
Gara-gara Kondo bercerita tentang kisah horror, markas Shinsengumi langsung di datangi para hantu yang kurang kerjaan. Dan gara-gara itu pula Gintoki dan dua orang yorozuya lainnya terpaksa harus terlibat dalam pengusiran hantu di markas Shinsengumi. Gimana cara mereka mengusir hantu itu ya?
Rated: Fiction T - Indonesian - Horror/Humor - Gintoki S. & Hijikata T. - Chapters: 3 - Words: 6,596 - Reviews: 10 - Favs: 7 - Follows: 2 - Updated: 01-08-13 - Published: 06-03-12 - id: 8180485
|
|
A+ A- |
Title :Hantu Markas Shinsengumi
Disclaimer : Gintama © Sorachi Hideaki
Rated : T aja deh.
Warning : Gaje, OOC (maybe), Misstypo, Shonen ai (gue ragu dengan yang ini),laknat, nista, ada para hantu yang kurang kerjaan, acak-acakan, ancur, dll
Summary : Gara-gara Kondo bercerita tentang kisah horror, markas Shinsengumi langsung di datangi para hantu yang kurang kerjaan. Dan gara-gara itu pula Gintoki dan dua orang yorozuya lainnya terpaksa harus terbilat dalam pengusiran hantu di markas Shinsengumi. Gimana cara mereka mengusir hantu itu ya?
.
.
.
.
Don't like don't read!
The previous story :
"Oh... jadi begitu"
"Jadi gimana, maukah kau menolong ku membasmi hantu itu dari markas kami? Please, dan bolehkah aku nginap disini selama beberapa hari?"
"Mp... baikah kau boleh menginap di rumahku beberapa hari, tapi yang satu lagi...
Ada syaratnya, khukhukhu..."
Glek… Hijikata menelan luda saat melihat raut wajah Gintoki yang berubah drastis menjadi sadis. 'Perasaan ku nggak enak. Ni orang pasti minta nya yang aneh-aneh' Batin Hijikata. "Jadi…."
"Jadi apa?" Tanya Gintoki.
"Apa syaratnya?" Tanya Hijikata serius.
"Syarat apa?" Tanya balik Gintoki dengan tampang tak berdosa sama sekali tanpa memperdukilan Hijikata yang udah memasuki devil mode.
"Hoi Natural Perm, aku nggak main-main bodoh!" Teriak Hijikata sambil nyodorin pedang ke arah muka Gintoki.
"Hey hey, kau mau membunuh suami-mu sendiri" Hijikata langsung melotot. Ho, suami, kapan mereka menikah?
"Oi, suami kata mu, emang kapan kita nikah?" Tanya Hijikata dengan tatapan membunuh.
"Dua bulan yang lalu," Hijikata langsung men death-glare Gintoki "Hey, aku cuma bercanda kok" Sambung Gintoki yang takut ngelihat death-glare si Hiji.
"Bercandanya nggak lucu" Sindir Hijikata.
"Syaratnya yah…. Kau harus jadi pembantuku di sini selama satu tahun dan kau harus mematuhi apa yang ku perintahin"
Sigh
Hening, ruangan yang tadinya bersuara langsung hening seketika… Hijikata diam seribu bahasa mendengar syarat yang dibilang Gintoki tadi.'Nah betul kan, dia minta yang aneh-aneh' Batin Hijikata meratapi nasibnya yang sial.
"A…apa nggak ada syarat yang lain?" Tanya Hijikata memecah keheningan.
"Ada, kau harus tinggal di rumahku dan melakukan hal 'itu' dengan ku selama satu tahun" Tawaran Gintoki yang satu ini membuat Hijikata bergidik. Ha, apa? Apa dia gila, melakukan 'itu' dengan dia selama satu tahun! Bisa-bisa Hijikata nggak bisa jalan selama beberapa bulan gara-gara dia.
"Jadi, mana yang kau pilih, yang pertama, atau yang kedua, Oogushi-kun~" Tawar Gintoki dengan muka yang oh-god-sangat-mencurigakan-banget, membuat Hijikata makin merinding ngelihatnya.
