Reviews for Il Miracolo della Santa Poring
lucyheart chapter 1 . 12/21/2012
dokidoki
cinta pertama tak akan lekang oleh waktu, haha
Rokuna Aldebaran chapter 1 . 3/12/2011
priest & swordsman?

ada juga ya fandom kaya gitu di sini?

oh iya, ini cerita ragnarok kan?

apa sanich-sama main?

waaaa... sulit juga ngebayanginnya, chara di ragnarok tambah tua.

tapi keren... ceritanya maksudnya.

haha.

NB. kalau ada reviwe yang lebih nggak berbobot dari review saia, tolong kasih tau saia.

saia frustrasi.

ahaha, bercanda. good job, sanich-sama!
Nherizu chapter 1 . 1/24/2011
Ya ampuuuun, ini fic manis bangeeeeeeeeeeeet... _

Euh.. saya Nherizu ato Pinkxpiano (tau kan yah? xD;;)

Oke mari kita mulai. Sebelumnya maaf ya soalnya saya bukan seorang yang ahli dalam bidang fanfiksi Indonesia (novel dan cerpen Indo saja jujur saya jarang baca dibandig yang English), jadi mungkin banyak hal yang saya kurang ngerti dari segi penulisan, apalagi EYD. Terutama saya nggak familiar dengan pengaturan komanya karena setahu saya peraturan perkomaan Indo dengan English beda. Jadi sempat beberapa kali saya agak2 bingung, tapi lantas saya teringat kalau ini kan fanfic Indo jadi wajar kalau kesannya beda hehehehe...

Terus, terus, tentang fandom Ragnarok sendiri saya cuman pernah nonton animenya sekilas jaman sekolah dulu di Indonsiar. Dan saya nggak familiar sama sistemnya, terutama bahwa nama karakternya itu hanya 'swordman' dan 'priest', jadi saya sempet bingung dan nebak-nebak.. Ini nama tokohnya Anna, dan dipersembahkan buat AnnaYuki, jadi berarti ini fanfic tentang OC? Trus saya telaah lebih jauh bahwa nama karaktyernya sebatas swordman dan priest, jadi saya ngerti juga klo sistemnya ternyata memang begitu... Iya juga ya, kan game onlinenya bebas pake nama apa aja yaaa xD;;

Lalu menuju ke untaian kalimat dan diksinya. Saya jarang baca novel Indo, tetapi dari sedikit novel yang saya baca itu, saya menangkap kesan yang sama dari tulisan Sanich. Jalinan tiap kalimatnya, lantunan kata-katanya, flownya... Semuanya enak dibaca. Saya ingat dulu saya tergila-gila novel terjemahan waktu jaman SD dan SMP. Dan tulisan Sanich mengingatkan kembali akan kecintaan saya pada novel-novel tersebut. Sangat mudah untuk dimengerti, tetapi tidak berkesan kekanakan. Justru menurut saya, tulisan Sanich yag seperti ini jika dibukukan akan meraih pangsa pasar yang lebih luas ketimbang penulis dengan tulisan yang indah tetapi sulit dicerna semua kalangan. Setidaknya, dari anak-anak sampai dewasa bisa ikut menikmati tulisan model begini, dan menurut saya itu bagus sekali

Lalu ke plot, deskripsi, dan karakternya :))

Menurut saya, karakter Anna di sini sangat 'luwes' diceritakan, tidak berlebihan dan over-dramatis, membuat pembaca ikut santai dan terbawa oleh jalan pikiran Anna yang lugu. Deskripsinya sendiri sangat jelas. Walaupun di beberapa scene ada yang mungkin perlu lebih dijelaskan, tetapi overall itu sudah lebih dari cukup, karena nuansanya tertangkap jelas oleh pembaca. Dan itu yang terpenting, bukan? ;)

Dan Karakter Graham pun bikin saya jatuh cinta (line terakhir saat dia menyebutkan namanya, membuat hati saya terbang hehehe). Tapi saya tetep setia sama Allen kok, soalnya saya takut dibuli ama Sylviolin #plak

