
KENAPA KAU TIDAK DATANG MENEPATI JANJIMU/maafkan aku/kau boleh berhubungan dengan wanita manapun tapi tidak dengan seorang laki-laki/ayo kita pergi dari sini, kita mulai hidup baru berdua.
Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Angst - Chapters: 2 - Words: 5,497 - Reviews: 23 - Favs: 3 - Follows: 2 - Updated: 07-30-12 - Published: 07-29-12 - Status: Complete - id: 8370912
|
|
A+ A- |
Author : vitaMINElf
Judul : Promise
Genre : Romance/angst
Rating : T
Warning : YAOI , EYD berantakan , tidak nyambung
Cast : Donghae, Hyukjae, Sungmin, Kyuhyun
Chapter 2
Keesokan paginya Hyukjae terbangun dengan dengan mata yang sembab, kebanyakan menangis membuat penampilannya terlihat kusut, tapi tidak menutupi wajah manisnya. Hari ini ia akan menemui namja yang dompetnya ada ditangannya saat ini. Ia begitu penasaran apakah ini Donghaenya yang dulu
"Seadaanya dia memang hae, lalu aku harus apa. Sepertinya hanya aku yang mengingatnya."ucap Hyukjae terdengar sedih. Selama masa menunggu dulu Donghaenya hanya mengirimi surat selama 6 bulan, selebihnya dia tidak pernah memberi kabar lagi. Hyukjae hanya berpikir positif jika Donghae nya sedang sibuk jadi tidak sempat menulis surat. Keyakinan itu terus dipegangnya sampai hari kelulusan tiba Donghae tidak pernah lagi memberi kabar. Musnah sudah harapan Hyukjae bahwa donghae akan menjempunya.
Siang hari yang cerah tapi tidak mampu memberikan kecarahan pada suasana hati seorang Hyukjae. Ia sedang menunggu di taman tempat ia dan seseorang yang bernama Donghae membuat janji. Setelah menunggu sekitar 30 menit, orang yang dimaksudpun datang. Hyukjae terlihat gugup, dia berusaha menenangkan hatinya yang risau.
"Kau datang juga, aku kira kau tidak akan mengembalikan dompetku" ucap Donghae dengan senyum meremehkan kepada Hyukjae
"Sekalipun aku bersalah, aku tidak akan ingkar janji, aku orang yang menepati janji, ini dompetmu dan uangmu tuan. Maaf aku baru bisa mengembalikan setengah uangmu dari jumlah keseluruhan. Aku akan berusaha untuk mengembalikan secepatnya" ucap Hyukjae tanpa memandang Donghae, Hyukjae Takut jika orang yang ada dihadapannya ini benar Hae nya, ia tidak bisa menahan rasa rindunya.
"Tidak usah kau kembalikan, aku tau orang-orang seperti dirimu mempunyai masalah dengan keuangan. Aku mengiklaskannya" setelah berkata demikian Donghae langsung meninggalkan tempat itu, tanpa berniat untuk mengenal orang yang telah mnegembalikan dompetnya.
"Kau bahkan tidak ingin mengenalku Hae, apa benar kau Hae ku?" ucap lirih Hyukjae. Setelahnya Hyukjae memutuskan untuk pergi mencari ketengan akan hatinya yang sakit. Sakit ketika seseorang yang kau kenal ternyata tidak mnegenalmu, berniat mengenalmu kembali saja tidak sudi.
Skip time
Sejak bertemuannya dengan orang yang sudah mencuri dompetnya, Donghae merasakan sesuatu yang ia sendiri tidak tau apa namanya. Seperti engkau sudah mempunyai hutang kepada seseorang tetapi tidak tau berhutang pada siapa. Ada perasaan resah yang meliputinya. Akhirnya ia mengalihkan rasa resahnya dengan berkonsentrasi.
Sesamapainya dirumah Dongahae dan keluarganya melakukan makan malam bersama, predikat keluarga yang sibuk dengan urusan bisnis tidak membuat keluarga satu ini menghilangkan keharmonisan keluarga, salah satu untuk menjaganya dengan cara makan malam bersama.
