© 2015 Akizuki Kiriya

Lunar Luminescence

by Kiri-chan

KyuHyun/SungMin's FanFiction

~ Chapter 3 ~

oOo

"Bagaimana kau bisa tertangkap padahal punya sayap?"

Merpati, mereka bilang hewan itu adalah perlambang cinta yang murni.

Namun gadis itu seolah bertekuk lutut di depan senyum manis seseorang yang bahkan bukan pasangan abadinya. Jika dia berada dalam wujud manusianya, wajahnya pasti sudah merona hebat. Jantungnya bahkan tak bisa berhenti berdebar kencang, tenggelam dalam pesona orang lain.

"T-tolong selamatkan aku…" Gadis itu berontak sampai jaring yang memperangkap erat tubuhnya bergoyang keras.

Pemuda manis itu tertawa pelan, bulu-bulu putih yang berjatuhan dari sayap gadis yang terperangkap jaring di atas pohon sana terasa menggelitik saat melewati sisi wajahnya. "Apa aku boleh minta imbalan?"

"Apapun." Mata kecil gadis itu berkaca-kaca.

"Jadilah milikku."

Ucapan itu terdengar kejam meski terlontar dari sosok dengan wajah tanpa dosa.

"A-aku… sudah punya pasangan." Paruh gadis itu tampak gemetar. "Lagipula kita berbeda—"

"Kau tidak bisa?" Sepasang mata jernih itu berbinar tenang. "Mana yang kau pilih? Mati disini atau mengkhianati pasanganmu?"

Tubuh putih itu melemas di dalam jaring. Siapapun tahu seekor merpati hanya mempunyai satu pasangan sampai mati. Bagaimana bisa pemuda ini menanyakan pertanyaan sekejam itu?

"K-Kau siapa…?" Si gadis merpati bertanya dalam kelelahan dan putus asa.

Senyum manis terkembang di bibir tipis si pemilik mata coklat keemasan. "Kau pikir kau sedang berada dimana, nona?"

"Aku tahu aku ada dimana…" Mata gadis itu berusaha menatap lekat meski ketakutan. "Tapi kau bukan serigala, kau bahkan bukan pemangsa… kau…"

"Sesuatu yang tidak pernah kau lihat?"

Srakkk!

Jaring itu terjatuh setelah sang 'penyelamat' melepas tali penahan dari dahan pohon. Langkah kakinya mendekat ke arah merpati yang perlahan kehilangan sayapnya, paruh berubah menjadi bibir, dan rambut hitam panjang tumbuh menutupi punggungnya.

"Mana yang kau pilih?" Jemari itu mengangkat lembut wajah si gadis merpati yang telah sempurna dalam wujud manusianya.

"A-aku sedang mencari pasanganku…" Gadis itu gugup saat melihat wajah rupawan si pemuda dari dekat, "… yang menghilang di sekitar si—"

Suara halusnya tercekat. Matanya terbelalak mengamati bercak darah yang menodai lengan pakaian sang 'penyelamat'. Darah yang tercium seperti darah milik kekasihnya.

"Jadi itu pilihanmu." Ekspresi pemuda manis itu berubah sendu saat mata hazelnya perlahan berubah menjadi warna biru safir. "Baiklah, aku akan mempertemukanmu dengan pasanganmu."

oOo

Hujan.

Gemerisik air di antara dedaunan. Aroma tanah basah. Dan angin dingin yang merusak tatanan rambut hitamnya.

Kyuhyun mendengus.

Ini masih fajar, tapi kelinci bulan miliknya sudah menghilang entah kemana. Memaksa werewolf bermata gelap itu untuk menyambut matahari yang bahkan belum keluar ke permukaan. Rasa jengkel menggumpal di dada Kyuhyun tanpa alasan yang jelas.

Untuk apa aku membawanya ke tempat tidurku jika saat membuka mata hanya ada seprai kosong disana?

Geraman kesal menggema dari tenggorokan Kyuhyun. Wujudnya yang masih sempurna manusia melompat dari satu pohon ke pohon lain, menghiraukan deras air hujan yang mengganggu meski tak cukup membuatnya menggigil. Si pangeran serigala mulai melambat saat hidungnya mencium aroma amis yang khas.

