Fanfic pertama Amelo. Masih newbie, masih bocah. Jadi tolong jangan nge-flame saya. Ide ini amelo dapat dari imajinasi semata. Jadi jangan menyalahkan saya jika imajinasi saya absurd bin gajetot. Chap pertama masih belum terlalu keliatan kisedainya. Mendingan kalian Liat aja deh!

Bad Girl In Teiko

Disclaimer : selamanya milik Fujimaki-sensei

Rated : T. buat jaga-jaga aja sih .-.

Genre : fren ama romance. Tapi lebih ke frennya.

Warning : OOC, abal, gajetot, alur kecepetan, TYPO, mengandung sedikit kekerasan /?, dll.

DON'T LIKE DON'T READ

NEKAD?

HAPPY READING

CHAP 1

NORMAL POV

"Eh eh, katanya Shirokawa lagi berantem sama anak kelas 9 dihalaman belakang!"

"Yang bener?! Ayo kesana!"

"Sip! Tapi jangan terlalu deket. Ntar kena gebuk lagi."

"Oke"

Abaikan percakapan diatas

Sementara itu dihalaman belakang sekolah…

#DUASH #BUAK #PRAK #BUUGH

Yah, kira-kira begitulah suara yang terjadi di halaman belakang. Tadinya hanya ada seorang gadis dikerubungi 6 orang lelaki. Tetapi, sekarang halaman belakang ini menjadi arena pertempuran yang ditonton oleh para siswa dan siswi dari jarak 2 meter. Bukan, gadis itu tak mungkin terluka. Melainkan dia yang melukai orang lain.

Gadis itu meninju perut lelaki pertama hingga dia tersungkur. Lelaki kedua yang sedang berlutut karena perutnya tadi ditendang sekarang kepalanya ditendang seakan gadis itu menendang bola. Lelaki ketiga yang menyerangnya malah dijatuhkan dengan salah satu gaya Smack Down ( gini bukan tulisannya? ._. ) . lelaki keempat membawa salah satu batang kayu dan memukul bagian punggung gadis tersebut. Tetapi tak berpengaruh terhadapnya. Gadis itu mengambil batang kayu tersebut dan memukul kepala lelaki tersebut. Lelaki kelima dan keenam, sudah tepar karena sebelumnya perut mereka diinjak dengan sengaja oleh gadis itu.

"Heh? Apa Cuma ini kemampuan kalian?" tantang gadis itu seraya memegang batang kayu yang dia senderkan ujungnya di bahunya. Keenam lelaki itu hanya diam tak berkutik.

"Wah… Wah… Hasami… kau menghabisi mereka lagi." Ucap seorang pria yang badannya bersender pada pohon. Jarak antara cowo tersebut dengan gadis itu cukup dekat. Tetapi dia tak takut sama sekali akan kena serangan gadis tersebut.

Gadis yang bernama Hasami tersebut membalikkan badannya dan menatap cowo itu.

"Salah sendiri mereka menantangku. Apa kau juga mau Tatsuya?" tanya Hasami pada teman masa kecilnya Himuro Tatsuya.

"Huff! Aku sudah sering merasakannya. Lagipula, hari ini ada pertempuran di taman X." jawabnya sambil beranjak duduk.

"Menarik. Aku pasti ikut." Sebuah sengiran muncul dibibir Hasami. Tiba-tiba datanglah seorang ibu-ibu yang marah muncul dari kerumunan anak-anak yang menonton adegan yang dibilang cukup seru tadi. Dan itu adalah guru pembimbing.

"Shirokawa Hasami! Kali ini… menghadap ke kepala sekolah!" teriak guru itu.

"Sensei, kenapa nggak ntar aja? Aku capek" jawabnya sambil memasang wajah yang sangat capek.

"SEKARANG!" teriak guru itu ditelinga Hasami. Hasami menatap Tatsuya yang tersenyum. Dan mengisyaratkan Hasami untuk pergi. Hasami pun pergi dan meninggalkan guru tersebut dan Tatsuya.

"Himuro Tatsuya, bantu aku membawa anak-anak ini ke rumah sakit." Pinta guru tersebut ke Tatsuya. Tatsuya berdiri dan menggotong murid tersebut bersama guru tersebut kedalam ambulan yang sudah disiapkan.

