UPDATE! dengan beberapa perbaikan dan pengubahan sedikit dari dialognya. Thanks for the feedback!

"Deemo, ajarkan aku bagaimana cara membuat pesawat dari kertas dong!" rengek sang gadis kecil yang berambut coklat, berbaju gaun putih dengan kerah hitam yang di sertai tali pita berwarna hitam,memakai kaus kaki panjang hitam dan sepatu bot merah. Sang gadis kecil itu meminta teman hitam jangkungnya untuk membuatkan pesawat dari kertas, entahlah ada apa dengan gadis mungil itu mendadak memintanya, tetapi dengan sabar Deemo membuatkan itu untuknya.

Dengan sigap dan cepat, akhirnya pesawat yang di minta oleh gadis kecil pun selesai. Membuat muka sang nona itu dihiasi senyum takjub, karena betapa tidaknya pesawat itu sangatlah sempurna dan tak memakai waktu yang lama.

Tak banyak bicara lagi, Deemo bersama sang gadis kecil beranjak dari perpustakaan menuju ke ruang piano, tetapi tanpa mereka sadari sang nona jubah bertopeng melihati dua mahluk itu meninggalkannya,melihati mereka dengan tatapan dingin.

Selagi sang gadis kecil bermain pewasatnya di ruang piano, Deemo memainkan salah satu lagu kebanggaannya, yang berjudul Paperplane Adventure. Memainkan lagunya dengan seluruh jiwanya, sang gadis pun menari-nari kecil selagi Deemo memainkan lagunya.

Pesawat kecil itu bergerak, terbang sendiri tanpa sang gadis maupun Deemo untuk menolongnya terbang. "W-wah Deemo! Pesawatnya terbang!" Sang gadis kecil mengikuti kemana pesawat itu terbang. 'Ajaib sekali...bagaimana dia bisa melakukan itu?' tanya sang gadis dalam hati, selama Deemo masih memainkan lagunya dan pesawat itu terbang melintasi pohon emas yang tingginya sudah mencapai 15m, karena sang gadis itu terjatuh dari sebuah jendela yang berada tepat di atas pohon tersebut.

"Pesawat itu akan pergi..." ucap sang gadis ,selagi lagunya akan memasuki not terakhir, sang gadis tiba-tiba merasa sedih, karena pesawat itu sudah sampai di jendela itu dan lagunya pun berakhir, sang pesawat pun terus terbang keluar jendela hingga tak terlihat lagi.

"Bagaimana bisa...sementara aku..." Sang gadis kecil hanya bisa tercengang melihat kejadian itu, lalu Deemo berjalan dan berdiri di sebelah sang gadis, memerhatikan sang pohon yang berdiri kokoh yang merupakan jalan keluar bagi sang gadis malang tersebut.

Lalu sang gadis angkat suara "Deemo..." Deemo menoleh padanya, tetapi ia pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Sang gadis itu menangis.

"Deemo,aku...rindu rumahku..." katanya melirih sembari mengusapkan matanya yang basah oleh air matanya "Tapi...aku tak tahu dimana rumahku..." mendengar sang gadia berbicara itu, membuat Deemo merasa iba "K-kenapa aku tak bisa ingat...?" air matanya pun tak bisa dibendung lagi, lalu sang gadis merundukan kepalanya dan akhirnya duduk dengan muka tertutup oleh tangannya yang berusaha menghapus airmata kesedihannya.

Merasa sedih, iba, dan sakit yang mendalam, Deemo pun duduk disebelah sang gadis, dan mengusap-usapkan kepalanya dengan jari hitamnya yang panjang dengan lembut dan hati-hati.

"Kalian berdua, beristirahatlah dahulu." Ternyata diam-diam sang gadis bertopeng mengintip dari pintu perpustakaan, dan secara tak terduga, ia membuka topengnya sedikit dan tersenyum dengan jahatnya "Dan kau tak boleh PERGI dari tempat ini." ucapnya sembari tertawa jahat.

~ Fin ~

Coretan tangan Author :

Yah, gak banyak yang bisa sayah bilang disini, apakah ini cukup maso? Cukup jelas? Atau malah kadi fanfic gaje nih... #Plokk.

Yang bisa saya bilang disini sebelum pergi adalah terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah menghabiskan kuota android/ios/modem anda untuk membaca fanfic dadakan ini, dan telah meluangkan waktu kosong anda! Arigatou minna! (^∆^)/

Review sangatlah saya recommed untuk anda, sayah juga menerima kritik dan saran kaka-kaka sekalian! lalu sekali lagi TerimaKasih!

Salam dari Nyan! #SpamDariSangAuthor