Reviews for The Lone Samurai
Miaya Tezuka chapter 3 . 6/15/2014
I'm crying so hard, beacuse of this beautiful story. x
LiveInTheMomentx chapter 3 . 11/9/2011
/rubs hands together Hopefully this won't be a super long ranty review.

I love this story. I love AU's especially the historical ones, hell this had a hint of supernatural if you counted the ending which is also one of favorite genres besides angst. This, was filed with angst. You killed off most of the people in the story even the minor people xD by having Tezuka slash and kill them.

The Little Match Girl was one of my favorite stories since I was young. It was sad, but I always thought that at least the little girl had somewhere warm now and comfort by death. Your story does it justice. The story that was told in The Little Match Girl shone through in your story yet not so much that the originality of your story was taken away. It was sad, yes, very sad. Yet the ending gave me a speckling of hope and happiness. The same sort of feeling I got from The Little Match Girl.

The setting you put it in was amazing. I wouldn't know if it was accurate or anything of that sorts, but I do know it was believable to me. Nothing wasn't unbelievable and the way Fuji died reminded me of these Chinese dramas I used to watch. If your're confused why I'm gonna explain very quickly xD. In these old Imperial China dramas, someone (usually the high-racking old dude)gets sick and coughs blood. Tuberculosis? I'm not really sure. The way you made Tezuka died was amazing! His health was slowly declining and the visions he had, especially of Fuji really pricked my heart.

I don't know if I cried. This is the second time I read your story. xD So I knew what to expect even though I was slightly sad still. Your story actually is what got me back into the PoT fandom. I use to watch it when I was younger with my sister, like awhile ago, like long long long time ago. More then five years I think xD like when the anime first started to show. It was the first fandom I ever read for, but after my old dinosaur of a computer died and the month after we got the new one I forgot about PoT. I was a huge fan if your stories and read one of your DGM stories once. Then I read more of them and I started to get low on the stories. That was when I noticed you wrote PoT stories too! I'm a sucker for Perfect Pair stories as well as Au and all that jazz. After I read your story I couldn't stop reading the fandom. Yes, I forgot most of the characters and I still have trouble recalling who is who but I'm probably not going to forget about the fandom anytime soon. Because of you I have so much more to read! You inspire me! Thank you.

-Moment

P/S Sorry this is such a long rant -;;
Eru no Tsubasa chapter 3 . 9/17/2011
I can't believe I'm actually crying... I'm usually so cold-hearted... but the Little Match Girl has always been one of my favourite stories, and this story... Tezuka... Fuji... *tears pouring down* Thank you!
diamondust chapter 3 . 2/23/2010
Sad. What can i say? Although you've put a happy ending in the end of this fic, i still consider it as sad story, even the very sad one. I like how you described tezuka managed his injure and his vision problem. And the meeting part betwen tezuka fuji was so sweet and touchy. Very nice one, Aiy. I enjoy reading this fic (and sobbing) very much.
diamondust chapter 2 . 2/23/2010
I love the setting that you used here. And for me, you've described the situation clearly. I felt like watching a samurai drama movie. I've cried a bit when i found fuji and yukimura's death. But overall, this is awesome.
diamondust chapter 1 . 2/23/2010
Gloomy, dark and bloody with many secondaries characters die. But i like the battle scene and how Tezuka and Fuji tried to protect and to support each other. That's very beautiful. It gives a little warm instead the thick angst atmosphere.
xXviolenceisgolden chapter 3 . 1/3/2010
I'm sad... It was a beautiful story... TT
nozomi.sora chapter 3 . 3/27/2009
OMG

this fic REALLY send me into a merry-go-round of emotions..

* minjem istilahnya YUI*

mulai awal fic ini..saia dah terpesona dengan penggunaan istilah2 dan bahasanya..wew..like Shiraishi's bible tennis, FLAWLESS! mulai dari deskripsi..smuanya..kerasa bgt emosinya ea...very natural..mempertimbangkan aspek psikologis dgn memberi karakterisasi yang T-O-P!