Plot dan twistnya menarik sekali. Sesuatu yang tampak bersahaja melalui deskripsi dan cara penulisannya, ternyata menyimpan surprise. Saya sempat terlintas pikiran bahwa sang swordman mungkinkah si santa clause karena disebutkan ia selalu membagi-bagi candy, candy cane, dsb di situ setiap tahun? Tetapi saya nggak mau memaksa tebakan saya dan lanjut baca saja. Ternyata benarrrr dan saya langsung merasa bahwa itu kejutan yang manis sekaliiiiii... xD

Hanya saja, alasan Graham untuk menguji dan Anna yang langsung menerima itu agak kurang realistis, kurang manusiawi kalau menurut saya. Alasannya agak kurang tergali lebih dalam dan terlalu 'mudah' diterima oleh mereka berdua jika ini ingin digolongkan ke fic romance biasa. Tetapi ini adalah fic Natal, di mana setiap keajaiban terjadi, dan diharapkan dapat mencerahkan pikiran pembacanya. Kalau ficnya berisi Anna yang marah-marah atau nangis-nangis kan jadi bukan fic Natal lagi... kemana pelajaran untuk selalu memaafkannya... xD Jadi menurut saya itu sudah tepat sekali karena di balik kemanisan dan kesahajaan fic ini, tersimpan pesan-pesan indah yang bisa tersampaikan dengan baik tanpa harus diceritakan dengan adegan-adegan yang over-dramatic. Saya sangat tersentuh oleh keindahan fic ini, sanich

Ini mengingatkan saya akan kisah-kisah di buku bergambar seri dunia (seperti Gadis Bersepatu Merah, Si jubah Merah, Penyihir dari Oz, dan lain-lain) yang dengan kisah-kisah simplenya dapat memberi kesan damai sekaligus nilai-nilai pelajaran untuk anak-anak (dan dewasa lho)

Very well done. Ini fic pertama Sanich yang saya baca, tapi saya sudah dibuat sampai sangat terkesima begini. Ekspektasi saya ke Sanich jadi menjulang nih! 8Db

(Eh bukan maksud membebani lho yaaa xD)

~Nherizu
ambudaff chapter 1 . 1/24/2011
Ambu ga pernah main game. Cuma penasaran baca 'iklan'-nya sylviolin di TL twitter XD

Dan kalimat ini:

-Bagaimana dia tahu Santa Poring akan menuntunnya? Dan Santa Poring manakah yang akan menuntunnya?-

serasa kalimat kata hati Torak, saat baru ketemu Serigala, saat belum tau kalau Serigala adalah Pemandunya XD

** XD
asteria capella chapter 1 . 1/24/2011
pertama kali saya ngintip fic ini, gara-gara penasaran sama promosinya sylviolin di infant, tapi trus kelupaan. kemaren eh, tadi pagi saya baru baca, niat cuma ngintip tapi-tapi-tapi saya langsung terpesona sama kata-kata yang dituliskan sanich. mau stop baca, ga sanggup, beneran bikin pengen namatin saat itu juga.

saya ga pernah maen RO, tapi ya inti gamenya cuma gitu-gitu aja kan? novice trus pilih-pilih job :P /dibuang

soal diksi.

sanich mungkin bukan tipe penulis yang merangkai kata-kata seindah lalaaa ataupun eila-chan, tapi di tulisan sanich ada kekuatan yang bikin pembaca pengen baca terus hingga akhir. saya suka gaya tulisan yang penuh metafora dan indah, tapi di saat kepala pusing dan ga sanggup mikir, gaya tulisan sanich bikin segar. soalnya simpel, jujur, lugas, to the point, tapi nggak kehilangan kemanisannya juga. huoooo, saya suka suka suka diksinya.

soal plot.

saya ga sadar ternyata twistnya kayak gitu. saya tertipu mentah-mentah oleh diksi yang saya puji-puji barusan. diksi yang saya kira nggak mungkin menipu. tapi ternyata ada twist yang semanis ini. mungkin karena mengambil sudut pandang anna, saya juga jadi terhanyut dan mendalami sifatnya itu. polos, lugu, cuma melihat ke depan. begitu ngomongin pergantian job pun, saya masih aja nyari-nyari (baca ulang paragraf-paragraf atas) deskripsi knight atau crusade. sama sekali lupa sama petunjuk 'santa poring' maupun natal. ugh, saya malu pas sadar kalo yang dimaksud adalah orang berkostum santa. orz.

soal romens.

