Soulmate!AU & Dom/Sub!AU

Kim Mingyu tidak percaya bahwa soulmatenya adalah seorang pria! Sifat mereka pun sangat bertolak belakang seperti kucing dan anjing, sangat sulit untuk akur. Ditambah lagi soulmatenya yang sub ini tidak pernah mau mendengerkan Mingyu yang merupakan Dom di dalam hubungan mereka. Orang-orang bilang sih yang namanya soulmate pasti akan saling mencintai, tapi Mingyu tidak yakin…..


Warning : Bahasa yang acak kadut, plot yang geje dan begitulah!

Pairing: Meanie (Mingyu and Wonwoo)

Genre: Romance comedy


CHAPTER 1

SOULMATE

Sejak lahir, setiap orang di dunia ini memiliki pasangan yang sudah ditakdirkan untuk mereka.

Dan sejak lahir pula, setiap orang di dunia ini memiliki sebuah tato unik di bagian tubuh mereka. Kegunaan dari tato ini sendiri adalah untuk mengetahui siapa soulmatemu, karena jika seseorang memiliki tato yang bentuknya sama denganmu itu berarti dia adalah soulmatemu. Posisi dari tato pun berbeda-beda untuk tiap individunya, ada yang di lengan, pundak, pergelangan kaki, perut dan lain-lain.

Kim Mingyu sendiri memiliki tato di tengkuk lehernya. Tato yang berbentuk diamond terbalik itu memang jarang terlihat terlebih karena kerah baju yang menutupi tengkuk lehernya, namun, banyak sekali murid-murid yang sudah tahu tentang bentuk dan posisi tato Mingyu.

Kim Mingyu sendiri merupakan seorang mahasiswa tahun pertama yang sangat populer. Lelaki berusia 19 tahun ini memiliki popularitas yang tidak kalah dengan idol. Mungkin karena parasnya yang tampan juga tubuhnya yang tinggi dan gagah, ditambah lagi ia merupakan anak dari pengusaha terkenal. Kim Mingyu merupakan sosok ideal sebagai seorang soulmate. Banyak sekali wanita, bahkan pria yang ingin tahu apa bentuk dari tato Mingyu karena mereka menginginkan lelaki dengan tinggi 186cm itu sebagai Soulmate mereka.

"Ah, kau disini rupanya"

Mingyu menaikkan pandangannya kepada seseorang yang sedang berada di depannya. Perempuan cantik yang mirip seekor kelinci itu merupakan mahasiswi terpopuler di kampus, namanya Nayeon.

"Apa yang kau lakukan disini?" Mingyu bertanya. Nayeon menggeser buku yang baru saja Mingyu baca sebelum ia duduk di meja. Kakinya yang putih dan mulus itu terpampang tepat di depan Mingyu, ia mengenakan rok mini.

Minggyu bersandar ke sandaran kursi, memberikan jarak diantara mereka. Namun, Nayeon tiba-tiba meraih tengkuk leher Mingyu dan mendekatkan wajahnya. Nayeon meraba tato yang ada di tengkuk leher Mingyu dengan jari-jarinya. Jika saja hal ini dilakukan oleh soulmate Mingyu, dipastikan ia akan menggila dan tergoda pada saat itu juga. Untungnya Nayeon bukanlah soulmatenya, jadi Mingyu tidak merasakan apapun pada saat itu.

"Aku bertemu dengan soulmateku" Kata Nayeon, "Tapi dia sangat jelek dan aneh! Aku tidak menyukainya"

Jujur saja Mingyu merasa agak sedikit risih dengan kelakukan kakak kelasnya ini, namun ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menolaknya. Mingyu sendiri belum bertemu dengan soulmatenya, dan ia juga tidak yakin apakah ia akan menyukai soulmatenya nanti? Tidak sedikit orang yang kecewa ketika pertama bertemu dengan soulmatenya, tapi seperti yang ibunya katakan, semua orang akan mulai mencintai pasangannya secara perlahan.

"Kau kan belum mengenalnya"

"Aku tidak perduli! Aku mau kau jadi soulmateku" Nayeon mengerucutkan bibirnya yang berwarna pink itu.

