalau kau butuh orang pintar, kau bisa memanggil adikmu. Kau tahu, dia barusaja naik peringkat di kelasnya." Jawab Mr. Jung.
"AIgoo, Appa, Rae Mi itu bukan termasuk orang pintar. Dia itu orang tidak sengaja pintar." Balas Yunho. (Raemi: lo minta gw dari Jaejoong? | Yunho: ampun, nggak lagi.)
"Heeei, jangan menghina Rae Mi, Yun. Sudah katakan saja ada apa?" kata Mrs. Jung.
"Di rumah kita ada hantunya, Umma." Kata Yunho.
"Hantu? Hantu dari Hongkong. Mana ada hantu di rumah kita." Balas Mr. Jung.
"Aish, ada, Umma. Dia sedang ada di ruang tengah." Yunho terus mempertahankan pendapatnya.
"Umma… Appa… hiks… hiks…"
Sesosok yeojya bergaun putih masuk ke kamar orangtua Yunho dengan langkah terseok-seok. Suaranya parau seperti orang yang kebanyakan menangis. Semua orang yang ada di kamar itu menahan nafas dan saling terbelalak. Orangtua Yunho tidak menyangka ucapan anak mereka benar.
"Yun, kau tidak menutup pintunya tadi?" Tanya Mr. Jung panik.
"A-aku lupa, Appa." Jwab Yunho sedikit gugup.
"Sekarang kita bagaimana?" Mrs. Jung tak kalah panik. Entah ilham darimana, Mr. Jung berlari kemar mandi di kamarnya dan mengambil segayung penuh air dan menyiramkannya kearah sosok yeojya itu. Karena mendapat siraman mendadak, si yeojya menjadi megap-megap dan terbatuk. Merasa lawannya sedikit lengah, Yunho bangkit dan menyalakan lampu kamar.
"Ohok! Ohok!"
"Rae Mi-ah?" pekik Mrs. Jung.
"U-Umma… ohok!"
.
.
"Jadi itu tadi kau?" Tanya Yunho masih tidak percaya. Ia barusaha mengira adiknya seorang hantu. Sekarang ia sedang menemani adiknya minum susu cokelat hangat di kamar Rae Mi. Rae Mi sendiri badannya terbungkus selimut, untuk menghangatkan badannya yang kedinginan karena disiram ayahnya. "Kenapa kau memakai baju seperti itu?"
"Apanya yang kenapa? Aku memang sering memakai baju seperti itu untuk tidur. Kau ini yang apa-apaan mengira aku hantu." Balas Rae Mi.
"Salahmu menangis sendirian ditengah malam."
"Memangnya aku harus membangunkanmu dan mengajakmu menangis bersamaku?"
"Kau ini. Kenapa kau menangis malam-malam, eoh?"
"Aku menonton film."
"Hanya menonton film saja kau menangis?"
"Kalau aku menonton film sedih, apa aku harus tertawa sampai perutku sakit? Sudah sana pergi!" Rae Mi mendorong Yunho sampai di depan pintu kamarnya.
"Rasanya ada yang aneh denganmu." Kata Yunho.
"Kau yang aneh!" sentak Rae Mi kemudian menutup pintu kamarnya di depan wajah Yunho.
.
.
Hari ini sekolah Yunho tidak terlalu padat pelajaran. Maklum, seminggu lagi akan ada perayaan ulang tahun sekolah yang ke-60. Banyak siswa dan guru yang sibuk dengan perayaan ini. Termasuk Jaejoong yang menjadi wakil ketua panitia kali ini. Yunho sedang berada di ruang panitia bersama Yoochun yang sedang mengoreksi laporan dari anak buahnya. Maklum, tahun ini ia dipilih menjadi ketua panitia.
"Hei, Chun, aku merasa aneh dengan Rae Mi." kata Yunho.
"Aneh bagaimana?"
"Kemarin saat aku melihat Rae Mi-ah, aku teringat Changmin dan Kyuhyun. Kenapa, ya?"
"Haah, dasar pabbo, adikmu dan duo kembar itu, kan, satu sekolah." Kata Yoochun.
