Soulmate

Chapter 1: Aku menabraknya.

.

.

.

.

" jadi kalian semua harus tahu, jika sebentar lagi nama pasangan hidup kalian akan timbul di bagian tubuh kalian. " Para siswa siswi yang berada di ruangan kelas mengangguk-angguk serius, mereka semua benar-benar memperhatikan guru mereka yang sedang memberikan materi pelajaran.

Semua orang di kelas, kecuali seorang pria manis bermata sipit yang duduk di sudut paling depan. Ia hanya menatap bosan gurunya tersebut. Alasannya mudah, dia sudah tahu semuanya, terima kasih karena nama seseorang yang terukir di lengannya. Tulisan tebal berwarna hitam yang muncul saat usianya bahkan baru 7 tahun.

Kim Min Gyu

Itulah nama yang terdapat di lengannya.

Dan jangan heran mengapa semua siswa dan siswi dikelasnya begitu memperhatikan. Itu karena mereka semua belum memiliki tulisan hitam tebal tersebut terukir di kulit mereka. Saat ini kelasnya sedang mendapat pelajaran tambahan, pelajaran yang hanya didapat saat kalian kelas 3 SMA yang mempelajari mengenai Tanda dan Pasangan Hidup.

Jangan heran, hal itu karena di usia 17 atau 18 tahun setiap orang akan bertemu dengan pasangan sejati mereka, dan dalam waktu 15 menit nama pasangan sejati mereka akan segera tertulis di lengan mereka saat setelah tatapan mereka bertemu pertama kalinya. Setidaknya begitulah kejadian biasanya, pasangan sejatri baru akan dipertemukan saat mereka berusia 17 tahun atau lebih, namun terdapat beberapa kejadian unik dimana pasangan sejati dipertemukan sebelum usia mereka mencapai 17 tahun, dan hal itu terjadi pada Wonwoo.

Wonwoo tidak tahu apakah tuhan saat itu sedang mabuk dan tidak sengaja membuatnya dengan seseorang benama Kim Min Gyu bertemu, Wonwoo benar-benar ingat saat itu di acara kelulusannya dari taman kanak-kanak, Wonwoo dan teman-temannya menari di depan banyak orang dan saat pertunjukkan mereka selesai mata Wonwoo langsung bergerak mencari orangtuanya, tak sengaja bertatapan dengan beberapa orang tentunya, ah jangan lupa juga ia menatap beberapa anak dari kelas Mawar, kelas Matahari dan kelas-kelas dengan nama bunga lainnya, Wonwoo tidak tahu yang mana Kim Min Gyu, ya tuhan hari itu ia bertatap-tatapan dengan banyak orang, bisa jadi Kim Mingyu itu kakak dari salah satu teman TK-nya yang berusia lebih tua darinya dan saat itu menonton pertunjukkannya.

Wonwoo ingat rasa panas di tangannya saat tanda itu mulai muncul, Wonwoo sedang mengganti bajunya dan bersiap-siap pulang, ia berlari kecil menuju ibunya dan mencium pipi ibunya sayang kemudian memberikan senyuman terbaiknya kepada sang ibu, namun senyumnya luntur seketika saat ia merasa sakit di lengannya, ia mulai menggaruk lengan kecilnya dan merengek, Ibu dan Ayahnya yang melihat kejadian itu langsung panik takut-takut Wonwoo keracunan atau terkena alergi tertentu, namun kepanikan tersebut menghilang dan digantikan oleh keterkejutan saat sebuah nama samar-samar mulai muncul di lengan kurus Wonwoo.

Setelah kejadian itu, Wonwoo diceramahi orangtuanya bahwa ia telah bertemu pasangan sejatinya secara tidak sengaja dan penjelasan lainnya mengenai tanda di lengannya tersebut. Wonwoo saat itu masih sangat kecil, jadi orangtuanya mengatakan dia harus menjaga diri, usia 7 tahun masih terlalu dini untuk mengetahui tentang cinta, mungkin lebih baik Wonwoo tidak usah mencari tahu dulu tentang "Kim Min Gyu" tersebut sampai ia cukup usia, toh bila sudah takdir mereka akan bertemu dengan sendirinya.