Sementara itu di ruang kepala sekolah

#TOK TOK

"Hasami? Masuklah" ucap seorang lelaki tua didalam.

"Sekarang apa lagi, paman?" tanya Hasami santai. Kepala sekolah adalah paman Hasami. Jadi wajar saja jika Hasami bicara secara normal kepada kepsek. Bahkan mungkin kasar.

"Apa lagi? Kau hampir membunuh keenam siswa tersebut. Seharusnya mereka belajar untuk ujian, bukan babak belur seperti ini." Jawab kepsek.

"Aku tau paman. Tapi mereka yang mulai berbuat ulah."

"Hah… Hasami, aku tau kau berasal dari anak dari kepala Shirokawa Company yang terkenal dengan buku-buku pendidikan dan restoran yang terkenal, tapi kau tak boleh bersikap semena-mena disekolah ini."

"Tapi nilaiku terbaik, paman. Aku sudah mengikuti syarat paman agar bisa tetap bisa bersekolah disini."

"Tidak bisa Hasami. Kabar ini sudah menyebar disekililing kawasan sekolah. Sebagai kepala sekolah disini, aku takut jika untuk tahun depan tidak ada murid baru yang akan kesini karena ulahmu itu. Karena itu, paman akan memindahkanmu ke Teiko Gakuen. Teman paman merupakan kepala sekolah disana. Jadi lumayan mudah untuk memindahkanmu kesana." Ucap kepsek dengan nada meyakinkan.

"Tapi Paman, aku sudah nyaman disekolah ini." Ucap Hasami dengan nada datar.

"Aku tau itu Hasami. Tapi reputasi sekolah inilah yang menjadi ancaman jika kau masih tetap berada disekolah ini." Kepsek berbicara dengan hati-hati.

"Huh! Terserah paman saja kalau begitu!" Hasami hanya berdecih dan membuang mukanya kesal.

"Tenang saja Hasami. Paman yakin kau akan betah disana. Ini seragamnya. Dan Himuro-kun biar paman yang bicara padanya." Pak kepsek pun memberikan seragam Teiko Gakuen kepada Hasami. Hasami pun menerima seragam tersebut.

"Paman tak usah memberitahu Tatsuya. Dia akan tau dengan sendirinya. Selain itu, terima kasih atas seragamnya!" Hasami berdiri dan pergi keluar ruangan kepsek. Ternyata diluar sudah Ada Himuro.

"Bagaimana? Kali ini dapat hukuman apa?" ia bertanya dengan senyum tersungging diwajahnya.

"Jangan bertanya dengan wajah seperti itu." Hasami menatap Himuro jijik.

"Baiklah baiklah.. tapi sekarang apa?" Himuro kembali dengan poker face-nya.

"Aku dipindahkan ke Teiko Gakuen. Apa kau tau sekolah itu?" Hasami bertanya dengan nada datar. Sedangkan Himuro sedikit kaget atas kepindahannya yang tiba-tiba.

"Ya aku tau. Itu adalah sekolah yang cukup elit." Ia menjawab sambil tetap menyenderkan tubuhnya di dinding.

"Ya ampun… sekolah elit pasti banyak sekali peraturan. Merepotkan saja." Hasami menepuk keningnya.

"Tak apa lagi. Disana banyak orang yang kepintarannya sama denganmu. Lagipula bagaimana dengan taman X ?" tanya Himuro.

"Aku akan melewatinya. Aku tidak ingin mempunyai luka diwajah untuk besok. Tapi, jika sudah sangat mendesak, telfon aku. Aku akan segera datang membantu. Sampai jumpa Tatsuya." Hasami hanya pergi dan meninggalkan Himuro.

"Sampai jumpa Hasami. Dan semoga kau beruntung besok." Himuro sedikit berteriak. Dan dibalas dengan tangan yang dilambaikan oleh Hasami.

-skip time ; kediaman rumah mewah Shirokawa-

Hasami sedang tidur-tiduran dikasur ukuran Big Size miliknya. Ia berpikir apakah akan ada orang yang tertipu oleh penampilannya? Jawabannya adalah IYA. Setiap Hasami pindah sekolah mungkin ah bukan. Pasti ada cowo yang menyatakan cinta padanya. Padahal belum tentu mereka tau sifat asli Hasami. Orang yang pertama kali bertemu Hasami pasti menganggap Hasami gadis yang amat cantik, pintar dan bermartabat. Tapi diluar itu semua, Hasami adalah gadis yang lumayan kasar, pandai berkelahi pula. Dan jika kalian sering bertemu dengan salah satu gangster disekitar daerah rumah Hasami, maka pemimpinnya adalah Hasami.