GYAAAAH. sylviolin-san pasti seneng banget. ROMENSNYA MANIS. kalo diungkapkan dengan satu kata: WUFFY, WARM dan FLUFFY :DD. suka interaksi antara anna dan graham. kerasa banget romensnya. mereka itu uh, pasangan yang super cute 3.

saya iri-iri-iri banget sama semua orang yang pernah sanich bikinin fic khusus untuk mereka. ehem. intinya, saya nodong minta dibikinin juga B-) /dilempar

fave!
rotten camellia chapter 1 . 1/8/2011
... astaga Sanich-san! Asdfghjkl asdfghjkl sekali. Saya speechless, no words. GrahamAnna yang dari awal sudah canon sekarang tambah canon akibat fanfic ini. *guling2*

Anna - dia benar-benar setia, ya? Tujuh tahun gitu menunggu. Astaga... sanggup sekali. XD

Manis, sangat. Manis, Sanich-san! Kesan Natal-nya itu juga, uh. Speechless saya x3.

Izinkan aku mem-fave-nya, ya?

Sign,

amelacie
Joezette chapter 1 . 12/24/2010
Horeeee, fic di fandom RO nambah terus :DD~

Aku ga biasa nulis review. bingung ap yang mau saya sampein :p

Aku suka ma deskripsi anda tentang Lutie, kesetiaan seseorang selama 7 tahun, wiw w

Umm, saya cuma mau tanya satu hal aja, setau saya tulisan kotanya Lutie, bukan Luttie. Apa saya yang salah? #plak

Jadi pengen plihara deviling #plak

Terus berkarya ya :D
peaphro chapter 1 . 12/23/2010
...

...

Ya ampun. Ya ampun. ASDFGHJKL!

Saya... Saya...

Ya ampun, saya jadi percaya bahwa GrahamAnna benar-benar canon. #peluksylvi

Penggambaran suasana Natal yang indah, dan Poring-poring lucu dan menggemaskan yang membuat keajaiban di hari Natal. Anna pasti sangat senang dengan semua ini, dan Swordsman yang saya memang curigai di awal-awal cerita. Bagus sekali. Kuharap Anna di dunia nyata benar-benar bertemu dengan Graham yang sesungguhnya. :)

saya masukkan ke dalam daftar favorit ya Sanich-san. Terus menulis!
dandelionvers chapter 1 . 12/22/2010
saya bingung mau ngetik apa /plak/. tapi intinya, saya suka dengan fic ini. meskipun saya (maaf) tidak mengenal fandom ini. tapi... fic ini sukses membuat saya pengen dibuatin fic dengan pair LawlietKyo XD #ditendang

.

oke, mungkin di sini saya hanya menulis kesan dan pesan saya -halah- maaf kalau gaje dan aneh. (u.u)

.

luttie~ kota yang indah banget. dalam bayangan saya, luttie adalah kota mungil yang manis dan menyenangkan. dan suasana natalnya ituuuuu membuat saya pengen jalan-jalan ke sana. XD

.

anna... memang benar-benar setia. tujuh tahun itu tidak sebentar, dan anna tetap setia menunggu graham. dan satu lagi, anna tidak tahu-menahu siapa sebenarnya swordsman tersebut. ah~ andaikan saya juga mempunyai pendamping yang seperti itu. 3 3 3

.

dan endingnya, endingnya, endingnya ituuuuu! bener-bener awesome! saya suka saat bagian ending! ya, endingnya! 3 /plak/

.

intinya, fic ini beneran manis dan romantis (?), benar-benar beruntung AnnaYuki-san itu. saya beneran irii! #lirik AnnaYuki-san #digampar

.

beginilah ripiu gaje saya, mohon dimaklumi (?). oh iya, saya fave, loooh~ 3 *terus?*

keep writing~

.

sign,

gajah :)
Shireishou chapter 1 . 12/22/2010
kalau 'mati' artinya dah pensiun dung? (Digampar)

untung Graham ga pensioun. kasian Ana nungguin terus tiap tahun (Dihajar lg krn meriview cerita romantis dg cara spt ini)

Bilang sama Graham "SIAL KAU BERANINYA MEMBUAT WANITA MENUNGGU! PAKE ACARA NGETES LAGI. Belum pernah di Frost Driver trus di JT yah sama Shirei." (Dihajar part 3)

