Halo, Regulus White Dwarf di sini. Ini adalah episode ke-45. Kegiatan random kru misi Bunga Matahari Merah untuk masa depan yang lebih baik.

Pairing utama: belum diketahui

Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.

Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorang shipper dan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya. Aku tidak mengambil keuntungan apapun untuk fic ini. Semuanya murni hiburan dan pengetahuan.

Perhatian, Mars!AU dan kadang OOC

...

Sol 31, 3 Dhanus 300, 13.40 AMT

Siang itu, Pearl mampir ke kamarnya Ruby. Dia ingin membuat artikel berita mengenai apa yang terjadi tadi pagi dan sol-sol berikutnya. Dia berdiri di depan pintu kamarnya Ruby dan mengetuk pintunya.

"Ruby, ini Pearl," panggil Pearl.

"Masuklah," kata Ruby dari dalam lalu pintunya terbuka, membuat Pearl bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Di dalam sana, terlihat Ruby sedang membersihkan alat fotografinya di atas mejanya. Ini membuat Pearl heran.

"Apa yang sedang kaulakukan, Ruby?" tanya Pearl.

"Aku sedang mempersiapkan kameraku untuk pemotretan gerhana Deimos terakhir yang akan teramati kali ini," kata Ruby.

"Kapan?" tanya Pearl.

"Besok dan 3 sol lagi. Itu salah satu misi kita bulan ini selain mengeluarkan Dusclops dan penambahan peserta MPB-300," kata Ruby.

"Benar juga. Yellow yang menemukan fakta itu beberapa sol yang lalu. Tapi bisakah kau membantuku? Aku hanya bertanya tentang materi artikelku," kata Pearl.

"Tidak masalah. Duduklah di kasurku," kata Ruby, mempersilakan Pearl duduk di kursinya. Pearl menyalakan tabletnya dan melihat daftar materi artikel yang masih kosong.

"Jadi, materi apa yang cocok dijadikan bahan berita?" tanya Ruby.

"Yang jelas, tentang gerhana Deimos itu, lalu pertemuan kita dengan Mimikyu dan pelepasan Dusclops, lalu mengenai pertandingan MPB-300 berikutnya," kata Ruby, membersihkan lensa kameranya.

"Kudengar pertandingannya adalah di antara Black dan White," kata Pearl.

"Aku jadi memikirkan judul yang bagus untuk artikel yang itu," kata Ruby.

"Benarkah? Apa itu?" tanya Pearl.

"Judulnya seperti mengandung nama mereka dan peristiwa gerhana Deimos terakhir. Seperti 'Pertarungan Gerhana Deimos Terakhir! Black vs White!'. Bagaimana?" tanya Ruby.

"Menurutku terlalu panjang. Bagaimana kalau bagian awalnya dipersingkat menjadi 'Pertarungan Deimos: Black vs White!'?" tanya Pearl.

"Ide bagus. Tapi bagaimana kita bisa tahu kalau ada yang terjadi pada Deimos? Maksudku, kita pernah memiliki pertarungan ketika gerhana dan itu sama saja," kata Ruby.

"Benar juga, lagipula sepertinya istilah gerhana Deimos kurang tepat untuk ini karena lebih tepat gerhana Matahari oleh Deimos," kata Pearl.

"Jadi, bagaimana dengan 'Ketika Deimos di Depan Matahari untuk Terakhir Kali: Black vs White!'?" tanya Ruby.

"Masih terlalu panjang," kata Pearl.

"Hmmm, lalu bagaimana untuk mempersingkat kalimat bagian depan itu?" tanya Ruby.

"Aku juga belum tahu. Mungkin kita perlu memakai judul ini dulu," kata Pearl.

"Aku setuju," kata Ruby.

"Maaf menyela, tapi aku ingatkan bahwa yang terjadi pada besok tanggal 4 dan 7 Dhanus adalah Gerhana Deimos, bukan gerhana Matahari karena Deimos," kata MAGIC, muncul tiba-tiba.

"Benar juga, aku lupa. Jadi, ide pertama?" tanya Pearl.

"'Pertarungan Gerhana Deimos Terakhir! Black vs White!'. Oke, diterima," kata Ruby.

"Lalu, ada hal menarik lain yang perlu dibicarakan di artikelnya?" tanya Pearl.

"Mungkin profil salah satu kru misi," kata Ruby.

"Maksudnya?" tanya Pearl.

