Reviews for Tersesat
o or o chapter 1 . 2/13/2013
light suka sm L cwo sm cwo omg... -_-'
Claire Barbossa chapter 1 . 9/19/2009
kata - katamu indah sekali, aku suka sekali.

kisah yang fenomenal tapi menyentuh.

emang sulit sekali mengutarakan perasaan light. aku juga setuju.

dan eksplorasi manusiawi L-lah yang paling kusukai di fanfic mu.

kesepian dan kesedihan Near, serta keputusasaan Mello untuk Near. Wow, great words.

kamu dah cukup fokus untuk menceritakan kisah hati masing-masing karakter.

o iya, tolong review punyaku juga ya..

thx
HalfMoon-Smile chapter 1 . 5/8/2009
Isumi sayang! Maafkan sistamu ini karena baru sempet ngereview sekarang. Okay, mari lanjut langsung ke main course karena banyak yang harus dibahas*atau dirambling*

Saya melihat korelasi yang dalam antara fic Isu ini dengan fic saya seperti yang disebutkan Isu. Haha, tapi entah kenapa dengan kapasitasmu, Isu mengubah suasana kelam dan angst di fic saya menjadi fluffy. Seriously, saya menganggap ini fluffy biarpun sarat kematian, tekanan dan pergulatan batin. Mostly di bagian MelloNear.

Mengingatkan saya, pada mimpi Mello, L sampai harus berbicara ‘sedikit’ gamblang untuk menyadarkannya. Entah kenapa saya suka L lebih jujur pada Mello, karena secara sifat, Mello memang lebih spontan dan terbuka. Sebaliknya Near lebih suka berkubang dalam misteri dan puzzle. Penggambaran Isu tentang Mello pun cukup sempurna di mata saya. Gaya sarkastisnya tertuang dalam setiap kata-katanya.

Masuk ke pembahasan yang lebih teknis, sebenarnya saya canggung dengan L yang sepertinya ‘pilih kasih’ pada Near. Seharusnya L menaruh harapan pada mereka sama besarnya karena bukankah dia berharap Near DAN Mello bekerja sama menjatuhkan Kira? Tapi saya cukup sepakat dengan sifat jujur L, karena biasanya ia suka mengungkapkan kebenaran di saat orang tidak berpikir ia akan jujur. L adalah tokoh yang unpredictable, segala gerak-geriknya akan mengejutkan orang, sampai yang setaraf Raito. Saya rasa penyampaian kejujuran L itu akan lebih menarik dengan cara-cara yang misterius untuk kedua penerusnya.

Ryuk juga termasuk tokoh yang misterius. Dia bukan tipe karakter yang bisa berterima kasih, bahkan saya punya kesan dia hanya bermain-main dengan manusia yang jatuh dalam Death Note, buktinya dia dengan suka rela menuliskan nama Raito di akhir walaupun Raito sudah memberinya banyak apel. Jadi hubungan mereka lebih ke hubungan professional, Raito juga tidak ragu mengeksploitasi Ryuk bila memang diperlukan. Jadi di makam, Ryuk cukup mengatakan, “Aku sekedar mengantar titipan.” dibanding “mengucapkan terima kasih”.

Terakhir, kita masuk ke pembahasan Raito, you should be ready coz I’m super concern about him. Surat yang dituliskan Raito, jujur, masih terlalu sappy untuk ditulis seorang Yagami Raito. It would took all of his pride to write like that. Meskipun harga dirinya masih terasa dalam suratnya, saya kira ada kata-kata lain yang lebih metaforis untuk menggambarkan kebutuhan Raito akan L karena tentunya mereka berdua pintar menyembunyikan makna dalam permainan kata. Tapi maksudnya bukan kata-kata yang puitis, saya sendiri tidak yakin bisa menuliskan surat untuk L dalam sudut pandang Raito dengan tingkat kecerdasannya. Yang pasti kunci RaitoL bagi saya adalah: rahasia, rahasia, dan rahasia. Momen-momen RaitoL adalah momen khusus bagi mereka berdua karena koneksi dan pemahaman itu hanya ada di antara mereka. Momen mereka jelas beda dengan momen MelloNear. So make it more special, Sis.

Overall saya puas dengan tema ‘rahasia yang terungkap’. Near dan Mello akhirnya membuka mata, ada yang lain dalam persaingan RaitoL*joged gembira*

Saran saya di atas mungkin terlalu banyak interpretasi pribadi, tapi hopefully itu bisa membantu Isu menciptakan bayangan mereka yang lebih jelas. Lagipun bukankah kita Cuma bisa menginterpretasi, karena yang mengerti seutuhnya hanyalah Ohba-sensei dan Obata-sensei, betul?

