
Chapter akhir udah update! XD ada chapter bonus di sini.. Mind to RnR? Setelah Natsu berhasil menyelesaikan tes dari Lucy, mereka pun menikah dan berbulan madu dan melahirkan 2 orang anak. Oke, lupakan kalimat terakhir.
Rated: Fiction K+ - Indonesian - Humor - Lucy H. & Natsu D. - Chapters: 13 - Words: 23,144 - Reviews: 88 - Favs: 16 - Follows: 14 - Updated: 07-27-12 - Published: 07-04-12 - Status: Complete - id: 8287548
|
|
A+ A- |
Karena author berencana untuk mempublishkan 2 chapter sekaligus, jadi selesai bikin chapter 4 author langsung bikin chapter 5 nya!
Ide chapter 5 ini author dapat kan dari review-an readers.
Semoga memuaskan dengan kebodohan yang sangat pastinya!
Pairing : Natsu D. & Lucy H.
Disclaimer : Hiro Mashima
Genre : Humor
Warning : Cerita ini mungkin bisa membuat anda tertawa, kesal, gila, dan bingung.
Day By Day Team Natsu
Chapter 5
Pagi yang cerah di sebuah taman bermain Magnolia.
Burung-burung beranak di sarangnya.
Anak-anak berlari layaknya anak-anak.
Badut-badut menghibur para pengunjung dan berfoto dengan mereka.
Perempuan berambut blonde dan bermata berwarna caramel dengan senangnya melahap Ice Cream yang ia menangkan dari taruhan.
"Haah...gak apa...Cuma ice cream ini kok..." Ujar pria berambut pink yang lemas karena kalah taruhan.
Natsu melihat ke arah Lucy yang dengan senangnya melahap ice cream vanillanya. Kemudian Natsu melihat ke arah Gray yang sedang muntah-muntah gara-gara naik Roller Coaster berkecepatan tinggi.
Dan dialah yang menjadi bahan taruhan untuk sebuah ice cream Vanilla.
"Huh, gua pikir karena lu cowo lu gak bakal teriak naik Roller Coaster segitu, eh taunya lu malah teriak kayak banci!" Gumam Natsu yang menyesali kekalahannya.
Mereka duduk-duduk di sebuah kursi di dekat kolam. Angin berhembus pelan, sebuah kertas brosur melayang dan mengenai wajah Lucy.
"Aduh! Apaan sih ni kertas!" Kata Lucy marah sambil menarik kertas itu dari wajahnya.
"Perlombaan pentas seni di taman bermain Magnolia dari tanggal 9 Juni-10 Juni, juara pertama akan mendapat liburan ke...HAWAI?" Teriak Lucy saat membaca hadiah bagi juara satu dari lomba pentas seni itu.
"Natsu! Sekarang tanggal berapa!" Tanya Lucy pada Natsu yang sedang memberi makan ikan di dalam kolam di belakang kursi mereka.
"Tanggal 4. Kenapa?" Jawab Natsu lemas.
"5 hari..." Gumam Lucy. "Ada apa?" Tanya Gray pada Lucy yang sedang membayangkan sesuatu.
Lucy menengok ke arah Gray dan membayangkan penampilan Gray kalau dia memakai kostum seorang jendral. Lalu ia membayangkan Natsu dengan penampilan seorang pangeran yang lagi galau. Setelah itu, dia membayangkan dirinya sendiri sebagai seorang putri yang mempunyayi saudara tiri yang jahat.
"Bagus! Kita akan ikut perlombaan ini!" Kata Lucy semangat.
"Lomba apa?" Tanya Gray. Lucy memberikan brosur itu pada Gray. Gray pun membacanya sejenak.
"Ooh..mau ikut lomba...kau mau mementaskan apa?" Tanya Gray.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Drama?" Teriak Gray setelah ia memakai kostum seorang jendral. Dengan baju ksatria yang semuanya terbuat dari besi, tidak heran kalau Gray kesulitan berjalan.
