Reviews for Will This Flower Bloom?
zephyrus 123 chapter 1 . 5/24/2013
Sebenarnya sudah lama ingin baca ini, tapi baru bisa sekarang. Hehe.
.
Kayaknya memang ada yang salah dengan nama ayah Brangien, bukan seperti yang kamu tulis. Lalu juga ada beberapa kata yang tidak ditulis dengan benar.
.
Soal cerita, ini terlalu 'simpel' menurut saya. Jika kamu dapat meramu ini dengan baik, bukan tidak mungkin akan jadi fluff. Lalu saya agak kecewa dengan ending-nya. Kalau dilihat dari sifat Brangien, di pikiran saya, dia tidak akan dengan gamblang mengatakan suka sama Vaynard walaupun bukan kepada Vaynard langsung. Lalu, kamu bisa sedikit lebih peka pada suasana sekitar hingga deskripsinya akan lebih hidup, contohnya kamu dapat mendeskripsikan bagaimana kastil yang ada di situ dan suasananya.
Kesimpulannya, kamu kurang eksplorasi di deskripsi, tapi cukup bagus di dialog. Kamu dapat menghidupkan karakter IC mereka di dialog dengan baik.
.
Keep writing.
123
Sukie 'Suu' Foxie chapter 1 . 4/21/2012
Okay... saya datang.

.

.

Nah, karena kamu minta direview soal cerita aja, saya gak akan bahas teknis penulisan. Ntar tanya2 aja ke author yg lain, coz secara penulisan, menurut saya masih cukup banyak yg kurang tepat. Hehehe.

.

.

Pertama, yg ketangkep mata saya adalah nama ayah Brangien, seharusnya itu King Doremiditt. CMIIW, yak :D

.

.

Terus, soal karakterisasi, so far saya liat, cukup IC, yak? Brangien kan tipe yg malu-malu mau (?). Galak-galak moe (?). Intinya, sih, agak tsundere XDDD

Dan yah... Vaynard itu kalem, tegas, berwibawa dan tentu aja dia gak bodoh. Saya suka kamu ngegambarin si Vaynard cukup peka kalau muka memerahnya Brangien itu bukan sekadar karena sakit. Tapi sayang yg pas Vaynard gendong Brangien, si Brangien-nya kurang marah2. Kan seru kalau dia ribut2 dulu, terus diancem apa gitu apa si Vaynard nyehehehe *ngehayal berlebihan*

.

.

Dan... aaaa! ada si kembar MiraMillet! Saya suka ama mereka. Kalau mereka udah dateng, pasti saya pake (terutama Millet), Rune Power-nya gede, booo *lha? malah ngomongin game-nya? wkwkwkkwk. Yak, karakterisasi MiraMillet di sini juga cukup IC. Mira yang blak-blakan dan cenderung nggak tau malu plus Millet yang terkesan jauh lebih berpendidikan. X""D

Bakal ada Rain, gak? :3

.

.

Dari deskrip sendiri, ceritanya jadi terkesan agak rush, Say. Coba kamu sedikit maen-maenin di deskripnya. Misalnya penggambaran suasananya sedikit lebih detail atau penggambaran perasaannya sedikit lebih dalem ._.a

.

.

Tapi still, saya suka, akhirnya ada yang bikin Vaynard Brangien juga. Saya udah lama mau bikin, tapi gak kesampean mulu _

Btw, ini masih bersambung, kan, yak? Apa nanti cerita ini bakal mengalir jadi pure romens, atau bakal ada war-nya? *penasaran OwOa

.

.

Oke deh. Last words,

keep writing n ganbatte yak 9