Sekian lama tak update karena sibuk karena pelajaran. Sekarang saya akan update chapter 4. Okeyy cekidott :*

—oOOo—

Chapter 4

Perempuan bersurai blonde itu segera berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai satu, kelas XIII-3.

Ia adalah murid pindahan dari California. Dia pindah ke Korea karena ibunya sedang membuka bisnis butik dan ayahmya sedang membangun progress untuk bisnis fashionnya. Nama gadis itu Park Sandara.

Ia masuk ke kelasnya. Sang guru yang tengah menerangkan pelajarannya langsung berhenti saat melihatnya masuk ke dalam kelas. Guru Jikyung segera menghampiri Dara.

"Kau Park Sandara kan?" tanya guru Jikyung ramah. Dara membalasnya dengan senyuman.

Sontak murid-murid berbisik tentang Dara.

"Murid pindahan dari California itu memang sangat keren." bisik Jaewon pada Minyeong.

"Dia sangat cantik." balas Minyeong sambil berbisik.

"Iya, aku Park Sandara. Murid pindahan dari California." Dara menjawab pertanyaan guru Jikyung dengan aksen Inggris. Maklum bahasa Koreanya belum begitu fasih.

"Baik. Perkenalkan dirimu pada teman barumu." perintah guru Jikyung.

"Perkenalkan aku Park Sandara. Murid pindahan dari California. Mohon terima aku dengan baik." ujar Dara sambil tersenyum ramah.

"Kita akan bekerja sama dengan baik nona Park!" jawab seisi kelas XII-3 dengan serempak.

"Baiklah silahkan duduk bersama Taekyung, Dara." perintah guru Jikyung sambil tersenyum hangat.

"Gamsahabnida seosaengnim." Dara membungkukkan badannya 90° pada guru Jikyung, setelah itu menghampiri Taekyung untuk duduk bersamanya.

"Kwon Taekyung." sapa Taekyung.

"Park Sandara." balas Dara.

"Senang mengenalmu." gumam Taekyung sambil tersenyum pada Dara dan dibalas senyum ramah dari Dara.

Guru Jikyung mulai menerangkan kembali materinya.

"Taekyung, berbagilah buku pada Dara" ujar guru Jikyung.

"Baik, guru." balas Taekyung.

—oOOo—

Terlihat lelaki dengan tinggi proposional tengah mendribble bola basket di tengah memang, padahal kan sekarang sudah masuk jam pelajaran. Namun ia membolos pelajaran pertama dengan alasan berlatih basket untuk pertandingan minggu depan yang jelas-jelas tak ada sangkut pautnya dengan dia. Lelaki itu Chanyeol.

'DUKK!'

'DUKK!'

Suara bola basket yang beradu dengan lapangan.

"Mengapa selalu dia yang berhasil merebut hati Baekhyun?!" cacinya pada dirinya sendiri.

"Aku harus menyingkirkan Tao! Aku tidak boleh membiarkan Tao selalu mendapatkan hati Baekhyun!" kesalnya sambil melempar bola ke arah ring.

'SLAMM!'

'DUNKK!'

Bola basket itu sukses masuk ke dalam ring.

'HAP!'

Chanyeol langsung menangkap kembali bola tersebut.

"Tunggu pembalasanku, Tao." gumam Chanyeol.

—oOOo—

'KRINGG!'

Bel istirahat berbunyi. Seluruh murid dari semua kelas berhamburan keluar ruangan.

Chanyeol menghentikan permainan bola basketnya dan berjalan menuju ruang olahraga untuk menaruh kembali bola basket tersebut. Kebetulan ruang olahraga berada di samping kelas XII-3.

Saat Dara keluar dari kelasnya bersama Suzy –teman barunya ia melihat Chanyeol yang sedang berjalan menuju ruang olahraga.

"Suzy-ssi apakah kau mengenal murid pria itu?" bisik Sandara pada Suzy sambil menunjuk Chanyeol dengan telunjuknya.

"Ahh dia. Dia Park Chanyeol murid kelas sepuluh. Waeyo? Kau menyukainya?" goda Suzy.

"A-aniya. Aku hanya bertanya saja Suzy-ssi." balas Sandara.

"Sudahlah lebih baik kita ke kantin." sambung Dara sambil menarik tangan Suzy.

"Suka juga tak apa, dia belum ada yang memiliki kok." ujar Suzy sambil berjalan beriringan bersama Dara menuju kantin.

'Kesempatanku!' pikir Dara.

Chanyeol menutup kembali pintu ruangan olahraga dan berjalan menuju kelasnya di lantai dua untuk menemui Baekhyun.

—oOOo—

Baekhyun dan Tao masih di kelas. Padahal Baekhyun sudah membujuk Tao untuk ke kantin.

"Tunggu Chanyeol hyung, baru kita ke kantin." gumam Tao pada Baekhyun.

"Baekhyun!" panggil Chanyeol yang tengah bersandar di pintu kelas.