Darah.

Rumor bilang herbivora benci darah. Kyuhyun bukannya tidak pernah merasakan hal yang sama, hanya saja darah mangsa dengan darah kaum sendiri memang berbeda. Kyuhyun tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka jika berhasil mengalahkan musuh yang lebih kuat. Seperti sekawanan bison yang mengalahkan seekor singa. Saat singa itu mati terinjak-injak dan berdarah, apa mereka benci darah itu juga?

"Sungmin?"

Kelinci mungil itu kelihatan seperti bola salju yang akan meleleh di tengah guyuran hujan. Warna merah yang ikut mengalir tampak mencolok di antara bulu-bulu sayap putih yang rusak. Kyuhyun memiringkan kepalanya saat memperhatikan tubuh burung merpati yang sudah koyak. Bagaimana Sungmin bisa membuatnya turun dari atas sana?

"Kau boleh juga ya." Kyuhyun menyeringai bangga sembari menekuk satu lututnya di sebelah kelinci yang masih melahap buruannya dengan ganas.

Mata biru itu menyala terang dengan taring kecil di mulut lembut yang penuh noda darah. Kyuhyun mendapati dirinya terpaku. Tidak menyangka 'keagresifan' Sungmin juga mampu membuat hatinya berdebar.

"Pelan-pelan makannya." Kyuhyun menyentuh punggung Sungmin dan saat itu juga si kelinci menghentikan pergerakannya.

Hujan semakin deras namun tak mampu menghalangi mata tajam Kyuhyun dari wujud kelinci Sungmin yang bertransformasi menjadi sosok manusia. Rambut pirang halusnya tampak sedikit acak meski total basah disiram air, tetesan darah mengotori mulut dan rahangnya, mata birunya kembali menjadi warna coklat keemasan.

Kyuhyun tersenyum dengan jemari menyeka bibir Sungmin. "Kau sudah kenyang?"

Sang pangeran serigala dapat melihat apa yang ada dalam bola mata hazel yang membulat lebar itu. Campuran antara syok dan ngeri. Kyuhyun tertawa kecil melihat ekspresi 'apa yang sudah aku lakukan?' tergambar jelas di wajah pucat Sungmin.

"Kau hanya makan." Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin dan menjilat lembut darah merpati yang memenuhi mulut mungil Sungmin. "Bagaimana? Kau menyukainya? Darah pertamamu."

Sungmin tak menjawab. Matanya seketika menggelap dan menjadi kosong, tak mempedulikan sentuhan indra pengecap Kyuhyun di dalam mulutnya. Visualisasinya mulai kabur dan tanpa sadar tubuhnya melemas tanpa tenaga.

Bruk!

"Huh?" Kyuhyun mengerjap kaget saat kepala sang Lunarian terkulai di bahunya. "Sungmin? Sungmin!"

oOo

Hutan, darah, dan rintik air.

Imaji itu masuk ke dalam otak dan membuatnya mimpi buruk. Sosok yang 'mirip' dirinya, yang pagi ini memburu sepasang merpati dengan tipu daya halus, lalu merobek tubuh mereka secara terpisah, itu… bukan dia kan?

Bukan aku… kan?

"Siang."

Sentuhan lembut menyapa pipinya, dan saat Sungmin menggerakkan tulang lehernya lemah, sang pewaris darah malaikat bulan melihat Alpha serigala muda dalam wujud manusianya yang begitu tampan.

"Bagaimana keadaanmu?"

Sungmin hanya balik menatap hampa. Rasa takut itu masih ada. Namun dibanding dengan si pangeran serigala, saat ini Sungmin merasa lebih takut dengan dirinya sendiri.

"Sungmin?" Kyuhyun bergerak dari posisinya di tepi ranjang, mendekat ke arah Sungmin yang terbaring lemah. "Kau baik-baik saja? Bisa keluarkan suaramu?"

Suara jantung. Nyaris keras seperti drum, namun dengan irama yang sedikit kacau.

Mata hazel Sungmin bergerak ke dada kiri Kyuhyun.

