Reviews for Enigma
Uzumaki Yuuki chapter 4 . 6/10/2016
Oh My God! I really-really-really-really-really like this story!
Yuu gak bosen-bosen baca chap ini! Lawliet is the best!
Please senpai, kapan kelanjutan chapnya? #Yuu mundung di pojokan
Yuuki love Enigma!
Uzumaki Yuuki chapter 5 . 6/10/2016
Aih, dimana lanjutannya? Yuu pingin baca, penasaran... Pleaseee, kapan? Kapan? Yuu mau baca...
Uzumaki Yuuki chapter 4 . 6/10/2016
AMAZING 100x! Yuu adalah L lovers, lho! Keren banget munculnya! Apalagi waktu berantem terus nasihatin Near, kyaaa! Keren! Keren! Yuu kasih jempol!
Sanich Iyonni chapter 5 . 4/23/2011
Eilaaaa~

Fic Eila ini bikin saya yang udah lama banget nggak login FFN jadi login. :)

Okeh, saya di sini cuma mau me-rambling mungkin... jadi jangan mengharapkan saya menjadi "reader yang teliti". Saya cuma mau mengatakan apa perasaan saya selama baca fic ini.

Fic ini AMAZING, Eila. Everything! Karakterisasi. Diksi. Cara penyampaian. Semuanya! Saya suka, cinta, tergila-gila. Sampe nggak bisa ngomong apa-apa lagi saking jatuh cintanya saya sama fic ini, yang sungguh memuaskan hasrat saya akan fanfic DN berbahasa Indonesia yang canon dan worth to read. :)

Ah pokoknya saya suka suka suka dan sesuai perkataan saya di Twitter, saya akan terus menggentayangi Eila sampe fic ini dilanjutkan~! o

.

Sepanjang baca fic ini, saya jadi ngerti maxud Eila dengan "rasa sayang yang tumbuh pada Near karena nulis fanfic ini". Eila sukses banget menggambarkan sisi lain Near sebagai anak-anak. Diksi Eila elegan seperti biasa, tapi tetep bisa melukiskan "jiwa kanak-kanak" yang terdapat dalam fanfic ini.

Penggambaran masa lalu Near yang kelam bikin saya sedih. :( [btw masa lalu Near di sini canon gak sih?] Perasaan Near juga terjabarkan dengan baik... feelnya dapet banget. Ini cerita tentang anak-anak yang ditulis secara dewasa tanpa meninggalkan sisi anak-anaknya sama sekali. Eila, you're so great!

Saya SUKA BANGET sama karakter Matt di sini, seriously. Eila menggambarkan dia sebagai penengah yang ramah dan bisa bergaul dengan siapa aja, baik pada semua orang, temen yang cocok buat Mello. Aduuuuh, Matt di sini bikin saya makin cinta. XD

Mello-nya juga, karakternya dapet banget. Sangat mudah dibayangkan dia kayak gitu pas masih di Wammy's House. Interaksi antara dia dan Near di sini sangat memikat... bener-bener khas anak laki-laki. :)

Teruuuus, saya penasaran BANGET sama pembicaraan L dan Watari tentang dua anak "percobaan" yang jadi rusak. Apa maxudnya, siapa dua anak itu? Eila harus menjawabnya dengan melanjutkan Enigma. -w-

.

Oke deh, mungkin segitu dulu. Siap-siap aja sering-sering saya tagih lanjutannya ya, Eila. :P

Thanks for writing this! Kerasa banget Eila menulisnya dengan segenap hati sepenuh cinta. :D
Love Virus chapter 2 . 4/14/2011
aku suka banget ceritanya :D/...
Diana oz pacifier chapter 5 . 3/16/2011
Senpai gomenne wkt ripyu chap 4 sy lpa ngasih nama maap~*sujud d kaki senpai*

《ㄒㄇㄒ》

Senpai ampe nangis sya bacanya. D satu sisi sy kasian sm pacar syabca:Nearyg ckep n pinter abiz

-dgebuk fg near krna ngeklaim seenak jidat-

Pendeskripsian keadaanya jga makin bagus senpai. Pokoknya senpai mendewa sangat. Senpai sbnarnya sya udh bc fic ini sjk prtma publish (brapa bln llu gtu)tpi g bsa ripyu krna modem sya ngadat. Jadi ripy chapny sya tulis d hari yg sma.#kagakadaygpdli XP

Senpai ganbatte~ cpt updet.
Guest chapter 4 . 3/16/2011
Senpai sakit kepala minum pandadol(?) senpai.

Senpai kita bkin rencana buat nyulik L, Near, Mello ama Matt yuk. Trus nanti nearnya untuk aku (mau ku sabotase) yg lainya u senpai

-sorakin diana:wuuu-

Senpai truslah berkreasi. Senpai nanas blakang rumah panen(sbnarny rumahku tu hutan ato ap si msa tiap hari ada aj yg panen) untuk yg satu ini saya g akn bgi sma senpai. Krna saya ska nanas. Ye!