"Pada keluaran sebelumnya, ada profilku di sana, dan itu beberapa saat setelah ulang tahunku. Sebentar lagi ulang tahunnya Gold," kata Ruby.

"Benar juga! Ulang tahunnya tanggal 21 Juli. Itu tanggal berapa di Darian?" tanya Pearl. Ruby mengeceknya di kalender yang ada di komputernya dan hasilnya muncul.

"8 Dhanus. Untung bukan tanggal 10 Dhanus. " kata Ruby.

"Mengapa?" tanya Pearl.

"Kudengar Gold akan bertarung melawan Yellow. Kalau dia kalah, dia akan menanggung malu dan malunya itu akan menjadi hadiah ulang tahunnya, yang juga memalukan," kata Ruby sambil terkekeh.

"Yang benar saja, manusia seperti itu tidak punya rasa malu," kata Pearl yang ikut terkekeh.

...

Sementara itu, Emerald sedang berada di bengkelnya. Dia sedang berbincang dengan Platinum dan MAGIC tentang apa teknologi yang perlu dibuat selanjutnya.

"MAGIC, memang di masa lalu, apa yang sudah dibuat manusia?" tanya Platinum.

"Pendarat, rover, helikopter, mobil, pengorbit," kata MAGIC.

"Kita belum masuk lebih dalam lagi daripada kedalaman ruang pertarungan?" tanya Emerald.

"Sudah, pengebor di pendarat sudah melakukan tugasnya sampai 1 km. Seismograf sudah terpasang setiap 5 derajat, kecuali di kutub," kata MAGIC.

"Sepertinya aku memiliki ide bagus," kata Emerald.

"Apa itu?" tanya Platinum.

"Kau tahu tentang Yvonne dan terbang? Tentang mimpinya itu? Kita bisa mewujudkan mimpinya," kata Emerald.

"Sebuah benda yang memiliki pendorong kuat dan ringan, berfungsi seperti sayap," kata Platinum.

"Ya, dan mengingatkanku pada Proteam Omega, tapi tidak seperti Proteam Omega, aku ingin membuat sayapnya seperti sayap Pokemon serangga yang bisa dilipat ke bawah ketika tidak terpakai," kata Emerald.

"Itu mengingatkanku pada mainan lama dari abad ke-20," kata Platinum.

"Mainan apa?" tanya Emerald.

"MAGIC, apa kau punya koleksi gambar dari barang-barang di Bumi pada abad ke-20?" tanya Platinum.

"Tidak selengkap di Bumi, tapi sepertinya aku tahu apa maksudmu," kata MAGIC. Lalu di layar komputer Emerald, muncul sebuah mainan dengan nama Dengungan Tahun Cahaya. Banyak gambar ditampilkan, dari posisi berdirinya, sayapnya, sampai mekanisme terbangnya.

"Aku yakin pada dasarnya mainan ini bukan mainan yang dirancang untuk terbang, kan?" tanya Emerald.

"Memang tidak. Namun jika kita menambahkan pendorong dan sistem sayap aerodinamis, ditambah dengan pakaian yang streamline, siapapun yang menggunakan ini akan terbang seperti Pokemon burung," kata Platinum.

"Sepertinya kita perlu memanggil Yvonne untuk hal ini," kata Emerald. Platinum mengangguk, lalu dia melalukan panggilan video dengan Yvonne. Setelah beberapa saat menunggu, rupanya muncul, mengagetkan Emerald karena Yvonne muncul hanya dengan pakaian dalamnya. Emerald dan Yvonne langsung berteriak singkat dan Emerald bersembunyi di belakang Platinum.

"Aku pernah melihat ini sebelumnya saat Sapphire membuka bajunya. Ini lebih parah, bahkan walaupun masih memakai pakaian dalam! Maaf, Yvonne, aku tidak sengaja!" seru Emerald di belakang Platinum. Platinum hanya tersenyum.

"Yvonne, apa kau tidak melihat siapa yang terhubung denganmu?" tanya Platinum.

"Hehehe, maaf, aku kira Emerald itu perempuan. Namanya sangat berbau perempuan," kata Yvonne sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.

"Sebagai fakta, Nona Penerbang, Ruby, Diamond, dan Pearl juga laki-laki dengan nama berbau perempuan. Itu kalau kuanggap Gold dan Silver sebagai nama bergender netral," kata Emerald, menutup matanya.

"Sebentar, aku pakai jaket dulu," kata Yvonne. Beberapa saat kemudian, dia kembali denga jaket biru dengan lingkaran putih di dada atasnya.