Sang Alpha tersenyum. "Kau mendengarnya?" Telapak tangannya menekan seprai di kedua sisi kepala Sungmin, menatap langsung sang Lunarian dengan mata tajamnya. "Detak jantungku."

Jemari Kyuhyun menyeka lembut poni pirang platinum Sungmin. Saat simbol salib hitam berukir berpendar disana, Sungmin terbelalak ke arah bayangan dirinya di mata Kyuhyun.

Lunarian itu segera bangkit dari posisinya. Tanpa sadar kedua telapak tangan halusnya menahan wajah Kyuhyun, mengamati baik-baik pantulan dirinya dalam mata hitam itu.

"Noir…" Tenggorokannya seolah tercekat saat menyadari yang terlihat seperti ukiran sebenarnya adalah sulur berduri yang mengikat salib itu dari berbagai sisi, seperti tangkai mawar hitam yang membelit.

"Croix noire." Kyuhyun memiringkan kepalanya, tanpa jarak yang berarti bibirnya menyentuh sekilas bibir pinkish Sungmin yang sedikit terbuka. "Terdengar seperti dongeng untukmu, huh?"

Iblis yang terkutuk.

Sungmin menjauhkan jemarinya dari Kyuhyun. Tubuhnya perlahan bergerak mundur sampai punggungnya tertahan kanopi ranjang. Ekspresinya terlihat seperti orang yang nyawanya nyaris dicabut.

Seperti malaikat bulan, iblis juga mewariskan darahnya pada makhluk bumi.

Namun seluruh penduduk langit bekerja sama untuk mengunci sihir hitam iblis agar keturunannya tak dapat merusak bumi. Oleh karena itu, sulur hitam berduri itu ada pada salib yang menjadi tanda di dahi setiap pewaris darah. Sulur itu membelit kekuatan iblis erat-erat agar tak muncul ke permukaan.

Sampai pada suatu saat, klan dimana pewaris darah itu lahir mencari cara untuk melepas sihir hitam iblis demi menjadi yang terkuat. Cahaya bulan membantu mereka, karena mereka klan yang paling dekat dengan bulan. Pada usia tertentu, cahaya bulan akan membantu simbol eksistensi sang pewaris darah muncul ke permukaan. Hanya untuk menunjukkan keberadaan mereka pada dunia.

Tapi tidak dengan kekuatan mereka. Sihir hitam mereka masih terkunci sepenuhnya. Karena bulan tidak mengizinkan kutukan iblis tersebar di bumi. Sulur berduri yang membelit itu akan selalu ada. Meski melonggar, dan tidak sepenuhnya mengikat, namun masih ada dan akan tetap ada untuk menahan kejahatan iblis dari dunia.

Croix noire simbol pewaris darah iblis itu… kenapa bisa ada di dahinya sekarang?

Sungmin membeku dengan wajah yang semakin memucat pasi. "Apa…" Bibir tipisnya kembali terkatup, tak mampu melontarkan pertanyaan. Jemarinya mencengkeram kedua lutut yang menempel erat di dadanya. Tubuh mungil Sungmin mulai gemetar ketakutan. "Apa yang kau…"

"Seperti yang kubilang…" Kyuhyun melarikan ujung jemarinya di pipi halus Sungmin sebelum menangkup sisi wajah itu tegas, "aku tidak akan membunuhmu."

Mata Sungmin berbinar frustasi, namun Kyuhyun menyukainya. Karena ini pertama kalinya mata coklat keemasan yang bening itu menatap lekat ke arahnya.

"Aku tidak percaya pewaris darah malaikat bulan itu ada." Kyuhyun mengusap kantung mata Sungmin yang tampak lelah. "Apa kau percaya pewaris darah iblis itu ada?"

Sungmin menggigit bibir bawahnya sekilas. Dia tidak pernah menganggap itu sebagai dongeng. Kegelapan bisa ada dimanapun, di luar tujuh tembok sihir yang melindungi kerajaannya. Penjelasan detail dari Leeteuk tentang pewaris darah iblis tidak pernah dia anggap sebagai kebohongan. Hanya saja…

"Hanya saja aku tidak tahu…" suara lemah sang Lunarian mengalun, "akan berhadapan langsung seperti ini."

