We Are Lost!

Holla minna..

Shakazaki-Rikou is here with new chapter of We Are Lost!

Baiklah, setelah mengalami pemulihan beberapa chapter kemarin. Dan juga dalam keadaan sakit.. (Hatchi!)

Sakazaki bakalan ngasih pendalaman konflik buat We Are Lost! Yang tak lain dan tak bukan berfokus pada Asuka (Fajrin) dahulu. Bagaimana? Pada penasaran?

(Kagak...)

Serah..

P.S : Kayaknya enggak salah deh gua ganti nama dengan menambahkan huruf 'H' di 'Shakazaki'.

GUA MAU BIKIN PENGUMUMAN!

MULAI SEKARANG PANGGIL AJA SHAKA KAGAK APA-APA. ATAU SAKI JUGA NGGAK MASALAH, karena..

Ada OC orang yang namanya sama kayak saya.. -.-

(Kenapa nggak sekalian aja ganti nama jadi Shakazaki-Virgo).

Rate : T

Disclaimer : i own nothing but the idea, OC, and setting.

Silahkan menikmati cerita!


Balasan Review:

Nasecha Fajrin : Sorry mbak bro #peace. Anu, ini.. INI BENERAN ADA GAJAH MAIN BREAKDANCE DI RUMAH GUA NI! HUWWWAAAAAA! KABOOOORRRRRRR!

KuroIChio : Huwaaa... reader setia saya sekaligus satu dari sedikit orang yang saya hormati #PLAK!. Ini mas Verge muncul kok. Di akhir tapi.. biar gereget XD.

Hananami Hanajima : Gapapa... sekalian refreshing waktu UKK... XD.

Masamune : Author Bajret! Beraninya main FF pas UKK!

Sorry mas. Plis.. gua masih pengen numpang di rumah elo. Tolong jangan diusir #sungkem.

Masamune : Gua kagak mau punya anak yang nebeng rumah tapi nilainya jelek!

Yah.. Mas Date.. ._.)

MAKASIH MINNNNNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!


XXX


Chapter 9 : Asuka In Danger!

"AAAAAAPBWWWWWWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH!"

"Sakazaki... Sakazaki... Bang! Ini serius! Lu kagak boong kan! Kagak fitnah kan! Awas aja! Gua lemparin boomerang!" ancam Tegami (Tika) yang akhirnya kepancing emosi. Padahal biasanya dia orangnya tenang bagaikan air mengalir..

"Iya!" jawab Sasuke sweatdrop melihat reaksi kapten Motochika dan teknisi baru mereka. Tegami (Tika).

"Gadis itu terbaring koma setelah bertarung dengan seekor anjing berkepala tiga. Entah apa penyebabnya.." lanjut shinobi tersebut.

Dia mengingat pertarungan itu dengan ngeri. Kalau saja Sasuke tidak menyelamatkan Sakazaki seketika itu juga. Dia pasti sudah ditusuk oleh kuku Cerberus.

"Apa kita beritahu dokuganryuu saja."

"JANGAN! SEDENG LU! ENTAR KELAR IDUP KITA SEMUA!" kata Tegami (Tika) menangkis usul ngawur Motochika.

Akhirnya ketiga orang itupun membayangkan jika seandainya mereka memberitahu si naga bermata satu.

"APAA! TUH CEWEK SEMAPUT! LITTLE GIRL! AWAS AJA! SIAPA ORANGNYA! SIAPA! GUA BACOK DIA! GUA MUTILASI DIA! GUA SERET DIA KE JAHANAM!"

"MASAMUNE-SAMA! ANDA TIDAK BOLEH.."

"APA! APA KOJUURO APA! DIA ANAK BUAH GUA! CEWEK! MASIH KECIL! KALO SAMPE DIA SEMAPUT KAYAK BEGITU GUA BAKALAN JAMIN KALO IDUP ORANGNYA KAGAK BAKALAN GUA BIKIN TENANG!"

"Bisa-bisa justru kita yang melayang ke surga.." gumam Tegami (Tika) sweatdrop.

"Gua masih belum nembak Kasuga.. kagak mau mati. Apalagi di tangan Dokugan-mesum itu.." komentar Sasuke ngeles.

"Suke.. lu sehat?" tanya Motochika ngeliat Sasuke yang kagak beres. "Trus kita apakan tuh cewek. Masak dibiarin gitu aja? Bisa-bisa dokuganryuu menggal kita satu persatu terus disate sama keenam pedangnya saat tahu Sakazaki seperti itu.." kata Motochika dengan mimik ngenes.