"Hee? Serius? Memangnya adik Jaejoong sekolah di SM Junior High School? Kau tahu darimana?" Tanya Yunho tak percaya.
"Junsu yang memberitahuku. Memangnya syarat kali ini berhubungan dengan adik kembar Jaejoong?"
"Ne, Youngwoon ahjusshi menyuruhku membantu menyelesaikan masalah mereka."
"Memangnya apa masalah mereka?"
"Mana aku tahu."
.
.
Berbekal informasi dari Yoochun, Yunho sengaja mendatangi sekolah adiknya. Bukan untuk menjemput adiknya, tapi untuk menemui Changmin dan Kyuhyun. Yunho menunggu disamping gerbang sekolah. Bel sekolah bordering, tak lama kemudian banyak siswa yang berhamburan keluar. Yunho memperhatikan setiap murid yang berjalan keluar. Sampai akhirnya ia melihat adiknya bersama dengan Changmin dan Kyuhyun juga Cheondoong berjalan melintasi lapangan sambil tertawa.
Yunho sedikit shock melihat pemandangan yang baru ia lihat. Bukan kaget karena diknya berjalan dengan tiga orang namja tampan. Tapi bagaimana bisa adiknya dekat dengan adik kembar Jaejoong. Yunho tidak terlalu kaget melihat Rae Mi bersama Cheondoong, karena mereka memang bersahabat sejak kecil. Rumah Cheondoong hanya berjarak dua rumah dari rumahnya.
Rae Mi dan teman-temannya berhenti saat bertemu dengan Yunho di depan gerbang.
"Oppa? Sedang apa Oppa disini?" Tanya Rae Mi heran. Sangat jarang Yunho menjemputnya disekolah. Tentu saja jarang, karena Yunho sudah mengikrarkan tidak akan menjemput Rae Mi, kalaupun ia menjemput Rae Mi, itu pasti karena terpaksa. Begitu juga Rae Mi, ia malas jika Yunho menjemputnya.
"Kau kenal dengan mereka?" Tanya Yunho pada Rae Mi sambil menunjuk Changmin dan Kyuhyun bergantian.
"Kenapa tidak, mereka sahabatku." Balas Rae Mi cuek.
"Chagiya, kau mengenalnya?" Tanya Changmin.
"Tentu saja, dia Oppa-ku." Jawab Rae Mi.
"Tunggu dulu, kau memanggilnya 'Chagiya', memangnya kau pacarnya?" Tanya Yunho.
"Bukan."
"Lalu?"
"Memang kenapa? Maslaah buat lo?" pekik Changmin dan Rae Mi.
.
.
"Jadi kau tahu Changmin dan Kyuhyun itu adik kembar Jaejoong?"
"Ne."
"Ya! Kenapa kau tidak memberitahuku?" pekik Yunho kesal. Sesampainya dirumah, Yunho langsung menarik Rae Mi ke kamarnya. Mrs. Jung bahkan sampai kaget melihat kedua anaknya pulang bersama.
"Oppa tidak tanya, kenapa aku harus memberitahu Oppa. Informasi dariku itu mahal." Kata Rae Mi. Yunho menjambak rambutnya.
"Kalau begitu kau mau membantuku?"
"Ani."
"Hah? Kenapa?"
"Kau tidak membayarku."
Yunho menggeram kesal. Mimpi apa dia sampai memiliki adik seperti Rae Mi. Seingatnya dulu, Rae Mi adalah gadis manis dan penurut, sampai ia masuk sekolah dan kenal dengan Cheondoong. Sejak itu Rae Mi mulai kehilangan kemanisanannya dan berubah menjadi sangar.
"Kenapa kau perhitungan dengan kakakmu?"
"Zaman sekarang tidak ada yang gratis, Bung." Jawab Rae Mi cuek. Yunho merasa ingin membenturkan kepalanya ke tembok.
"Baiklah, kalau begitu akan kubelikan boneka teddy untukmu. Bagaimana?" tawar Yunho.
"Tidak mau, kau pikir aku anak perempuan memebelikanku boneka teddy." Sengit Rae Mi.
"Ya! Kau ini memang perempuan Rae Mi-ah! Lihat apa yang kau pakai itu!" sentak Yunho. Rae Mi menunduk dan melihat ia memakai rok sekolah. Rae Mi nyengir kuda.
