
ini ceritaku tentang Takano yang kusukai / sampai kujadikan fanfiction. yah lumayan banyak yang aku bikin, tapi kuharap kalian enjoy bacanya, kalau tidak ? salah kalian kenapa kalian baca dari awal kalau kalian tidak suka ? yah, tapi baca saja juga tak apa, yang penting intinya,oke ?
Rated: Fiction M - Indonesian - Romance/Drama - Masamune Takano - Chapters: 16 - Words: 11,245 - Reviews: 5 - Updated: 08-22-12 - Published: 08-21-12 - id: 8451551
|
|
A+ A- |
"Takano-san, tunggu dulu, Taka…nng !" Takano mendorongku ke kasur sambil menciumku dalam-dalam. Lalu, dia membuka jas dan kemejanya sambil duduk di pahaku, aku jadi tidak bisa bergerak karena harus menahan berat badannya.
Dia menciumku kembali sambil membuka resleting belakang bajuku dan braku, "Takano-san, jangan ! aku tau kamu ingin, tapi aku tidak mau sampai ke bagian sensitifku." Kataku sedikit mendorong Takano.
"Aku tau itu, makanya sewaktu kita mau pulang aku mampir ke apotik dulu. Kau tau apa yang kubeli ?"
"Eh ?"
Kemudian, Takano mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Ia mengeluarkan sesuatu yang dibungkus dengan bungkus aluminium. Aku terbalalak melihatnya, itu…
"Kondom ?"
Takano mengangguk pelan, lalu membuka bungkusan itu dan menyerahkannya padaku isinya. "Aku ingin kamu yang melakukannya untukku, Arashi. Tidak usah terlalu gugup, pelan-pelan melakukannya kalau kamu ragu. Karena aku juga ingin kamu menyentuhku." Bisik Takano di telinga kiriku sambil memasukkan tanganku ke dalamnya.
Aku jadi kaku karena menyentuh bagian sensitifnya, baru kali ini..bukan, paling pertama kali aku bisa menyentuhnya seperti ini, dengan jarak sedekat ini. Aku pun memasangkan kondom itu perlahan-lahan dan akhirnya terpasang.
Ah, tubuhku jadi panas hanya dengan menyentuhnya seperti ini. Lalu, Takano menciumku lagi sambil melepaskan bajuku. Kini aku memeluknya dengan menyentuh antara tubuh kami yang telanjang.
Kedua kakiku ditarik oleh Takano dan melingkari pinggangnya. Saat kami tengah berciuman, aku merasakan ada yang masuk ke dalam diriku di bagian sensitifku.
"A..Ta..Takano-san.."
"Tahan lah sebentar, tidak usah terlalu di rapatkan bagianmu…tetap rileks seperti tadi." Bisik Takano.
Aku mencoba untuk tidak di rapatkan dan tetap rileks dan lemas. Sedikit demi sedikit Takano-san masuk ke dalamku, semakin lama semakin dalam.
"Ah..ah, ah…aaah…"
"Kau sudah bisa merasakannya kan ?"
"I..iya,…sudah…Takano-san…." Aku pun langsung lemas dalam pangkuannya, membiarkan 'miliknya' berada di dalamku. Sialnya aku, kenapa di saat seperti ini aku sudah lemas duluan ?
"Arashi, aku cinta kamu.." bisik Takano dalam pelukannya.
Aku tidak menjawab apa-apa, hanya membisu sambil menahan diriku padanya. Ini adalah pengalaman seks pertamaku dengan Takano-san, yang dulu hanya mimpi, sekarang menjadi kenyataan. Aku yang menyatakan cintaku itu pun juga sudah menjadi nyata, kusadari benar kalau aku mencintai Takano.
Dalam hatiku, aku juga mengatakan bahwa Aku juga mencintaimu Takano-san.
|
||||||