Jam di perpustakaan menunjukkan pukul 5 sore. Saat itu hujan membasahi kota Seoul. Kaca-kaca telihat buram akibat air yang tiada henti membasahinya. Dirimu berada di sudut perpustakaan, masih berusaha berkutat dengan buku-buku tebal yang menjadi acuan penyelesaian tugas dari Mr. Chai. Matamu bergerak perlahan membaca tiap kalimat dengan seksama. Walaupun Kamu telah berusaha selama 3 jam mencoba memahami materi yang engkau pelajari, hanya sedikit materi yang dapat kamu serap. Sebagian pikiranmu berusaha memahami materi, tapi sebagian lainnya, memikirkan permasalahan yang telah terjadi antara Nei dan kamu.

Hujan tampaknya tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Kamu menghela nafas sesaat. Membuka handphone-mu, dan memandangi wajah itu, Seorang lelaki kecil mungil dengan wajah tampan, pipi tembam, dan bibir yang kecil mungil berbentuk hati bak jeli stroberi. Kau pandangi wajah tampan itu, "Sedang apa Kyungsoo?" pikirmu. Kau tutup matamu sesaat, tanpa sadar kamu telah tertidur pulas.

"Joonmyeon." kamu merasa ada yang mengguncang tubuhmu. Kau buka matamu. Terlihat seseorang yang telah bergabung bersamamu, matamu masih berusaha beradaptasi dengan cahaya ruangan sehingga tidak menyadari siapa itu.

"JOONMYEON!" pekik dirinya.

Kamu terbelalak., "NEI!" pekikmu terkejut melihat sahabat karibmu berada di sampingmu dengan cengiran kuda khasnya yang menghiasi wajah tembamnya. "Kamu itu jahat, ya. Aku tadi itu cari kamu kemana-mana tahu. Untung ada yang bilang kamu ada di perpustakaan," oceh Nei sembari menyodorkan sekotak KFC lengkap kepadamu

."Eh!" kamu melongo, "Apa…"

"Diam dan makan!" Nei menyodorkan satu sendok salad langsung ke mulutmu.

"Hei, sejak kapan kita boleh makan di perpustakaan?" tanyamu

"Diam dan nikmati makananmu" cerocos Nei seraya dengan ganas mengoyak-ngoyak daging ayam.

"Enak! " pikirmu mulai mengunyah ayammu.

"Tunggu, kamu belum menjelaskan kepadaku, mengapa tadi siang kamu lari setelah aku menjelaskan segalanya?" tanyamu bingung.

"Apiuppo," jawab Nei dengan mulut penuh salad.

"Huss! Telan dulu!"

Nei menyeruput Pepsinya, dan "ROAAAKKK," dia bersendawa sekeras-kerasnya.

"NEI!" pekikmu berusaha menutup mulutnya, seraya dengan gusar melihat sekeliling memastikan tidak ada yang terganggu.

"Joonmyeon-ah." Nei melepaskan tanganmu dari mulutnya. "Sebenarnya… aku merasa sangat marah kepadamu. Mengapa engkau tidak menceritakan masalah sepenting ini dari dulu kepadaku. Bukankah kita ini sudah menjadi teman selama 2 tahun ini? Bukankah Engkau yang selalu ada untukku di saat aku ada masalah, tapi tega–teganya Engkau tidak menceritakan permasalahan penting ini kepadaku," jawab Nei muram.

"Joonmyeon-ah, apapun orientasi seksualmu, kau tetap sahabatku, dan tak mungkin aku sebagai sahabatmu, akan berlari darimu hanya karena kamu seorang gay,"

"Aku merasa bahagia dengan pertemanan di antara kita. Kau satu–satunya cowok yang mau berteman dengan wanita gendut seperti aku. Dan Menurutku, kaulah sosok 'Laki-Laki' yang sesungguhnya. Lelaki lebih dari sekedar istilah 'sosok yang mencintai wanita', itu hanyalah orientasi seksual, tidak lebih. Tapi makna dari seorang lelaki sesungguhnya, tidak dinilai berdasarkan orientasi seksual, melainkan berdasarkan sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kau sudah menunjukkan kepadaku arti persahabatan sesungguhnya, kau selalu ada di saat aku sedang susah, berani mengakui orientasi seksualmu, memiliki hati yang tulus dalam mencintai seseorang. Itu semua lebih dari cukup bukti bahwa kau memang laki-laki sejati," Nei berbicara sambil mencomot kentang gorengmu..

Kentangku. Pikirmu muram.

