Reviews for Dua Hal tentang Mereka
White Cat chapter 1 . 3/22/2015
Haii!
Err.. *speechless*
Alurnya saya kurang ngerti. Biasalah, kan bhs. Indonesia saya nilainya Z! #BUAGH!
Kenapa jarang nulis fandom ini hah? *digampar*
Tapi bagus kuq... Keep writing yah!

Signed,
White Cat
Nadeshiko Hime-chan chapter 1 . 6/11/2013
Pertama-tama salam kenal
fic-nya indah :D
Ceritanya mengalir begitu saja, penulisannya juga sangat rapi. Pokoknya aku suka fic-mu
teacupz chapter 1 . 6/11/2013
huff. ketemu lagi fic tentang anak Jack. :'D -girang sendiri- pertama kali baca pair ini juga. semakin banyak baca fic aWL yang canon jadi semakin pengen main gamenya, huhu.

dan fic yang bagus sekali. penggambaran emosi dan karakterisasinya bagus. penulisannya juga keren dan rapi. apalagi personifikasi di beberapa bagian yang benar-benar menghidupkan suasana dan memperindah cerita. gue suka sekali. X) dan analoginya... huff. angst yang keren dan dalam. benar-benar mengeksplorasi Hugh ke sisi yang gak pernah gue ketahui sebelumnya.

erm, mungkin ada beberapa pendapat atau saran -boleh?- sebelum gue melanjutkan. ma-makasih sebelumnya dan maaf serta silakan koreksinya apabila ada pendapat yang salah, ya. :'D -plak-

umumnya seputar typo, sih. berikut beberapa yang gue temukan: 'daughther' -yang harusnya 'daughter'- di summary, 'diiris' -yang sepertinya harusnya 'di iris' karena lagi menjelaskan refleksi mata Lily di mata Hugh, heh-, 'mengenadah' -setahu gue harusnya 'menengadah'-, 'terbanyar', dan 'memungguni'. gue gak tahu apakah zephyrus benar-benar terpaku sama kata baku atau gak -karena fic bagus kan gak harus benar-benar baku pada akhirnya; dan fic ini salah satu buktinya :)-, tapi mungkin ini beberapa kata beserta bentuk lebih bakunya yang gue temukan di fic ini: 'apapun' lebih tepatnya dipisah jadi 'apa pun' -ini belakangan baru gue pelajari juga dari review, heh- dan 'mengibas-ibaskan' lebih bakunya 'mengibas-ngibaskan'. mungkin bisa cari referensi lagi supaya lebih jelas seandainya gue menyesatkan. :'D -plak-

lalu, untuk dua line ini: [Waktu itu, hampir setiap hari menangis.] dan ["Sampaikan pada pria beruntung itu, aku akan membuat perhitungan jika membuat Lily menangis."] menurut gue bisa lebih lengkap kalau disisipkan 'ia' atau 'dia'. tapi mungkin subjektif, sih. -shrug- menurut zephyrus gimana? :)

kembali ke fic, ini benar-benar bagus. huff. pokoknya rapi dan keren dan menarik dan angsty dan bahkan terasa masuk akal oleh karakter yang jarang gue perhatikan. pas main gamenya -gue main yang versi DS, sih- selalu ngelihat Hugh sebagai bocah lucu yang senang-senang aja berlari, mengikuti mimpi dan ekspektasi yang Wally dan Chris berikan. memang jelas banget sih mereka berdua sibuk banget, tapi mungkin luput dari pikiran kalau misalnya hal ini bisa ngebuat Hugh sangat rentan dan kesepian, mungkin karena dia selalu kelihatan senang dan memilih jalan-jalan keliling desa aja, kali, ya? erm... entahlah. -plak-

dan dialog antara Lily dan Hugh IC dan nyata sekali. :') erm, gue belum pernah mengenal jauh Hugh yang sudah dewasa, sih -karena mainnya malas; dor; pengen aWL tapi; masih aja-, tapi terbayang sekali sifatnya yang senang bercanda dan periang, walau akhirnya menyimpan kesedihan dan sedikit 'kebencian' juga karena apa yang kedua orang tuanya secara tidak langsung lakukan. mulai pas Hugh bilang kalau dia gak suka disebut pelari, terasa sekali semua kesedihan Hugh selama ini. hebat sekali bisa mengutarakan perasaan sebesar itu lewat dialog-dialog yang masih terasa IC. dan ending flashbacknya juga manis sekali. huhu. suka penjelasan pas hujan turun dan gimana volumenya meningkat seiring waktu. Lily seperti teman yang Hugh selalu dambakan dan jadi orang yang bisa melihat diri dia yang sebenarnya -gak suka lari dan sebagainya- dan... huff. dialog antara mereka berdua pokoknya manis, deh. :')

gue juga suka sama dialog antara Jack dan Hugh. rasanya pas sekali kalau di endingnya si Hugh ngomong sama Jack bukan sama Lily. bagian si Jack menanyakan apakah Hugh masih ingat sama masa kecilnya... huff, gue suka sekali. benar-benar heart-wrenching dan introspektif di saat bersamaan; sesuatu yang mungkin baru bagi orang yang sebelumnya gak begitu menaruh perhatian pada sisi angst yang sebenarnya sangat mungkin ada dalam diri Hugh seperti gue. makasih sudah membuka perspektif gue terhadap bocah bermata keren ini. :') ...oh, ya, berkat ficmu juga jadi teringat kalau misalnya mata si Hugh itu biru warisan dari Chris. entah kenapa sempat terlupa... -plak-

dan, huff, pemikiran gue sama seperti Jack begitu mendengar penjelasan Hugh tentang perasaan sesungguhnya dan kekecewaan yang mungkin terselip di kalimatnya saat ia menitip pesan tentang calon suami Lily. Hugh memang berbeda sekali dari pas dia kecil. hebat sekali zephyrus menggambarkan setting dan plot yang realistis seperti gamenya yang benar-benar menunjukkan perubahan sikap anak -well, dari yang gue lihat di walkthroughnya sih begitu-. pokoknya emosinya nyata sekali. bahkan detail-detail seperti Hugh yang berharap tangan yang terulur itu bukan tangan Jack namun tangan ayahnya memberi kesan yang semakin memilukan. huff. just... great work on the story. :')

endingnya pun bagus. perbandingan antara ending pas si Lily dan Hugh masih pulang bersama di tengah hujan terasa jauh dan, huff, kasihan kamu, Hugh. biar gue kasih selusin susu biar kamu bahagia lagi -tapi sekarang dia udah gak suka, ya; nunduk-. plus bagian dialog yang italic di akhir, garsh, kalimat penutupnya. setelah baca keseluruhan fic terasa heart-wrenching sekali dan, sekali lagi, selamat atas pemaparan angst yang sekeren dan senyata ini. good luck untuk karya-karyamu yang selanjutnya, ya! :')