Apalagi pas Yuuta sakaratul maut *baca: sekarat* woah..really made me MELONGO didepan laptop dengan mulut angop a la kan koi kelaperan. Ssu..the blending is GREAT. Juga pas Fuji nyoba harakiri..wah..aye bersorak-sorak dalem ati kedapetan fluff kayak gitu. SO SWEET yet NOT LEBAY and JUST IN TIME.

Chemistry yg pas antara tiap karakternya..udah deh..daripada ngabisin tempat XD saya cuma mau bilang kalo ini fic..bener2...

VERY VERY RECCOMENdED

and

AWESOME!

Keep writing, ne?
stealing movies chapter 3 . 1/27/2009
...this was inspired from 'The Little Match Girl'? Oh my goodness, you are a genius! I think I
yuushibari chapter 3 . 12/18/2008
sedih sekali, nya! terharu sayah

hux...

very dramatic..

angsty..

not sappy...

100 thumbs up deh! *minjem tetangga kanan kiri*
Azureila chapter 3 . 12/18/2008
Di balik segala tekanan emosi dan angst di sini, yang saya suka itu adalah kepedulian Oshitari dan Atobe terhadap Tezuka. Rasanya heart-warming banget... mengetahui kalo masih ada yang peduli dan mau mengusahakan sesuatu untuk kita, kan? That's what friends are for... walaupun di hati Tezuka tidak ada yg bisa menggantikan Fuji, tapi setidaknya Oshitari dan Atobe masih punya ikatan teman seperjuangan dengan our-beloved-stoic-buchou, ne?

Visi Tezuka tentang Fuji yang telah berpulang membuat saya sedih, sekaligus terenyuh. Tampaknya dunia nyata udah gak berarti banyak bagi Tezuka jika dia diberi kesempatan untuk bertemu Fuji di dunia kedua. Wow... adegan fighting dengan movement yang diajarkan Fuji keren Tsubame Gaeshi, eh? Perkembangan karakter Tezuka yang menolak disebut lemah dan berjuang melawan ketidakberdayaannya juga bagus. Oh, dan saya suka simbolisasi daun maple kemerahan yang berhubungan dengan darah dan kematian. What a beautiful way to describe death! *claps*

Scene flashback TezuFuji di markas Shinsengumi sangat sangat indah... atmosfer kedamaian yang bercampur kesedihan tergambar dengan baik di sana... dan saya udah squeal aja begitu Fuji tertidur di pangkuan Tezuka dan Tezuka membelai kepalanya. Kawaii yo ne sekali aiy-neesan nulis fanservice memang mantap! XD XD

Namun, scene di mana kematian menjemput Fuji sukses memporak-porandakan mood fluff TezuFuji yang udah terbangun sebelumnya. Ow, Atobe nangis sambil menggenggam tangan Oshitari.. gak nyangka lho, neesan. Atobe was a proud creature and I don't think he's the type of person who's willing to show his vulnerable emotions. Tapi sisi positifnya, ini justru menambah intensitas scene ini, dan menunjukkan betapa Fuji dicintai oleh rekan-rekannya. Fuji ended up dying in Tezuka's arms...TT_TT. If I were Tezuka, I'd crush completely at the said moment, knowing my loved one left me after saying those words I badly wanted to hearTT_TT.

Dan mendekati ending, saya makin gak tau mau ngomong apa. Semoga aiy-neesan masih betah membaca racauan saya: hantu Fuji yang muncul menjemput Tezuka mengingatkan saya pada salah satu cerita Jepang klasik (kalo gak salah judul terjemahannya Malam Kesepuluh Bulan Sembilan). Akhirnya di penghujung waktu, Tezuka benar-benar jatuh pada visi yang dideritanya, tapi mungkin itulah keinginan terbesar hati kecilnya. Kata-kata 'I am real' dari Fuji mengingatkan saya sama salah satu dialog TSM. Saya puas sama endingnya. Benar2 mengadaptasi The Little Match Girl dengan cara yang romantis... sedih, tapi romantis, dan saya tahu, jika sudah berdua, mereka bakal baik-baik saja. Saya lega mengetahui Tezuka meninggalkan dunia dengan senyum. Saya ingat satu quote dari Nilah-san (salah satu Mistress RaitoL di FFN) yang berbunyi: "You see the one you love before you die, and usually, the person is your life." Match perfectly with TezuFuji's circumstances in this fic, no? XD