"Tentu saja kita yang merawatnya sampai Sakazaki sembuh. Baru setelah dia sadar. Kita bawa ke dokuganryuu," kata Tegami (Tika) logis.

"Apa enggak papa?"

"Disaat seperti ini. Berbohong adalah jalan paling aman."

"Baiklah.. kalau begitu. Sarutobi, bisa kau antar kami ke tempatnya?"

"Oke."


XXX


Di Kai

"Sakazaki-dono belum juga siuman.." lapor Yukimura. Melihat gadis yang terbaring mengenaskan. Dia mengeluarkan nafas berat. Suhu tubuhnya juga sangat tinggi. Koma, tidak kunjung sadar.

"Bagaimana keadaan Asuka?" tanya Shingen.

"Asuka-dono tidak mau keluar dari kamar.." kata Yukimura polos. "Baiklah, kalau begitu panggilkan Dokuganryuu agar tahu keadaan Sakazaki.." perintah Shingen.

BRAAAAAAAKKK!

"JANGAN OYAKATA-SAAAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"


XXX


Setelah beberapa saat, Tegami (Tika), Motochika dan Sasuke berhasil menghentikan usulan maut yang menyangkut nyawa mereka semua. Melarang dokternya memeriksa gadis itu, karena menurut penjelasan Jester, pada Sakazaki (juga yang lainnya) terdapat sebuah kelainan yang tidak dimiliki manusia biasa.

"Fuuh.. Syukurlah aku belum terlambat.." gumam Tegami (Tika) setelah berhasil mencegah dan meyakinkan pihak Takeda untuk tidak memanggil dokter (dan juga Masamune).

"Apa aku boleh masuk?" tanya Motochika. Dibarengi Sasuke. Tegami (Tika) berpikir sejenak. Kemudian mengangguk.

Motochika pun akhirnya masuk ke dalam dibarengi Sasuke. Kedua orang itu bersila di sisi kanan gadis berambut hitam panjang yang tidur mengenaskan di atas futon.

"Yakin tidak usah panggil dokter? Aku lihat sendiri kalau tubuhnya sangat kaku seperti berubah menjadi batu.." kata Sasuke sweatdrop mengatakan hal tersebut.

Tegami (Tika) menghela nafas. "Aku sudah bilang kan, saat ini yang paling baik adalah menyembunyikan kenyataan. Aku yakin Sakazaki akan sembuh sekalipun tanpa dokter.. kalian juga! Doakan dia kalau tidak ingin cari masalah!" kata Tegami (Tika) sambil menuding kedua pria itu.

"Yah.. sebenarnya bagaimana duduk perkaranya. Dan siapa orang bernama Arkham itu?" tanya Motochika angkat suara.

"..."

"..."

"..."

"..."

"Hei.."

Sasuke menuding Tegami (Tika).

"Kau tahu sesuatu?" lanjutnya. Orang yang ditanya hanya bisa pokerface. "Nggak tahu.." kata Tegami (Tika).

Tak lama kemudian, terdengarlah suara gedubrak rusuh Sasuke yang enggak sengaja ketimpa jangkar super gede Motochika.

"Masa kau tidak tahu!" tanya Motochika tak percaya.

"Ciyusan mas!" kata Tegami (Tika) meyakinkan. Dia mendengus.

"Aku pernah mendengarnya. Sekali saja, saat Sakazaki bermain Devil May Cry.. ke-3 kalo enggak salah.. judulnya Dante's Awekening apalah.." gumam gadis berambut coklat pendek itu.

BRRRRAAAAAAAAAAAAAAKKKK!

Semuanya membisu. Mendengar suara pintu kertas dibanting cantik oleh tamu enggak dikenal.

Rambut Ubanan (Cek).

Narsis Tingkat Tinggi (Cek).

Tampang Mesum (Cek).

Berjubah Merah (Cek).

Agak Bau (Double Cek!).

"HALLOOOWW! ADA YANG MANGGIL NAMA GUA! IYAP! GUALAH SI DANTE SPARDA! DEVIL GANTENG ASAL DEVIL MAY CRY BUATAN CAPCOM! ADA YANG NGE-FANS SAYA! OH YA.. YANG CEWEK RAMBUT COKLAT ITU... MAU MINTA TANDA TANGAN? BENTAR.. MANA PULPEN ANDA?"

"Enggak butuh mas.."

Entah kenapa. Tegami (Tika) bisa ketularan aura mistisnya Sakazaki yang Cuma keluar pas dia kesel.

Dante yang terlanjur masang pose keren (baca : alay, najis, nista bin narsis) hanya bisa sweatdrop. Motochika ngakak gak ketulungan. Ngeliat anak buahnya enggak jauh-jauh amat dari temannya itu. sementara Sasuke masang pose khas pas ngeliat dagelan Shingen-Yukimura.