Namun Wonwoo tidak dapat mengungkiri bahwa ada sekali dua kali ia mencari nama "Kim Min Gyu" di jejaring sosialnya saat ia sudah mendapatkan ponsel di tahun pertamanya di SMU. Namun nama "Kim Min Gyu" sangatlah banyak, bahkan ada seorang pria usia 30 tahun yang gemuk dengan wajah mesum bernama sama, dan Wonwoo berdoa semoga "Kim Min Gyu" yang memiliki tulisan "Jeon Wonwoo" dilengannya adalah orang yang usianya tidak jauh darinya dan tidak gemuk, ayolah, Wonwoo maunya pasangan yang tampan juga seperti pasangannya Jeonghan, tetangganya yang sudah dianggap Hyung sendiri, Jeonghan berusia 20 tahun, ia sudah kuliah dan sudah bertemu dangan pasangannya, Hong Jisoo namanya, sangat tampan dan….alim, dan oh jangan lupa tipikal laki-laki ideal yang Wonwoo idamkan, Tinggi, Tampan, Pintar, dan memiliki senyum yang menawan, ya ampun Wonwoo, kalau tuhan memberimu si Kim Min Gyu yang gendut dan sudah 30 tahun, baru tahu rasa kau, tinggi sekali ekspektasimu.

Wonwoo mendesah pelan, menyandarkan dagu di tangannya dan mendengar ocehan gurunya ogah-ogahan.

.

.

.

Seorang pria tinggi berjalan sambil mendengarkan lagu favoritnya dengan earphone-nya, memasukkan tangannya ke saku celana sekolahnya dan berhenti di saat lampu penyebrangan masih berwarna merah, setelah sekitar 30 detik menunggu akhirnya warna lampu tersebut berubah hijau, ia mulai menyebrang, berpapasan dengan banyak orang bahkan sesekali menabrak bahu orang lain, saat ia hampir sampai di seberang, seorang anak laki-laki manis bermata sipit dengan seragam sekolah lain berlari terbirit-birit dan tidak sengaja menabraknya hingga mereka berdua jatuh, Mingyu berdiri dengan cepat dan membantu anak laki-laki tersebut berdiri dengan memegang lengannya, namun mungkin karena anak laki-laki tersebutterburu-buru ia hanya bisa mengucapkan "terimakasih" sekilas dan menyebrang dengan cepat dan menyelip diantara keramaian, sang lelaki tinggi hanya menggedikkan bahunya dan terus menyusuri trotoar, namun setelah beberapa langkah agak jauh ia baru menyadari sesuatu, saat membantu laki-laki manis tadi berdiri ia melihatnya, mungkin hanya sekilas tapi ia mengingatnya, di lengannya terdapat sebuah nama, dengan huruf cetak tebal berwarna hitam, Kim Min Gyu, itu yang tertulis dilengan anak lelaki yang menabraknya tadi, dan Pria tinggi tersebut merasa bodoh karena ia baru menyadari bahwa namanya yang terdapat di lengan pria tersebut setelah hampir dua blok dari lampu penyebrangan.

Lelaki tinggi tersebut menggulung sedikit lengan jas nya dan tersenyum melihat tulisan hitam di atas kulit yang membungkus pembuluh nadinya,

Jeon Won Woo

'akhirnya setelah 10 tahun, kita bertemu ya, Wonwoo.'

BRUK!

Lagi sibuk senyam-senyum dipinggir jalan selagi melihati ukiran ditangannya seseorang tiba-tiba merangkul pundak Mingyu.

"Heh Mingu! Jangan melamun dijalan!" Mingyu mendelik, kembali menutup lengannya dengan jas dan sedikit menjauhkan diri dari lelaki bermata sipit dengan rambut blonde itu dan kembali berjalan, melepas sebelah earphone-nya.

"Hoshi, bagaimana kau dengan Jihoon? " Tanya Mingyu tiba-tiba, Hoshi, teman sekolahnya sekaligus tetangganya menatap Mingyu sedikit tidak percaya, biasanya Mingyu paling malas membicarakan tentang hubungan dan soulmate.

