Regulus White Dwarf is coming back! Pencarian ide untuk menyebarkan virus Special sukses, dan itu karena sebuah buku.

Dear You

Satu hal, buku itu nyata, benar-benar ada, dan buatan Indonesia.

Sederhana saja, ini adalah drabble dari SpecialShipping yang terinsiprasi dari tiap kalimat terpilih dalam buku "Dear You". Akan ada 15 bagian. 1 prolog, 13 isi, dan 1 epilog. Pairing, sudah jelas.

Disclaimer: tiap tokoh dalam cerita ini bukan punyaku. Aku hanya shipper. Tokoh PokeSpe yang punya adalah Hidenori Kusaka, dan "Dear You" dibuat oleh pengarang Indonesia, Moammar Emka.

Bagian 1: Prolog

Blue's POV

Di suatu kota yang terkenal di sebuah negara yang kaya sumber daya alamnya, aku sedang membaca buku untuk mencari inspirasi untuk ceritaku yang berikutnya. Saat itu, aku membaca buku berjudul...

"Dear You...?" heranku. Sebuah buku seharga 70 ribuan itu membuatku heran dengan isinya.

'Aku pernah baca buku ini beberapa tahun yang lalu, tapi dari punya saudara. Sekarang aku dah punya sendiri. Mungkin ini mengandung inspirasi untuk ceritaku berikutnya,' pikirku. Aku baca bab demi bab dari buku itu.

'Ya ampun, buku ini luar biasa banget... otakku langsung meleleh dengan kata-katanya itu... Radon... inspirasi bisa datang kapan saja, terutama dari buku ini,' pikirku setelah menyelesaikan pembacaan "Kitab Cinta Abad Ini" tersebut.

Beberapa saat kemudian, aku pergi ke warnet untuk mencari inspirasi yang lain. Aku menyalakan web browser yang sering kupakai, dan lalu aku tulis kata kunci yang sedang tertanam di otak terdalamku.

"Special,... hehehehe..." kataku, sambil tertawa dalam tulisan kata kunciku. Bukan saja dari sana, aku juga mencarinya dari sebuah situs kumpulan cerita fiksi yang dibuat penggemar. Aku juga menuliskan kata kunci yang sama.

Aku terus mencari hubungan antara target sasaranku dan olah pikir yang berasal dari buku itu tadi. Dan setelah mencari selama 4 jam di warnet tanpa jeda, pada akhirnya...

"EUREKA! Aku tahu akan membuat cerita apa hari ini!" Teriakanku membuat si operator warnetnya langsung teriak marah. Si rambut acak-acakan yang dari tadi diam saja sampai aku teriak. Walaupun menurutku ganteng juga, hehehe...

Plus, dia juga temanku.

"HEI, GADIS SI**AN! KAU BISA TENANG TIDAK? INI WARNET, BUKAN AREA GYM BATTLE!"

Aku tak peduli apa yang dia katakan. Yang penting, aku telah menemukan formulasi sempurna untuk menggabungkan kedua unsur yang kekuatan "cinta"-nya sangat-sangat kuat tersebut.

"AKU AKAN MEMBUAT DRABBLE YANG SPESIAL DARI BUKU ITU! YESSSHHH!" lalu, ...

"GADIS SI**AN!..." dia tak sadar kalau aku sudah keluar dari ruanganku, langsung membayar biaya warnetnya, dan langsung mencium pipinya.

"GREEENYYY! JANGAN LUPA LIHAT CERITAKU BESOK, YA..~" langsung aku pergi begitu saja tanpa menggagas apapun. Aku hanya terfokus pada ceritaku saja. Itu saja.

Sementara itu...

Green's POV

'GADIS SI**AN...' pikirku, yang tak dapat membayangkan apa yang baru saja terjadi padaku. Dan yang paling parahnya, tak dapat meraih kesadaran penuhku kembali karena 'itu'. Itu sampai akhirnya temanku datang untuk ganti shift kerja.

"Green, waktu kerjamu sudah habis. Green? Green?" panggil temanku, tapi otakku masih tak dapat mengoneksikan apapun kecuali 'itu'.

Ciuman di pipi yang datang dari si "Gadis Si**an", Blue.

Berlanjut...

Note: "Gadis si**an" adalah bahasa Indonesia dari "Pesky girl", andalannya Green :v . Jangan lupa kripik dan jarannya :v

RWD, keluar.