Ketertarikan pada orang lain yang bukanlah soulmatemu adalah mungkin, apalagi jika orang itu memiliki kriteria yang kau anggap memikat. Tidak sedikit orang menjalin hubungan walaupun bukan dengan soulmate mereka. Hal itu sebenarnya masih dianggap tabu dan dilarang, tetapi sudah banyak orang yang melakukannya. Namun pada akhirnya, mereka akan tetap memilih soulmatenya itu.

Mingyu melihat kearah Nayeon sambil memberikan senyuman yang memikat. Setiap wanita yang melihatnya tentu akan dibuat susah bernafas.

"Tapi… kau bukan tipeku" Kata-kata Mingyu yang dibalut dengan nada yang manis dan lembut itu seakan menusuk hati Nayeon dengan sangat kuat. Nayeon membatu mendengar hal itu. Selama ini, tidak pernah ada lelaki yang menolaknya. Tidak pernah.

Mingyu menghela nafasnya ketika ia melihat Nayeon masih tetap duduk disana. Ia pun memilih untuk bangun dari kursinya dan meninggalkan Nayeon. Kim Mingyu mungkin memang suka bermain-main dengan wanita, namun, ia tidak pernah tertarik dengan wanita yang sudah bertemu dengan soulmatenya.

Selain pasangan yang sudah ditakdirkan, setiap orang juga terlahir sebagai Dom atau Sub. Jika kamu terlahir sebagai seorang Dom, maka pasanganmu sudah dipastikan adalah seorang sub dan begitu juga sebaliknya.

Jeon Wonwoo sendiri terlahir sebagai seorang Sub. Dom dan Sub dapat dibedakan dari sifat mereka. Dom memiliki sifat yang lebih dominan dan keras sedangkan Sub akan lebih penurut dan sensitif.

Terlahir sebagai seorang Sub bukanlah hal yang dapat dibanggakan, apalagi sebagai seorang lelaki. Itu berarti ia akan didominasi oleh seorang wanita.

Wonwoo benar-benar berharap soulmatenya adalah orang yang baik-baik, tapi sepertinya, dunia memang tidak pernah berpihak padanya sejak awal. Karena pada kenyataannya, ia mendapatkan soulmate yang terburuk dari yang terburuk yang bisa ia dapatkan…

Hari itu merupakan hari dimana festival kampus sedang diadakan. Seperti biasa, Wonwoo hanya memilih untuk duduk diam dan membaca buku di perpustakaan daripada menonton pertandingan olahraga atau pertunjukan dari idol-idol yang diundang oleh kampusnya.

Saat itu, ia baru saja menyelesaikan keperluannya dikamar mandi ketika ia melihat seorang lelaki dengan tubuh yang lebih tinggi darinya berada dihadapannya. Punggungnya yang lebar itu membelakangi Wonwoo karena ia sedang mencuci tangannya. Kepalanya yang agak sedikit menunduk membuat tato yang berada di tengkuk lehernya terlihat dengan jelas.

Wonwoo membuka matanya lebar-lebar.

Orang itu memiliki tato yang sama dengan Wonwoo.

Berlian terbalik.

Memang, tato yang dimiliki Wonwoo tidak memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan orang lain, namun, ini pertama kalinya ia melihat orang dengan tato berlian terbalik seperti dirinya.

Wonwoo sangat yakin bahwa lelaki yang berada di depannya ini adalah soulmatenya.

Lelaki…. Jadi, soulmatenya adalah seorang lelaki.

Wonwoo bergeser sedikit, ia ingin melihat siapakah lelaki yang ada didepannya itu. Seperti apa wajahnya?

Wonwoo tidak tahu apakah ia harus senang atau tidak ketika ia akhirnya bertemu dengan pasangan yang sudah ditakdirkan untuknya sejak lahir. Karena ketika ia melihat wajah dari orang yang memiliki tato dengan bentuk yang sama dengannya itu, ia benar-benar merasa bahwa dunia ini sangat tidak menyayanginya.

Kim Mingyu.

Wonwoo tahu betul siapa Kim Mingyu. Kim Mingyu itu sangat populer sehingga mustahil jika ia tidak mengenal wajahnya yang bisa dibilang sering dipampang di papan pengumunan kampus. Harusnya Wonwoo senang dan bangga memiliki soulamate seperti Mingyu, orang-orang akan berperang agar dapat berada di posisi Wonwoo tetapi Wonwoo tidak menyukai kenyataan ini sedikitpun. Terutama setelah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Kim Mingyu itu playboy, suka bermain-main dengan wanita.