Tp sungguh baca fanfic dikau mengembalikan romantisme kenangan jaman2 main RO ama suami RO ku. tb2 pingin buat fanfic RO. bwahahahh

tp mbuh sempetnya kapan. lol

Btw saya suka yg dimiring2kan. menambah kesan romantis. uhuy
kuroliv chapter 1 . 12/21/2010
aku tidak tahu kenapa, tapi setiap aku membaca fic dari Sanich, pasti yang berbau romens dan sangat manis. kayaknya saya ditakdirkan untuk membaca yang manis-manis sih ya (?) biasanya romens yang saya temukan itu manis, fluffy, bikin meleleh, tapi tidak berkesan, nah kalau yang saya temukan dalam fic Sanich adalah manis yang fluffy, tapi juga serius, seperti kita juga ikut mengalami dalam hal itu dan berkesan. rasanya seperti nyata.

dan lagi, saya tidak tahu fandomnya *nangis* saya cuma bisa mengangguk-ngangguk tentang Priest dan Crusader yang ternyata saling memendam cinta pertama mereka. menunggu itu memang melelahkan! lain kali saya mau main RO ah! (maklum, cuma bisa audition) /plak

#

~ "Setiap Natal tiba, kita akan bertemu di Luttie. Hanya kita, Anna. Kau dan aku. Di bawah pohon Natal besar di pusat kota. Kalau kau lupa padaku, biarkan Santa Poring menuntunmu. Kau akan menemukanku." ~

#

aku sukaaaa banget bagian itu. ditulis di summary pula, jadinya orang-orang ikut tertarik membaca XD dan pasti Owla senang sekali dapat fic ini dari Sanich, soalnya endingnya.. ada Graham-nya siiiih. uhuhu jadi tambah meleleh beneran aaaaa /stress /abaikan

oh, oh, saya fave ya :D

.

Wonderfully (?),

Olip :)
Eszett del Roya chapter 1 . 12/21/2010
Jreng-jreng-jreng~~

Saya datang memberikan ripiu xDD

.

Pertama, congratz buat Anna \o/ Sekarang GrahamAnna adalah canon. LOL. Jangan lupa undang saya yah #maksud

.

Kedua, ini manis. Beneran. Romantis banget. Deskripsi Sacchan benar-benar ngena dan fluuf. Nuansa natal yang romantis terbangun. Saya buta sama sekali soal fandomnya, tapi saya bisa bayangin gimana Luttie itu. Jadi pengen ke sana :3

.

Ketiga, saya harus bilang kalo:

1. Tokoh Anna di sini naif sekali. Tujuh tahun menunggu tanpa hasil. Masih jua setia menanti cinta pertamanya. Benar-benar setia. Hanya berdasarkan janji semata. Percaya bahwa sang Swordsman akan datang menenuinya. Naif memang, tapi ini jugalah yang membuat fic ini terasa begitu manis dan memorable. *thumbs up*

2. Tokoh Swordsman aka Graham. Sebenarnya, saya bisa nebak siapa dia sejak deskripsi Sacchan bagian Santa dan Santa Poring yang selalu ada tiap tahun itu. Dan, oala~ Saya benar xDD *dongratzforme* #gajemodeon. *cough* Dia juga tokoh yang memorable. Betapa dia berani ngambil resiko buat menguji Anna dengan menyamar jadi Santa. Sama sekali ga takut bahwa suatu saat Anna ga bakal balik lagi. Percaya bahwa Anna akan datang dan menyadari siapa dirinya sebenarnya. Sungguh, sifatnya yang begitu terasa klop sama si Anna. *another thumbs up for Sacchan*

.

Terakhir, intinya nice fic! Jadi, ngiri sama Anna yang dapat fic sekeren ini. Saya juga mau... *giitjari* #plak

.

Yah, sekian ripiu gaje dari saya. Baru kali ini saya ripiu sepanjang ini... *swt*

.

Ok, Keep writting yah, Sacchan xD

Btw, saya banyak baca fic-mu tanpa ripiu. Maaf, nyo~ #halah

.

.

