Chapter 2 : The first phone call from Heaven Mingyu

.

.

.

KRING!

Bell pulang sudah berbunyi, Wonwoo cepat-cepat membereskan buku-bukunya dan mengangkat kursinya ke atas meja, ia sengaja membuka jasnya karena hari ini cukup panas memperlihatkan lengannya serta tandanya.

Setelah melipat – lebih tepatnya menyupalkan jasnya ke dalam tas dengan tidak rapih, Wonwoo berjalan keluar kelas bersama Jaehyun, bercerita tentang pelajaran mengenai nama pasangan yang akan muncul di lengan mereka, Jaehyun teman sekelasnya ini masih belum mendapatkan tanda tersebut, baru sekitar 7 atau 8 orang yang mendapatkannya di kelas Wonwoo,

"Aku jadi tidak sabar, kira-kira bagaimana ya rasanya setelah mendapatkan tanda itu" Wonwoo hanya tersenyum kemudian mengangkat tangannya sedikit, memperlihatkan nama Soulmate-nya kepada Jaehyun.

"Kalau menurutku tidak ada perubahan berarti. Aku dan pasanganku tidak sengaja bertemu 10 tahun lalu, dan aku bahkan tidak tahu yang mana orangnya. Mungkin nanti kami baru bisa bertemu lagi" Ujar Wonwoo di balas tepukkan di punggung oleh Jaehyun, mengisyaratkan padanya bahwa ia harus sabar.

Sedang asyik mengobrol dengan Jaehyun tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar, Wonwoo dengan cepat mengangkat telefon tersebut.

"hah, aku baru selesai, hari ini ada pelajaran tambahan."

"apa?! Baiklah aku kesana sekarang!" Wonwoo memutus panggilan tersebut

"Jaehyun-ah, maaf ya hari ini kita tidak bisa pulang bersama, ada yang harus ku urus di tempat kerjaku." Ujar Wonwoo seraya berlari meninggalkan Jaehyun sambil melambaikan tangan.

Wonwoo berlari dengan cepat menuju stasiun kereta, sempat terjatuh dan menabrak seorang siswa Sekolah lain, Wonwoo akui anak itu sangat tampan, namun dia harus buru-buru ke café atau Jihoon akan memukul kepalanya dengan sapu, mengucapkan terimakasih sekilas pada anak laki-laki tersebut dan cepat-cepat ke stasiun, mengambil karcis dan langsung menunggu keretanya, Perjalanan Wonwoo ke café tempatnya bekerja bisa memakan waktu 30 menit, dia harus naik kereta menuju Yongsan dari sekolahnya.

Padahal hari ini Wonwoo libur bekerja, namun tiba-tiba Jihoon menelfonnya, mengatakan bahwa salah satu tanaman di halaman café mereka layu, dan orang yang paling bisa diandalkan kalau berurusan dengan tanaman adalah Wonwoo, bisa dibilang Wonwoo itu punya Green Thumb, tanaman apapun pasti akan tumbuh dan kembali segar bila dia yang merawatnya.

Mungkin agak berlebihan ia harus ke tempat kerja hanya karena sebuah tanaman layu,namun perlu kalian ketahui Blüte—café tempat Wonwoo bekerja memiliki tema garden, dengan banyak bunga dan tanaman segar disana-sini, sangat cocok didatangi di semua musim kecuali musim gugur dan musim salju karena tanaman akan gugur dan sangat merepotkan, Wonwoo harus menyapu daun-daun yang gugur di musim dingin, jadi wajar saja dia harus cepat-cepat mengurus tanaman mati tersebut. Sesampainya di itaewon Wonwoo langsung berlari menuju tempat kerjanya.

"Wonwoo! Sini! Lihat, daunnya sobek semua! Tanaman yang ini juga! Kurasa ada hama disini, Kita harus merawat bunga-bunga cantik ini, cepatlah Jeon"

Jihoon Histeris sendiri melihat tanaman-tanaman yang rusak itu, Junhong yang juga belum lama sampai hanya memutar bola matanya melihat ke histerisan Jihoon. Wonwoo hanya mengangguk, memperhatikan tanaman tersebut sekilas kemudian mengalihkan pandangannya kepada Jihoon.