Maaf kalo saya udah bawel, tapi saya ingin mendorong Isu untuk semakin memperdalam pemahaman RaitoL seperti yang sudah terlihat dalam MelloNear nya….They both have their own speciality, jadi saya tanpa ragu akan menarik Isu ke lubang RaitoL juga.

Sincerely,

HalfMoon-Smile.
Azureila chapter 1 . 5/8/2009
Hello there, sista! Hwahahaha... udah lama gak baca fic Isumi-chan, tau-tau disodori asupan Death Note yang isinya dua pairing favorit saya sepanjang masa, rasanya seneng banget! Fic-nya langsung saya baca, dan meskipun reviewnya ngaret karena ujian dan tugas, semoga sista tetap sudi nerima rambling gila yang sering gak jelas ini, hohoho...

Yosh, hajimemashou!

Paralel dunia mimpi Near dan Mello menarik banget, dan adegan mimpi antara L dan Mello adalah salah satu scene favorit saya sepanjang fic ini. Kesannya L lebih blak-blakan dan terbuka di hadapan Mello, dan hal itu seolah menegaskan kembali betapa kuatnya ikatan yang terbentuk di antara mereka berdua. Begini-begini, saya penggemar berat LMello dan MelloL juga lho, hohoho... (tapi dalam konteks friendship atau brotherhood XD, bukan yaoi. Karena Mello terlalu menghormati L dan L terlalu sayang pada Mello untuk menjadikannya objek afeksi menyimpang seperti itu *ditabok*). Sikap Mello yang kasual dan straightforward nampaknya sanggup memancing L untuk mengatakan apa yang selama ini 'tak terkatakan'. Menurut saya perbedaan ini cukup mencolok dibanding mimpi Near, dimana L lebih vague, subtle, dan halus mengungkapkan kasih tak sampainya kepada Raito (_). Tapi respon Near yang sangat immediate, sangat mendekati spontanitas dan sekilas menjurus ke arah impulsif ketika melihat bayangan Mello berhasil membuat saya senyum membayangkannya. Hahaha... saya sangat, sangat tergugah ketika Near maupun Mello kehilangan kendali karena kehadiran satu sama lain. It's twisted, yes, but it feels so damn right!

L memang jadi melankolis di sini, namun Isumi-chan berhasil menakar porsinya dengan pas sehingga gak terkesan cengeng, sebaliknya malah meng-highlight satu poin terpenting: L juga punya hati. Dan hatinya ada pada Raito, meskipun Raito-yang-terlalu-angkuh-dan-maniak-pemujaan itu selamanya gak akan mengakui cintanya pada L secara terang-terangan. *nonjok Raito sampai babak belur* RaitoL yang diterangkan secara reflektif disini tetap aja indah XD, dan senang rasanya membaca dimana hubungan mereka berdua punya benang merah dengan MelloNear. Selama ini, cuma beberapa author yang berhasil memadukan dua pairing ini secara memikat, dan Isumi-chan termasuk salah satunya *claps*. Dan kalimat ini: 'Saya jatuh, Mello. Saya telah jatuh.. dan saat ini, saya bahkan tak berani berharap bahwa dia akan menangkap saya.' those lines are totally heartbreaking. They broke my heart the first time I read them, and they're breaking my heart again as I type them down right now TT_TT

Dan saya semakin speechless pas Near akhirnya bertemu Mello. Kita semua tahu, batasan antara emosi dan logika mengabur manakala Near berhadapan dengan belahan jiwanya yang paling nyata, Mello. *lonjak2, ngusung banner MelloNear sampai Antartika* Scene fanservice-nya juga sukses! Saya dengan senang hati membayangkan Mello berbisik di telinga Near, dengan suaranya yang rendah, kasar, garau... mengancam dan gak berniat untuk melepas *heavy nosebleed*. And when they finally kissed-er, Mello initiated it, but Near soon surrendered in his arms-wow. You've sent me to heaven as the happiest fangirl! *cackles wildly* Hahaha... maafkan kegilaan saya. Saya memang punya big fetish terhadap sisi liar Mello XD *diseret ke asilum*

Sepertinya saya merasakan sedikit unsur supranatural di fic ini. Suara L yang bergaung di telingan Raito sesaat sebelum adegan di warehouse is... kinda creepy. *cringe* Di lain pihak, penggambaran future!Near yang mengunjungi makam L dan Mello benar-benar... pedih. Near's glory is nothing more than an empty victory, dan implikasinya terasa di bagian ini: 'Bola mata kelamnya berpindah pada nisan Mello, dan untuk sesaat, mata hitam itu tersaput kristal bening yang menggenang, namun hilang dalam satu kedipan. Tangan pucatnya terulur untuk menyentuh nisan itu, dan mengusapnya lembut.' Once again, your powerful lines are killing me, sis TT_TT.