"Jadi kau percaya?" Kyuhyun tertawa kagum. "Sejauh apa yang kau tahu?"

Sungmin mendongak dan menatap mata Kyuhyun lagi. "Kekuatan sihirmu tersegel." Dia berkata pelan. "Dan kau harus menikah agar kau bisa melepas sihirmu dengan sebuah medium."

Kyuhyun tersenyum tipis. "Kau tahu tentang Darkveil."

Pedang hitam yang disebut-sebut sebagai 'mahkota' sang Alpha. Pedang yang diketahui memiliki sihir hitam yang luar biasa, namun sihirnya hanya aktif jika digunakan oleh Alpha yang sudah menjanjikan keturunan. Itu cerita yang diketahui orang-orang. Namun Lunarian ini, dia bahkan mengetahui lebih dari itu. Bukan hanya pedang itu yang mengandung sihir hitam, Darkveil hanya juga merupakan medium untuk melepas sihir hitam yang terkunci dalam diri sang Alpha.

"Darahku lebih berharga dari itu, bukan?" Sungmin merasa dirinya sudah gila mengatakan hal semacam ini di depan sang pangeran serigala. "Pemilik croix noire yang menenggak habis darah lunarian, tidak akan ada yang bisa membayangkan betapa—"

Sentuhan panas itu mengunci kalimatnya, bibir Kyuhyun.

Baru kali ini Sungmin merasakannya dengan benar, bagaimana ciuman Kyuhyun menyekat napasnya. Menahannya terdiam di tempat.

"Dari sekian banyak perburuan…"

Sungmin merasakan bibir Kyuhyun bergerak di permukaan bibirnya saat Alpha muda itu berbicara. Jemari kurus yang mencengkeram tengkuknya kuat membuatnya tak dapat mundur satu milipun.

"… kau satu-satunya yang benar-benar ingin mati."

Apakah ini masih disebut 'perburuan'?

Sungmin dapat merasakan darah dan daging pasangan merpati tadi pagi di mulutnya, tak peduli berapa kalipun ciuman Kyuhyun menghapusnya.

Sungmin merasakan taring yang dapat tumbuh sewaktu-waktu di antara giginya.

Sungmin menyadari croix noire yang berpendar lembut di dahi mereka yang nyaris bersentuhan.

Sungmin menyadari rasa haus darahnya akan kembali nanti.

Jadi siapa 'predator' dan siapa 'mangsa' disini?

"Aku tidak pernah ingin mati." Mata hazel itu meredup. "Tapi jika saat ini aku bukan diriku lagi, bukankah itu artinya aku sudah mati?"

Geraman mengerikan terdengar dari tenggorokan Kyuhyun. Suara yang membuat mangsa manapun membeku oleh bayangan kematian. Namun kali kini Sungmin hanya bisa menatap dengan wajah hampa. Membayangkan dirinya menggeram dengan ekspresi membunuh seperti itu, nanti… sebentar lagi.

Bulir-bulir air mata jatuh tanpa ia sadari.

"Sungmin?" Amarah Kyuhyun meredup.

Sungmin mengangkat kedua tangannya, cakar yang belum begitu tajam perlahan keluar dari sana seiring mata hazelnya yang berubah warna menjadi biru safir. Untuk pertama kalinya warna safir itu tampak begitu mengerikan. Mata itu… bukan mata yang bersinar damai saat pemberkatannya di bawah sinar bulan, mata itu justru terlihat mirip dengan Kyuhyun. Mata serigala.

Sratt!

"SUNGMIN!"

"JANGAN MENDEKAT!" Cakar itu menghadang tepat di depan mata panik Kyuhyun.

Sungmin berusaha menarik tubuhnya sejauh mungkin dari Kyuhyun. Croix noire berpendar di balik poni pirang platinumnya. Taring kecilnya terlihat di balik bibirnya saat dia mendesis seolah memberi ancaman. Mata serigalanya yang berwarna biru terang meneteskan air mata lebih banyak. Darah merah merembes dari luka panjang yang tadi dia buat sendiri di lehernya.