"Hae, apa besok kau sibuk nak?" tanya sang ibu yang memiliki maksud tertentu dihari esok bersama anaknya
"Emm... Sepertinya tidak umma. Memangnya ada apa?"
"Umma ingin memintamu menemani umma mengujungi panti asuhan yang sering dulu kau datangi'. Jawab sang umma menjelaskan maksudnya kepada Donghae
"Panti asuhan yang sering aku datangi?" Donghae tampak berpikir, apa benar ia sering datang ke panti asuhan. Rasanya memang pernah, tapi untuk apa Ia ke panti asuhan.
"Kau ini seperti orang Amnesia saja, masa kau tidak ingat Hae? Kau dulu sering membeli kue strowberi untuk temanmu yang namanya?... Umma lupa siapa nama temanmu itu." Jelas ibu Donghae yang melihat kelambatan berpikir anaknya.
Donghae tampak berpikir, setelah ummanya memberi tau tujuan besok, rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal pikirannya
"Emm..baiklah umma, Hae akan menemani umma besok, Hae permisi dulu Umma, Appa. Ada yang harus Hae kerjakan"
Setelahnya Donghae pun masuk kekamarnya. Didalam kamar Donghae terus memikirkan perkataan ummanya. Ia begitu merasa terganggu dengan perasaannya saat ini. "Siapa seseorang yang aku datangi, sepertinya memang ada, tapi siapa namanya". Lama berpikir seperti itu membuat otaknya memerintahkan Donghae untuk memejamkan matanya. Mungkin besok ia akan mnegetahui siapa orang yang mengganjal pikirannya.
Keesokan paginya, Donghae dan appanya berangkat kekantor setelah menyelesaikan sarapan mereka. " Hae, jam 10 Umma tunggu Hae dirumah ya, jangan lupa itu Hae" peringat Ummanya kepada anaknya
"Baik umma, jam 9.30 aku akan menjemput umma"
Setelahnya ayah anak tersebut pergi untuk menuju kantor.
Skip time
Setelah menjemput ummanya dirumah Dongahe beserta ibunya berjalan menuju ketempat panti asuhan yang di maksud oleh ummanya. Sesampainya disana
"Umma ini tempat pasnti asuhan yang umma maksud?" tanya Donghae untuk memastikan
"iya Hae, kau ingat kau pernah main kesini?
"sepertinya iya umma" jawab Donghae, ia melihat-lihat sekeliling panti, memang sudah banyak yang berubah. Sekarang jadi lebih bagus
"Hae, umma masuk dulu, umma ingin menemui kepala panti asuhan"
"iya umma, aku ingin berkeliling panti dulu"
Donghae mengelilingi panti tersebut sendirian, kadang dia tersenyum melihat tingkah anak-anak yang ada disana. Sampai ia memandang seorang anak yang sedang menangis, disamping anak itu ada temannya yang menghapus air matanya. Sepertinya mereka berteman dekat.
" Yesung hyung janji tidak akan meninggalkan Wokkie sedirian kan?" tanya bocah kecil yang menangis tadi kepada temannya
"Iya, hyung janji tidak akan meninggalkan Wokkie, kita akan selalu bersama" janji anak yang dipanggil Yesung tadi kepada anak yang dipanggil Wokkie
"Wokkie...Wo...kkie...kkie...Hyu..kkie...Hyukkie. Aku punya janji dengan Hyukkie. Astaga Hae!Kenapa kau bisa lupa, kau ini bodoh sekali." Setelah mendengar nama Wokkie yang mempunyai kemiripan panggilan dengan Hyukkie, Donghae teringat akan janjinya dulu.
Saat aku telah besar nanti, aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan kau menangis dan terluka. Pegang janjiku...
Donghae pun langsung masuk ke bagian dalam panti asuhan, karena tempat ini sudah berubah, hal itu membuat dongahe kesulitan untuk mencari kamar yang diyakininya masih ada sosok Hyukkie. Setelah mengetahui bahwa kamar itu sudah berubah fungsi Dongahe langsung menemui kantor kepala panti yang didalamnya juga terdapat ibunya
BRAKK...