Alasannya simple saja kenapa Hasami menjadi seperti ini. Ini dikarenakan orang tua Hasami yang sibuk bekerja. Juga, sifat alami Hasami sendiri yaitu "tidak ingin dikekang" . Tapi, soal nilai dia masih cukup pintar. Tak ada yang menandinginya dalam urusan nilai disekolah lamanya itu. Mungkin jika Hasami menjadi gadis yang bermartabat, dia bisa dicap sebagai gadis yang sempurna.

"Semoga dihari pertama masuk sekolah, tidak ada yang bisa membuatku naik darah." Ucap Hasami yang akhirnya terlelap dalam tidurnya.

KEESOKAN HARINYA

Hasami bangun pada pukul 5 pagi. Sudah biasa baginya untuk bangun pada jam tersebut. Seperti kebiasaan, Hasami mandi dan memakai seragamnya. Tapi yang berbeda adalah Hasami memakai seragam Teiko Gakuen. Bukan SMP lamanya. Kali ini Hasami menggerai rambutnya. Lalu mengambil sedikit rambutnya untuk dibuat kepang. Dan kepangan tersebut dipakai untuk bando tersebut. ( ada yg ga ngerti? ) . dan… Hasami sangat cocok dan anggun dengan seragam barunya. Ia pun keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.

Sarapan seorang diri, bukanlah masalah bagi Hasami. Karena, dia tak akan kesepian. Itu dikarenakan teman-teman disekolah lamanya membuatnya tak pernah merasa kesepian. Setelah sarapan, ia pun menaiki mobil mewahnya.

"Etto.. Teiko Gakuen" pinta Hasami kepada supirnya. Sedangkan sang supir hanya mengangguk dan mulai menancapkan gas.

TEIKO GAKUEN

Saat Hasami turun saja, banyak murid yang menggosipinya saat ia berjalan menuju ruangan kepala sekolah. Sebenarnya bagi Hasami ini adalah hal biasa. Tapi, karena yang menggosipinya rata-rata orang sederajat dengannya 'mungkin' Hasami menjadi tidak nyaman dengan gosipan tersebut. 10 menit berlalu, tapi Hasami tidak juga menemukan ruang Kepala Sekolah. Para murid juga masih banyak yang berada diluar kelas. Akhirnya Hasami memutuskan untuk bertanya kepada salah satu murid.

"A-ano… ruangan kepala sekolah dimana?" Hasami bertanya dengan sopan. Walaupun Hasami anak bandel, dia juga tetap belajar dan tau apa itu sopan santun. Sedangkan yang ditanya yang saat itu adalah laki-laki (Hasami kebiasaan ngomong ama laki-laki jadi nanya ke laki-laki deh ==" ) , nge-blush ria saat ditanya oleh Hasami.

"Te-tentu saja! Ma-mau kuantar?" tanya lelaki itu sambil menunjuk dirinya.

"benarkah? Kalau begitu, terima kasih banyak" Hasami menunjukan senyuman termanis miliknya. Dan itu membuat sang lelaki makin nge-blush.

"Baiklah. Tolong tunjukan jalannya." Pinta Hasami. Lelaki itu mengangguk dan berjalan didepan. Sementara Hasami mengekorinya dari belakang.

"Hah… palingan cowo ini tertipu juga." batin Hasami dalam hati. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di ruang kepala sekolah.

"Arigatou gonzaimasu." Hasami menunduk.

"I-iie.. aku juga berterima kasih." Lelaki itu juga menunduk.

"Ka-kalau begitu aku pergi ke kelas dulu. Jaa ne.." lelaki itu kabur begitu saja dari hadapan Hasami. Tapi sepertinya Hasami tidak mempedulikannya.

#TOK TOK Hasami mengetuk pintu ruangan kepala sekolah tersebut.

"Masuk" jawaban singkat yang membuat Hasami masuk dan melihat seorang lelaki paruh baya yang melihatnya dengan senyuman.