Entah kerasukan setan apa, Hijikata malah berkata "Baiklah, aku pilih yang kedua"
Tanpa ba-bi-bu-a-i-u, Gintoki langsung menyeret Hijikata ke kamarnya seraya berkata "Persyaratan yang ke dua, dimulai dari sekarang" Dan untuk adengan selanjutnya terpaksa di sensor akibat rate nya yang belum Author ganti sampai sekarang.
Keesokan Harinya…
"Tumben sepi markas Shinsengumi" Sahut Gintoki yang langsung di death-glare oleh Hijikata.
"Tutup mulutmu natural perm!" Hijikata langsung membawa (baca : Menyeret) Gintoki masuk ke dalam markas Shinsengumi (dan tentunya si Hiji jalannya agak pincang gara-gara persyaratan yang di beri Gintoki).
TapTapTap
Terdengarlah suara hentakan kaki mereka di sekeliling lorong yang mereka lewati, yaiyalah kedengeran, secara markasnya kosong gitu. Setelah lama mereka berjalan akhirnya mereka nyampai juga ke aula markas Shinsengumi.
"Oogushi-kun, kenapa kau membawa ku ke tempat yang nggak ada orangnya hah?" Tanya Gintoki yang udah rada bosen keliling markas mulu.
"Udah diam aja!" Balas Hijikata sambil melihat keadaan di sekeliling ruangan.
"Oogushi-kun biar ku tebak, kau ingin mencari hantu itu pagi-pagi gini kan?" Tebak Gintoki yang ternyata tepat 100%.
"Kalau ia memangnya kenapa?" Tanya Hijikata sinis.
"Bodoh mana ada hantu nongol pagi-pa…" Tiba-tiba perkataan Gintoki terputus akibat suara seseorang dari ujung pintu sono yang berbunyi "Oi Gintoki, Toshii, ngapain kalian kesini?" Sontak pandangan pasangan Seme-Uke itu langsung tertuju pada seseorang yang manggil nama mereka. Dan tada… ternyata yang memanggil nama mereka tadi adalah Si Komandan Gorilla alias Kondo! Ya saudara-saudara Kondo! Dan kali ini Kondo nya yang 'asli' lho. Hijikata yang masih mengira Kondo itu adalah Kondo 'jadi-jadian' langsung berteriak "HANTU!" dan saking kagetnya, Hijikata langsung meluk Gintoki, sedangkan yang dipeluk yah… hanya cengir-cengir kegirangan plus meng death-glare Kondo.
"Hey hey, apa maksudmu Toshii? aku ini Kondo yang asli tau! Satu lagi, kalau kalian mau bermesraan, jangan di sini dong!" Tegur kondo. Sebenarnya sih dia iri banget ngelihat kemesraan pasangan GinHiji tadi (GinHij : Woi, itu faktor ketidak sengajaan tau!), kenapa? Yah karena sampai sekarang dia belum bisa ngedapatin hati otae-san, nah coba lihat Okita, mudah amet ngedapatin hatinya si China, apa lagi Gintoki, tu lihat aja tadi, mudah banget ngeluluhin hati sang Demonic Vice-Commander yang terkenal sadis. Oh baiklah, yang di atas ini kayaknya gak nyabung sama alur cerita, jadi lupain aja yang satu ini ya.
"Oh… Jadi kau Kondo-san yang asli ?" Tanya Hijikata sembari melepaskan pelukannya dari Gintoki.
" Yaiyalah Toshii, aku yang asli tau" Balas sang Komandan gorilla, tiba-tiba muncul sesosok wanita dari belakang Kondo dan yang pertama meyadari kehadiran wanita itu adalah Gintoki.
'Eh, si Gorilla bawa teman cewek ya kesini?' Tanya Gintoki pada dirinya sendiri sembari memperhatikan sosok wanita yang ada di belakang Kondo. Selang beberapa detik pandangan Gintoki langsung tertuju ke kaki wanita itu. 'Kakinya nggak nyentuh lantai. Oh… ya udah berarti dia hantu dong' setelah beberapa detik termenung... 'T…tunggu dulu, hantu? h…HANTU!eh salah… siapa nama hantunya nggak salah? Oh ya sadako. Gyaaa! Miss Sadako!' Jerit Gintoki dalam hati. Spontanaja Gintoki langsung menarek tangan Hijikata plus mendekatkan badan Hijikata ke badannya yang oh-my-god-six-pack-abis. Sontak Hijikata langsung kaget plus muka-nya langsung memerah semerah tomat Romano.