"Hanya ulat bulu ku rasa, Junhong-ah, bisa tolong ambilkan sarung tangan dan plastik serta semprotan hama di belakang?" Junhong mengangguk dan pergi kebelakang untuk mengambil barang-barang yang diminta Wonwoo tadi.

Wonwoo tanpa sengaja melihat lengan Jihoon yang terekspos karena ia menggulung kemeja kerjanya, ia melihat sebuah nama sudah terukir disana, padahal dua minggu lalu saat terakhir ia bertemu Jihoon tanda itu masih belum ada.

"Anak mana?" Tanya Wonwoo membuat Jihoon bingung. Wonwoo menunjuk lengan Jihoon membuat Jihoon tersenyum kikuk.

"oh haha, anak Seoul Broadcasting, kami bertemu tidak sengaja sih" Wonwoo tersenyum senang untuk Jihoon karena ia sudah bertemu dengan pasangannya.

"Bagaimana denganmu? Sudah ketemu si Kim Mingyu?"

"Kim Mingyu?" Junhong yang baru kembali dari mengambil perlengkapan yang diminta Wonwoo menginterupsi pemicaraan mereka.

"Iya, kau tidak tahu ya? Wonwoo sudah bertemu pasangannya sejak umur 7 tahun, tapi hanya tidak sengaja, dia bahkan tidak tahu siapa pasangannya, yang ada Cuma nama Kim Min Gyu saja di tangannya"

Jelas Jihoon. Junhong memperlihatkan pose berpikirnya, lengan bajunya yang digulung juga membuat Wonwoo tersenyum, dia melihat nama Park Sooyoung dilengan Junhong, ah ternyata pasangan Junhong adalah teman sekelasnya.

"Sepertinya aku kenal dengan seseorang bernama Kim Mingyu, siapa ya…? Seperti kenal…" Wonwoo dan Jihoon langsung mendekat ke Junhong.

"Bernarkah? Coba ingat-ingat Junhong, mungkin saja itu Kim Min Gyu yang kucari!" Ujar Wonwoo penuh harap.

"Ah entahlah mungkin salah satu kenalan, nanti aku coba ingat-ingat lagi deh!" Ujar Junhong sambil tersenyum canggung, dia benar-benar lupa tapi rasanya pernah mendengar nama Kim Min Gyu

.

.

.

Jam 6 sore Wonwoo baru pulang kerumah, merapihkan sepatunya, mencium pipi ibu dan ayahnya dan langsung beranjak lesu ke kamarnya, merebahkan tubuhnya yang kelelahan dan tidur sebentar, ibu Wonwoo yang tahu bahwa anaknya pasti kelelahan, jadi tidak tega membangunkan Wonwoo saat makan malam mereka, dia sengaja menunggu sampai jam hampir menunjukkan pukul sembilan untuk membangunkan putra sulungnya tersebut dan menyuruhnya makan.

"Bangun sayang, makan dulu" Ujar ibu Wonwoo, Wonwoo mengerejapkan matanya lucu dan mengangguk, mengikuti ibunya ke dapur dan makan ditemani oleh ibunya.

"Wonwoo-ah, kita keluarga yang berkecukupan kau tahu itu? Ayahmu memiliki perusahaan besar dan kau bisa meminta apa saja darinya jika kau mau, sayang. Kenapa kau masih mau kerja paruh waktu hm?" Wonwoo menggeleng dan kembali menyuap makanannya, tersenyum kepada sang ibu,

"Aku mau mencari pengalaman baru, bu" Ujarnya Ibunya tersenyum, sifat kerja keras suaminya ternyata menurun pada Wonwoo, hal itu terlihat dari kemauan Wonwoo untuk mencari pengalaman kerja sendiri dan prestasi yang diraihnya di sekolah,

"Kalau kelelahan kau harus berhenti ya? Ibu tidak mau anak ibu sakit." Ibunya mengusak kepala Wonwoo sayang, dibalas anggukan oleh Wonwoo. Setelah selesai makan dan mencuci piringnya, Wonwoo beranjak ke kamarnya lagi,mengganti bajunya dengan piyama dan hendak tidur, namun terganggu karena handphone-nya bergetar. Wonwoo membuka pesan masuk tersebut.