"Hae, ada apa? Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu jika ingin masuk" marah umma Donghae melihat sikap anaknya yang tidak sopan
"Anda kepala panti disini" tanya Donghae tanpa menjawab pertanyaan ibunya dulu
"Iya, saya kepala pantinya, ada perlu apa Lee ssi?"
"Dimana, Hyukkie?, kamarnya sudah tidak ada, dia tidur dimana sekarang?" seberondong pertanyaan diberikan Donghae kepada kepala panti asuhan tersebut
"Hyukkie, siapa Lee ssi? Umurnya berapa?"
"Namanya Eunhyuk, umurnya sama denganku,,,emmm sekitar 26 tahun" jawab Donghae seperti jawaban orang yang berpacu dengan waktu
" Tidak ada anak dipanti asuhan ini yang berumur 26 tahun Lee ssi, umur tertinggi disini 18 tahun."
"Lalu dimana Hyukkie sekarang" pertanyaan putus asa Donghae, pertanyaan yang tretuju untuk dirinya sendiri
"mungkin temanmu itu sudah keluar dari panti ini Lee ssi, aku dengar dari kepala panti yang lama bahwa rata-rata anak yang tidak diadopsi oleh orang tua angkat, sampai mereka berumur 19 tahun maka mereka akan keluar dari pati untuk menentukan hidup mereka sendiri"
"Hyukkie itu temanmu Hae?"
Donghae tidak sanggup menjawab pertanyaan ummanya, ia hanya diam saja, pikirannya terlalu kalut sekarang. Umma Donghaepun akhirnya hanya diam melihat sikap anaknya, mungkin nanti setelah tenang ia akan merbicara dengan Donghae. Begitu lah pikiran umma Donghae.
Sesampainya dirumah Donghae langsung masuk kekamarnya tanpa menghiraukan panggilan ummanya.
"Hyukkie, bagaimana dia sekarang, maafkan aku Hyukkie, aku melupakanmu, aku tidak menepati janji". Sesal Donghae teringat akan janjinya dulu kepada sahabatnya. Air mata tanpa terasa mengalir dipipinya, walau tidak meraung tapi tangis itu merupakan tangis penyesalan yang dalam.
Setelahnya Donghae berjanji akan mencari sahabatnya tersebut sampai ketemu, ia tidak peduli harus berapa lama waktu yang terbuang untuk mencari Hyukkie nya.
Skip time
Tak terasa sudah sebulan Donghae berusaha mencari Hyukkie, diselah waktu kerjanya ia mencuri-curi kesempatan untuk dapat "kabur" dari kantor. Pekerjaannya pun mulai terbengkalai. Banyak dokumen yang tidak diperiksannya, hal ini membuat Mr. Lee cukup marah namun belum mengambil tindakan yang tegas, sesekali akan menegur Donghae jika sudah keterlaluan.
Siang ini Donghae berniat untuk mampir kembali ketempat makan yang dulu pernah didatanginya. Mencari orang tanpa petunjuk yang jelas merupakan hal yang sangat-sangat sulit. Energipun dibutuhkan untuk hal ini, Donghae tidak mau terkapar karena tidak makan lalu tidak bisa mencari Hyukkie nya. Pemikiran yang cukup logis
Cafe ini tampak sepi, karena sekarang jam makan siang sudah lewat, hanya beberapa orang saja yang berkunjung kecafe ini. Dongahe langsung memesan makanan dan mulai memakannya, ia tidak mau membuang waktunya untuk berlama-lama.
"Minnie, kenapa kau terlihat murung terus beberapa hari ini?"
"Tidak apa-apa kyu, aku hanya sedang memikirkan Hyukjae?"
"Memangnya ada apa dengan adik angkatmu itu?"
"Akhir-akhir ini dia terlihat murung, semenjak aku menyuruhnya mengembalikan uang orang tersebut, kau tau kan maksudku. Dia jadi suka melamun, jarang bicara, terkadang aku mendengarnya menangis. Aku merasa kasiha padanya"
"Apa kau sudah bertanya apa masalahnya?"