"Ooh! Aku jadi pangeran!" Teriak Natsu dengan baju pangerannya yang terdiri dari kemeja putih dan jubah merah dengan benang emasnya. –bukan kayak jubah superman loh! Kalau mau dibayangkan silahkan search Jack Vessalius dan lihat jubah hijaunya. Saya merasa kurang tepat kalau dibilang jaket-.
"Aku kenapa jadi pohon doang?" Kata Jellal yang berjalan menggunakan kostum pohon besarnya.
"dialogmu Cuma dikit kok!" Kata Lucy selaku pemain dan sutradara di dalam ruang latihan tersebut.
"Aku jadi saudara tiri? Kenapa harus aku? Kan bisa Mira, Levy atau yang lainnya.." Protes Erza karena mendapat peran antagonis.
"Maaf, aku sudah mengurus kostum kalian.." Jawab Mira yang mondar-mandir membawa setumpuk kain.
"Dan aku yang mengurus tata panggungnya!" Kata Levy yang sedang sibuk memindahkan batu-batu dari kardus itu.
"Aku yakin aku akan mendapat makian dari para penonton.." Kata Erza lemas.
"Kita mulai latihannya!" Teriak Lucy yang mendapat jawaban 'ya' dari pemain yang lain.
Mereka berlatih dengan sangat keras. Tapi dengan waktu 5 hari, tentu orang seperti Natsu tidak bisa menghafal naskah sebanyak 10 lembar.
"Ayo semangatnya mana?" Teriak Lucy berusaha menyemangati pemain yang lain.
"Apa yang kau masukan pada makananku! Kenapa rasanya asin sekali!" Teriak Erza pada Lucy memperagakan dialognya.
"Ah...maaf kakak...sepertinya aku terlalu banyak memberikan garam.." Jawab Lucy dengan suara kecil dan ekspresi melas (?)
Erza melempar kardus berbentuk bundar ke wajah Lucy.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Lucy pada Erza.
"Anggap itu piring yang aku lempar." Jawab Erza masih fokus pada naskahnya.
Mereka pun kembali melanjutkan akting mereka.
"Siapa kau? Apa keperluanmu kemari?" Tanya Gray pada Natsu.
"Aku adalah pangeran Federick! Aku mendengar tuan putri Lucia sering disiksa oleh kakak tirinya, tuan putri Scarlet!" Jawab Natsu pada Gray.
Mereka pun pura-pura berlari.
Natsu menghampiri Erza dan mengeluarkan pedang kardusnya lalu menyodorkan pedang kardus itu ke arah Erza.
Erza tau betul adegan selanjutnya. Adegan pertarungannya dengan si pangeran. Erza pun mengambil pedang kardus yang ada di atas meja dan mulai berakting lagi.
Sementara Lucy pergi ke arah Jellal yang dari tadi Cuma bengong doang.
"Wahai pohon yang besar, seandainya kau bisa mengabulkan satu saja keinginanku, aku akan mengabulkan satu keinginanmu.." Kata Lucy berakting pada Jellal.
Jellal yang gak nyadar kalo Lucy sedang berakting, menjawab "Maaf nona, aku bukan pohon. Aku Jellal."
"Aku sedang berakting bodoh." Kata Lucy yang memberika naskahnya kepada Jellal.
"Ah, ya. Aku akan mengabulkannya.." Kata Jellal dengan ekspresi keibuan (?)
"Eh? Kau bisa bicara?" Tanya lucy.
"Tentu saja." Jawab Jellal polos. "Jellal, kita sedang berakting!" Lucy menekan pelipisnya sambil menghela nafas berat.
Tanggal 10 Juni.
"Baiklah, kita sambut perserta berikutnya!" Panggil si pembawa acara yang bertubuh pendek itu.
Tirai pun dibuka dan menampilkan seorang putri berambur blonde.
"Hiks...kenapa nasibku seperti ini..." Kata lucy sambil pura-pura menangis. "Aku Putri Lucia, aku mempunyayi saudara tiri yang sangat jahat. Dia selalu memerintahku." Lanjut Lucy dengan nada Curhat.
"HEH LUCIA!" Terdengar teriakan Erza dari pojok kanan.