-Eszett
evey charen chapter 1 . 12/21/2010
Udah lama saya nggak baca fic fluff yang bikin gigit bantal kayak gini :P Sugesti yang Sanich-san kasih di awal beneran bikin saya pengen pindah ke Luttie B) Aaah, Anna Snow terlalu overlooked dan dibutakan oleh prasangka *nyulik istilah Kogoro* : Padahal kalau mau lebih jeli, pertemuan mereka kan nggak harus sampai selama itu :\ Ta-tapi tentu saja ini yang bikin ceritanya makin greget; sebuah penantian... dan saya jadi nggak tau kenapa harus komentar soal hal ini di kali pertama ._.

Saya suka sama gaya bahasanya Sanich-san :D Manis-manis gimanaaa gitu, berasa polos banget; cocok sama imaji Anna Snow yang saya tangkap sebagai cewek tsundere dengan basis dere-dere XD Daaan, tentu saja interaksi Graham-Anna yang bikin... urgh, melting ._. Saya bayangin Graham sebagai sosok yang nggak gentlemen tapi juga nggak jerkass, something in between; yang susah banget ditemuin di antara lautan makhluk berkromosom XY, hihihi. Cara dia ngomong, terus awkwardnya waktu bilang "padahal aku bukan siapa-siapamu" dan "kau boleh marah padaku" ke Anna seems so boyish, yet somehow manly XDD

Kalau misalnya ditanya bagian favorit saya dari fic ini yang sebelah mana, without doubt I would say: everything :) Dari awal sampai akhir, semuanya terasa memorable dan kuat. Kan kadang kita ada tendensi untuk melemahkan cerita baru sampai pada klimaks, biar orang mengingatnya, tapi ternyata ada perkecualian ya. Klimaks ceritanya tetep kerasa, namun di fanfic ini, dari awal sampai akhir berbekas sempurna. Mungkin kalau saya bisa lebih tau fandomnya, Anna/Graham bakal jadi pair favorit saya haha. Waktu Graham bilang "kau memang naif" itu... argh, saya jadi teringat sama sebuah obsesi lama . Perpaduan pairing dengan unsur cewek yang naif (dalam hal ini bisa macem-macem tipe naifnya XD) terlalu irresistable buat saya DD:

...wait. Baris terakhir lupakan *nyengir*

Intinya ini splendid, Sanich-san :) You did marvelous work. Jadi ngerasa sayang ini cuma oneshot, soalnya kayaknya ada potensi buat dilanjutin tuh /plak. Pasti AnnaYuki-san senang sekali dapat fic sebagus ini B) coretsa-saya juga mau, Sanich-saaancoret

So, keep writing! :) *punches fave button*
annayuki chapter 1 . 12/20/2010
a-aku masih belum bisa berkata-kata. jarinya serasa.. err, beku.

mau review apa ya? ;_;

eem, walau sambil ngetik review ini aku lagi baca untuk yang kelima kalinya, aku ga nemu sesuatu buat diconcrit, sanich-san :) aku terlalu larut, euuh ;_;

ja-jadi, mungkin rambling aja ya, sanich-san. maaf kalo nyampah di reviewnya -_-a

.

tuh kan aku beneran bingung mau ngetik apa -_-a

err, deskripsinya, sanich-san. walaupun aku udah lama ga main RO, aku bisa membayangkan luttie seperti apa. penuh salju, dingin, tp menyenangkan dan sakral. rumah" di sekeliling dengan cahaya lampu temaram, didalamnya ada keluarga yang hangat. ada pohon natal yang dihiasi banyak candy cane, bola-bola kaca, bintang, dan lainnya. aiih. err, sanich-san pernah bilang ke aku waktu kita fangirling, kalo sanich-san ga natalan, kan? tapii, deskripsinya sangat natal sekalii :)

dan.. menunggu di bawah pohon natal besar—itu romantis sekali :D

.

anna itu agak dodol ya. beneran deh.. #ditabok

dia mau menanti sesuatu yang ga pasti walau tau harapannya sangat tipis untuk terkabul. anna itu feeling-based, ya? dia setia. oke, swordman emang penyelamat nyawanya, tapii tujuh tahun bukan waktu yang singkat. tujuh tahun itu, sesungguhnya anna bisa aja nemuin swordman lain -?- tapi dia tetep menunggu. walau itu janji yg ga pasti, kekuatan hati emang gabisa diabaikan, ya. asdfghjkl. aku salut! x3

em, aku ga begitu paham IC-OOCnya priest itu gimana, jadi maafkan aku klo ada salah kata x3