'Jadi Kita tetap berteman?" tanyamu dengan hati–hati

"Iya!" jawab Nei memandangmu dengan pandangan tulus.

"Terima kasih." kaupun memeluk Nei dengan erat. Sudah lama engkau tidak merasakan cinta yang tulus, dan bertapa terharunya dirimu atas kebesaran hati Nei dalam menerima 'orientasi seksualmu'.

"Aduh! Sesak, Joonmyeon." Nei melepaskan pelukanmu.

Nah, sekarang mari kita bahas tentang 'Bunga Sakura'mu,D.O Kyungsoo.

"Ah…." kamu berusaha mencari kata-kata, tapi semua kata-kata terasa menyangkut di tenggorokkan. Pikiranmu melayang ke wajah tampan itu, dan ahkirnya kamu malah tersenyum sendiri.

"Aish! Kamu ini ditanya malah senyum–senyum sendiri. Apa selain gay, kamu juga gila?" sindir Nei sambil sibuk membuka bungkus hamburger, dan menyodorkan kepadamu.

"Aish!" keluhmu sebelum mengunyah hamburger itu sambil menunduk malu.

"Jadi apa kamu ada rencana untuk PDKT dengan dia?" lanjut Nei yang malas–malasan membuka buku PRmu.

"Belum," jawabmu kikuk.

" Joonmyeon-ah, kamu itu cerdas dan tampan, tapi bodoh dalam urusan cinta, ya?" omel Nei yang sekarang memandangmu bagaikan Ibu guru yang menemukan kesalahan dari siswanya.

"Nei…. dia itu artis, kaya dan dicintai oleh banyak fans. Belum lagi member EXO mereka semua sangat aku ini? Aku hanya pemuda miskin yang mengharapkan cinta dari seorang putri."

"Pangeran," NEI mengoreksi.

"Belum lagi kemungkinan kalau dia straight." Kamu menelan ludah ketika menyebutkkan kata yang terakhir. Jelas kata straight adalah kata tabu bagi kaum gay, tak terkecuali dirimu.

"Hmm… dasar cowok cakep tapi bodoh dalam percintaan," gumam Nei yang dengan gemas mengacak-acak rambutmu. "Besok adalah Hari terakhir kuliah sebelum Summer Break. sepulang kuliah, temui aku di tempat ini Oke?" Nei beranjak pergi meninggalkanmu.

PART 4. Poorness

Kuliah di pagi ini terasa begitu lama. Tidak ada satupun mahasiswa-mahasiswi yang bersusah payah untuk berusaha mendengarkan ocehan Mr. terlalu sibuk dengan urusan masing – masing,terutama merencanakan apa yang akan mereka lakukan di Summer Break. sendiri terdengar dalam keadaan yang sangat malas dalam mengajar, beliau berkata-kata dengan volume kecil, dan sesekali bergumam memaki lamanya waktu berputar. Setelah 3 jam, yang serasa seabad berlalu, bel berbunyi dan semua mahasiswa-mahasiswi segera berhamburan keluar, tanpa bersusah payah mendengarkan pidato ahkir Mr. Chai.

Summer break gumammu, seraya menikmati indahnya hari ahkir perkuliahan. Kamu berjalan ringan ke arah perpustakaan tempat Nei dan kamu telah bersepakat untuk bertemu. Kamu duduk di meja, tempat kemarin kamu mengerjakan tugasmu. Nei belum tiba, tadi saat selesai perkuliahan Mr. Chai dia berkata harus pergi sebentar.

Kamu menyeringai sesaat, mengeluarkan handphone-mu memasukkan ID dan password Wifi, dan mulai browsing. Tidak butuh waktu lama bagimu untuk menemukan suatu topik yang menurutmu cukup menarik untuk dibaca (sebab judulnya jelas jelas memaparkan D.O EXO-K).

Tindakan anarkistis dari Sasaeng Fans terhadap D.O EXO-K

Seoul. Sasaeng fans adalah julukan bagi mereka,fans yang dianggap telah berlebihan dalam mencintai idolanya. Kasus sasaeng fans bersifat umum dalam dunia industri k-pop zaman sekarang ini. Sasaeng fans umumnya para fangirls berusia 12-19 tahun.

Mereka dianggap berlebihan dikarenakan mereka tidak segan–segan dalam melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri maupun membahayakan idola mereka. Dan baru baru ini Do Kyungsoo, salah satu member EXO. Boyband yang sedang naik daun, memberikan cerita pengalaman dan perasaannya terhadap sasaeng fans.