Kyuhyun bisa menarik napas lega saat luka itu menutup perlahan. Setidaknya kemampuan regenerasi Sungmin sudah mulai berfungsi.

Transformasinya lambat. Darah Lunarian itu terlalu murni bagi racun yang Kyuhyun salurkan semalam. Tapi sedikit lagi, sebentar lagi, Sungmin akan menjadi werewolf yang sempurna.

"Sungmin, berhenti." Kyuhyun menahan pergelangan tangan Sungmin.

Di bawah kendali absolut sang Alpha, cakar itu tenggelam dalam sela-sela jemari halusnya. Taringnya menghilang dan matanya perlahan kembali normal. Namun kristal-kristal bening tak berhenti bergulir darisana.

"Ini… kutukan." Suaranya gemetar sesak. "Kenapa kau mengutukku seperti ini, Kyuhyun?"

Grep!

Kyuhyun tidak mengerti kenapa harus dengan nada semenderita itu saat Sungmin menyebut namanya pertama kali. Dia membiarkan Lunarian itu menangis putus asa di dadanya, melingkarkan kedua lengannya erat-erat saat tubuh mungil Sungmin berontak.

"Meskipun ini kutukan, kau harus tetap hidup." Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di puncak kepala Sungmin. "Bodoh, jangan pernah ingin mati lagi."

oOo

Hujan lagi.

Kali ini bahkan lebih deras dari tadi pagi. Gemuruh petir mengganggu telinganya yang sudah peka sejak awal. Bulan dan bintang yang seharusnya menghiasi malam kini tertutup awan hitam pekat.

Sungmin memeluk tubuhnya di bawah pohon.

Jaring perangkap yang biasa dipasang di bawah tumpukan daun kini teronggok begitu saja, Kyuhyun terlalu panik saat Sungmin pingsan tadi pagi sampai tidak sempat memasangnya lagi.

Jaring yang pertama kali memperangkapnya, Sungmin menggunakannya untuk menangkap dua buruannya tadi pagi. Menebar biji-bijian untuk yang pertama. Menyisakan darah korban pertama untuk memancing yang kedua. Sungmin tidak tahu darimana siasat itu berasal. Instingnya hanya mengatakan dia sangat lapar, dan kondisi fisiknya belum terlalu kuat untuk berburu.

Sungmin tidak tahu hal-hal mengerikan apalagi yang akan dia lakukan di hari esok.

Srakk!

Gesekan rumput yang terdengar hanya membuat Sungmin mendongak sedikit dari balik lututnya. Aromanya mengundang banyak serigala datang mendekat, namun salib hitam di dahinya selalu berhasil mengusir mereka dalam sekejap. Tidak akan ada yang berani mendekati siapapun yang sudah ditandai sang Alpha.

Saat sehelai daun jatuh mengenai punggung tangannya, Sungmin baru sadar yang dia dengar barusan bukan gesekan rumput. Dengan gerakan waspada Lunarian itu menengadah ke atas pohon tempatnya bersandar.

"Halo."

Jantungnya seolah melesak.

Sepertinya petir dan hujan membuat telinga dan hidungnya yang peka terkelabui. Sungmin sontak berdiri dan memundurkan langkahnya dengan kaki gemetar. Makhluk berwajah mayat di atas pohon yang sedang menyeringai padanya membiarkannya seperti itu seolah Sungmin tak akan bisa lari kemana-mana.

Suara merdu yang mengalun itu berbisik, "Kita bertemu lagi…"

Warna perak berkilau di tepi sabuk pinggangnya. Warna yang masih membekas jelas dalam ingatan Sungmin, boomerang perak yang menebas kepala Ryeowook.

"… kelinciku yang manis."

Sungmin tercekat. Jemari dingin itu sudah menyentuh pipinya entah sejak kapan. Taring yang lebih mengerikan dari sekedar hewan buas terlihat jelas di balik derasnya air hujan. Akhirnya Sungmin bisa mencium wangi yang mematikan itu dari dekat.

Vampire.