"Ehehehe… Mian, Oppa, aku lupa. Tapi aku tidak mau boneka, Oppa." Kata Rae Mi dengan polosnya.
"Lalu kau maunya apa?"
"Mobil balap sport." Jawab Rae Mi sambil mengacungkan telunjuknya dan mengangguk mantab.
"Ya! Kau ini mau memerasku, hah? Kira-kira, dong!"
"Baiklah, belikan aku sepasang sepatu sport yang keren ukuran 8 dan 9." Kata Rae Mi.
"Kenapa harus dua?" Tanya Yunho.
"Yang ukuran delapan untukku, ukuran sembilan untuk Cheondoong."
"Kenapa aku juga harus membelikan sepatu untuknya?"
"Kalau kau tidak mau, ya sudah, aku tidak jadi membantumu." Rae Mi berdiri dan berjalan kepintu. Tapi Yunho menahannya. Dengan berat hati Yunho menyetujui permintaan Rae Mi. "Jadi, apa yang harus kubantu?"
"Beritahu aku apa masalah yang dimiliki Changmin dan Kyuhyun."
"Masalah seperti apa?"
"Entahlah, kurasa masalah yang memberatkan mereka sekarang ini. Kau tahu, yang selalu mereka pikirkan."
Rae Mi tampak berpikir sebentar. "Kurasa aku tahu masalah Kyuhyun."
Wajah Yunho berubah senang. "Benarkah, apa masalahnya?"
"Hmm.. besok, saat jam pulang sekolah di sekolahmu, perhatikan saja terus pintu gerbang sekolahmu. Kalau kau pintar, kau pasti akan tahu." Jawab Rae Mi. yunho sedikit bingung. Apa hubungannya memperhatikan gerbang sekolah dengan masalah adik kembar Jaejoong. Belum sempat ia bertanya lebih lanjut, Rae Mi sudah terlanjur pergi keluar kamarnya.
.
.
Bel pulang sekolah berbunyi sekitar lima menit lagi. Yunho terus memandangi gerbang sekolahnya, ia benar-benar berharap Changmin dan Kyuhyun akan muncul disana. Akhirnya bel yang dinanti bordering juga. Secepat kilat Yunho membereskan bukunya dan menarik Yoochun menuju gerbang depan sekolah. Tinggal lima meter lagi Yunho sampai di gerbang, ia sudah melihat Kyuhyun yang celingukan di dekat gerbang sekolahnya.
"Chun, target ada didepan." Ujar Yunho dengan semangat. Yoochun hanya mendesah melihat kelakuan aneh sahabatnya. Yunho kembali menarik Yoochun untuk menemui Kyuhyun.
"Annyeong Kyuhyun-ah. Changmin mana?" Sapa Yunho ramah pada Kyuhyun. Kyuhyun memandang Yunho dengan pandangan bosan.
"Dia ada urusan." Jawab Kyuhyun cuek.
"Kau sendiri, sedang apa disini?" Tanya Yunho dengan nada manis. Yoochun ingin muntah mendengar nada bicara Yunho.
"Bukan urusanmu. Pergi sana!" usir Kyuhyun. Ia kembali memperhatikan sekolah Yunho.
"Kyunnie? Kau menjemputku lagi?" Tanya sebuah suara lembut. Ketiga namja tampan itu menoleh kearah sumber suara.
"Mi-Minnie noona? Ne, a-aku datang menjemputmu." Jawab Kyuhyun gagap. Ternyata, pemilik suara itu adalah Lee Sungmin, siswi manis dari kelas 2-2.
"Mianhae, Kyu. Aku ada janji dengan Jungmo-ya. Tidak apa-apa, kan?" tolak Sungmin halus. Kyuhyun memandang namja yang berdiri disamping Sungmin.
"Ah, gwaenchana, Noona. Lain kali saja aku mengajakmu pulang bersama. Annyeong." Kyuhyun berjalan pergi. Yunho dan Yoochun mengikuti Kyuhyun pergi.
"Hei, Kyu, kenapa kau malah pergi?" Tanya Yunho. Kyuhyun diam tak menjawab.