"Aku pada dasarnya seorang yang pemalu, aku berusaha untuk menjauhi kerumunan disebabkan sikap pemalu dari diriku sendiri. Namun akibat dari sasaeng fans yang selalu berulah, ahkir-ahkir ini aku memiliki pandangan negatif terhadap orang asing yang aku temui," wawancara dengan Do Kyungsoo EXO-K.

Bukan itu saja, dari beberapa media masa diketahui ada beberapa tindakkan yang telah dilakukan sasaeng fans terhadap D.O, seperti:

Sasaeng pernah mengakibatkan mata Do Kyungsoo membiru lebam.

Sasaeng pernah bertindak selayaknya pacar D.O, menarik tangan D.O di bandara dan berjalan bersamanya.

Kamu berhenti membaca artikel nafas dalam-dalam,dan bersandar di bangku,memandang ke arah jendela.

Sasaeng fans, apakah kalian manusia? Mengapa kalian tidak berperilaku selayaknya manusia? Apa salah D.O sehingga kalian melakukan perbuatan–perbuatan gila itu?

Kamu merenung memikirkan perbuatan dari sasaeng dan berkata dalam hati, betapa engkau membenci para saaseng fans.

Tetapi semua lamunanmu dibuyarkan oleh kehadiran Nei.

"Melamun lagi!" bentak Nei sambil membanting makanan ke meja.

"Nei. Ini perpustakaan," gerutumu dan memandang ke sekeliling kalau saja ada yang protes atas tindakkan Nei.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanyamu sambil menikmati es krim yang dibawa Nei.

"apa?" tanya Nei sibuk sendiri dengan batangan coklat miliknya.

"Aduh, Ndut. Kamu sendiri yang mengajakku untuk rapat siang ini malah kamu sendiri yang lupa," dengusmu jengkel.

"Hufft, Joonmyeon, kamu bisa sabar nggak, sih?" Nei sibuk mematah-matahkan coklat batangan itu. "Baiklah, Mr. Joonmyeon,"

"Jangan panggil aku seperti itu!" kamu memandang jengkel ke arahnya.

Nei melanjutkan tanpa menghiraukan raut mukamu, "Seperti yang kita ketahui, boyfriend-mu,"

"Calon boyfriend," koreksimu.

"Dia seorang artis, kita tidak akan mungkin dengan mudah untuk mendapatkan hatinya apabila kita memakai cara umum."

"Cara umum?" tanyamu bingung atas penjelasan yang disampaikan Nei.

"Aish aku lupa kamu itu tulalit dalam dunia percintaan," ejek Nei. "Memang kamu belum pernah pacaran atau PDKT sebelumnya?"

"Belum," jawabmu polos.

"Kalian para cowok memang tidak sensitif atau kamu saja yang kelewatan tulalit dalam dunia percintaan?" Nei mengusap-usap wajahnya.

"Aku tidak bodoh kok. Kenyataannya nilai-nilaiku bagus, dan bukankah kamu sendiri yang menyatakan bahwa aku ini paling cerdas di angkatan kita?" jawabmu bangga.

"Pintar tapi jomblo seumur hidup sama aja bohong," dengus Nei.

"Nei Kamu itu mau membantuku atau mau menghina kehidupan percintaanku sih?" tanyamu mulai jengkel dengan percakapan ini.

"Cara umum itu artinya cara umum bagaimana seseorang mendekati orang yang kita sukai, dan jelas kalau kamu bukanlah orang yang memahami hal seperti ini. Maaf, Joonmyeon-ah menurutku, hidupmu hanya terbelenggu pada kehidupan pendidikan formal, kamu ahkirnya hanya berkutat dengan teori-teori, bagimu nilai itu segalanya. Nilai adalah dewa yang akan menentukkan masa depanmu. Hingga kamu menutup matamu terhadap kehidupan sosial. Lihat saja jumlah temanmu dapat dihitung dengan jari. Kamu sudah terlalu lama berfokus kepada kehidupan seperti itu sehingga pada ahkirnya terbentuk dirimu sekarang ini, sosok yang cerdas dalam pendidikan tapi sempit dalam dunia sosial. Kamu yang jomblo sekarang ini bukan karena kamu itu tidak berkualitas."

"Kamu sangat tampan, cerdas, menawan dan suaramu juga indah. Tapi sikapmu yang terlalu berfokus kepada pendidikan formal, tanpa memandang perlunya kehidupan sosial yang ahkirnya membuatmu menjadi jomblo, karena kamu tidak memberikan kesempatan bagi orang untuk mengenal dirimu yang sesungguhnya. Kamu terlalu sibuk dengan kehidupan pendidikanmu dan menutup serta mejauhi kehidupan sosial, hingga tak ada yang tertarik kepadamu."

