Sehun mendudukkan dirinya di sebuah ranjang dari besi berkarat beralas kapuk jelek yang sudah tidak layak, tapi ia menghabiskan malam-malamnya disana. Sedangkan matanya menatap lurus ke depan, pada dinding kotor yang selama ini menjadi batas pengelihatannya. Disana ada banyak angka romawi yang digores menggunakan potongan semen dari dinding rusak. Menghitung hari bebasnya, dimana ia bisa membalaskan dendam untuk seseorang yang merusak segalanya.

.

"Tunggu saja sampai aku memenggal kepalamu dan meludahinya."

When hatred is more valuable...

"Coba, katakan apa yang kau inginkan Jungkook?"

"Aku ingin ke makam teman-temanku."

.

"Dan ini Yongguk-hyung, satu umur dengan Himchan-hyung. Dia kekasihku."

.

"Lama sekali. Kau baru keluar penjara, ya?"

"Kenapa bisa tahu?"

"Berita menyebar. Kau pikir kota kita ini sebesar apa, eh?"

than the lives of,

"Besok aku ada di bengkel. Temui aku disana jika kau berkeinginan untuk membalaskan dendammu pada Xi Sehun."

.

Buagh! Buagh!

"Agh!"

"Bahkan aku tidak menggunakan tanganku. Bangun, Jungkook!"

.

"Dia mengenaliku dengan sebutan 'Double J si Pembuat Onar', yaitu kau dan aku. Padahal seingatku kita tidak pernah membuat onar. Kita hanya membuat bentuk pertahanan diri dari mereka yang mencoba menindas."

.

"Youngjae-hyung akan mengobatimu. Tenang saja. Kau tidak akan mati karena ini."

revenge can be a messy business.

"Mati setelah bertindak lebih baik daripada mati tanpa melakukan apapun."

.

"Sehun bisa saja mencintaimu dalam artian lain."

As you were warned, revenge is a satisfaction.

"Aku sudah kuat sekarang! Aku bukan orang lemah!"

.

"Jungkook masuk rumah sakit."

.

"Teman macam apa kau, Brengsek?!"

.

"Hitungan ketiga ambil sesuatu untuk melawanku tanpa banyak berpikir."

"Satu, dua, tig—"

BUAGH!

MOTHERFUCKER

"Sehun. Gege merindukanmu, sangat merindukanmu."

.

.

.

COMING SOON

20140511