Oh, dan kemunculan Ryuk membawa angin segar. Being a thrill-seeker shinigami as he is, I can picture him laughing inwardly while he was watching Raito wrote down the letter. Tapi Ryuk memang cukup cerdas untuk membedakan Kira yang merciless dengan Yagami Raito yang masih... punya hati. 'Pembangkang yang tetap abadi meski sudah mati'... yap, that's L for you, my dear Raito. You won't be able to run away anymore. Sulit membayangkan Raito bersikap sentimental, tapi kalau terbawa perasaan, siapa yang bisa melawan? XD

Sebelum rambling ini makin kacau, saya mau kasih beberapa kritik. Typo di beberapa bagian, but no big deal karena saya hanyut sama ceritanya. You can fix them as soon as possible, right? Trus, sekedar masukan: Near gak pernah menyebut dirinya 'aku' dalam percakapan, melainkan 'saya'. Near menggunakan 'aku' manakala dia sedang membatin/merenung sendiri. Satu lagi, Near selalu menyebut Mello sebagai 'Mello' tanpa pernah menambahkan 'kau'. Near hanya menggunakan 'kau' untuk menyebut Mello jika (lagi-lagi) sedang tenggelam dalam kontemplasi (dan ini pun jarang digunakan). Ini fakta yang saya telusuri setelah baca terjemahan versi bahasa Indonesia. He just calls Mello as 'Mello', nothing more.

Alright-o, Isumi-chan! Overall, saya puas sama fic ini. But still, doesn't stop me from begging for more, mwahahaha. So good luck, ne? Doakan saya di UMB nanti ya, sis! I love you, and please keep writing! I'm waiting in patience

Warm regards,

SheilaLuv
CherryCho79 chapter 1 . 4/25/2009
Ka Isu *ditendang gara2 seenak’y manggil nama org*

Fic’y keren lho XD

Walau ada beberapa mistypo, tapi gag terlalu ngeganggu kok!

Bikin agy yag!

MelloNear sama LightL agy! *wink*

Cho tunggu karya selajut’y XD
naerossi chapter 1 . 4/16/2009
sebelumnya, salam kenal, senpai...

woah, dalem bgt mellonear nya... saia jd ikut kebawa angst... _

h, jadi speechless nih...

buat lagi, ya! saia tunggu!

ganbatte! XDD
yukeh chapter 1 . 4/15/2009
Wai! Mello dan near kissu! Dan apaan itu? Tanda dalam tubuh L? maksudnya….-mimisan stadium akhir-

Oh…saya tak akan membahas hanya adegan2 –piip- itu saja.

Yep, jadi disini Light adalah orang munafik yang gak mau menerima perasaannya sendiri yah? dan..oh, kenapa mello nongolnya bentar banget? Tahu2 udah mati T.T

Cuman ada beberapa mistipo :D Dan juga ada beberapa kata2 yang ‘terlalu berat’ untuk dicerna oleh otak saya yang minus 3 ini T_T

Oh ya, kenapa pairingnya near mello? Bukankah focus dari fic ini adalah LightL? O.o

Ganbatte ya
Mendy.d'LovelyLucifer chapter 1 . 4/12/2009
Aje gile, keren banget. Sumpah. Bener-bener khas Halfmoon Smile and ShilaLuv. Metafora, majas, paduan kalimat. Muanteb abis. Gila... Sujud2 banged dah kalo ma pic beginian.

.

.

Ada misstypo dikit, tp manusiawilah.

.

.

Ganbate,

Teruslah berkarya.

Saia rikues LightL yang banyak, BANYAK EA...
Kencana chapter 1 . 4/12/2009
Saya baru tahu kalo Isumi-san suka MelloNear

Saya suka bagaimana Isumi mendeskripsikan perasaan Near yg kehilangan L juga... Mello, walopun kaget juga saat baca adegan Mello kiss Near. Tapi gak nyangka Light bisa menulis surat seromantis itu untuk L. Light yang mampu membunuh orang dengan mudahnya, sekarang tahu bagaimana "kejamnya" cinta.
phoenixodair chapter 1 . 4/12/2009
Ah theydaag *lebay* DX

mello hanya utk matt!

*d tendang near*

-jgn pikirkan rivyu bag. Atas itu-

heheh..

Bgs loh..

Cm ada dikit mistypo..

Sama wkt Ryuk 'nyengir'

kayaknya kurang enak d bacanya '

'menyeringai' mungkin lbih bgs..

Mungkin.. -.-'

lalu..itu..emang deskripsi atau dialog tanpa tanda kutip?

Aku agak bingung bacanya -

ok..

Ganbatte kudasai Isu-san
Orange Burst chapter 1 . 4/11/2009
Hiya Isu-san XP !

kalo ga ada tanda kutipnya jadi agak bingung...But,good fic!I like it!Ganbatte ne!