"Apa yang kau masukan pada makananku? Kenapa rasanya sangat asin sekali!" Tanya Erza sambil melempar piring berisi air garam ke arah Lucy.
"Ah!" Teriak Lucy kaget. "Sialan! Air garem beneran lagi! Cuih!" Gumam Lucy sambil meludah sembunyi-sembunyi.
Erza pun mendekati Lucy dan menjambak rambutnya sampai Lucy yang tadinya duduk menjadi setengah berdiri.
"AAW! Kak Scarlet! Sakit!" Teriak Lucy sungguhan. "Bisa botak gua abis ini!"
"Cepat bikin yang baru!" Perintah Erza pada Lucy dan setelah itu tirai langsung ditutup.
Di belakang panggung.
"Erza! Niat banget sih kau melempar piring dan menjambak rambutku!" Kata Lucy sambil memegangi rambutnya.
"Oh lihat Lucy! Hebat sekali dia bisa menangis betulan!" Kata Jellal kagum.
"Ya iyalah! Orang dijambak!" Kata Lucy dengan nada membentak.
Tirai pun kembali dibuka.
"Wahai pohon yang besar dan indah, seandainya kau bisa mengabulkan satu keinginanmu, akan ku kabulkan satu keinginanmu.." Kata Lucy sambil mengusap pohon kardus di belakangnya.
"Apa yang kau inginkan?" Jawab pohon itu yang sudah ada Jellal di dalamnya. Tentunya ia berkeringat.
"Aku ingin Kak Scarlet hilang dari kehidupanku." Pinta Lucy pada si pohon a.k.a Jellal.
"Baiklah, sebagai gantinya kau tidak boleh membiarkan aku dan lingkunganku dirusak oleh manusia." Kata pohon itu.
"Ma! Ma! Kok pohon bisa bicara?" Tanya anak perempuan berambut hijau yang sedang duduk di pangkuan sang ibu. "Itu pohon ajaib sayang." Jawab si ibu.
Tirai pun ditutup.
"Pohon itu mirip dengan Tenrou Jima." Kata Mavis yang duduk di kursi paling depan bersama Zeref yang tertidur di sebelahnya.
Tirai pun dibuka kembali.
Kali ini adegan Natsu dan Gray.
Natsu berlari ke arah pintu kardus di belakang Gray, akan tetapi Gray menahannya dengan pedang kardusnya.
"Siapa kau? Apa keperluanmu datang ke sini?" Tanya Gray sopan pada Natsu.
"Aku adalah pangeran—" Natsu lupa siapa tokoh yang ia mainkan.
"Federick!" Bisik Gray pada Natsu.
"A..aku adalah pangeran Federick. Aku mendengar...mendengar...aku mendengar..." Kata Natsu bingung.
Lucy yang ada di balik panggung menepuk jidatnya dengan telapak tangannya.
"Habislah liburan ke Hawaiku..." Kata Lucy pasrah.
"Aku ingat! Aku mendengar kalau putri Lucia di kurung di menara ini!" Teriak Natsu.
"Bukan di kurung tapi disiksa sama kakak tirinya!" Kata Gray dengan suara yang bisa didengar oleh penonton. Hal ini pun mengundang tawa dari penonton.
"Apa benar yang dikatakan pangeran? Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam." Kata Gray yang sekaligus mengakhiri adegan ke 3.
Tirai pun ditutup kembali.
Di belakang panggung.
"Bego lu!" Bentak Lucy pada Natsu. "Maaf...lupa dikit." Jawab Natsu menyesal.
"Gak apa lagi, toh penonton juga ketawa.." Kata Erza yang sedang menata ulang rambutnya.
Lucy pun melihat penonon yang terus tertawa tanpa henti. Ada yang menangis, pingsan, dan muntah (?)
Tirai pun dibuka kembali.
Natsu dan Gray berlari menuju Erza yang sedang menghadap kebelakang.
"Kalian datang ke sini pasti mau mengkhianatiku kan?" Tanya Erza kepada 2 orang pria di depannya. Kedua pria itu tidak menjawab. Lalu Erza mengeluarkan pedang kardus yang sudah dimodifikasi ulang.