"Dia bilang dia bertemu lagi dengan sahabat masa lalunya saat dia tinggal dipanti"
"Hyukjae berasal dari panti yang ada di daerah Seung Ga-Won kan?"
"iya, dia berasal dari panti asuhan itu, dulu namanya bukan Hyukjae, lalu dia menggantinya"
"memang dulu siapa namanya?"
"Namanya Eunhyuk, tapi tidak ada marganya."
Mendengar nama Eunhyuk membuat donghae yang tidak sengaja menguping percakapan dua laki-laki itu menjadi terkejut
"Apa yang mereka bicarakan itu Hyukkie, nama panti asuhan nya sama denangan tempat Hyukkie tinggal dulu. Aku harus menyelidikinya"
Setelahnya Donghae memutuskan untuk mengikuti kedua orang namja tersebut, terutama orang yang di panggil Minnie itu. Ia cukup yakin kalau yang mereka bicarakan adalah Hyukkie.
Skip time
Setelah mengetahui dimana tempat tinggal orang yang diselidiki oleh Donghae, juga sudah mendapatkan informasi tentang seluk beluk keluarga Lee Sungmin, keyakinan Donghae semakin besar. Ia sudah memutuskan akan menemui Hyukkie secepatnya.
Bermodal alamat yang diberikan oleh informan yang disewa olehnya, Donghae mendatangi rumah seorang Lee Sungmin.
'tenangkan dirimu Hae, aku yakin ini pasti berhasil' pikir Donghae memcoba menenagkan jantungnya yang berdetak tak karuan
Tok...tok...tok...
Donghae mengetuk pintu yang tidak ada bellnya tersebut dengan bersemangat, banyak rencana yang dipirkannya selama dalam perjalanan menuju rumah ini. Pintupun terbuka dan menunjukan orang yang sedang berada dibaliknya
"H..hae..." ucap orang tersebut melihat Donghae lah yang menjadi tamu dirumahnya saat ini.
.
.
.
'Hari ini aku sendirian di rumah, Minie hyung sedang pergi dengan Kyuhyun. Sebenarnya mereka mengajakku, tapi aku tidak mau menjadi obat nyamuk untuk mereka. Haah...lebih baik aku menonton saja' pikiran Hyukjae yang ditinggal sendirian
Tok...tok...tok...
"Siapa yang datang bertamu kesini, apa Minnie hyung sudah pulang. Tapi cepat sekali" aku pun berjalan menuju pintu untuk melihat siapa tamu kami.
"H..hae..." betapa terkejutnya aku melihat siapa yang datang.
.
.
.
"K...kau..." betapa terkejutnya aku, orang yang ada didepanku adalah orang yang dulu mencuri dompetku, apa dia adalah Hyukkie
"H..Hyukkie...kau Hyukkie kah?" aku bertanya pada laki-laki ini. Dia tampak terkejut aku menyebut nama Hyukie. Hei...tapi tadi aku mendengar dia menyebut namaku. Jadi apa benar orang ini Hyukkie Ku.
Hyukjae langsung menutup pintu tanpa menjawab pertanyaan Donghae, otaknya mendadak kacau, ia tidak tau harus berbuat apa. Ini sungguh mengejutkan. Cukup berbeda dengan Donghae yang sepertinya sudah bisa mengusai dirinya. Ia berusaha memanggil Hyukjae dengan cara menggedor-gedor pintu
"Hyukkie...buka pintunya. Aku ingin bicara denganmu, aku mohon Hyukkie buka pintunya. Aku tau bahwa kau sudah tau siapa aku. Hyukkie tolong buka pintunya...Hyukie aku minta maaf tidak menepati janji kita, aku minta maaf Hyukkie..." Donghae terus berbicara dibalik pintu tersebut, dia tidak akan berhenti sampai pintu itu terbuka
Hyukjae sendiri sedang menangis dibalik pintu tersebut, orang yang dinantinya akirnya datang juga. Namun ia tidak tau harus berbuat apa.