Wonwoo benar-benar tidak mengharapkan seorang soulmate yang seperti itu.

Instingnya menyuruhnya untuk pergi dari tempat itu sekarang juga. Ia pun mengikuti instingnya dan keluar dari kamar mandi dengan segera. Wonwoo benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia tidak yakin ia bisa hidup bersama orang seperti Kim Mingyu. Wonwoo pun memutuskan untuk memikirkannya lebih dalam dan mencoba untuk menghindari Kim Mingyu sebisa mungkin.

Disisi lain, Kim Mingyu merasa ada yang aneh dengan tatonya. Sehari setelah festival kampus itu, ia merasa tato di tekuk lehernya itu kadang terasa gatal, berdenyut bahkan perih.

"Kau sudah bertemu dengan soulmatemu" Kata Nyonya Kim sambil mengamati tato Mingyu. Kulit Mingyu terlihat kemerahan, mungkin karena Mingyuterus menggaruki tekuk lehernya itu.

"Mama yakin itu penyebabnya?" Tanya Mingyu.

"Tentu saja! Makanya kau harus banyak-banyak membaca buku pengenalan soulmate! Mama kan sudah belikan ada 3 buku lebih!"

"Aku kan tidak suka membaca ma"

"Tapi nak… apa kau pernah melakukan kesalahan atau apapun yang membuat imagemu jelek di kampus?" Pertanyaan nyonya Kim membuat Mingyu kebingungan. Kenapa ibunya tiba-tiba bertanya hal semacam itu?

"Memang kenapa ma?"

"Kau merasakan gatal dan perih di tatomu ini menandakan soulmatemu sudah melihatmu, juga melihat tatomu… tapi mengapa ia tidak melakukan apapun? Ia seharunya memperkenalkan dirinya dan meyakinkan bahwa kau adalah soulmatenya, kan? Tapi ia tidak melakukan itu, kan? Apa jangan-jangan kau memiliki image yang jelek jadi kau sebenarnya ini sudah ditolak? Soalnya kan kalau dilihat dari wajah saja kan kau ini merupakan soulmate ideal!" Nyonya kim berkata panjang lebar. Memang, ia itu banyak bicara dan suka bergosip. Hal itu juga sebenarnya menurun ke Mingyu, namun untungnya, Mingyu tidak terlalu suka bergosip.

"Tidak mungkin ma dia menolakku!" Mingyu tidak terima dengan kesimpulan yang ibunya ambil barusan. Tidak mungkin soulmatenya akan menolak Mingyu! Tidak mungkin.

Kim Mingyu bertekad untuk menemukan soulmatenya sesegera mungkin. Ia benar-benar butuh penjelasan mengapa soulmatenya itu kabur begitu saja! Apa yang ia tidak sukai dari Mingyu sehingga ia tidak menerima Mingyu seperti itu?! Namun jika dipikir-pikir lagi, rasa gatal dan perih itu muncul sehari setelah festival. Mingyu merasa terpuruk ketika ia memikirkan bahwa kemungkinan soulmatenya itu bukanlah mahasiswa dari kampusnya.

Tidak berbeda dengan Mingyu, Wonwoo juga merasakan rasa gatal dan perih pada tatonya. Tato Wonwoo sendiri berada pada pinggang bagian kanan, disamping sikutnya. Ia tahu penyebab dari rasa sakit dan gatal itu, namun ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Mingyu dalam waktu dekat.

Namun, sejauh apapun manusia berusaha, tidak akan bisa mengalahkan kuasa sang pencipta.

Wonwoo sedang berada di UKS. Ia ingin meminta jel yang dapat mengurangi rasa gatal yang ia rasakan sekarang. Tidak ada seorangpun disana, padahal biasanya Jeonghan selalu stand by di UKS jika tidak ada kelas.

Yoon Jeonghan yang merupakan mahasiswa jurusan kedokteran itu sedang melakukan magang di UKS kampus. Nilai tambahan, siapa sih yang tidak mau? Maka ketika ia ditawarkan menjadi mahasiswa magang, ia pun menerimanya.

Wonwoo sedang mengolesi jel pada tatonya ketika pintu UKS terbuka.

Tentu Wonwoo mengira itu adalah Jeonghan. Ia pun menyapa Jeonghan tanpa melihat kearahnya karena masih fokus ke tatonya sendiri. Tato Wonwoo terletak agak dibelakang, jadi agak sedikit sulit untuk melihat tatonya sendiri.