#kagakadaygnanyageblek
Diana Oz Pacifier chapter 3 . 3/16/2011
Kyaa~ seribu jempol untuk senpai. Keren, lgi2 sya kagum sma pilihan kata2nya. Senpai pohon coklat dblakang rumah sya panen. Ni untuk senpai, bgi-bgi ama mello ya.
Diana oz pacifier chapter 2 . 3/16/2011
Senpai keren banget. Gyaa~ pilihan kata-katanya keren. Dah lma diana nyari fic dmana near gak ooc dan akhirny

[sfx:tattarraa] dapet fic ini. Keren banget. Typo cma dkit. Senpai makasi dah bkin near g ooc. Saya sbagai fg-fanatiknya near menghadiahkan seuntai pete yang dipanen langsung dri kbun blakang rumah(?). Senpai lanjutin trus y... Saya stia menunggu.. Jaa
heylalaa chapter 5 . 6/14/2009
ngg.. saya nggak tau mau ngomong apa. -payah-

tapi... keren banget! beneran deh, bahasanya dan deskripsinya.. saya suka! :D
Sapphire09 chapter 5 . 4/23/2009
I luv this story
HalfMoon-Smile chapter 5 . 3/15/2009
Eila, Dear! Sori dori buat keterlambatan supernya. Saya benar-benar menyesali tumpukan kesibukan yang perlahan-lahan mencabut saya dari dunia literatur yang magis dan menghibur.

Sekedar kontemplasi ga penting: cerita-cerita sekolah emang selalu seru untuk diikuti. Apalagi dengan gaya sekolah ala Hogwarts, right, Sis? Bedanya di sini guru2nya ramah dan menyenangkan. Ga macem HP yang dipenuhi guru-guru misterius…Nah, that’s very different point. Tentu saja Watari dan Roger udah mencari guru2yang berdedikasi tinggi.

Dan kaenya di sini terselip impian2Eila, seperti perpustakaan buka sampe tengah malam…Hahaha, awas berhantu*digebukin massa*. Saya juga mau tinggal di panti asuhan macem gini! Roger sama Watari masih butuh ibu rumah tangga ga?*shot*

Saya paling suka adegan kelas olah raga dan adegan Near jatuh di tangga. Adegan kelas olah raga itu dengan sangat jelas menggambarkan ketidakberdayaan Near di satu-satunya aspek hidup yang tak dikuasainya*huggie Near* Kasian, sampe ngos2an gtu…Jujur aj saya sendiri sangat kurang kemampuannya di bidang olah jasmani*buka kartu*. Saya bisa merasakan nafas Near terengah2walau baru lari 3 putaran*that’s really reminds me from the old school days-grin* Sementara Mello dengan gilang-gemilang mengungguli Near. Oh, that boy must be really proud of himself.

And you know what, saya makin lama makin cinta sama Mello!*saya udah bisa mendaulat diri sendiri setipe sama Near, ga cuma dari sikap dan cara berpikir, tapi juga dari segi ketertarikan pada Mello*. Saya berbunga2lhow pas Mello marah-marah sama anak yang nabrak Near itu. Ga bohong! Walaupun Mello bilang atensinya bukan untuk membela Near, tapi kalau saya menempatkan diri sebagai Near, saya tetep merasa saya masih punya hak untuk berharap Mello melakukannya demi saya-giggle*ditendang Near*.

Ngomong lain soal Mello, saya sangat bisa dia membayangkan Mello ngejar gurunya untuk protes. Sangat realistik, Sis. Four thumbs up dalam pembangunan karakternya keluar menjadi visualisasi.

Saya juga setuju sama Eila, biarpun di luar mereka terlihat akrab, tapi di dalam diri mereka masing-masing membara sifat kompetitif, mencoba untuk menjadi pengganti yang pantas dari L. It’s just a natural thing would happened when geniuses’re gathered.

Soal L yang atheis, ga mengejutkan sama sekali, karena saya pernah juga membagikan pikiran ini sama Eila. Inilah kelemahan terbesar orang pinter, bagai kacang lupa sama kulitnya. Makanya L celaka sendiri, ga bisa menyatu dengan soulmatenya, si Raito*mulai melenceng arah*.

Uh, back to topic…Kalo udah ngomongin RaitoL, saya emang suka kumat….

Saya bertanya-tanya apa percakapan Watari dan L di awal itu mengindikasikan pernah ada kegagalan di waktu lampau yang menyangkut pengganti2L? Apa anak2itu berubah, alias jadi murtad? Saya sampe stuck di percakapan itu untuk mendalami lebih lanjut, tapi kaenya ini jadi porsi Eila untuk memberi tuntunan lebih lanjut, would you, Imouto-chan?*kalo ga mau, saya udah nyiapin golok…Buat motong duren maksudnya*

Dan pas Near n Mello dipanggil ke ruang Roger, saya kira cerita ini akan berlanjut ke DN canon. Di mana tiba2mereka mendapat kabar paling menggemparkan: L is dead…Whoa! Untung aj prediksi saya meleset…Kalo bener kan nanti saya ga bisa menikmati interaksi LMelloNear lagi*huggie Eila*