.

dan swordman itu sendiri.. uh, dia tegaa. menurutku, swordman juga punya special feeling ke anna. gimana mungkin dia mau nyelametin anna dengan magnum break kalo dia gaada perasaan apa-apa?

satu lagi, swordman itu.. pengambil risiko. aku ngebayangin kalo anna capek dan nyerah nunggu di tahun berikutnya, artinya swordman ga bisa ketemu anna lagi. dan entah kenapa aku membayangkan apa yang akan dilakukan si swordman klo dia ngga menemukan anna menunggu di pohon natal itu lagi di tahun kesekian? aa.. sepertinya, swordman akan menunggu anna datang lagi deh :D

.

chemistrynya DAPET banget. ini romance straight pertama yang -terlepas dari siapa nama chara"nya :p- aku rasakan chemistrynya. kesediaan swordman yang terus percaya kalo priest bakal dateng tahun depan dan tahun depannya lagi—dan menemukan si swordman suatu saat nanti itu sangat maniiis, sanich-san :')

begitu juga anna, yang terus percaya kalo suatu hari ia akan melihat swordman dan santa poring yang berjalan beriringan itu sangat maniis :D

.

aku paling suka scene saat anna melihat dua santa poring yang menari dengan lucunya x3 aku jadi membayangkan ekspresi poring" menari, euh, kenyal" jellopy aaa #mulaifangirling. d-dan, di situ juga tampak perasaan anna kepada si swordman: apapun yang anna lihat (disini: santa poring), pasti orientasinya ga jauh" dari swordman :p and that's it! :D

adegan suara misterius poring itu.. entah kenapa sangat natal, ya :) natal itu.. memang penuh keajaiban.

peran poring juga sangat penting di fic ini. aku merasa santa poringlah yang membawa keajaiban. memfasilitasi swordman dan priest untuk bertemu :D dan adegan poring ikut meledek anna di akhir itu, euh, so cute x3

.

sanich-san mengawali fic ini dengan banyak sekali deskripsi perasaan anna, sehingga aku terlarut ;_; dan pas anna udah ketemu swordman, sanich-san menggunakan mayoritas dialog untuk interaksi mereka. aku suka. dengan begini, sanich-san sangat mengeksplorasi perasaan anna dengan deskripsi dan narasi. em, kalimat yang "kau memang orang yang kutunggu, kan" terdengar polos sekalii :)

perasaan swordman juga tercurah x3 aku paling suka saat swordman mengubah tawanya dari tawa khas santa claus jadi tawa biasa. jelas disitu, mnurutku, swordman sesungguhnya gabisa menahan diri untuk mengakui "akulah orang yang kau tunggu" :p

.

kpanjangan ya sanich-san? -_-a

overall, aku terharuuu sungguuuh ;_; tiap membaca nama anna di fic ini, aku bener" merasa fic ini untukku ;_;

dan begitu baca nama graham di kalimat terakhir.. i have NO doubt that you write this not only with hand and brain—but also with heart. aku jg ga ragu kalo fic ini bener" kado buat aku. terharu ;_;

er, sblum mengakhiri, sanich-san inget tweetku waktu kita fangirling poring? yang #alliwantforchristmas: fic poring sanich-san dan santa poring yg membawa graham? x3 remember?

dan itu.. terkabul. sungguh. aaah aku terharu beneran ini ;_; lebay ya? tapi beneran :')

a-aku percaya santa claus ada -_-a dan aku merasa santa claus menitipkan kadonya di fic ini, deh x3 #benerandodol ...sesungguhnya, aku gapunya christmas wish tahun ini.. -_-a yg aku tweet cuma iseng, dan itu terkabul. aiyaa asdfghjkl bisa bayangkan gimana rasanya? :D

.

err, dari tadi aku ngewall sanich-san ternyata ngetik reviewnya lama bgt, ya. maaf. beneran, aku.. speechless ;_;

um, at least, thanks a billion for writing this! x3 semoga ceklis di "add story to favorite" mampu menggambarkan perasaanku, ya.

a-aku selalu menunggu fic sanich-san :*

maafkan kenistaan reviewku ini ;A; daan.. keep coretporingcoret writing! x3

.

wholeheartedly,

anna :')