Games » Persona Series »

Yasogami: Requiem of Legacy and Lies
Author:
Genji Tamasine PM
Re-made dari Yasogami: The Daily Life. Back from HIATUS! Tanpa cinta, derajat kita pun semakin rendah. Mind to RnR?
Rated: Fiction T - Indonesian - Suspense/Drama - Souji S./Yuu N. - Chapters: 2 - Words: 1,501 - Reviews: 3 - Favs: 1 - Follows: 1 - Updated: 10-03-12 - Published: 09-30-12 - id: 8568617
A+  A-   Full 3/4 1/2 Expand Tighten

Yasogami: Requiem of Legacy and Lies

Chapter 1: Spring

Persona 4 © ATLUS


Namaku adalah Souji Seta. Hari ini, 11 April adalah hari tahun awal pelajaran baru di Yasogami High School. Sebuah sekolah di daerah perkotaan metropolitan Inaba dengan ukuran raksasa serta berkualitas tinggi. Aku bangun dari futon-ku, mandi lalu memakai seragam yang sudah ku siapkan tadi malam. Aku harap nanti aku sama kelas dengan yang lainnya lagi…

Aku turun dari kamarku membawa tas, aku disapa oleh adik sepupu-ku Nanako. Kelihatannya Dojima-san belum pulang dari kerjaannya. Kami berbincang-bincang sebentar sambil melahap sarapan kami. Setelah itu kami pun keluar dan mengunci pintu rumah, kami lalu berjalan bersama-sama menuju sekolah kami masing-masing, kebetulan SD Nanako satu arah dengan SMU Yasogami di kompleks sekolahannya.

Ah, aku lupa. Seperti yang kau lihat, aku tinggal di rumah pamanku, Ryotaro Dojima dengan anaknya, Nanako. Aku sudah dititip oleh orang tuaku kesini sejak tahun lalu, mereka selalu sibuk bekerja sebagai jurnalis di luar negeri. Jujur, karena itu aku membenci orang tuaku, bahkan hari-hari ini aku merasa mereka sejak awal tidak pernah ada di kehidupanku.

Aku benci berpikir seperti itu, tapi… tak ada yang bisa kulakukan. Tanpa kusadari, kami sudah sampai di pertigaan dimana aku berpisah dengan Nanako. "Sampai jumpa nanti Onii-chan!" sahut Nanako sambil melambai ke arahku. Aku membalas lambaiannya dan tersenyum lemah. "Ya!" ah, aku bodoh. Untuk apa aku berpikir tidak-tidak pada pagi ini.

Aku kembali berjalan, jalanan sudah ramai dipenuhi oleh anak-anak sekolahan yang lain. "Hei~! Souji! Disana kau rupanya!" aku mendengar suara familiar dari belakangku. Tak lama setelah itu seseorang menepuk bahuku, aku berbalik mengetahui pemilik suara itu. "Hei, Yosuke." kataku tersenyum. Melihat senyum kudanya lagi pagi ini rasanya menyegarkan.

"Dah lama gak jumpa!" katanya. "Lama? Lama bagaimana? Kita kan cuman nggak ketemu seminggu…" kataku. Cowok didepanku ini adalah Yosuke Hanamura, dulu saat aku baru pindah ke sini, dia adalah teman yang pertama kudapat di kelasku. Walau aku sudah kenal dengan banyak orang tapi bisa dibilang aku lebih dekat dengannya.

Oh iya, soal tidak ketemu seminggu itu. Itu karena pada saat liburan musim semi, Yosuke dan yang lainnya sempat berlibur dengan keluarga mereka masing-masing, aku sendiri sempat berlibur dengan keluarga Dojima saat itu. Kami pun terus berbincang-bincang sambil berjalan ke sekolah. "Eh, ngomong-ngomong sepedamu kemana?" tanyaku teringat bahwa Yosuke biasanya datang kesini mengendarai sepeda.