"hehe, kami sudah pergi ke kencan pertama dan um..berciuman~ yah begitulah, tapi tidak terlalu jauh, kata orangtua kami kami harus pelan-pelan agar tidak mudah bosan. Tumben kau tanya Gyu, ada apa?"

Mingyu menggeleng dan tersenyum sambil tetap berjalan, "tadi aku menabrak Jeon Wonwoo"

Hoshi hanya mengangguk dan membulatkan bibirnya, namun tak lama kemudian ia menjerit.

"HAH KAU MENEMUKANNYA?!" teriakkannya sangat keras, untung saja saat itu mereka sudah di daerah perumahan yang tidak terlalu ramai jalannya.

"aku tidak bilang menemukannya, aku hanya menabraknya." Balas Mingyu membuat Hoshi mengerenyit kesal, Hey Hoshi sudah tahu jika Mingyu punya tanda di lengannya sejak kecil dan kadang ia gemas dengan teman jangkungnya ini yang sering menatap tanda di lengannya dengan senyum menerawang, seolah-olah membayangkan hubungan manis yang nantinya akan dijalani dengan si "Jeon Wonwoo". Menurutnya Mingyu beruntung karena nama pasangannya sudah tertera disana sejak lama walaupun tidak sengaja, namun kadang ia kasihan karena kebanyakan anak di angkatan mereka sudah bertemu dengan pasangan masing-masing sedangkan Mingyu masih sendirian walaupun nama pasangannya sudah ada sejak 10 tahun sebelumnya.

"menabraknya? Terus kau apakan?"

"Kuperkosa." Balas Mingyu dan mendapat jitakan dari temannya. Mingyu meringis, dan mengusap-usap kepalanya, kemudian ia mulai menceritakan kecelakaan tadi.

"Dasar Mingu lamban, jadi kau lihat wajahnya tidak?"

"wajahnya minta diperkosa" Hoshi kembali menjitaknya dan kali ini Mingyu Membalas.

"Lihat sekilas, bibirnya tipis dan pink, matanya sipit dan tajam, hidungnya kecil dan mancung, saat meringis tadi dia terlihat imut, minta diperkosa kan? Sayangnya dia tadi buru-buru" Hoshi melengos, Mingyu selain memiliki tinggi berlebih sepertinya kemesumannya juga sedikit berlebih, dia ingat saat ia melempar wajah Mingyu dengan buku matematika tebalnya karena pengakuan bodoh Mingyu

"aku masturbasi sambil menyebut nama Wonwoo"

Mingyu bodoh, wajah Wonwoo saja dia baru tahu hari ini, " jika kau semesum ini mungkin saja Jeon Wonwoo akan menguliti tangannya agar bisa menyingkirkan namamu." Mingyu menggeleng.

"heh sipit, semua orang berharap jadi soulmate-ku, kau tahu itu? Aku ini tinggi, tampan, ah jangan lupa aku juga siswa berprestasi, mana mungkin Jeon Won Woo menolak pesonaku." Hoshi menendang betis pemuda jangkung tersebut.

.

.

Setelah mengucapkan 'sampai jumpa besok' kepada Hoshi, Mingyu langsung cepat-cepat menuju kamarnya di lantai dua, mengabaikan ocehan ibunya karena ia melepas sepatunya dan tidak menyusunnya dengan benar.

Mingyu meletakkan tasnya, melepas seragamnya buru-buru dan menggantinya dengan baju yang nyaman, kemudian ia mengambil handphone-nya, jari-jari panjangnya dengan cepat mengetik pesan singkat dan memilih beberapa kontak tujuan.

To : Jeon Jungkook, Choi Junhong, Park Sooyoung , Lee Seokmin, Jang Doyoon, Hwang Minhyun

Kau anak SOPA kan? Kenal Jeon Wonwoo? Tolong segera balas jika tahu, ini berhubungan dengan hidup dan matiku. p.s: Aku serius.

Mingyu berterima kasih pada tuhan yang memberinya wajah tampan dan sifat easy-going hal ini akan membantunya, dia punya banyak kenalan di sekolahnya maupun sekolah lain, dan tadi dia tahu seragam Wonwoo adalah seragam SOPA, dan Mingyu jujur agak menyesal lebih memilih Seoul Broadcasting High School, kalau dia di SOPA bisa saja sudah lama bertemu Wonwoo kan?