"Ah.. Shirokawa Hasami-san. Silahkan duduk." Hasami pun duduk ditempat yang ditunjuk kepala sekolah tersebut dan melihatnya dengan tatapan segera. Yah, Hasami tidak suka yang namanya basa basi. Karena itu sangat membosankan dan menyita banyak waktu baginya. Kepala sekolah pun langsung mengerti tatapan tersebut.

"Shirokawa-san, hari ini kau akan masuk ke kelas 2-A. Wali kelasmu adalah Aneko Miami-san. Soal buku, kau bisa memintanya kepada penjaga perpustakaan. Aku sudah memesan beberapa set buku untukmu. Nah, karena ini sudah jam pertama masuk kelas, aku akan mengantarkanmu ke kelas. Dan ini, buku pelajaran pertama dan kedua di kelasmu." Kepala sekolah memberikan 3 buku paket yang berisikan materi pelajaran Matematika dan Fisika. Hasami hanya menerimanya dan berkata 'Terima Kasih'

Hasami dan kepala sekolah pun keluar dari ruangan kepala sekolah. Sambil berjalan menuju kelas, kepala sekolah memberi nama ruangan juga letak ruangan tersebut. Sedangkan Hasami hanya diam dan mengingat semua letak ruangan yang ada di sekolah ini. Setelah beberapa menit, mereka sudah sampai di ruang kelas 2-A. didalam terlihat sudah ada guru. Kepala sekolah pun mengetuk pintu kelas tersebut dan keluar seorang guru wanita yang diyakini Hasami adalah wali kelasnya. Setelah berbincang, wali kelas Hasami yaitu Aneko Miami-san, mengajak Hasami kedalam kelas.

Sementara itu didalam kelas, kelas cukup berisik karena Aneko-san yang tiba-tiba keluar. Tapi mereka tidak terlalu berisik juga. ini dikarenakan mereka tau kalau diluar sana terdapat kepala sekolah. Mereka tentu saja tidak ingin merusak image mereka didepan kepala sekolah. Kelas kembali diam setelah Aneko-san masuk dengan gadis bersurai putih panjang yang kita kenal yaitu 'Hasami' . para siswa tentu saja langsung doki-doki ketika melihat Hasami. Kecuali 2 orang siswa yang tidak diketahui langsung doki-doki atau tidak. Sedangkan para siswi hanya terkagum-kagum melihat kecantikan Hasami.

"Nah.. minasan, kita kedatangan murid baru. Nah silahkan perkenalkan namamu." Pinta Aneko-san kepada Hasami. Hasami hanya menulis namanya di papan tulis dan kembali berhadapan dengan temannya.

"Hajimimasite.. Watashi No Namae Wa Shirokawa Hasami desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu...*1" kata Hasami seraya menundukan kepalanya tersebut. Saat dia menundukan kepalanya, ia tak sadar. Salah satu dari semua siswa cowo dikelasnya itu menyeringai penuh arti kearahnya. Dan tentu saja seringai itu menandakan bahwa ia sedang merencanakan sesuatu.

.

.

.

.

TBC

Curcol Author : apa banget ini! Kenapa hasilnya jelek banget! *headwall* yah, kisedainya emang belum keliatan. Tapi para reader udah pasti bisa nebak kan siapa 2 cowo yg gak ketahuan doki-doki atau nggak. Dikarenakan Himuro muncul juga, berarti kagami dan alex akan muncul. Disini diceritakan Himuro dan Kagami tinggal di Jepang.

NB :

*1 = mungkin sepertinya udh ada yg tau sebagian. Tapi tetep dijelasin ya. "Halo, Namaku Shirokawa Hasami. Salam kenal" kata temen Amelo ini sih versi formalnya. KATANYA ya

Himuro Tatsuya : sahabat Hasami. Tapi dia ga terlalu akrab ama Kagami /?

Shirokawa : nama marga

Hasami : nama kecil

Amelo : yosh! Karna saya masih newbie dalam membuat cerita, jangan nge-flame saya. Dan saya sangat meminta maaf jika saya meng-kopi ide siapapun. Tapi patut diingat. Ini imajinasi asli dari pikiran saya. Jadi, tolong jangan ngamuk ke saya. Terserah para reader mau dihapus atau lanjut. Setidaknya ada yang mau ngasih di kotak review deh. Akhir kata…

RNR PLEASE?

SEE YOU NEXT CHAPTER