Note: Akan muncul kata "genkan" di Potongan XII ini. Bisa dibilang genkan merupakan tempat untuk melepas sepatu, terletak di sebalik pintu masuk. Biasanya tempat loker-loker berada (di sekolah, contohnya).

Potongan XII: Bayangan (200 kata)

Hinata merandek. Berhenti di ujung dinding. Ada seseorang di genkan. Kiba. Sendirian. Atau berdua, bersama bayangannya yang teriluminasi cahaya sore.

Jika saja Kiba tidak sedang memegang surat di tangan, Hinata tidak akan ragu. Bukan hanya sekali ia memergoki Kiba bersama secarik surat.

Lantas kedua tangannya akan menggenggam kuat pada pegangan tas, tubuh menyandar pada dinding, kepala menekuri lantai, tidak ingin melihat privasi Kiba lebih jauh lagi.

Pun begitu, semesta seperti tidak ingin membiarkannya dalam ketidaktahuan. Bayangan memanjang Kiba tergambar jelas di atas lantai. Ironi.

Kiba termenung. Surat itu masih terbungkus amplop tanpa nama. Ia tidak tertarik untuk membukanya. Karena tahu, pengirimnya masih orang yang sama.

Pemuda itu memindahkan pandangan pada lokernya yang masih terbuka. Bertumpuk-tumpuk surat mengisi sudut loker, tersusun rapi, seperti tidak pernah tersentuh. Ia lalu meletakkan surat baru itu di atas tumpukan. Desahan pelan meluncur dari mulutnya bersamaan dengan menutupnya loker.

Kiba memalingkan wajahnya ke koridor. Hinata belum muncul juga.

Kiba menggelengkan kepalanya pelan. Naruto menyukainya, begitu pun Hinata. Mungkin ia memang tidak seharusnya berharap.

Saat Hinata memunculkan diri, dari pintu kaca, punggung Kiba bergerak menjauh. Bahkan Kiba tidak lagi memandang ke belakang, seperti yang cukup sering ia lakukan.

Ada rasa penyesalan menyambangi Hinata, padahal tak tahu mengapa….

Potongan XII selesai—

A/N: 明日 530日 このアカウント、 5年になります。:')