From : +82 xxx x xx xx

Hai, aku Kim Min Gyu, kenal nama itu?

Wonwoo terbelalak, tak lama ia menjerit histeris KYAAA!

BRAK!

Pintu kamar Wonwoo dibuka paksa,

PLAK!

"YAH HYUNG AKU MAU TIDUR, JANGAN JERIT-JERIT!" adik laki-laki Wonwoo memukul kepalanya dengan keras, Wonwoo balas menendang pantat adiknya yang sudah berbalik dan hendak kembali kekamarnya.

"Pergi sana bocah, ini urusan orang yang sudah dapat soulmate, bocah sepertimu tidurlah sambil ngedot sana." Wonwoo mengusir adiknya Adiknya hanya menoleh sedikit,

"oh ketemu juga Mingyu yang hilang itu ya? Yasudah, kalau ajak dia kerumah jangan melakukan hal sexual di kamar ya, aku ternodai nanti." Adiknya langsung berlari kekamar menghindari amukan sang kakak.

"Ih bocah mesum" desis Wonwoo, jarinya mengetik untuk membalas pesan tersebut,

To : Kim Mingyu Apakah, kau memiliki namaku di lenganmu?

Wonwoo sedikit bergetar dan gugup bukan main saat mengetik sms tersebut. Tidak sampai semenit, ponselnya bergetar lagi, namun kali ini bukan pesan melainkan sebuah panggilan,

"H-halo"

Wonwoo gugup bukan main sekarang, bagaimana suara dari pasangannya? Bagaimana wajahnya? Berapa umurnya? Apa dia tampan? "Hai, J-jeon Wonwoo…?" suara di seberang sana cukup dalam dan rendah,namun tidak serendah suara Wonwoo

"y-ya ini aku, K-kim Mingyu?" suara Wonwoo bergetar.

"Ya, ini aku, ehm- ahahaha, akhirnya kita bisa berbicara satu sama lain ya…" Wonwoo tersenyum malu, ternyata Mingyu juga gugup,

"Mingyu, aku….aku- aku ingin bertemu Mingyu" Wonwoo tanpa sadar mengucapkannya, dia malah panik sendiri,

"eh- eh m-maksudnya a-aku t-tidak, eh itu—" Orang yang ada di seberang tertawa kecil

"kita sudah bertemu tadi, tidak ingat ya? Wah tadi padahal aku menolongmu saat terjatuh di zebra cross"

"e-eh, k-kau yang tadi…?"

"Ya" Mingyu tertawa kecil,

"aku tahu nomormu karena bertanya dengan Sooyoung, teman sekelasmu, aku langsung tahu sekolahmu begitu lihat seragammu tadi"

"o-oh begitu…" Wonwoo menggigit bibirnya, rasanya agak canggung ya.

"M-Mingyu— um- a-aku-"

"Jeon Wonwoo, aku tidak tahu kenapa tapi rasanya aku benar-benar merindukanmu." Wonwoo semakin memerah karena ucapan Mingyu

"Wonwoo, ini sudah malam, tidurlah, mimpi indah…mimpikan tentangku..mungkin?" Wonwoo mengangguk,

"ya, selamat malam Mingyu."

"ya, malam juga, Wonwoo, aku putus ya telfonnya?"

"ya— eh! Mingyu a-aku aku- um aku juga merindukan Mingyu, besok kita harus bertemu, kumohon,aku sudah menantikan ini!selamatmalam,akumenyayangimu." Wonwoo cepat-cepat memutus sambungan telefonnya dan menenggelamkan wajahnya yang merah padam ke bantal. Geez! Kenapa dia bilang dia menyayangi Mingyu sih?! Mereka kan belum terlalu kenal— Tapi kan mereka soulmate, sudah sewajarnya kan? Tidak apa-apa kan?