Terakhir, ada sedikit kritik. Saya bukannya tidak percaya cinta atau kagum pada pandangan pertama. Tapi sebagai seorang yang realistik, saya merasa kekaguman Near pada L itu terlalu mengawang. Untuk anak sekecil dia, yang punya traumatic past, secara psikologis ga akan percaya orang begitu aj. Emang L ga melakukan sesuatu yang buruk padanya, tapi juga kemunculannya sangat jarang sampai rasanya sulit mengubah trauma Near menjadi kagum. Sorry that I said harsh thing here, tapi seperti ada scene yang hilang, Sis. Setidaknya meskipun Near udah merasakan kedekatan emosional tertentu sama L, seharusnya Near mencari cara untuk mengukuhkan perasaannya. Bahwa aman ada di dekat L…Hau, sorry, Sis. Kritik ini boleh diabaikan, otak saya emang terlalu banyak pertimbangan ga penting….

Overall, meskipun panjang, ternyata tetep enak dibaca. Dan selalu ada emosi baru yang tersampaikan dari setiap adegannya. Interaksi anak-anak pun berkembang. Persabahatan Matt dan Mello, penerimaan Mello pada Near yang masih malu-malu, emosi Near yang mulai stabil-intinya flownya runut, sistematis dan ga menyebabkan keambiguan. Ini menjadi salah satu poin kuat dalam fic Eila*ga kae fic saya yang hobi loncat2ga beraturan-nyahahaha*

Emang perkembangan jadi lambat, tapi suasana harmonisnya bikin betah dan kecanduan. Saya ga sabar baca klimaks cerita ini.

Fiuh…Leganya saya udah mengucurkan isi otak saya...Jangan mual ngeliat rambling super panjang ini. Semuanya diimbangi dengan panjangnya chapter kali ini jadi banyak yang bisa dibahas*ga mau ngaku kalau sendirinya bawel*. Nantikan review saya untuk Dear Mello,’kay?

UPDATE, please?*informasi ga penting: rambling saya boleh dinobatkan sebagai yang terpanjang dalam sejarah…2 lembar A4, euy!…-mulai sekarang saya akan memplester mulut. Seperti kata iklan, talk less, do *
Kirazu Haruka chapter 5 . 3/14/2009
Wow...tak menyangka kalo Mello mau nyelamatin Near...

Gak nyangka juga kalo Near cocok juga jadi kaya Nobita (dalam hal OR maksudnya)

Matt kurang ambil peran yah disini?Not meant to protest...

Selebihnya..gak isa komentar..bahasanya bagus banget!Cerutanya bikin penasaran!Saya tunggu updetnya!
Shizuka Daihyooga chapter 5 . 2/27/2009
Eila! Maaph banget baru bisa review! Padahal, aku dah baca fict ini sejak lama, tapi yah karena rutinitas kelas XII yang benar-benar kejam, alhasil ga pernah sempet. Pardon...

Eila, chapter ini emang bener-bener panjang. Aku yang baca ulang di kompi, jadi agak pusing. Tapi udahlah, semua dah terobati kok dengan pendeskripsian cerita yang OK. Two thumbs buat Eila!

L ga percaya Tuhan? Wah, pemikiran yang unik tuh! Aku sih ga pernah kepikiran sampe sana. Emang sih kalo dilihat ato lebih tepatnya dibaca dengan sangat teliti, pemikiran itu masuk akal. Coba lihat aja saat L yang awalnya g percaya bahwa shinigami itu benar-benar ada. Mungkin seperti itu kali ya!

Near, malang amat nasibmu! Dasar orang-orng tua yang g tahu diuntung. Punya anak yang segenius itu, eh malah disiksa. Emang kurang apa coba? Ah, mendingan Near dikasih ke aku aja, biar jadi adikku. *dikemplang Om Tsugumi* Maklum ga punya adek laki-laki...

Tumben, Mello ga gitu galak di chapter ini. Biasanya mengintimidasi Near terus kan? Apa dia udah mulai sedikit simpatik ama Near? Ah, awal dari MelloNear...

Dan untuk Matt, kok bisa ya dia tahan dengan Mello yang agak emo? Puji buat Matt yang udah belain Near dari Mello!

Oh, ya hampir kelupaan. Near, kau mirip denganku! Bukan soal kejeniusannya, tapi kemampuan olahraganya. Dalam pelajaran itu aku memang benar-benar payah dan udah ga bisa diapa-apain suka saat adegan Mello nyelametin Near di tangga. So sweet... _

Sejauh yang kulihat, ga da typo tuh. Tapi, bisa aja aku ga teliti. Hehehe...

Sampai sini dulu ya, Eila. Ayo, cepat update!

Regards,

Shizuka
Romanticha chapter 5 . 2/13/2009
Eila-nee!

...

...

*garuk2 kepala*

...

No comment deh, Kak...*gaya artis* *dibantai*

Updated!
55 | Page 1 2 3 .. Last Next »