"Hyukkie..aku tidak aka pergi sampai kau mau berbicara dengan ku, aku akan terus menunggumu"
1 jam berlalu, selama 1 jam sudah Donghae menunggu Hyukkie membukakan pintu, namun keinginan itu belum terwujud juga. Sampai akhirnya Donghae merasa bahwa pintu yang ia jadikan sandaran begerak, Donghae pun langsung mengalihkan pandangannya kepada orang yang membuka pinru tersebut.
"Hyukkie...aku tau kau akan membuka pintu untukku" tak terkira rasa senang yag Donghae rasakan, sampai-samapi ia langsunng memeluk Hyukjae
"Apa mau tuan? Aku sudah mengembalikan dompetmu kan? Apa kau ingin aku mengembalikan sisa uangmu, baiklah akan aku kembalikan, tapi tidak sekarang."
"Aku kesini bukan karena itu Hyukkie, aku ingin minta maaf kepadamu" jelas Donghae setelah melepaskan pelukan nya dari tubuh Hyukkie
"Minta maaf untuk apa?anda tidak punya salah tuan, akulah yang bersalah" Hyukjae mencoba bersikap tegar menghadapi Donghae, ia tidak ingin menjadi orang bodoh seperti dulu. Menunggu tanpa kepastian
"Aku mohon Hyukkie, jangan bahas masalah itu lagi. Aku minta maaf karena mengabaikan janji kita, aku minta maaf"
Pertahanan Hyukjae hancur sudah, sekeras apapun ia mencoba untuk tidak menangis tetapi air mata itu memaksa untuk keluar.
"Kau bohong Hae,,kau tidak pernah datang menjemputku, KAU PEMBOHONG" Meledak sudah apa yang selama ini di tahan nya, kesakitannya kehilangan sahabat satu-satunya, rasa rindunya, waktu yang dibuang untuk menunggu. Menangis sejadi-jadinya, itulah yang dilakukan Hyukjae. Donghae yang tidak sanggup melihatnya langsung memeluk tubuh Hyukjae erat sambil bergumam kata "maafkan aku"...
.
.
Waktu terus berjalan, hubungan persahabatanpun berubah menjadi sesuatu yang lebih sulit untuk dijabarkan. Itu yang dirasakan oleh Donghae dan Hyukjae sekarang. Menjadi terbuka terhadap satu sama lain, berbagi perhatian, kasih sayang, suka dan duka, mengetahui lebih dalam pribadi masing-masing membuat mereka terjebak dalam lingkaran cinta. Tapi cinta ini bukan cinta yang mudah dijalani, bagaimana pun juga pasangan sesama jenis masih merupakan komunitas yang sangat kecil.
"Saranghae Hyukkie...aku ingin kau mnejadi kekasihku"penyataan cinta yang sarat akan ketulusan di tujukan untuk Hyukjae
"H...hae...k...kau serius?" antara senang dan bingun, takut jika semua ini hanya lah halusinasi saja
" Aku serius, liat aku Hyukkie, aku mencintaimu, aku ingin kau selalu ada disisiku"
" Nado saranghae Hae...aku juga sangat mencintaimu"
Perlahan hanya jarak yang semakin berkurang diantara dua anak manusia ini menjadi saksi bersatunya cinta mereka.
Senang?tentu saja, itu yang dirasakan pasangan Hyukjae dan Donghae. 1 tahun berpacaran secara sembunyi-sembunyi, hanya diketahui oleh Sungmin dan Kyuhyun saja. Ingin mengatakan pada dunia bahwa mereka saling memiliki tetapi mereka hidup tidak hanya berdua, ada orang tua Donghae yang harus mereka pikirkan. Jadi seperti inilah hasilnya.
"Hae...sampai kapan kita akan terus seperti ini? Bukannya aku tidak senang hanya saja..."ucapan itu terhenti oleh sepasang bibir yang sedang membungkam omongan lawan bicaranya tadi.
"Aku akan bicarakan ini dengan orang tuaku Hyukkie, hari ini juga aku akan mengatakannya"
"Tapi Hae, bagaimana jika mereka tidak setuju, aku takut Hae." Ras itulah yang sedang dirasakan Hyukjae sekarang, takut akan penolakan dari orang tua Donghae
"Aku akan berusaha mempertahankamu, aku akan menepati janjiku yang dulu, tidak akan membiarkan kau menangis dan terluka, kau percayakan?
