Sinopsis: Saat orang-orang memandang mu jijik dan mengatakan betapa jijiknya kamu apabila kabar angin yang tersebar mengatakan bahwa kau itu seorang gay apa yang kau rasakan?Saat seseorang cuba menceriakan hari buruk mu dengan satu ungkapan "hey,I'm a homo too".Bahkan itu bukan satu candaan!

Mendung Tak Bererti Hujan

By: ManaTheAngelOfDarkness

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: ShikaNaru

Genre: Friendship, hurt/comfort

Rated: T

Warning(s): Typo, bahasa aneh

.

.

.

Ku lihat awan mendung yang berarak di langit. Suasana cerah nan hangat mula bertukar gelap mendingin. Ku melangkah keluar dari kafe kampus yang amat tidak menyenangkan suasana hatiku kala ini dengan tatapan-tatapan mata yang diberikan penghuninya terhadap ku sedari tadi. Tatapan jijik.

Ku tatap kaki berbalut sepasang sneakers yang melangkah dalam diam. Tak sekalipun ku angkat wajah melihat jalanan yang aku lalui. Aku gak usah khawatir akan tertabrak siswa siswi lainnya karna tanpa aku tabrak pun mereka udah memberi laluan untuk ku lalui. Tampaknya mereka bener-bener jijik sama aku deh. Hanya kerna khabar angin yang gak jeles itu lho.

"Hey," satu suara yang cukup ku kenal menyapa indera pendengaran ku. Ku angkat kepalaku yang sedari tadi menunduk memandang kearahnya. Mata hitam kuacinya yang sering terlihat mala situ kini terlihat serius dengan tatapan tajam.

"I'm a homo too,"lanjut pemilik suara yang amat ku kenali itu. Sepasang saphires ku memandangnya lekat tidak percaya sama omongan yang barusan didengari ku tadi.

"I'm a Homo sapiens too,Naruto," ulangnya lagi dengan tambahan satu patah perkataan yang mempunyai tujuh huruf itu sambil menghulurkan tangannya kepada ku. Aku menyambut tangan hangatnya itu dengan senyuman.

"Shika,"bisik ku. Suasana yang gelap mendingin kini kembali cerah menghangat. Aku mengikutinya kearah dewan kuliah sambal masih berpengang tangan tanpa menghiraukan mata-mata yang melirik jijik. Mata saphires ku melirik langit yang cerah tanpa awan mendung yang telah dibawa pergi angin. Dan ketika itu aku pun bisa berkata, "mendung tak bererti hujan".

.

.

The End

.

.

Omake:-

"Hey rusa, kamu ngak percaya kan sama khabar angin itu?,"bisikan perlahan terdengar disebelahku ketika aku sibuk mencatat nota yang diberi sang dosen.

"Tentu saja", ku jawab pertanyaan nya ringkas. Dapat kupastikan bahwa senyum matahari itu mula mekar di bibirnya tanpa perlu ku melihat wajahnya itu.

"Omong-omong. Tuh, kayak nya Hinata naksir sama kamu. Dari tadi mukanya merah-merah ngeliat kamu". Naruto langsung aja ngelihat Hinata.

"Eh, ngak ah. Jangan-jangan Hinata nya lagi sakit ya?" raut wajah khawatir tercetak di wajahnya. Aku hanya bias muter mata aja.

"Dasar dobe".

"Urusai, aku ngak bodoh tau! Lagian itukan panggilan teme padaku."

"Iya iya. Mendokusai".

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.