"Hey Han, aku tidak melihat Seungcheol akhir-akhir ini?" Wonwoo bertanya, masih fokus kepada tatonya.

"Aku dengar kau berantem dengannya?" Imbuh Wonwoo, namun ia masih juga tidak mendapatkan jawaban apapun.

"Hey, aku berbicara pada-" Wonwoo berhenti berbicara ketika ia melihat siapa yang sedang berada di depan pintu UKS dan juga apa yang sedang orang itu lihat.

Wonwoo segera menurunkan bajunya untuk menutupi tatonya itu.

Kim Mingyu.

Kim Mingyu sudah melihat tatonya.

Wonwoo dapat membaca wajah Mingyu yang memperlihatkan betapa kagetnya ia ketika melihat tato itu. Tentu saja ia akan kaget, Wonwoo itu seorang lelaki! Orang yang suka bermain-main dengan wanita seperti Mingyu tenetu mengharapkan wanita sebagai soulmatenya, bukanlah seorang lelaki!

"Jadi… kau kabur gara-gara ini?" Tanya Mingyu.

"Apa maksudmu?" Wonwoo bertanya kembali dengan suara yang kecil.

"Kau kabur karena tahu bahwa soulmatemu adalah seorang lelaki, begitu kan?" Jelas Mingyu sambil melangkahkan kakinya kearah Wonwoo.

"Bukan" Wonwoo menjawab dengan jujur, alasan utamanya memang bukan karena soulmatenya itu laki-laki.

"Lalu karena apa?" Mingyu sudah berada di depan Wonwoo, jarak mereka tidak lebih dari 30 cm. Mingyu pun menyadari bagaimana tubuh Wonwoo terlihat begitu kecil darinya walaupun ia hanya beberapa centi lebih pendek.

"Ugh" Wonwoo tidak tahu bagaimana ia harus menjawabnya, "Aku.. harus pergi"

"Kita harus berbicara sekarang" Wonwoo terhenti dari langkahnya ketika ia mendengar nada yang Mingyu gunakan.

Dom.

Wonwoo yakin 100% Mingyu itu adalah soulmatenya karena sekarang, Wonwoo merasa bahwa ia harus menuruti perkataan Mingyu.

Mingyu menyeringai ketika ia melihat lelaki di depannya terhenti setelah mendengar suaranya. Mingyu sendiri begitu terkejut ketika mengetahui bahwa soulmatenya adalah seorang lelaki, namun ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Pasangan yang sudah ditakdirkan untuknya adalah seorang lelaki dan tentu saja Mingyu tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menerimanya.

"Kenapa kau menghindariku?" Tanya Mingyu sebelum ia menambahkan dengan nada Domnya, "Jawab aku"

"A-" Hanya mendengar nada itu, mulut Wonwoo terbuka secara otomatis. Sub didalam dirinya benar-benar tidak bisa melawan Domnya.

"Kau.." Kau suka bermain-main dengan perempuan.

"Ya?"

"Kau…" Kau suka bermain-main dengan perempuan!

"Hmm?"

"KAU JELEK, AKU TIDAK SUKA!"

Dalam hitungan detik, Wonwoo sudah menghilang dari hadapan Mingyu.

Wonwoo kabur lagi.

"What?!" Mingyu tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Soulmatenya menolak karena ia jelek?! Kim Mingyu jelek?! Baru pertama kali ia mendengar hal tidak masuk akal seperti ini.

Kim Mingyu merasa harga dirinya diinjak-injak oleh soulmatenya, dan itu bahkan lebih sakit dan menyebalkan daripada dihina oleh musuhnya.

"Yang benar saja?!"

Dan semenjak itu… dimulailah kisah romance comedy dari pasangan Mingyu dan Wonwoo.

Apakah mereka dapat saling mencintai pada akhirnya seperti pasangan lain?

Nah, Mingyu tidak yakin.

.

.

.

.

.

Maaf kalau bahasanya jelek, ini fanfic pertama aku jadi masih belajar~ Juga, untuk chapter berikutnya bahasanya akan lebih santai karena romance comedy nya udah dimulai. Chapter ini pengenalan, jadi lebih begini deh. ahaha

Gimana gimana? Apa kalian tertarik? Berikan review untuk menunjukkan ketertarikan kalian!

See you in the next chapter~ 3