"Aku percaya padamu Hae."
Pernah mendengar Hawa tercipta didunia untuk menemani sang Adam. wanita diciptakan untuk menemani pria, lalu kenapa harus menjalin hubungan sesama pula pikiran orang tua dari Donghae, saat Donghae mengatakan hubungannya denganseorang laki-laki.
"SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN PERNAH MERESTUI HUBUNGAN KAU DENGAN LAKI-LAKI MANAPUN, KAU DENGAR ITU LEE DONGHAE" marah sang appa kepada Donghae, appanya yang selalu lembut dan tidak pernah kasar kali ini tampak sangat murka
"Tapi aku sangat mencintainya appa, aku membutuhkannya" bela Donghae terhadap hubungan yang ia jalani
"kalau kau berhubungan dengan wanita yang bahkan tidak jelas asal usulnya sekalipun aku masih bisa merestuinya, tapi tidak dengan laki-laki" itu keputusan finalku.
"Appa aku mohon" jika ada yang lebih rendah lagi dari berlutut dan memohon sambil mencium kaki seseorang maka akan Donghae lakukan untuk medapatkan restu orangtuanya.
" Jika kau memilihnya maka jangan anggap kami orangtua mu lagi, kau bukan anakku lagi"
Donghae tampak bingung, namun ia sudah membulatkan tekadnya
"Maafkan aku appa, umma."setelah menatakan hal tersebut Donghae pergi dari rumah orangtuanya
"HAE..."panggil sang ibu melihat kepergian putra satu-satunya
"jangan kau kejar dia, biar anak itu merasakan kesusahan" larang Mr. Lee kepada istrinya
Hanya pakaian yang melekat ditubuh saat ini yang Donghae bawa saat keluar rumah, tidak sepeser uangpun ia bawa. Saat ini ai sedang menuju halte dekat rumah Hyukjae. Donghae sudah memperkirakan, jika orang tuanya tidak meresui hubungan mereka maka ia akan membawa pergi Hyukjae untuk tinggal bersama jauh dari seoul.
"Hae..." tanpa berucap panjang lebar Hyukjae tau apa yang terjadi, raut wajah Donghae sudah seperti tulisan abstrak yang menjelaskan hasil dari pertemuan malam ini.
"Hyukkie, ayo kita pergi dari sini, aku bangun hidup bahagia berdua, kau maukan?"
"iya Hae, aku mau"
Maka dimulailah perjalanan hidup baru Donghae dan Hyukjae, bersama dengan berlalunya mobil bus yang membawa mereka kesuatu tempat di belahan lain bumi ini.
The End
dibuang sayang
"Minnie Hyung, terima kasih telah menjadikan ku keluarga mu, aku datang hanya dengan nama Hyukjae tanpa marga keluarga, kau yang telah memberiku nama LEE. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Karena kau aku tidak jadi mati kedinginan, karena kau aku punya tempat tinggal, karena kau aku sadar yang aku lakukan selama ini salah. Hidup bahagialah bersama dengan Kyuhyun, aku juga akan berusaha hidup bahagia dengan Hae.
Selamat tinggal
Hyukjae
Omake
"Selama masih berada di Korea jangan berikan pekerjaan apapun untuknya, aku ingin tau bagaimana dia bertahan hidup tanpa bantuan orang tua. Donghae bersiaplah menjalani kehidupan seperti yang kau inginkan."
Akhirnya selesai juga (beri tepuk tangan)
Prok...prok...prok...
Untuk yang sudah reviem di chap kemarin aku ucapkan treima kasih (salamin readers satu-satu)
Saran, kritik, dan masukannya sangat berguna
Mudah-mudahan yang ini lumayan dari pada yang kemarin
RieHaeHyuk, helloimhhs, Bunnyminimi Cloudsomnia, Chwyn, nyukkunyuk, SSungMine aku ucapkan treima kasih.
Untuk yang chap ini tolong review lagi yah, review teman-teman bikin aku semangat
akhir kata
BERIKAN AKU REVIEW
hehehehehehehehehe
|
||||||