"Aku tidak menyalahkan keadaanmu sekarang ini. Jelas masa lalumu yang kelam penuh kekerasan dan rasa benci (homophobia) dari orang sekelilingmu membuatmu harus berkutat dengan masa depanmu. Kamu berusaha untuk terus berjuang di dunia pendidikan supaya masa depanmu terjamin. Pada ahkirnya kehidupan sosial dan kehidupan cintamu begitu minim."

Kamu merenungkan penjelasan yang disampaikan oleh Nei. Hidupmu yang keras di masa lalu bukanlah alasan mengapa dirimu menjadi sosok yang pendiam dan sulit berteman. Menurutmu Memang banyak teman itu baik, sebagaimana layaknya kehidupan kita tidak mungkin berdiri sendiri. Kita selalu memerlukan adanya orang lain dalam mengarungi lautan kehidupan ini.

Tapi selama masa perkuliahan ini, kamu telah belajar membedakkan antara teman dan sahabat. Teman adalah sosok dari seseorang yang menjadi kenalan kita, menjalin hubungan dengan kita, tapi dia akan pergi apabila urusan atau kepentingan dirinya dengan dirimu sudah berahkir. Menurutmu 'teman' terbentuk akibat adanya landasan suatu kepentingan, adanya kesamaan ide atau interest dan mereka akan pergi apabila dasar landasan itu sudah tidak ada.

Berbeda dengan sahabat. Menurutmu sahabat adalah sosok yang selalu ada untukmu kapan saja. Mereka yang mampu untuk menerima kekuranganmu, menyedikaan waktu untukmu, dan terpenting mereka takkan melupakkanmu walaupun kontak di antara dirimu dan dia atau mereka sudah berahkir. Dasar hubungan sahabat adalah ikatan kekeluargaan, bukan hanya karena kepentingan sesaat. Itulah mengapa kamu tidak pernah mau untuk bersosialisasi, menurutmu lebih baik menyendiri. Sebab mencari sahabat itu sulit, mereka itu jarang ditemukan, terlebih pada kehidupan kota Seoul yang komoditas masyarakat bersifat Individual.

Tapi baiklah, memang Nei benar bahwa kamu teralu berfokus untuk mendapatkan nilai yang baik demi masa depan. Bukankah kita semua ingin masa depan yang terjamin? Selama hidupmu di kota Busan, kamu sudah belajar begitu susah dan menderitanya kehidupan orang miskin.

Betapa beratnya hari-harimu. Jikalau mereka anak seusiamu bisa makan daging, buah-buahan dan makanan ringan lainnya, kamu sebaliknya tiap hari, makananmu terbatas dengan lauk murahan satu macam saja.

Bahkan terkadang kamu harus berpuasa sepanjang hari karena makanan di panti asuhan dimonopoli anak-anak panti. Bisakah Nei bayangkan bagaimana menderitanya hidupmu dari bergelimang harta di kota Seoul hingga harus merangkak dalam kehidupan miskin di Busan. Tidaklah mudah bagimu tentunya. Dari mental anak kaya, manja dengan kehidupan yang berkecukupan harus merasakan beratnya menjadi anak yang tegar dalam kemiskinan.

Ketika kamu beranjak kembali dari Busan ke Seoul, hidupmu belum lebih baik, bahkan dapat dikatakan lebih parah dari sebelumnya. Kamu harus bekerja untuk menafkahi dirimu. Jangan anggap beasiswa yang diberikan pemerintah sudah cukup untuk mendanai kehidupan di kota besar seperti Seoul dengan taraf hidup yang mahal. Seoul bukanlah tempat hidup yang menyenangkan bagi mahasiswa berkantong pas-pasan sepertimu.

Biaya makan dan tempat tinggal tidak bisa dibilang murah, bahkan bisa dikatakan sangat mahal dibandingkan kota-kota lain di Korea Selatan. Tidak mudah bagimu yang berkuliah di SNU ini terutama di bidang bisnis. Betapa banyak biaya yang harus ditutupi dari fotokopi, print, terutama permasalahan buku pelajaran. Butuh usaha dan ketabahan hatiyang sangat besar.

Tak jarang kamu menangisi uangmu yang dikeluarkan untuk fotokopi tugas yang menumpuk. Jangan kira ini mudah, terkadang uang itu amat berharga. Bagaimana uang 1000 won, rata rata jumlah biaya fotokopi per harinya dikeluarkan, padahal kamu belum makan siang. Bayangkan jika saja kamu tidak harus fotokopi, pasti uang itu bisa kamu gunakan untuk menikmati makan siang. Tapi karena fotokopi itu, kamu pun terpaksa makan hanya di malam hari. Jelas itu tidak mudah.