"Nah, itu Chanyeol datang. Sudah ayo kita ke kantin." ajak Baekhyun sambil menarik tangan milik Tao.

Chanyeol hanya memandang malas ke arah Tao. Baekhyun yang melihat Chanyeol murung langsung merangkul bahunya. Mereka langsung menuju ke tangga untuk turun ke kantin.

—oOOo—

Chanyeol dan Baekhyun bersenda gurau sambil merangkul bahu satu sama lain.
Keduanya terlihat sangat berbahagia.

Tao? Hanya membuntuti mereka dari belakang. Bahagia melihat kedua sahabatnya bahagia. 'Kalian sangat cocok tapi mengapa tak memutuskan untuk bersama?' pikir Tao.

"Kau tahu bedanya Namsan Tower dengan dirimu?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.

"Aku tak tahu. Memangnya apa?" Chanyeol bertanya balik pada Baekhyun.

"Kau ini bagaimana, kok malah berbalik tanya? Hahaha!" Baekhyun tertawa lepas.

"Hahaha!" begitupun Chanyeol.

Tao yang melihat itu ikut tersenyum.
Hatinya merasa lega melihat mereka bahagia.

Tidak terasa mereka sudah sampai di kantin. Masih dengan pose saling merangkul, Chanyeol dan Baekhyun memesan ramyeon pada Kwangjun ahjussi.

"Tao, kau mau ramyeon?" tanya Baekhyun sambil melemparkan pandangannya pada Tao.

"Tentu saja." balas Tao sambil tersenyum pasa Baekhyun.

'Aku menang, Tao.' batin Chanyeol.

Tangannya bergerak mendekap pinggang ramping milik Baekhyun. Mungkin niatnya untuk memanasi Tao, padahal Tao malah bahagia melihat mereka bahagia.

'Degg!'

Jantung Baekhyun berdetak tak karuan.

"Baekkie Hyung, aku tunggu di sana ya." Tao menunjuk meja yang tersisa di kantin tersebut.

"B-baiklah Tao." ujar Baekhyun ditengah keterkejutannya.

Tao berlalu menuju meja tersebut.

'rasakan itu, Tao!' batin Chanyeol.

"Aku nyaman dengan posisi ini, Baekkie." ujarnya sambil tersenyum lembut pada Baekhyun.

'Blush!'

Pipi Baekhyun merona seketika.

Tapi di sisi lain, sosok perempuan bernama Sandara tengah menatap lekat ke arah mereka.

"Siapa namja yang sedang merangkul Chanyeol itu, Suzy-ssi?" tanya Dara pada Suzy yang tengah menyeruput Choco Cupnya.

"Dia Byun Baekhyun, mereka memang sangat akrab." jawab Suzy.

'Byun Baekhyun. Kau akan kusingkirkan.' pikir Sandara.

Sisi lain...

"Yak! Haksaeng! Berhenti bermesraan dan cepat pesan sesuatu." Kwangjun ahjussi memperingati Chanyeol dan Baekhyun.

"Eh? Kami pesan tiga ramyeon, satu banana cup, dan dua choco cup untuk meja nomor..." ucapan Baekhyun terhenti karena ia lupa nomor meja yang Tao tempati.

"Meja nomor tujuh ahjussi.." Chanyeol berkata pada pemilik food court 'Ice so food' itu.

"Kalian terlalu serasi. Cepat pergi ke meja kalian, aku akan membuatkan pesanan kalian." Kwangjun ahjussi mengusir halus Chanyeol dan Baekhyun.

"Kekeke.. Baik, ahjussi." kikik Baekhyun.

Mereka berlalu menuju meja nomor tujuh yang sudah dijaga oleh Tao agar tak ada yang menempatinya. Mereka saling bergurau sambil menunggu pesanan datang.

—oOOo—

Pukul 12.00 siang

Seorang wanita bersurai blonde memasuki rumah megah miliknya, Sandara.

Sepi. Tak ada orang di rumahnya, karena kedua orang tuanya sibuk berkerja. Ia melanjutkan perjalanannya menuju kamar tidurnya.

Masuk ke dalam dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang miliknya.

'Brukk!'

"Aku harus menyingkirkan Byun Baekhyun dari hadapan Chanyeol sayangku." ujar Sandara.

"Tapi bagaimana caranya?" Dara sungguh bingung.

"Jika aku mencelakainya, pasti orang-orang akan mengetahui bahwa itu aku!" gumamnya frustasi.

Terus memikirkan caranya..

Hingga akhirnya..

"Gotcha! Aku tahu caranya." titahnya dengan devil smile miliknya.

Ia bangkit dari ranjangnya.

'Umurmu takkan lama lagi, tuan Byun.' batin Dara seraya menampilkan smirk andalannya.

TBC

Aseekk! Walau pendek tapi lega udah bisa lanjutin :D
Tenang chapter depan end :)
Okeyy tunggu saja!

Thanks for read and review jeball :(