"Oh, maksudmu sepeda itu? Yang bulan lalu masuk comberan itu? Kata salah satu biksu yang datang ke rumahku, mereka bilang sepeda itu ada roh jahatnya. Jadinya ya ibuku lalu membakarnya pas malam-malam dan menjadikannya api unggun." jelasnya seperti orang gila. Aku hanya bisa cengo, gila, sepeda dibakar karena perkataan biksu. Apa nanti dia bakal bakar rumahnya kalau biksu itu bilang ada roh jahat didalamnya?

"Hei, kalian berdua! Tunggu kami!" aku dan Yosuke berbalik. Chie berlari ke arah kami sambil melambaikan tangan, Yukiko berjalan menyusulnya dari belakang. "Ah, hei Satonaka!" balas Yosuke. Kedua gadis ini adalah Chie Satonaka dan Yukiko Amagi. Aku dengar mereka berdua sudah berteman baik sejak kecil.

Tahun lalu mereka berdua juga sekelas dengan aku dan Yosuke. Mereka berdua jugalah yang membantuku untuk mengenal sekeliling sekolah dan memberitahuku banyak tempat di Inaba. Kami berempat kembali berjalan menuju sekolah. "Aku dengar kepala sekolah nanti akan memberi sebuah pidato pembukaan. Katanya juga nanti dia akan meresmikan bangunan baru yang tak jauh dari sekolah." Jelas Chie kepada kami.

"Oh, bangunan baru yang itu ya? Entah apa gunanya bangunan itu. Dulu aku dan Souji sempat ingin menyelinap masuk ke sana tapi malah dikejar oleh anjing penjaga disitu." kata Yosuke sambil mengingat-ngingat kejadian itu. "Hm? Souji-kun juga?" Yukiko melihat ke arahku. "Ah, lebih tepatnya sih dipaksa." kataku.

"Oh, ayolah Souji. Tapi kan kau tetap ikut!" kata Yosuke membela diri. Kami hanya tertawa melihatnya. Jika aku bisa, aku ingin saat-saat ini bertahan selamanya dengan damai. Melewati bunga-bunga sakura yang mekar, kami pun sampai ke depan gerbang sekolah dan disapa oleh beberapa siswa lain yang kami kenal.

"MWuAhaahHAhaAHahaHAHaHAHAHha hahHAHahAGgyyuhahahahahahahH AhahAhahAhHahahhahahaa! Aku yakin, aku bersumpah, aku melihat. Oh, aku lah yang terpilih. Haahaha! Tahun ini, aku pun yakin, bersumpah dan melihat, aku Mitsuo Kubo akan mendapatkan hati Yukiko Amagi. Ahh, kali ini aku yakin aku pasti bisa. Heheheh…" seorang siswa dari sekolah lain tertawa layaknya orang gila di sebuah lorong sepi sambil memandang ke arah seorang gadis didepan gerbang SMU Yasogami.

"Ceh! Berisik sekali kau!" sebuah suara dari arah belakangnya membuatnya terkejut, spontan dia berbalik dan melihat sebuah bayangan meluncur ke wajahnya, bukan, itu bukan bayangan, itu adalah sebuah sepatu. Mitsuo Kubo jatuh terlentang ke tanah tanpa mengetahui apa yang menyerangnya. Ketakutan dan marah, dia melirik ke arah penyerangnya.

"S-siapa kau?" dia menyadari bahwa hidungnya telah mengeluarkan darah. "Hoh? Jadi kau tak mengenalku? Apa kau murid dari sekolah lain? Aku menemukan diriku sedikit kecewa." kata murid itu dengan tenang tetapi menakutkan. "Kalau begitu ingatlah nama ini selagi aku menghabisi nyawamu." dia berjalan mendekat.

"J-jangan mendekat! Aku mohon!" kata Mitsuo Kubo merangkak menjauhi orang ini, siapapun dia, dia adalah orang yang berbahaya. Orang itu melompat sambil mencondongkan kaki kanannya kedepan tepat ke arah Mitsuo Kubo yang masih terjatuh.

-"Namaku adalah Tohru Adachi.". Krak.

Favorite : Story Author   Follow : Story Author

  .    .