"Kesimpulannya kalau mau tahu siapa Arkham. Kita harus tanya Sakazaki.." kata Tegami (Tika) menyimpulkan.

"Kenapa musti nanya tuh bocah. La wong tanya ke aku aja bisa kok.." kata Dante ngambek karena dikacangin.

"EHHHH!"

"Kamu tahu siapa itu Arkham!"

"Iya.."

"Ciyusan nih!"

"IYA BANG!"

"Kalau begitu tolong jelaskan siapa dia!" kata Tegami (Tika) dengan nada maksa ala orang ngintrogasi maling sendal. Dante menatap mereka ogah-ogahan. Kemudian terbesit sebuah seringai di wajahnya.

"Wani piro?" tanya Dante dengan wajah matre. Dilengkapin tangan menagih dan satu alis terangkat.

Demi Athena, Hades, Zeus, Odin, Mbah Surip, dan apapun itu. Tolong izinkanlah Tegami (Tika) ini menggetok kepala si iblis ubanan dengan boomerang besarnya..

Tegami (Tika) langsung menggeram stress. Motochika dan Sasuke sweatdrop kuadrat.

"Oke! Oke!" kata Tegami (Tika). Dia menarik nafas, lalu menghembuskannya pelan. "Gua tahu kalau kamu berasal dari Devil May Cry. Sumpah, gua bakalan traktir pizza hut kalo kamu mau!" kata Tegami (Tika) dengan nada enggak ikhlas.

"NAH! GITU DONG!" kata Dante tertawa terbahak-bahak. "Kalo gitu.. ehem.. biar saya jelaskan. Sebenarnya Arkham adalah babu saya yang melarikan diri. Karena sadar wajahnya takkan bisa menandingi ketampanan saya. Saya sebenarnya adalah keturunan bangsawan terpandang yang punya babu-babu cantik macam Trish, Lady, dan Lucia. Saya juga punya kakak kembar nama Ver-"

"STOP!"

Tegami (Tika) udah ngacungin boomerang. Telinganya panas mendengar penjelasan kagak masuk akal dari Dante yang (sebenarnya dia tidak tahu tapi bisa ditebak) jelas kebohongannya.

"Lo udah matre.. mana ngasih keterangan kagak bener! Minta mati di tempat hah!" tanya Tegami (Tika) sangar.

Dante Cuma bisa ngakak. Dia menikmati ekspresi gadis berambut coklat itu. Sudah lama enggak ngerjain orang. Emang di Devil May Cry dia bisa ngerjain siapa coba? Nero? Pis deh..

Entar diomongin ama babehnya terjintah (baca : Vergil).

Tegami (Tika) sudah mulai stress. Air yang mengalir pelan kini disiram minyak panas (Apa ini?).

"Argh! Daripada pusing gini mending nanya langsung ke temen guaaaa!" kata Tegami (Tika).

"Lah orangnya koit kek gini.. bisa ditanyain?" tanya Motochika.

"Tenang aja.. gua merupakan bestfriend dari Sakazaki semenjak 7 tahun yang lalu. Gua hapal luar dalam ni anak wataknya kayak gimana. Dan gua tahu gua harus ngapain sekarang.." kata Tegami (Tika). Dia merogoh sesuatu dari dalam bajunya. Lalu mengarahkannya ke Sakazaki.

Mendekatkannya ke hidung gadis berambut hitam panjang itu. Dante yang melihatnya senyum-senyum ga jelas karena berpikir mungkin saja itu sesuatu yang busuk. Sementara Motochika dan Sasuke cengo. Enggak mudeng.

Sudah lebih dari semenit. Dan belum ada reaksi apapun.

"Njir... ni anak mulai kebal gegara alatnya Saeko (Tsania) apa gimana?" tanya Tegami (Tika) sweatdrop. Akhirnya dia pun mengeluarkan botol dan menyemprotkannya langsung ke wajah Sakazaki.

.

.

.

.

.

.

.

.

BRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK!

"PUAAAHH! INI APA-APAAN INI! STROBERI! BAU STROBERI! WATDE.. PARFUM STROBERI! SIALAN! SIAPA SIH ORANG GAK KERJAAN YANG NYEMPROT INI KE GUA! SIAPA HAAH! SIAAAAPAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

BRAK! GEDUBRAK! BRAK! GRATAK! BRAK! BOBOI BOY~..

Semuanya langsung mingkem melihat seekor phoenix labil murka ala Hulk.