Kuliah di SNU berarti kamu harus berkosentrasi secara penuh baik di kelas maupun di luar kelas. Tugas begitu menumpuk, sedikit lengah, sampai jumpa nilai B . Tak luput kuis-kuis yang diadakan secara mendadak. Serta sifat dasar dari orang korea 'Paili', mahasiswa cenderung dituntut dosen untuk segera mengumpulkan rangkuman materi hari ini, 15 menit setelah perkuliahan selesai. Sungguh berat bukan?

Setiap hari, kamu lalui perkuliahan dengan nutrisi makanan seadanya. Dan jangan lupa bahwa kamu ini adalah cowok dan perut cowok sangat mudah lapar. Jelas semua ini tak mudah dilakukan.

Bisakah Nei bayangkan ketika masa awal perkuliahan, betapa seringnya kamu harus menerima pelajaran dengan perut lapar? Dan yang paling menyedihkan saat kerja kelompok, di saat teman-temanmu menikmati jajanan di kantin kampus, kamu harus berjuang menahan lapar dan berusaha berkosentrasi dengan pelajaran yang dibahas. Bertapa irinya kamu ketika melihat mereka makan dengan nikmatnya. Semua itu tidak mudah, rasanya ingin menangis mengingat semua itu.

Memang semua itu berubah ketika kamu bisa menjadi asisten dosen dan kerja sambilan lainnya. Kehidupanmu mulai membaik dan tercukupi. Tapi tetap saja kemiskinan di masa lalu mengajarkan kamu untuk berjuang memastikan kesuksesan di masa depan.

"Oke. Jadi bagaimana dan apa yang harus kita lakukan sekarang untuk mendekati boyfriend-ku?" tanyamu kepada Nei.

"Jadi begini, kau tahu sasaeng fans?" Nei memandangmu dengan pandangan serius.

"Ya aku tahu, dan aku benci mereka. Andai saja mereka bisa kutangkap, akan kumasukkan mereka ke dalam penjara," jawabmu geram mengingat artikel yang baru saja kau baca.

"Hold it there, Mister!" Nei memandangmu tajam. "Kamu tidak boleh berkata seperti itu. Sebab kita harus menjadi sasaeng fans supaya dapat mendekati boyfriend-mu".

PART 5: FANBOY

"MENJADI SASAENG?!" teriakmu terlonjak kaget. Kamu syok, bahkan kamu yakin matamu sekarang sudah terbelalak sebesar mata belok Kyungsoo.

"Husss, Joonnmyeon. Diam!" Nei menarikmu kembali duduk.

"Apa maksudmu kita harus menjadi sasaeng?" protesmu berusaha menahan marah "Jelas jelas mereka itu bukan manusia, mereka itu mahluk menjijikkan… huppphh"
Nei menyempal mulutmu dengan segumpal roti."Makanya biarkan aku bicara"dengus Nei kesal.

"Jadi begini, aku punya orang dalam yang bisa membantu kita dalam melakukan pendekatan dengan boyfriend-mu itu," Jawab Nei sambil mengirim sms melalui handphone-nya.

"Nei, kamu pikir apa yang telah dilakukan oleh sasaeng fans? Mereka itu gila. Mereka itu tidak memiliki perasaan," protesmu.

"Oh, bukan kita yang akan menjadi sasaeng fans-nya, tapi dia," jawab Nei dengan logat bak bos besar menunjuk seseorang.

Sesosok lelaki jangkung menghampiri kalian. Dia memakai syal tebal yang menutupi wajahnya, topi hitam, berkacamata hitam, jaket hitam panjang bermerk menutupi tubuh jangkung nya, serta sepatu kulit dipakainya.

"Annyeonghaseyo," sapanya sebelum duduk bergabung di meja kami.

"Kamu terlambat. Dasar!" Nei menjitak sosok jangkung itu.

"Sakit tahu." lelaki itu menggosok kepalanya.

"Nah, Joonmyeon, ini adalah Oh Sehun, dan Sehun, ini Kim Joonmyeon," Nei memperkenalkan dirimu dengan lelaki itu.

"Oh Sehun…" katamu mengerutkan dahimu berusaha mengingat nama itu.

Aku merasa pernah mendengar nama itu. Pikirmu.