"Aku menemukanmu—" Hembusan napas dan taring tajam itu mendekat bersamaan. "—Lunarian milikku."

"Apa kau pikir di luar sana lebih aman daripada bersamaku disini?"

Tiba-tiba suara velvet Kyuhyun bergema di benaknya. Mata bening Sungmin meredup. Kenapa harus dia? Kenapa bukan Leeteuk? Siwon? Ryeowook? Bibirnya yang mulai membiru di bawah dinginnya air hujan tertarik tipis. Membayangkan sang Alpha yang mungkin akan panik mendapatinya tak ada di ranjang. Kyuhyun bahkan tidak sadar Sungmin sempat menyelinap keluar karena dia kira Sungmin benar-benar pingsan setelah organ pencernaannya gagal menelan sayur dan buah yang ada.

"Jangan pernah ingin mati lagi."

Sungmin bukannya ingin mati, namun kedua taring itu terlanjur menembus kulit lehernya dan melahap darahnya rakus. Ujung jemarinya mendingin. Apa yang bisa dia katakan pada Kyuhyun jika sudah menjadi mayat?

Maaf… Kyu—

"UHUKKKKK!"

Sungmin tersentak.

"UHUKKK! HUEKKK! HUEKKK! HUEKKK!"

Mata Lunarian itu terbelalak kaget. Vampire yang barusan menghisap darahnya membungkuk di hadapannya sambil terbatuk-batuk hebat, memuntahkan semua darah dari pangkal tenggorokannya.

A-apa yang…

"Gaaahhh…"

Spontan Sungmin menjauh saat vampire itu menggapai-gapai ke arahnya dengan mata juling dan liur menetes-netes. Urat-uratnya terlihat menonjol di setiap inci kulitnya, sebelah tangannya mencengkeram kerah jubahnya seolah kesulitan bernapas.

Sungmin menatap tidak mengerti. Vampire tidak memerlukan oksigen, bukan?

Grep!

"Itu yang kau dapatkan jika mencuri milik orang lain."

Suara tawa rendah yang diwarnai geraman serigala itu bergema di telinga Sungmin. Sungmin mendongak, mendapati dirinya nyaris tenggelam di dada bidang Kyuhyun saat pangeran serigala itu memeluknya posesif dari belakang. Wajahnya masih manusia meski dengan bola mata hitam tanpa sedikitpun warna putih dan bibir yang tertarik ke dekat telinga memamerkan gigi-gigi tajam khas serigalanya.

"Khh-Kauuu…" Vampire itu terbelalak, mengenali betul siapa yang saat ini berdiri di hadapannya. "Apphha yhaang kaau…" Jemarinya mencengkeram bagian dada, merasakan jantungnya yang tak pernah berdetak kini merapuh dan berdenyut keras. "Dhi… diaaa… mhilikkuuu… milikkuuuuu…"

Kyuhyun menyeringai. "Kau tidak bisa mengklaim apapun di tanahku, tuan penyusup."

Sungmin nyaris tersentak saat jemari panjang Kyuhyun melarikan sentuhan di bagian depan tubuhnya seduktif sebelum kembali memeluknya lebih erat.

"Terutama malaikat bulan ini." Kyuhyun meremas bahu Lunariannya lembut saat lidahnya mengusap dua lubang menganga yang masih terasa perih di leher tipis Sungmin. "Apa mata vampire begitu rabun sampai tidak bisa melihat tanda kepemilikan disini?" Jemari Kyuhyun berpindah ke dagu Sungmin, membuat wajah itu sedikit menengadah dan memberi akses bagi mulut Kyuhyun untuk mengurusi luka di lehernya.

Croix noire yang berpendar di dahi sang Lunarian baru disadari oleh mata si pemburu berdarah dingin, membuat bola matanya yang juling nyaris keluar dari kelopaknya.

"UHUKK!" Vampire itu tersedak saat dia hampir menggeram marah.

Kyuhyun terkekeh. Menjilat lembut luka Sungmin sekali lagi dan melepas pelukannya dari tubuh mungil itu perlahan.