"Itu gua Sak.." kata Tegami (Tika) enteng. Motochika pucat pasi ngeliat anak buahnya kayak nyari mati. Sakazaki yang tadinya nyalang langsung pokerface.

"Ah elu..." gumam gadis itu. Dia pun ngos-ngosan karena tereak-tereak setelah bangun tidur. Perlahan tapi pasti, Sakazaki nyaris terjun lagi ke futon karena efek lukanya langsung kerasa.

Saki(t) broh..

"Are you okay?" tanya Tegami (Tika) dengan emo QAQ.

"Aku pororo jeng.." kata Sakazaki. Dia terbaring lemas. Nafasnya panas, demam.

"Syukurlah kamu nggak papa.. kalau begitu tinggal musingin Asuka (Fajrin) aja..." gumam Tegami (Tika) ngelus dada.

DEG!

Sakazaki konslet. Dia langsung menatap Tegami (Tika) horror. Sementara cewek berambut coklat itu terdiam.

"Napa jeng?" tanya Tegami (Tika).

"Tegami..." panggil Sakazaki dengan nada suara aneh. "Pokoknya sekarang kamu harus cari Asuka (Fajrin). Urus dia sekarang.. oke.. jangan khawatirin gua. Gua bisa sembuh. Tapi Asuka (Fajrin) bisa aja lebih gawat dari gua.. tolong fren.. plis.." lanjutnya.

"Ke-kenapa ama tu anak hyperaktif?" tanya Tegami (Tika).

"Keadaan psikologisnya.." jawab Sakazaki.

"He?"

"Asuka (Fajrin), kau harus menjaganya.. jangan sampai dia depresi.. sedih atau apapun. Pokoknya kau harus membuatnya tetap tersenyum! Mengerti?" tanya Sakazaki.

"Ba-baiklah..." gumam Tegami (Tika). "Umpamakan dia sebuah gelas, yang sekali pecah takkan bisa kembali lagi.." lanjut Sakazaki.

"Bukannya semua gadis juga begitu?" tanya Motochika sweatdrop.

"UDAH KALIAN NUNGGU APA LAGI! CARI ASUKA (FAJRIN) SEKARANG JUGA!" kata Sakazaki nyaris stress.

Tegami (Tika), Motochika, dan Sasuke langsung menghambur keluar untuk mencari gadis berkuncir kuda itu.

Tinggallah Dante.

"Lo ngapain disini?" tanya Sakazaki.

"Emang gua harus kemana lagi coba?" tanya Dante balik.

"ASUKKAAAAAAAA! ASUKAAAAAAAA!"

Tegami (Tika) dan Motochika berlari di koridor. Sementara Sasuke mencari di sisi lain.

Motochika membuka satu persatu pintu. Sampai pada akhirnya mereka pun kelelahan. Terduduk di koridor panjang di rumah Takeda.

"Kemana.. dia.. dicari ke kamar pun tidak ada.." gumam Tegami (Tika).

"Hei! Kalian berdua!"

Sasuke muncul dari atas melaporkan.

"Sarutobi.. ada apa?" tanya Motochika.

"Aku sudah mencari ke semua lokasi... Asuka.. dia.. dia menghilang.." kata Sasuke.

To Be Continue...


XXX


.

.

.

.

.

Weits!

i-ini... apa-apaan!

Woi kamera! Fokus kembali!

Kamera : On

ACTION!

Sakazaki hanya bisa berjalan terhuyung sambil memegangi benda di sekelilingnya. Dia takut kalau terjadi kesalahan pada Asuka (Fajrin) tanpa penanganannya. Berhubung Cuma Tegami (Tika) yang bisa dipercaya.

"Aku benar-benar bodoh waktu itu.." gumamnya.

DEG!

Gadis bersurai hitam kelam itu tersentak. Dia merasakan ada sesuatu yang menusuknya dari belakang. Lebih tepatnya, lehernya..

Rasa sakit itu terus menerus mencengkramnya seolah mencekik tanpa ampun. Kesadarannya perlahan terkuras dan dia terduduk.

Nafasnya terengah, tubuhnya belum sembuh benar. Ingin rasanya Sakazaki langsung pingsan. Di sela-sela kesadarannya yang kabur. Dia melihat seseorang..

"Vergil?"

THE REAL TO BE CONTINUE.


Author Note :

Sorry telat apdet minna. Lagi bingung mau bawa cerita ini kemana..

Begitu juga dengan cerita yang laen. Entah males atau kah memang kedamprat WB. Saya berasa keluar asap atau nggak minat begitu ngelihat lembar dokumen FF di laptop.

Pada akhirnya Asuka (Fajrin) pun ngilang. Kira-kira dimana ya dia?

See you next chapter!