"Sehun-ah sebaiknya kau menanggalkan syal, topi, dan kacamatamu supaya Joonmyeon bisa melihatmu dengan jelas," Nei memberi perintah kepada lelaki bernama Sehun itu.

"Kau yakin di sini aman?" tanya Sehun seraya melihat ke sekelilingnya.

"Santai saja," kekeh Nei "Ini hari terakhir perkuliahan, hanya beberapa pengunjung yang ada di perpustakaan saat ini."

"Oke," gumam Sehun. Kemudian sosok itu menanggalkan atribut yang dipakainya.

Dan di depanmu berdiri sesosok lelaki tampan. Sangat tampan dengan wajah lonjong, dagu yang runcing, kedua tulang pipinya terpahat begitu indah, bibirnya tipis berwarna merah menggoda, matanya sedikit oval dengan pandangan tajam, badannya yang tinggi dan tegap, serta jakun menonjol menimbulkan kesan seksi dan manly pada dirinya. Rambutnya ditata rapi, diwarnai kuning, dengan baju jas hitam yang terbalut indah pada tubuhnya. Semua itu berpadu memancarkan aura gagah pada dirinya.

"Tunggu! KAMU OH SEHUN? SEHUN DARI EXO –K?" pekikmu.

"Iya, Jooniee, ini Oh Sehun dari EXO-K ," Nei menjawabmu malas-malasan, "dasar fanboy."

"OMG! Maaf maaf, YA AMPUN GYAAAAA SEHUN OMG OMG GYAAA AKU …. SUMPAH KENAPA... SEHUN I'm Your biggest fan," kamu tidak bisa lagi menahan keinginan untuk memeluk Oh Sehun. Tercium aroma tubuhnya. Harumdan manly, pikirmu. "Kau bahkan lebih tampan dari dekat," celotehmu dengan mata berbinar

"Yehet," Sehun hanya bisa tersenyum pasrah sementara seorang fanboy-nya memeluknya secara brutal. Kamu bisa saja menciumnya, kalau saja Nei tidak memisahkan Kalian.

"Oke, Joonmyeon. Berhenti sebelum terjadi hal–hal yang tidak diinginkan." Nei memisahkan kamu dari Sehun.

"Neiiii," rengekmu.

"Kita bisa berfoto bareng nanti, Hyung," seru Sehun menggandeng tanganmu. Kelihatannya Sehun benar-benar senang hari ini. Kamu tidak bisa percaya, kenapa anak ini bisa begitu tampan, terutama kulitnya yang berwana putih susu, dan aroma parfum yang menggoda, menimbulkan kesan seksi dari dirinya. Upss! Joonmyeon ingat Kyungsoo.

"Oke. Mari kita duduk," Nei memberi perintah. Kau,dengan jiwa fanboy yang sedang menggebu-gebu layaknya api tersiram bensin, memaksa supaya Sehun duduk berhadapan denganmu.

"Jadi sejak kapan kalian saling mengenal?" tanyamu penasaran, lebih tepatnya curiga.

"Kami ini saudara sepupu, tidakkah kau perhatikkan namaku Oh Nei?" Nei menjawab malas-malasan sambil memainkan handphone-nya.

"NEEIII KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKAN KEPADAKU SEJAK DULU?" protesmu marah. Rasanya seperti menangkap basah saudaramu sedang menikmati makanan favoritmu tanpa memberikan kepadamu sama sekali.

"Aku, kan, tidak tahu kalau kamu fanboy EXO, sampai kemarin," gerutu Nei.

"Tapi…" kamu memulai untuk membantah..

"Stop, stop!" Sehun dengan tubuh yang lebih tinggi dari kalian segera melerai pertikaian kalian dengan mudah.

"Joonmyeon yang duluan Thehun," jawab Nei sambil cemberut.

"Ayolah, Nei noona, katanya kita di sini untuk membantu Joonmyeon hyung. Ayo, jangan ngambek lagi," rayu Sehun dengan segelas bubble tea. Jelas Sehun tahu minuman kesukaan Nei, Bubble tea yang juga merupakan minuman kesukaan Sehun sendiri.

Dasar keluarga pecinta bubble tea, pikirmu geli.

"Jadi Sehun akan menjadi sasaeng untuk Kyungsoo?" tanyamu sambil menikmati bubble tea rasa coklat yang diberikan sehun kepadamu.

"Tidak seperti itu, Jooniee," sahut Nei, "sebenarnya ada yang Thehun ingin sampaikan,ini tentang kyungsoo –ah.