"Eh, bukannya itu milik Xavier?" tanya Emerald, akhirnya melihat. Yvonne mengangguk.

"Jadi ada masalah apa?" tanya Yvonne.

"Kami tidak membawa masalah, melainkan solusi untuk mimpimu untuk terbang di Mars," kata Emerald. Yvonne terkejut.

"Kau serius?" tanya Yvonne, penasaran. Emerald dan Platinum mengangguk.

"Kami akan mengirimkan ide kami ke komputermu," kata Emerald. Dia mengetik di komputernya dan mengirim pesan gambarnya ke Yvonne. Setelah itu, ketika Yvonne melihat pesannya, dia penasaran.

"Mainan abad ke-20?" tanya Yvonne.

"Ya. Memang kau tidak akan mengepakkan tanganmu seperti Pokemon burung. Namun pendorong dan bentuk sayapnya yang akan membantumu, juga pakaian terbangmu," kata Emerald.

"Hmmm, tidak ada kepakan ya? Memang akan sulit mengepakkan sayap di atmosfer tipis, tapi aku suka ide kalian. Kapan penelitian akan dilakukan?" tanya Yvonne.

"Segera. Setelah kutemukan bahan yang cocok di gudang," kata Emerald.

"Baiklah. Apakah aku harus lebih ramping lagi?" tanya Yvonne.

"Kami akan mencari tahu setelah kami menemukan bahan yang cocok," kata Platinum.

"Baiklah, paling tidak aku masih bisa menggunakan manuver terbangku nanti. Terima kasih atas beritanya," kata Yvonne.

"Sama-sama, Yvonne, dan ingatlah kalau aku ini laki-laki," kata Emerald.

"Iya, aku akan ingat," kata Yvonne sebelum memutus videonya. Platinum menarik napas panjangnya.

"Yvonne, bahkan di usia mudanya badannya sudah seperti itu. Proporsional dan terlihat bagus," kata Platinum.

"Eh? Kukira kau tidak akan memikirkan itu karena kau perempuan ilmiah," kata Emerald, kaget.

"Sebagai ilmuwan, memang aku tidak memikirkan itu, tapi sebagai perempuan, aku memikirkannya. Bukan hanya aku, melainkan juga Moon dan Yellow," kata Platinum.

"Oh, oke, aku tidak perlu mengetahui masalah kalian. Aku pihak yang netral tentang bentuk tubuh perempuan karena menurutku perempuan itu memang pada dasarnya seperti itu karena pengaruh kromosom XX mereka," kata Emerald.

"Terima kasih, Emerald. Aku kembali ke perpustakaan," kata Platinum.

"Baiklah. Terima kasih telah berbagi ide denganku," kata Emerald. Platinum mengangguk dan keluar dari bengkel. Ketika Platinum sudah keluar dan Emerald melihat gambar mainan itu lagi, MAGIC mengejutkan Emerald dengan cara yang mengejutkan.

"Yvonne adalah perempuan pemegang Pokedex dengan ukuran dada terbesar dari semua perempuan pemegang Pokedex, bahkan lebih besar daripada Blue—"

"BISAKAH KAU BERHENTI MEMBICARAKAN PROPORSI DADA PEREMPUAN?" bentak Emerald. Lalu MAGIC menaruh gambar lama dari abad ke-21, seorang pahlawan super berkepala kotak dengan wajah datar mengucapkan satu kata."OK".

...

Sol 31, 3 Dhanus 300, 18.44 AMT

"Ada apa dengan Yellow? Nampaknya dia seperti melayang," ujar White. Para perempuan berkumpul di bagian pojok dari ruang makan. Mereka bersiap untuk makan malam mereka ketika Yellow datang dengan wajah berseri dan merah merona. Dia seperti sangat bahagia.

"Mungkin dia mendapatkan mimpi yang indah," kata Sapphire.

"Tidak, aku sudah bertanya pada MAGIC dan dari pembacaan mimpinya, tidak ada gelombang mimpi yang berhubungan dengan itu. Dia justru bermimpi tentang memancing," kata Blue.

"Memancing Pokemon?" tanya Bianca. Blue mengangguk.

"Aku hanya memiliki satu perkiraan tentang apa atau siapa yang membuat Yellow seperti ini," kata Blue. Semua gadis di meja itu mengangguk.

"Sudah jelas, pasti dia sedang membayangkan dia," kata Sapphire.