.

.

Mingyu cengo saat Wonwoo langsung menutup sambungan telfonnya, tapi dia tersenyum lembut tidak lama setelahnya.

aku juga sayang padamu, Jeon Wonwoo, aku tidak sabar menunggu hari esok

.

.

TBC

Lol tambah gaje wkwk title chapter ini karena kebetulan baru selesai baca The First Phone Call from Heaven karya Mitch Albom. Ini sebenernya Cuma point of view nya wonwoo dr chapter sebelumnya, rencana di upload semalam tapi wi-fi keburu dimatiin sama mami jeonghan- eh salah maminya author deng wkwk

Belum ada niat untuk lanjut Mr. Kim, aku Cuma kepikiran angst saja untuk lanjut itu, tapi karena kasihan liat reader yang suka nangis-nangis kejer kalo baca angst saya jd ga tega, biarlah hidup author saja yang nge-angst dan ngenes :"

Rencana Cuma 4 chapter saja, tapi entahlah, lihat saja nanti. By the way ini terinspirasi dari beberapa soulmate au fanfic di asianfanfics, lupa judulnya karena sudah lama membacanya.

Ngomong-ngomong kalian ingin karakter Jihoon yang savage dan mudah mengamuk atau Jihoon yang lucu dan imut? Saya sedikit stuck dengan hal ini.

Maafkan typo yang bertebaran ataupun kalimat yang mungkin membingungkan, saya malas membaca ulang.

Newmansae : pengennya nama Jeon Wonwoo, tapi nanti digupak Mingyu

Dewirahmah001 : salam kenal! Aku juga newbie atuhlah, iyaa yang sabar ya authornya suka males kek Wonwoo soalnya wkwk

Jihan : iya aku juga sering di php in sama sms, pengen banting hapenya biasanya (curhat)

Yaya Aileen : iya, makasih udah baca ya ^^ ditunggu ya :)

Vermina Joshuella : iya, aku juga cari-cari ff meanie indo yg soulmate!au, tapi sepertinya belum ada yg kepikiran untuk buat. Hahaha bohyuknya udah taken :" sedihnya. Iya enak ya di SOPA, temen-temen di sekolahku mana ada yang model-model Wonwoo, Zelo sama Doyoon. Iya aku juga kepikiran untuk buat sidestory nya HoZi, ditunggu ya

Anna-Love 17Carats : idenya dari fanfic kaisoo di asianfanfic heheh. Ini elunya yang mesum apa mingyunya ye wkakakak /dor. Iya iya ini dilanjut kok wkwk

September: Garisnya sekeras ape? Wkwk, makasih juga sudah baca ^^ itu juga meanie ku tersayang :" kan aku keluar dari perutnya wonu(?) wkakak

Jvr99 : ada angin kok, ac kamarnya wonu idup tuh(?) wkwkwk. Iya ini dilanjut, maaf ya tp Mingyu nya harus blak-blakan kek author, soalnya kan mingyu kembaran author yg lebih tua 2 tahun(?)

KureyRey: iya, Wonu emg ga peka, entah ga peka atau gamau digupak jihoon gegara telat ke kafe. Iya pengennya pake member red velvet lain, tapi Cuma joy yang seumuran dan sesekolah sama Wonwoo

DaeMinJae : kalo di ff emg sweet ya jadinya, kalo di dunia nyata bisa jadi modus berkedok penculikkan xD

Lulu-shi : iya say, ini di apdet ^^ thx for reading!

Parkcheonsafujoshi : iya ini dilanjut, tapi alurnya lambat sepertinya, author sedikit melankolis karena baru diputusin (?) malah curhat. Iya kalau jadi rate M nanti malah php

Iceu doger: iya, coba impianku biar bisa punya soulmate seganteng itu terkabul juga. Mungkin Wonwoo gabisa liat Mingyu karena pas mereka ketemuan lagi mati lampu

Elferani : sebenarnya plot awalnya lebih rumit, tapi aku bingung mau bagaimana menceritakannya jadi aku buat sesimpel ini, semoga cukup puas dengan hasilnya ^^