"Siapa itu Thehun?" tanyamu melongo.
"Itu nama panggilanku, hyung. Hehehe," Sehun tertawa. "Jadi sebenarnya aku dan Nei noona itu banyak cerita tentang kehidupan pribadi kami, termasuk tentang Joonmyeon hyung. Pada saat itu kami sedang asyik bersenda gurau di dorm, dan Kyungsoo hyung datang memasakkan kami spagetti andalannya. Kami sedang asyik menertawakan foto Joonmyeon hyung yang sedang tertidur di perpustakkan."

"Neeiiii!" kamu mencubit pipi tembam Nei sekuat tenaga.

"Jonnieee, kamu jahat!" Nei meringis menahan sakit.

"Kyungsoo hyung penasaran dan ikut bergabung dengan kami. Tiba–tiba Kyungsoo hyung menarik laptop Nei noona dan bertanya banyak hal tentang Joonmyeon hyung."

"Kyungsoo bertanya banyak hal tentangku?" tanyamu gugup. Jantungmu berdetak sangat kencang, keringat dingin mulai menyeruak melalui pori-porimu. Kenapa? Kenapa kyungsoo…?

"Iya , Kyungsoo hyung kelihatan begitu tertarik membicarakan hyung tiap kali Nei noona datang. Dan beberapa hari ini, Kai, teman baik Kyungsoo hyung menceritakkan kepadaku dia melihat Kyungsoo hyung sedang mengamati foto Joonmyeon hyung, dia juga menemukan beberapa artikel tentang Joonmyeon hyung di laptop milik Kyungsoo hyung, dan yang paling mengejutkan kami, Kyungsoo hyung telah men-stalk facebook dan twitter hyung selama sebulan lebih, tentu saja dengan nama samaran. Dan hal ini sudah sangat di luar kewajaran, mengingat kami terikat perjanjian dari Perusahaan SM untuk tidak membuat account facebook, twitter. Jelas Kyungsoo hyung telah melakukan pelanggaran.

Kemarin Nei Noona menceritakan segalanya tentang perasaan Joonmyeon hyung terhadap Kyungsoo hyung, dan kami sepakat mempertemukan kalian berdua."

Detak jantungmu berdetak sangat cepat, semua kata-kata Sehun berputar-putar di kepalamu. Semua kata-kata terus terniang di telingamu. Keringat dingin mulai mengalir di sekujur tubuhmu. Kamu bingung harus bagaimana. Sekarang kamu merasa senang, takut, sedih, gembira. Semua perasaan itu melebur menjadi satu. Kamu tak bisa berkata-kata.

Muncul beberapa pro-kontra yang saling membantah di otakmu.

Apakah ini semua adalah kebohongan?, tanyamu curiga kepada dirimu sendiri. Bagaimana kalau ini semua hanyalah lelucon jahat yang disusun Sehun dan Nei untuk mempermainkanku. Batinmu.

Tapi untuk apa? Untuk apa mereka membuat lelucon ini?, bantah dirimu sendiri

Mungkin untuk acara variety show? Mungkin saja Sehun dan Nei menjebakku dalam sebuah acara variety show 'perasaan fanboy terhadap idolanya-gay version' dan mungkin saja, saat ini, ada kamera tersembunyi yang sedang merekam kami? Tidak mungkin Sehun, seorang artis yang sedang naik daun bisa datang ke sini tampa tujuan dan maksud tertentu. Dan semua hal tentang Kyungsoo terdengar begitu abstrak, dan sangat mustahil terjadi….

Pikiranmu terus saja mencari pembenaran atas ucapan Sehun dan Nei, tetapi hatimu merasakan keraguan.

Tapi kalaupun ini variety show, inilah satu–satunya cara aku bisa bertemu Kyungsoo. Tidak mungkin bagiku, seorang pemuda miskin, mampu untuk berjumpa dengan Kyungsoo. Ingat, jika aku ingin mengikuti jumpa fans,aku harus membayar minimal 10.000 won, dari mana uang sebesar itu bisa kuperoleh?" renungmu.

"Joonieee," bisik Nei.

Sepertinya Kamu telah membisu terlalu lama.

"Aku tahu kamu tidak percaya atas semua ini, tapi pikirkanlah. Aku ini teman terbaikmu selama 2 tahun di dunia perkuliahan ini. Kamu sudah seperti saudarku sendiri. Untuk apa aku berbohong kepada saudarku sendiri?" Nei meyakinkanmu.

"Maaf, hyung. Sehun yakin hyung sulit mempercayai semua ini. Ini terdengar mustahil dan seperti rekayasa kebohongan. Tapi Sehun ada bukti otentik bahwa Sehun dan Nei noona itu sepupu, dan juga Nei noona itu sangat akrab dengan member EXO.