"Hei, Kyu!" panggilnya lagi.
"Ya! Kau ini apa-apaan. Berisik sekali, sih? Sana pergi, jangan ganggu aku!" usir Kyuhyun.
"Kau menyukai Sungmin, ya?" tebak Yoochun tepat sasaran. Kyuhyun berhenti. "Benar, kan?"
"Sok tahu." Cibir Kyuhyun sambil menyeringai.
"Aku lebih berpengalaman masalah wanita daripada dirimu." Balas Yoochun. "Aku sering melihatmu memperhatikan gerbang sekolah kami setiap hari Selasa dan Kamis. Dan kau akan pergi saat melihat Sungmin mulai mencul. Baru sejak seminggu yang lalu kau berani mengajak Sungmin pulang. Kau menyukainya, kan?"
Kyuhyun merasa kalah telak. Sedangkan Yunho melongo karena tak menyangka sahabatnya bisa sampai seperti itu.
"Jadi kau sudah tahu dia adik Jaejoong?" Tanya Yunho.
"Tidak juga, aku baru tahu saat ia menjemput Sungmin kamis lalu. Itu juga karena Junsu yang memberitahuku." Kata Yoochun. Kyuhyun ingat, saat minggu lalu ia menjemput Sungmin, ia berpapasan dengan Junsu yang sedang berjalan bersama seorang namja. Ia tidak menyangka, bahwa namja itu adalah Yoochun.
"Kalau aku memang menyukai Sungmin noona kenapa?" tantang Kyuhyun.
Yunho melongo dan terpekik, "Kau menyukai Sungmin?"
"Apa Jaejoong tahu?" Tanya Yoochun tetap stay cool.
"Tidak. Jaejoong noona tidak tahu. Kenapa? Kau mau membantuku? Agar kau bisa mendapatkan Noona-ku?"
"Ne, aku akan membantumu." Kata Yunho pasti.
"Kau tidak akan bisa." Kyuhyun mencibir dan kembali berjalan.
"Aku pasti bisa." Sahut Yunho. kyuhyun tidak merespon. "Hei, apa kau tahu apa masalah Changmin?"
Kyuhyun menoleh sebentar. "Cari tahu saja sendiri."
.
.
Benar kata Yoochun. Setiap hari Selasa dan Kamis, Kyuhyun selalu menanti Sungmin pulang. Suatu hari, saat Sungmin menolak ajakan pulang Kyuhyun, Yunho kembali menawarkan bantuan pada Kyuhyun. Dan tentu saja Kyuhyun terus menolak tawaran Yunho. Lumayan sulit untuk Yunho. Karena Kyuhyun sulit untuk ramah padanya. Tapi demi mendapatkan Jaejoong, Yunho terus berusaha membujuk Kyuhyun agar mau dibantu olehnya. Bahkan Yunho sampai menyuruh Junsu meminta no. HP Kyuhyun pada Jaejoong. Dan untunglah, Junsu mau.
Selepas perayaan ulang tahun sekolahnya, Yunho mengajak Kyuhyun dan Changmin bertemu di café dekat sekolahnya. Saking semangatnya, Yunho bahkan datang limabelas menit lebih cepat dari waktu janjian.
Pintu café terbuka, muncullah Kyuhyun dan Changmin yang langsung menemui Yunho.
"Maaf, kami terlambat." Kata Kyuhyun.
"Tidak masalah. Aku juga baru datang." Kata Yunho.
"Bohong, minum mu saja hampir habis. Itu artinya kau sudah lama ada disini. Apa kau akan mengatakan hal itu juga jika Jaejoong noona terlambat datang ke café tempat kalian kencan?" tuduh Changmin. Yunho tertohok. Mulut anak ini pedas juga, batinnya.
"Silahkan duduk." Changmin dan Kyuhyun duduk di depan Yunho.
"Ada apa kau mengajak kami kemari? Cepat katakana, kami sibuk." Kata Kyuhyun.
"Kau sudah tahu, Kyuhyun-ah. Aku ingin membantumu mendapatkan Sungmin." Kata Yunho.
"Mwo? Kyu, dia tahu kau suka dengan Minnie noona? Bagaimana bisa?" Tanya Changmin.