"Ini akan memakan waktu." Kyuhyun menaikkan kerah pakaian Sungmin demi menutupi luka di baliknya. "Gigitan makhluk sial itu memang merepotkan." Sejenak bibirnya mengecup mesra iluminasi salib hitam di dahi Sungmin dan berbisik, "tunggu disini."

Cakar panjang yang berkilau keluar dari sela-sela jemari Kyuhyun. Dia tak perlu repot-repot berubah sepenuhnya menjadi serigala hanya untuk menghabisi lawan yang sudah sekarat setelah menenggak racunnya yang mencemari darah Sungmin. Seringainya yang terlihat seperti iblis terus melebar dan semakin lebar dengan tidak wajar.

"Selamat tinggal, tuan…"

Jlebb!

Cakar Kyuhyun masuk ke dalam bagian yang menurutnya paling lunak dari wajah vampire. Mata dan bagian dalam mulut.

Kraaak!

Dan membaginya menjadi tiga bagian terpisah.

Hanya ada jeritan panjang melengking yang segera lenyap dihapus hujan yang belum juga mereda. Sungmin memandang dengan tatapan kosong. Merasa ngeri dengan dirinya sendiri yang masih tetap tenang dan bahkan tidak gemetar seujung jaripun melihat pemandangan semacam itu.

"… tuan menjijikkan." Kyuhyun tertawa rendah saat menyingkirkan puncak kepala dan bagian rahang atas dengan kakinya. Cakarnya menusuk pakaian belakang si vampire dan menyeretnya di tanah seperti bangkai busuk.

"Sungmin?" Kyuhyun menyebut namanya dengan lembut dan mengangkat bangkai itu tepat di depan matanya. "Aku menyisakannya untukmu karena sepertinya kau sangat tertarik dengan leher makhluk ini."

Mata bening Sungmin menatap Kyuhyun. Mata dan taring serigala yang terbingkai dalam wajah manusia itu terlihat mengerikan, namun tak satupun bagian dalam diri Sungmin yang gemetar ketakutan. Wajah mengerikan Kyuhyun yang menatapnya lekat itu justru memberi dorongan pada Sungmin untuk melakukan apapun yang dia inginkan sekarang.

Warna sapphire berkilat sekilas dalam mata hazel Sungmin saat cakarnya mulai tumbuh dari jemarinya. Hanya sedetik sebelum Lunarian itu menghela napas setelah menyadari cakarnya belum cukup kuat untuk merobek leher vampire. Matanya berpindah pada boomerang perak yang menggantung di pinggang si vampire dan pandangannya seketika meredup.

"Dari keluarga istana… hanya kita, Ming. Hanya kita berdua yang selamat."

Sungmin memejamkan matanya saat mengingat baik-baik suara itu dalam benaknya.

Ryeowook… Ryeowook…

CRAAAASHHH!

Sungmin berharap Ryeowook melihatnya dari atas sana. Bagaimana boomerang perak yang menghabisi nyawanya itu memotong leher vampire yang kepalanya bahkan sudah tidak utuh lagi. Bibirnya nyaris tersenyum, namun rasa puas yang memenuhi dadanya membuatnya tercekat.

Dia tidak berharap Ryeowook melihatnya.

Dia tidak berharap siapapun yang sebelumnya pernah mengenalnya, melihatnya berubah seperti ini.

Bahkan panglima terkuat di kerajaannya seperti Siwon mungkin akan ketakutan melihat Sungmin saat i—

Cupp!

Konsentrasinya pecah. Kyuhyun mendominasi bibirnya seolah meminta perhatian Sungmin kembali terfokus padanya. Satu-satunya hal yang dia dengar setelah hujan deras mulai berubah menjadi rintik air adalah suara detak jantungnya yang terdengar samar di balik debar jantung Kyuhyun.

"Kerja bagus, angel."

Kyuhyun membelai punggung Sungmin dengan ujung jemarinya sebelum meremas pinggangnya lembut, menariknya mendekat hingga tak ada lagi jarak di antara keduanya.

Dan suara velvetnya kembali berbisik di bibir tipis sang Lunarian.

"Kau akan semakin terbiasa dengan neraka."

oOo

To Be Continued