Kazu : ini. Kau harus minum obat agar bahumu tidak bengkak.

Kazu menjatuhkan 2 pil obat di wajahku. Melihat kazu dari posisi ini, dengan background langit malam yang indah, membuat kazu terlihat semakin keren. Dan juga perhatian kazu kepadaku membuat ku semakin terpesona padanya. Ah, aku harus bisa menahan diri agar tidak blushing di depan kazu.

Haru : Aku pikir, kenapa aku harus lahir di keluarga yang jago judo.

Sekarang ini perasaan ku berkecamuk. Aku menutupi wajahku dengan handuk karena aku tidak ingin kazu melihat wajahku yang menyedihkan ini.

Kazu : kamu sedang dalam mode baper ya. Aku tahu kamu akan merasa terasing dengan bahu seperti itu.

Aku hanya tersenyum kecil mendengar jawaban kazu.

Haru : aku takkan pernah bisa sekeren nee-chan. Ittai!

Tiba-tiba aku merasa dahi ku dipukul. Lalu handuk yang menutupi wajahku ditarik. Setelah itu aku melihat kazu tersenyum padaku.

Kazu : kamu sudah keren kok!

Apa? Aku tidak salah dengar kan? Kazu bilang aku keren?

Kazu : setiap kali kamu melempar musuhmu, kamu terlihat seperti melempar dirimu sendiri. Itu yang membuat gaya judo mu keren.

Aku dipuji kazu? Aku tidak bisa menahan nya lagi, wajahku sudah semerah tomat, jantungku berdetak sangat cepat. Untungnya kazu sedang melihat langit sekarang.

Aku dan kazu bersahabat dari kecil, mungkin benar kata orang jika sahabat bisa jadi cinta. Namun kupikir seperti ini saja sudah cukup. Aku nyaman dengan keadaan kami sekarang, saling membantu satu sama lain, selalu bersama. Kupikir tidak ada yang lebih menyenangkan lagi dari ini. Biar waktu yang menentukan kapan perasaan ini akan terungkap.

Kembali dengan cerita singkat, ini cuma pengembangan aja sebetulnya. Seperti biasa, Cuma lagi suntuk dan pengen aja buat cerita, sekalian pamer anime yang aku suka. Haha…

Makasih yang udah mau baca fanfic alakadarnya ini, walaupun kamu baca karena gak sengaja teken 'read' aja. Wkwk.. oke, bubaay…

Arigatou Gozaimasu… *Bow.