"Dia melihatku sedang menunggu Sungmin noona pulang." Jelas Kyuhyun pada Changmin.
"Dan aku menawarkannya bantuan." Sambung Yunho.
"Tapi aku menolak." Balas Kyuhyun.
"Memangnya apa susahnya menerima bantuanku? Lupakan syarat dari ayahmu. Aku tulus ingin membantumu." Kata Yunho.
"Dan aku tulus menolak bantuanmu." Kata Kyuhyun.
"Kurasa, tidak ada salahnya menerima bantuannya, Kyu. Kulihat, dia percaya diri sekali bisa membantumu." Kata Changmin.
"Menurutmu begitu?" Tanya Kyuhyun. Changmin mengangguk. Dengan berat hati Kyuhyun menerima bantuan Yunho. "Baiklah, aku terima bantuanmu. Kau harus bisa membuat Sungmin noona jatuh cinta padaku. Kuberi waktu tiga bulan untuk melakukannya. Bagaimana?"
"Baiklah, itu tidak terlalu sulit. Lalu, apa aku boleh tahu masalahmu, Changmin-ah?" Tanya Yunho. changmin sedikit gugup ditanya seperti itu.
"Ke-kenapa kau bertanya begitu?" Tanya Changmin.
"Sudah, jawab saja. Untuk yang kali ini aku yakin dia pasti berpikir dua kali untuk membantumu." Kata Kyuhyun.
"Memangnya kenapa?" Tanya Yunho bingung.
"Changmin?" Kyuhyun memandang Changmin meminta persetujuan.
"Ter-terserah kau saja, Kyu." Jawab Changmin akhirnya. Kyuhyun menyeringai. Yunho menanti Kyuhyun bicara.
"Masalah Changmin, sama dengan masalahku. Dia menyukai seorang yeojya." Mulai Kyuhyun.
"Siapa yeojya itu?"
"Hyung yakin ingin tahu?" goda Kyuhyun. Ini pertama kalinya Kyuhyun memanggil Yunho dengan sebutan 'Hyung'.
"Katakan saja." Jawab Yunho santai.
"Yeojya itu adalah Jung Rae Mi." jawab Kyuhyun.
"APA?"
TBC
RAEMI CURCOL AREA
Sebelum Mi mulai bercurcol ria, Mi mau memberitahu sesuatu,
bagi yang belum tau, Cheondoong itu nama panggung (korea) buat Park Sanghyun a.k.a Thunder MBLAQ.
Kalau MBLAQ pasti tahu, kan? nggak tahu? itu lho, yang ada mantan pacarnya Rae Mi (Read: G.O, Seungho, Lee Joon) *dibunuh A+*
Oh ya, mian kalo di chap ini ChangKyu masih dikit.
Insyaallah, chap depan dibanyakin deh :D
ika zordick :: ini udah di update chingu :) semoga suka
OktavLuvJaejoong :: menurutku juga gitu chingu. mereka emang kayaknya nggak terlalu mirip. tapi namanya sodara kembar pasti ada miripnya, kan? :) nah, itu udah tau masalahnya si duo upil *#PLAK!* epil maksudnya :D
HaeRieJoongie :: chingu potong tumpeng? tunggu, Mi ambil piring dulu *lari ambil piring* :D mwo? muka Yunho yang pas apa chingu?
Sirius :: ne, chingu, mari kita berdoa untuk keselamatan Yunho oppa :D ini udah update chingu, semoga suka :D
Yuniati Khairun Nisa :: jangan takut pencet ikon review chingu, Mi nggak gigit kok :) (ChangKyu: Bohong! | Mi: *sumpel mulut Changkyu pake tissu* jangan di dengerin chingu)
hatakehanahungry :: mian chingu, kayaknya hanchul nggak bisa muncul nih, gpp, kan? :) kalau mau yang ada hancul-nya, bisa baca fict Mi yang Waiting For You. disana ada hancul kok :)
tyaaAR :: disini duo Changkyu udah muncul chingu. semoga suka.. :)
JJagNabil :: ne, gomawo chingu ^^ ini udah dilanjut. semoga suka :)
|
||||||