Setelah 5 meni masuk satu pesan, membuka screen-lock handphone-nya, sedikit berdebar jika saja kenalannya tahu dengan Wonwoo.

From : Jang Doyoon

Aku sudah lulus, dasar bodoh. Tidak kenal, pergi sana bocah

Mingyu mengacak rambutnya, dia lupa kalau Doyoon lulus tahun lalu, geez, bikin kecewa saja, padahal Mingyu sudah deg-degan tadi

Setelah beberapa pesan masuk Mingyu mengacak rambutnya frustasi, karena 4 orang yang dihubunginya tidak kenal dengan Wonwoo. Paling hanya Seokmin yang tahu namanya saja.

From : Jeon Jungkook

Maaf Mingyu-yah, aku rasa dia anak departemen lain L

From : Lee Seokmin

Pernah dengar, rasanya dia anak departemen dance atau stage, nanti aku tanya yang lain lah.

From : Hwang Minhyun

Kau siapa?

Mingyu mendengus saat membaca pesan dari Minhyun, dasar payah, bagaimana bisa lupa sama sepupu sendiri. Mingyu terus berbalas pesan dengan Seokmin sesudahnya namun nihil, tidak ada nomor telefon atau hobi atau apapun yang setidaknya membantu Mingyu menghubungi Jeon Wonwoo.

Hari menunjukkan sudah pukul 7 malam, ibu Mingyu memanggilnya untuk makan malam, Mingyu meletakkan handphone-nya dan turun untuk makan, wajahnya cemberut selama makan malam membuat keluarganya sedikit bingung karena biasanya Mingyu sangat ceria.

Sesudah membantu ibunya membereskan meja makan Mingyu kembali ke kamarnya, memainkan game Minecraft di ponselnya, sejenak melupakan usaha menghubungi "Jeon Wonwoo" tercintanya, sampai sebuah notifikasi sms masuk diabaikannya, 'paling php lagi' pikirnya. Namun 15 menit setelahnya masuk sms lain, cukup penasaran juga akhirnya ia membuka pesan-pesan tersebut

From : Park Sooyoung

Kenal lah, dia duduk tepat di depanku, mau apa kau?

From : Choi Junhong

Ah kenal, dia ada di departemen stage, kami bekerja di café yang sama.

Mingyu tersenyum senang, akhirnya jalan menuju kebahagiaannya terbuka juga, setelah mendapat tempat Wonwoo bekerja part-time dan nomor telefon barulah Mingyu dapat tidur dengan nyenyak.

.

.

.

Hari sudah jam 9 malam, Wonwoo baru saja berganti piyama dan hendak tidur, namun diinterupsi karena sebuah pesan masuk ke ponselnya, Wonwoo membuka pesan tersebut dan sedikit terbelalak membacanya,

From : +82 xxx x xx xx

Hai, aku Kim Min Gyu, kenal nama itu?

Dan Wonwoo membuat adik laki-lakinya kekamarnya dan menjitak kepalanya karena berteriak terlalu keras

.

.

TBC / END?

Hai aku akhirnya selesai dengan ff gaje ini wkwk, ga ngerti deh, bagus ga? Aku bingung ini mau dilanjut apa enggak soalny agak aneh wkwk, rnr ya ^^

tau adeknya wonwoo ga? Itutuh si bohyuk, ganteng ya wkwkwk kek kakaknya, sirik amat gue sm ceweknya xD

Btw itu rombongan yg td di sms Mingyu beneran anak SOPA semua loh wkwk niat amat gue bikin ni ff sampe searching dulu yg lulusan SOPA siapa aja.

Terus aku kabulin tuh yang kemaren minta SoonHoon, ntar next chap ak kasih SoonHoon ya~ tp se upil doang keknya, ak lg mager parah, mana udh mulai kuliah lagi hadeh -_- maaf juga buat kata-kata kotor yang aku selipin di ff ini hehe, haruskah ak ubah ratingnya jd M aja? Tapi tdk ada smutnya -_-