Finally, before I end my long-winded rambling, I just want to say that this fic rocks my socks XD. See, ternyata nulis angst itu enak, kan, aiy-neesan? Apalagi mengingat fic ini dikerjakan dalam waktu singkat, makanya, ayo bikin angst lagi! *ditampar*

Maaf kalo review saya ngaret, seperti biasa. Namun saya yakin aiy-neesan terima review kapan aja, kan?

Mata ne, dear sista!

Regards,

SheilaLuv
Azureila chapter 2 . 12/18/2008
Syalalala ada Oshitari, dan di mana ada Oshitari, pasti ada... ATOBE-SAMA! XD XD *jejingkrakan* Ehm... maaf. Akhir-akhir ini saya mulai suka sama Atobe, ternyata kalo dilihat-lihat dia lucu juga, ya? Sikap angkuhnya itu bikin saya pengen nabok, tapi karena gemes, nyahaha... *dibantai* Salahkan Halfie-neechan yang udah buat Tie Break chap 6 dengan Atobe sebagai tokoh utamanya XP

Jadi, Tezuka jatuh setelah melihat Okita muntah darah akibat TBC, ya. Sewaktu Oshitari bilang hal itu pasti mengingatkannya pada Fuji, saya udah senyum-senyum sendiri. Eniwei, boleh cerita sedikit, aiy-neesan? *pleading eyes* Jadi, jauh sebelum Tenipuri yg saya tekuni di akhir tahun 2007, saya udah suka sama HijikataOkita dari Peace Maker. Dan saya kaget begitu tenggelam di fandom TezuFuji beberapa bulan setelahnya, karena ada beberapa kemiripan antara dua pairing ini. Hehe.. apa aiy-neesan juga merasa begitu? Pas YM-an sama Isumi-chan juga, kami berdua sepakat kalo HijikataOkita adalah kehidupan masa lalu TezuFuji, hahaha... *fangirl gila*. Padahal Isumi-chan cuma ngeliat video di YouTube dan belum mendalami PMK, lho. Jangan-jangan Chrono Nanae-sensei dan Konomi-sensei memang berkomplot, haha.. *laughs evilly*

Tapi jujur, pas ngebaca chap ini pertama kali, kirain Fuji masih hidup, makanya saya langsung mau nodongin shot gun di depan muka aiy-neesan pas tau Fuji udah meninggalTT_TT. Neesan, drastis banget emotional roller-coasternyaTT_TT. DAN KENAPA YUKIMURA DULUAN PERGI KE DUNIA KEDUA? Sista, you're truly meanie to my beloved boys.. uhuhu... dead!Fuji and dead!Yukimura really make my heart torn in two. Saya tersentuh sama kata-kata Sanada. Tentu, yang dia maksud adalah Tezuka belajar menikmati hidup lagi, tapi Tezuka gak bisa. Mou, Tezuka-kun, life is not fun without Fuji, is it? *pats* Fuji membawa separuh hati Tezuka, dan karena itulah hidupnya kosong. Membayangkan Tezuka merenung dan berduka, saya jadi ikutan mikir: mungkin ini bahaya terbesar dari mencintai. Karena semakin dalam mencintai, semakin besar potensi kehilangan, kan? *ditabok karena sappy*

Hwehehe... ada Momo dan Ryoma-kun juga.. tapi gak satu scene, ya. Gak apa, saya masih mau nunggu kelanjutan MomoRyoma di TSM, kok *ampun, neesan! XP* Halah, scene haiku itu bikin saya ngakak XD XD. Dasar Atobe-sama, masih aja sok tau kalo saya yang dibuatin haiku sama Oshitari, saya udah happy banget, tuh *hugs Oshitari*. Hints OshiAto-nya manis, aiy-neesan! Saya bisa membayangkannya dengan sempurna, dan cocok banget jadinya!