"Hey a…apa y...ya...yang ka..kau la...la...lakukan bodoh?" Tanyanya terbatah-batah.
"Oi apa kau tidak melihat cewek di belakang si Gorilla ya?" Tanya Gintoki mengabaikan pertanyaan Hijikata.
"Hah?" Hijikata langsung mengedarkan pandangannya ke arah belakang Kondo. Dan… benarlah apa yang di katakan Gintoki tadi sesosok cewek berambut panjang, memakai daster putih, dan mata kanannya ketutup poninya yang panjang "Eh iya ya" Satu detik kemudian pandangan Hijikata langsung tertuju pada kaki sesosok cewek itu "Mp… kakinya tidak menyentuh lantai" Beberapa menit setelah termenung (Author : Ampun lola amet ni orang)...
"T…tunggu dulu, j…jangan-jangan…" Hijikata langsung menatap Gintoki dengan tatapan 'Oi-jangan-bilang-dia-miss-sadako!"
Gintoki yang mengerti arti dari tatapan Hijikata tadi langsung berkata "Emang dia miss Sadako oon! Itu yang mau gue bilang dari tadi dasar lola!" Seraya melepaskan tangan Hijikata dan mundur sambil ambil ancang-ancang untuk kabur.
Hijikata memandang horror ke arah Kondo, begitu juga dengan Gintoki yang udah ngambil ancang-ancang buat kabur. Kondo yang merasa risih banget di pandangin mereka kayak gitu langsung bertanya " Oi, kalian ngapain mandang gue dengan tatapan horror seh?" Sambil berjalan mendekati mereka berdua, dan ternyata hantu itu ngekor dari belakang Kondo, alhasil bulu kuduk Gintoki dan Hijikata merinding disko.
"Stop! Jangan bergerak Kondo-san!" Bentak Hijikata yang dari tadi udah rada ketakutan, membuat Kondo makin bingung 'Sebenarnya ada apa sih? Apa ada yang salah padaku? Atau mereka yang lupa makan obat kali ya?' Pikir Kondo melihat tingkah laku aneh mereka berdua.
"Hijikata-kun, kalau kau masih sayang nyawa, ikuti aba-aba dari ku" Perintah Gintoki yang udah ketakutan. Hijikata hanya mengangguk.
"B…baiklah d…da...dalam h…hi...hi...hitungan ketiga, ki…ki...kita langsung lari dari tempat i…ini mengerti" Hijikata hanya mengangguk, keringat dingin udah keluar membasahi sekujur tubuhnya karena saking ketakutan.
"B…baiklah,"
"3.."
"2.."
"1…"
"HANTUUU!" Gintoki dan Hijikata lari tunggang langgang menuju ke surga #plak eh salah maksudnya ke rumah Gintoki, meninggalkan Kondo yang lagi mencerna apa maksud teriakan mereka tadi, sedangkan hantu yang ngekor di belakang Kondo malah unjuk gigi ala pepsoden ke arah kamera (Readers : emangnya lagi syuting ape!).
"Tunggu, tadi mereka bilang hantu, j…jangan-jangan…" Kondo akhirnya memutuskan untu melihat ke belakang, yah keputusan yang sangat tepat!. Saat melihat ke belakang, yang di dapati Kondo adalah sesosok cewek alias miss Sadako yang lagi unjuk gigi-nya yang super kinclong, bahkan mengalahkan kinclongnya gigi Maito Gai #Dor. Spontan aja si Kondo langsung teriak "HANTUUU!" dan kali ini dia nggak pingsan, sekarang dia malah lari kebirit-birit menuju ke kediaman Shimura.
"Eh kenapa? Apa ada yang salah sama gigi ku? Padahal gue mau minta komentar mereka bertiga tentang gigi gue, biar gue bisa membintangi iklan pasta gigi, hah yaudah mending gue minta komentar sama author aja ah" Miss Sadako langsung menghilang.
