Reviews for Tidak Terbalas
Rokuna Aldebaran chapter 1 . 6/3/2013
fiction ini... baik di awal... manis di tengah... terus, lho, udah selesai?
endingnya kok... kesannya malah nggak tuntas gitu. menurut saia, sih. mungkin anda memang sengaja, ya?

meski begitu, dibaca sekilas dari cerita ini juga bisa disimpulkan bahwa anda penulis yang udah nggak perlu arahan lagi karena udah menemukan style tersendiri dalam menciptakan suatu cerita. kalimat2nya, semuanya nyambung dengan baik. diksinya juga khas. terus, point of view nya tseng juga bagus. hal yang jarang macam inilah yang bikin cerita jadi berbeda n menarik :)

dibanding zack, justru tseng yang lebih update tentang pertumbuhannya aerith, sih, ya. sebelum baca ini saia malah ga kepikiran. heheh. ini hal yang menurut saia menunjang cerita ini banget, lho.

nice fiction, well done.
selamat datang di fandom ini. mari majukan fandom FFVII Indonesia!

NB. ini Bebek123 bukan? 123-nya itu kayaknya nggak asing XD
Eleamaya chapter 1 . 5/10/2013
Sebenarnya aku ngefans sama kamu. Aku selalu suka fic canon dan entah kenapa di fandom ini aku belum sempat nulis crita lain di luar OTP padahal di fandom sebelah sudah. Dan maaf kalau selama ini cuma jadi silent reader doang.

*ditendang karena yg di-review yg ada Zerith-nya*

Ga gitu jg sih hahaha, kebetulan aku lagi ketagihan roleplaying di tumblr dan aku punya plot ini jg dgn Tseng yg jadi partner-ku, makanya feels-nya dapet bgt. Apalagi kalau inget secara official di CC Guide Book (klo ga salah) emang ada bumbu cinta segitiga antara Zack/Aerith/Tseng. Hanya saja, entah kenapa potongan adegan yg menceritakan surat ke-89 dikirim dan tersampaikan itu rasanya ga perlu. Langsung skip saja ke Tseng yg nunggu di dekat meja kantornya itu. Kenapa? Soalnya dari awal sampe 2/3 fic sepenenuhnya fokus ke Tseng POV, jadinya sekilas adegan Zerith itu kesannya nyempil banget. Dan kalau bisa, sebenarnya aku pengen baca ampe perasaan Tseng waktu tahu Zack tewas, lompat lagi gapapa. Sayangnya udah kamu tamatin.

Wokeh segitu aza, keep writing!