"Kau lindungilah putri, aku akan bertarung dengannya di sini!" Gray langsung pergi ke balik panggung.
Adegan pertarungan pun dimulai dengan serunya sampai mengajak penonton untuk berteriak, menghela nafas, shock, dll.
"Erza! Di sini kan ceritanya lu kalah lawan gua terus lu mati!" Bisik Natsu pada Erza disela-sela pertarungan mereka.
"Tapi susah bagi gua buat kalah tanpa perjuangan!" Bisik Erza yang masih menepis tiap serangan dari Natsu.
Natsu pun menyelengkat kaki Erza sehingga Erza terjatuh. Natsu langsung pura-pura menusuk Erza dengan pedangnya. Natsu pun pergi ke balik layar.
Tirai pun kembali ditutup.
"Ma! Putrinya kalahnya gak elit banget sih! Masa gara-gara kepleset aja mati..?" Tanya anak yang tadi kepada si ibu. "Ya namanya juga drama..." Jawab si ibu.
Tirai pun kembali dibuka dan menampilkan Lucy dan Gray.
"Siapa itu?" Tanya Lucy dengan suara lembut.
"Aku...jendral. Aku datang untuk menlindungimu." Jawab Gray berjalan mendekat ke arah Lucy.
Lucy pun menengok. "Melindungiku dari apa?" Tanyanya lembut.
"Dari—"Tiba-tiba Natsu berlari masuk. "Putri Lucia?" Tanya Natsu pada perempuan bergaun putih di depannya.
"Ya?" Jawab Lucy menatap mata Natsu. "Ikutlah denganku! Tidak perlu khawatir karena kakakmu yang jahat itu sudah kubunuh!" Kata Natsu dengan wajah ceria.
Si jendral langsung berlari keluar adegan itu.
Lucy pun tersenyum dan berdiri.
Lampu dimatikan sejenak, kemudian dinyalakan kembali.
Menampilkan Gray dan Erza dengan latar yang sama dengan adegan pertarungan Natsu dan Erza. Noda darah pun telah berada di gaun Erza yang berwarna biru muda. Dengan sedikit bercak darah di tangan dan wajahnya.
"Buset amis amat ni darah sapi!" Gumam Erza dalam hati.
Gray berjalan ke arah Erza perlahan. Lalu terjatuh-atau bisa dibilang kaget lalu terjatuh dengan lutut menyentuh kayu yang dijadikan alas-.
"Scarlet..." Kata gray sedih dan meneteskan air mata. Sebelum adegan ini dia sudah tidak berkedip sehingga matanya sakit dan berair.
"Grave..." Panggil Erza pada si jendral dengan nama aslinya. Gray pun mengangkat kepalanya.
"Aku mencintaimu..." Lalu Gray memeluk Erza yang pura-pura mati.
Tirai pun ditutup, dan dengan cepat dibuka kembali dan menampilkan seluruh pemain drama tersebut. Termasuk Jellal sebagai pohon ajaib yang telah mengirim Prince Natsu untuk menolong Princess Lucy.
Drama ini pun mendapat teriakan, tangisan, dan tepuk tangan dari penonton.
"Drama percintaan yang mengharukan!" Kata Mavis sambil menangis dan bertepuk tangan.
Zeref pun terbangun karena tepuk tangan meriah dari para penonton.
Kemudian...
Lucy pulang dengan senyum ceria di wajahnya. Dia berhasil memenangkan 2 tiket ke Hawai dan akan diberikannya ke Erza.
"Kita kan juga bekerja keras..." Kata Natsu berjalan lemas di belakang Lucy. Begitu juga Gray dan Jellal.
To Be Continued
Wah! Chapter 5 udah selesai! Selesai pula rencana author! Hohoho XD
Sayangnya di chapter 6 nanti tidak akan ada Lucy dan Erza karena mereka sedang berlibur ke Hawai.
Jangan lupa reviewnya!
Kritik dan saran sangat dibutuhkan disini :D
|
||||||