Di kediaman si Gintoki…
"Hah.. Hah… Hah… Buset dah, ntu hantu buat jantung gue mau copot aja! Masak iya entu hantu main unjuk gigi ala pepsoden (?), itu pun kinclong-nya udah ngalahin kinclongnya gigi Maito Gai lagi!, emanganya ntu setan mau ikut kontes pemilihan model iklan pasta gigi ya?" Protes Gintoki sambil ngos-ngosan, dan akhirnya dia memutuskan untuk duduk di anak tangga dekat rumahnya.
"Mana ku tau bodoh!" Bentak Hijikata yang masih ngos-ngosan habis lari. Mereka akhirnya hanya diam membisu tanpa sepatah katapun yang keluar dali mulut mereka, dan terjadilah keheningan...
5 menit
1 jam
12 jam
24 jam
48 jam #plak ( Readers : Woi lama amet tu!)
Dan akhirnya Gintoki pun angkat bicara "Oh ya...Oogushi-kun, jadi gimana nih, saat aku memijakkan kaki di markas Shinsengumi, aku merasakan banyak penghuni mahluk ghaib yang ada di sana." Hijikata langsung kaget mendengar apa yang di bilang Gintoki tadi.
"Apa! Kau nggak main-main kan?" Tanya Hijikata untuk memastikan apa yang dibilang Gintoki itu benar.
"Yaiyalah, gue nggak main-main tau! Asal lu tau aja, gue bisa tau ada banyak mahluk ghaib di markan lo itu karena gue belajar cara ngerasain adanya mahluk halus sama si author sedeng itu tau!" Balas Gintoki yang hampin naik pitam gara capek.
"Ia ia, nggak usah marah-marah juga kali!" Sahut Hijikata. " Jadi… apa yang harus kita lakukan?" Tanya Hijikata serius.
Gintoki mikir bentar, setelah beberapa detik munculah sebuah bohlam ukuran lima watt di atas kepala Gintoki "Aha, aku punya ide. Gini, kalau mau hantu itu keluar semua, kita harus datang ke markas saat malam hari, dan mumpung nanti malam malam jum'at, kita bisa mudah menangkap hantu. Intinya, malam ini adalah malam yang tepat untuk menangkap hantu" Kata Gintoki dengan muka 'sok' serius.
"Oh..." Hijikata hanya bisa ber 'Oh' ria.
"Nah gimana, deal malam ini?" Tawar Gintoki yang langsung disambut baik sama si Hiji.
"Deal…"
"Ok…"
.
.
.
TBC
Author : Fyuh akhirnya selesai juga...
Sakamoto : Thor, napa nggak sekalian aja udah selesai ngepublishin chap 1, upate langsung chap 2 nya...
Author : Yah... maunya sih begitu, tapi karena nggak ada waktu, jadi sekarang deh updatenya
Sakamoto : Oh... terus munculin aku di chap selanjutnya ya... ahahahaha
Author : iya, kalau ingat
Sakamoto : Kintoki di sini minta persyaratannya yang aneh-aneh ya. Ahahahahaha...
Gintoki : Kintoki janai! Tapi aku setuju sama Tatsuma, kenapa gue di sini mintanya yang aneh-aneh sih!
Author : Emang gue pikirin ape! Hai para reader yang tercinta apa kabar? Gimana ceritanya, apa OOC kah, apa kurang horror kah, apa kurang adegan hint GinHiji nya, atau masih banyak typo kah? Yah... Maaf banget kalau banyak kekungan di fic ini, karena saya buatnya saat otak saya error. OK sekarang, satu kata yang ingin ku ucap, yaitu... REVIEW PLEASE!
Sakamoto : Ahahahahaha... Seperti biasa, ntu Author sableng nggakkan pernah mau menerima Flame!
Author :Bagi yang udah mereview chapter 1 saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah mereview fanfic saya yang ancur ini. Dan makasih banyak atas saran dari kalian!
Gintoki : *evil mode* Kalau kalian nggak review, akan ku lempar kalian ke segitiga bermuda.
Sakamoto : Plus... Ni Author nggak kan ngelanjutin ni fic kalau nggak ada review dari kalian... Ahahahahaha
|
||||||