Mari kita lihat apa yang terjadi dengan Tezuka di chappie selanjutnya!

Regards,

SheilaLuv
Azureila chapter 1 . 12/18/2008
Well, sesuai janji, saya datang lagi! XD XD Karena selang waktu antara baca fic dan ngetikin reviewnya lumayan jauh, saya sempet baca ulang supaya bisa menangkap atmosfernya lagi. Saa, hajimeyouka?

Uh, dari event pertama aja hati saya udah serasa dirobek TT_TT. Tezuka kehilangan orang tuanya dengan cara yang menyedihkan. Saya sendiri gak mampu membayangkan gimana hancurnya hati Tezuka ketika kehilangan keluarga. Memang, dalam situasi seperti itu, bukan cuma Tezuka saja yang kehilangan rumah dan keluarga, tapi juga ribuan anak-anak lain. Begitulah kalau yang berkuasa sudah bertempur, pihak-pihak yang kecil dan tersisihkan seperti keluarga2 Samurai mau tidak mau pasti jadi korban dari pihak oposisi. But still.. aiy-neesan, your're meanie! *cries*

Tapi saya gak bisa nahan senyum begitu tau Fuji memanggilnya 'Mitsu'. Here comes the fun, hehe... memang Fuji punya pengaruh yang profound, ya. Tragedi di balik alasan kenapa Fuji terus menerus tersenyum itu sangat tajam, aiy-neesan! Sepertinya Fuji berusaha menghadirkan apa yang telah hilang: keberadaan Yumiko, semampu yang dia bisa usahakan. Saya bisa mengerti keadaan Yuuta. Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan, dan gak diakui sebagai diri sendiri? Yah, memang Yuusaku gak bermaksud jelek, tapi dalam masa remaja di mana Yuuta masih mencari jati diri dan identitas, hal itu pasti berefek juga pada akhirnya. Poor Yuuta. *hugs*

Ada satu kalimat yang sempat bikin saya merinding, karena tau sesuatu yg buruk bakal terjadi: "Shuusuke unsheathed his katana and charged forward with anger flashing in his beautiful eyes."

And... and.. HOW DARE YOU BASTARDS TRYING TO HURT MY DEAR SHUUSUKE AND MESSING WITH TEZUKA? HOW DARE YOU? Jujur, di bagian fighting, saya terpaku terus di depan monitor, dan sibuk membayangkan potongan adegan demi adegan di kepala saya, dan begitu saya seolah bisa melihatnya, saya jadi miris. Miris banget. Tezuka memeluk tubuh Fuji yang kehilangan kontrol. Yuusaku yang tewas. Yuuta yang ikut jatuh karena melindungi Fuji. Fuji yang memohon-mohon sambil berkata hanya Yuuta yang dia punyai di dunia ini. Tezuka yang berjanji untuk melindungi Fuji. ARRGGHH... the pain and angst is too much to take! Hati saya berduka untuk mereka TT_TT.

Scene hugging-nya bikin mata saya berkaca-kaca. You're all that I have... beneran, kata-kata sederhana itu langsung menusuk ke dalam hati. Karena mereka hanya memang tinggal berdua di dunia ini. Hanya bisa bahu membahu bersama setelah Yuuta, Yuusaku, dan Yumiko tiada. Hiksu memang gak ada yang mulus di dunia ini, ya? Dan mereka harus menyadarinya dengan cara yang pahit. Damn, this fic makes me wanna hug Tezuka and Fuji and never never let them go!

Sebelum saya mulai ngaco, saya lanjut ke chapter dua, neesanTT_TT

Regards,

SheilaLuv *yang sibuk nahan air mata begitu baca ulang TLS*
kolachess chapter 3 . 11/12/2008
ya...I always love Shinsengumi stories...its so sad! Very nice story...depressing really. Its always tuberculosis, poor Fuji. Loved it.
Aelendis chapter 3 . 10/30/2008
With you, I used to read fic full of humour.

This fic is different but it is beautiful.

You did a very good work with it : love, pain .. and a little trace of poem (i don't know if I well express what I want to say).
33 | Page 1 .. Last Next »