Sehun menyerahkan Iphone5-nya kepadaku dan terlihat foto-foto narsis dari Sehun dan Nei. Mereka terlihat sangat akrab. Dan juga Nei tampak sangat akrab dengan member EXO lainnya. Dan terlihat foto Kyungsoo, yang sangat tampan dan manis pikirmu, sedang selca sambil makan spagetti bersama Nei. Entah mengapa jantungmu terasa sakit sekali melihat photo ini.

Jadi ini semua real…? Ungkapmu kepada dirimu sendiri.

Tunggu, bagaimana kalau semua foto ini hanyalah hasil editan photoshop? Bukankah fandom ini sangat cerdas dalam menistakan… ehem… maksudku mengedit foto member EXO. Pikirmu gugup.

"Sehun-ah, bagaimanapun aku masih sulit percaya," kamu berkata gugup. "Bagaimana jika foto-foto ini hanyalah rekayasa… editan belaka?" tanyamu memastikan kebenaran.
Walaupun sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatimu yang terdalam kau berharap semua foto dan cerita ini adalah kenyataan.

"Bagaimana kalau kamu melihat history foto-foto itu? Coba kamu lihat kapan tanggalpengambilan foto-foto itu. Dan ingat, kita sedang berbicara tentang teknologi apple. Sangat sulit teknologi apple untuk dibajak," jawab Nei santai sambil mengelitik Sehun
"Stop it!" kekeh Sehun.

Tanganmu terasa bergetar begitu keras, ibu jarimu dengan gugup mulai memainkan touchscreen handphone tersebut.

"Eh… teman-teman… ini bagaimana cara memainkannya ya?" tanyamu polos.

Sontak hal ini menimbulkan tawa bagi Sehun dan Nei.

"Kamu tidak bisa memainkan teknologi seperti iphone ini? Bagaimana sampai kepikiran tentang foto yang diedit?" kekeh Nei. Sementara Sehun membantu mengoperasikan Iphone5-nya.

Sehun menyerahkan kembali Iphone5-nya kepadamu. Jelas terlihat tanggal pengambilan foto sekitar beberapa bulan yang lalu.

"Masih belum percaya?" ucap Nei, sementara Sehun hanya tersenyum geli memandang ekspresimu yang seperti anak TK yang baru diambil permennya.

"Jadi semua ini tidak bohong?" tanyamu grogi.

Walaupun kamu masih sulit percaya, tapi setidaknya ada seberkas cahaya harapan untuk berjumpa Kyungsoo.

"Yes, Joonmyeon-ah, it's real," jawab Nei dengan kepala bersandar di pundak Sehun.

.

EDITOR'S NOTE (sok banget yah? Wkwkwkwk)

Oke, yang ini sudah lebih mendingan daripada yang pertama, kamu sudah ada kemajuan. Tapi kata2 TAMPA dan BERTAPA masih eksis. Yoga, bukan TAMPA tap A. pake N bukan M. oke? Di part berikutnya kalau aku nemu kata TAMPA lagi, aku nggak mau koreksiin lagi ah. ;P

BERTAPA juga diulang lagi. Kan udah aku bilangin kemarinnya. A. nggak ada huruf R nya. Oke?

Terus TANGGAN, MELONGGO, MERINGGIS, dan beberapa kata lainnya itu juga kelebihan huruf G. malah ada yang seharusnya DUA G eh malah Cuma satu G. kaya NGAK, harusnya ka K.

Dan lain2. Lupa aku yg apa aja.

Itu yang G nya dobel kan harusny N, O, S

Cuma satu G.

Kamu juga masih nggak kasih spasi setelah tanda baca titik, koma, petik.

Kamu memakan es krimmu,dan Nei memakan soto Joonmyeon makan gado-gado mpok nori.

"Kapan kamu mau ikutan ngerujak sehun?"tanya luhan dari balik pintu wc. (masih setor kok mikirin makanan. Luhan jorooook)

Gitu2 deh kira2. Harusnya…

Kamu memakan es krimmu, dan Nei memakan soto ayam. lalu Joonmyeon makan gado-gado mpok nori.

"Kapan kamu mau ikutan ngerujak sehun?" tanya luhan dari balik pintu wc.

Oke deh, masih banyak typo. Terakhir jadinya terahkir. Salah itu. Heheheh yng bener itu teraKHir. Oke?

Belajar nulis lebih rapi lagi yaaaa.

)

Sampai jumpa lagiiii

Ciao.

Oh ya, upahnya jgn lupa, gudal gigi luhan XD