"Apa yang dia lakukan sekarang?" tanya Crystal.

"Itulah pertanyaannya. Kita bertanya padanya, dia belum menjawabnya dan masih melayang di dalam lamunannya," kata Platinum.

"Apa kita perlu mendatangkan jawabannya?" tanya Blue, berbicara dekat dengan Yellow, membuat Yellow tersadar dari lamunannya.

"JANGAN, KAK BLUUUEEEEEE! MALUUUUUU!" seru Yellow, memohon.

"Teehee, aku tahu kau akan sadar, dan kau tahu aku akan tetap memanggilnya walaupun kau tidak mau," kata Blue, berdiri dan siap berjalan ke kumpulan laki-laki di sisi lain ruang makan.

"Jangan, Kak Blue! Aku malu!" seru Yellow. Gadis lain terlihat bingung.

"Ada yang bisa jelaskan apa yang terjadi di sini?" tanya Whitley.

"Menurut kalian, lebih baik kuceritakan atau tidak?" tanya Blue.

"Tidak," kata Crystal.

"YAA!" seru Sapphire.

"Aku sependapat dengan Crystal," kata Platinum.

"Aku juga," kata Moon.

"Aku tertarik dengan ceritanya. Bagaimana denganmu, Bianca? Whitley?" tanya White.

"Aku juga tertarik," kata Bianca.

"Entahlah, rasanya ini agak memalukan," kata Whitley.

"Ayo, ceritakan, Blue!" seru Yvonne.

"Oke, jadi ada 4 orang yang mau dan tidak mau. Susah," kata Blue, terdiam, lalu "TAPI AKU MAU!" serunya.

"KAK BLUUUUEEEE! AKU TAK MAUUUUU!" seru Yellow, yang tidak mau kisahnya diceritakan.

"Ini berakhir seri. Kita perlu pihak netral untuk memutuskan apakah ini perlu diceritakan atau tidak," kata Platinum.

Sementara itu, di sisi laki-laki, para laki-laki juga membicarakan apa yang terjadi pada Yellow.

"Mereka berisik sekali," kata Green.

"Maklum, namanya juga perempuan, dan sifat berisik mereka yang akan membantu anak-anak mereka untuk mampu berbicara di usia sekitar 1 sampai 2 tahun," kata Cheren.

"Tapi apa yang mereka bicarakan?" tanya Blake.

"Benar juga, pembicaraan mereka pasti sangat penting bagi mereka sampai mereka berisik sekali," kata Emerald.

"Apa tentang diskon?" tanya Sun.

"Oh, temanku dari Alola, sepertinya diskon bukan apa yang mereka bicarakan. Biasanya mereka sangat berisik kalau ada salah satu anggota mereka yang sedang mabuk kepayang karena cinta," kata Gold.

"Cinta? Apa ada harganya? Karena aku tidak mau merasakan cinta kalau ternyata cinta itu mahal," ujar Sun.

"Bisa murah, bisa mahal, tergantung," kata Hugh.

"Tergantung apa?" tanya Sun.

"Banyak sekali hal sampai-sampai pengertian cinta secara harfiah masih belum bisa disetujui semua orang," kata Pearl.

"Jadi, ada yang bisa jelaskan ada apa di sana, di kelompok para perempuan?" tanya Diamond, memakan donat kentangnya yang ke-21.

"AAAAAAAAAAAA" Black sedang dalam pengaruh Musharna yang memakan mimpinya. Sementara Xavier terdiam saja di kursinya. Setelah tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Diamond, mereka semua mengarahkan pandangan mereka ke satu orang yang belum menjawab pertanyaan, dan dia adalah Red. Tentunya selain Black yang masih disedot mimpinya.

Red yang baru sadar dilihat oleh teman-temannya menjadi heran.

"Eh, ada apa? Ada masalah?" tanya Red.

"Para perempuan berisik, tidak ada orang yang bisa menjelaskan mengapa. Kau belum menjawab, jadi mungkin jawabannya ada di dalam dirimu," kata Green.

"Oh, kalau untuk pertanyaan itu, aku juga tidak tahu mengapa. Namun ada satu kejadian yang membuatku merasa aneh," kata Red.

"Apa itu seaneh Yvonne saat dia tidak sengaja muncul di panggilan video dengan hanya pakaian dalam?" tanya Emerald. Xavier langsung bereaksi.

"Apa?" tanya Xavier, tajam.

"Ya, aku dan Platinum sedang merancang pakaian terbang khusus Mars untuknya dan saat kami ingin memberitahukan idenya untuknya lewat video, dia muncul dengan hanya pakaian dalam. Tenant saja, aku langsung bersembunyi di belakang Platinum dan menutup mataku. Beberapa saat kemudian, kulihat dia memakai jaketmu," kata Emerald.

"Oh, mungkin dia mengira kau perempuan dari namamu. Itu masuk akal. Tentang jaketnya, memang kuberikan untuknya kalau dia kedinginan," kata Xavier.

"Itu menjelaskan masalahmu. Itu juga membuatku memiliki ide," kata Ruby.

"Ide apa?" tanya Pearl.

"Ide radikal, kalau kukatakan sekarang, Gold akan memintaku untuk melakukannya sekarang. Besok saja kalau kita sudah ada di Bumi," kata Ruby.

"Hei, mengapa kau mengaitkan idemu denganku?" tanya Gold, terpancing.

"Karena aku yakin kau menyukainya tapi sebagian perempuan itu tidak akan menyukainya, termasuk si gadis barbar itu," kata Ruby.

"Apakah mengandung sesuatu yang membuatku bisa mimisan?" tanya Gold.

"Tergantung," kata Ruby.

"Apa?" tanya Gold.

"Entah," kata Ruby.

"Eh, teman-teman, pertanyaanku?" tanya Diamond, mengingatkan teman-temannya untuk kembali fokus ke pertanyaannya.

"Oh, benar juga, lanjutkan, Red," kata Ruby.

"Baiklah. Kalau dikatakan aneh, tidak juga, hanya saja aku baru selesai mandi dan hanya memakai celana pendekku saat tiba-tiba Yellow memanggilku. Aku tidak sadar aku hanya memakai celana pendekku dan ketika dia melihatku, dia langsung menutup pintunya kembali dan kudengar dia berlari," kata Red.

"Biar kuberi tahu fakta menarik. Yellow nampaknya mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi ketika kau, Yellow, dan ketiga temanmu bebas dari petrifikasi. Ingatlah kau bertelanjang dada saat kau membopongnya. Mungkin dia merasa panas di pipinya karena malu dan senang pada waktu yang sama saat melihat tubuhmu," kata MAGIC.

"Bisakah kau menjawab dengan cara yang tidak terlalu jujur?" tanya Green, menepuk keningnya.

"Aku tidak bisa mencari kata yang lebih cocok," kata MAGIC.

"YELLOW SUKA MELIHAT BODI GAGAHMU, RED! HAHAHAHA!" seru Gold, menemukan kesimpulannya tapi mengutarakannya dengan cara yang agak keliru. Ini membuat pipi Red memerah.

"REAKSI WAJAHMU MENANDAKAN KAU SUKA YELLOW. AKU BENAR KAN?" seru Gold, kemudian Red langsung menutup mulutnya.

"Jangan keras-keras, Gold! Aku tidak mau Yellow mengetahuinya," kata Red, mencegah Gold berteriak sampai para perempuan mendengarnya.

"Mengapa? Bukannya itu berarti kita tahu kalau kau memiliki seorang gadis di hatimu?" tanya Ruby.

"Aku tahu itu, Ruby, tapi aku tidak ingin persahabatan kami hancur karenanya," kata Red.

"Hmmm, masalah itu ya?" tanya Ruby.

"Kumohon rahasiakan ini dari Yellow. Aku ingin menunggu sampai waktunya siap," kata Red.

"Tidak ingin ku—adudududududududuh! Oke, oke! Aku tidak akan memberitahukannya!" seru Gold saat Red menjitaknya. Yang lainnya mengangguk. Mereka siap untuk menjaga rahasia kaptennya.

Sayangnya ada yang mendengarkan pengakuan Red. Bukan hanya MAGIC, melainkan juga telinga superpeka ala Sapphire.

"Teman-teman, sepertinya aku punya informasi yang bocor dari Red, kudapat dari pendengaran tajamku," kata Sapphire, membuat para perempuan berfokus padanya, termasuk Yellow. Blue yang paling fokus.

"Sapphire. Katakan. Sekarang," perintah Blue. Sapphire tersenyum.

...

Tidak

...

Bersambung

"Tidak" ini merujuk pada apa? Entah.

Dengungan Tahun Cahaya adalah terjemahan dari Buzz Lightyear.

Mengapa ini jadi banyak peristiwa fanservice ya?

Kritik dan saran ditunggu.

RWD, keluar.