Cast ;

Jin

Rap Monster

SUGA

J-Hope

Genre ; Thriller, Horror, Phsyco, Exorcist

Disc ; All the cast is GOD's creature, but this story is my creation.

Warning ; BL, Blood content, Thyphos, Abstrack.

I Hope you guys enjo it.

Happy reading~

--[Tears Of School]--

Hari itu dimana semua dimulai. Ketika kami para audience akan dilatih untuk masuk universitas terbaik.

Malas itulah kata yang akan kita dengar saat pelajaran dimulai. Hal itu dirasakan oleh para audience diruangan yang disebut kelas.

"Lepaskan dan taruh di kotak semua barangmu yang mencolok." perintah seorang pengawas kepada seorang anak yang bernama SUGA.

"Aku sudah melepaskan semuanya! dan aku sudah menaruh semuanya!" balasnya dengan kasar.

"Huh? Begitukah?" ejek pengawas itu dan langsung menarik anting dari daun telinga SUGA.

"AAIISHH!!" teriaknya menahan sakit. Pengawas itu lekas pergi dan membiarkan SUGA menahan sakit disana.

"Setelah ini kalian akan diperkenalkan dengan teman kalian, kalian akan mendapat nomer kamar." terang pembibing dan meninggalkan kelas. Setelahnya semua audience keluar kelas dan membawa barang-barang mereka kearah kamar yang dituju.

"Kamar 103" gumam Kim Nam Joon yang berjalan kearah kamar bernomor 103 dan lekas membuka pintu kamar itu.

"Oh, ada orang lagi, Annyeong J-Hope Imnida" kata namja itu dengan ramah sembari menundukkan dirinya sekilas.

"Uhm, nde, Kim Nam Joon" katanya dengan rasa grogi.

"Nam Joon-ssi ini Jin" kata J-Hope dengan senyum manis

"Hai!" sapa orang yang dibilang namanya Jin

"Dan ini SUGA" kata J-Hope. Namja yang bernama SUGA itu melihat Nam Joon dengan sinis dan kembali memalingkan wajahnya.

Nam Joon berjalan dan membereskan barang-barangnya. Sementara membereskan barangnya ia terus saja merasakan firasat buruk.

"Para siswa diharap keruang belajar segera!" perintah sang pembimbing dari speaker.

Para siswa berjalan dengan rapih melalui lorong hingga akhirnya masuk ke ruang belajar.

"ini nomer mu" kata pengawas memberi secarik kertas dan setumpuk buku pada Nam Joon.

"Nomer 39" gumamnya dan langsung menuju ke mejanya.

"Chogiyo, Bisa aku ke toilet?" tanya J-Hope pada pembimbing.

"Kau tahu apa hukumannya?" bisik pembimbing itu pelan.

"Nde?" tanya J-Hope tidak mengerti.

"Perlihatkan tangamu!" perintah pembimbing itu. J-hope memperlihatkan kedua telapak tangannya tanpa tahu apa-apa.

PLAKK!! PLAKK!!

Kedua tangan J-Hope dipukul dengan kencangnya oleh pengawas itu. J-Hope kaget dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit.

"Kau boleh pergi" kata pengawas itu dan membiarkan J-Hope keluar ruangan.

J-hope berlari ke toilet dan memuntahkan isi perutnya. Sungguh eneg rasa ditenggorokannya. Ia segera membilas mulutnya dan menyiram bekas muntahannya itu.

"Pergilah.."

Seketika bisikan itu membuat J-Hope kaget dan mengangkat kepalanya mengarah ke kaca. Tak ada seorangpun selain dia disana.

"Nugu?" tanya J-Hope memastikan keadaan disekitarnya.

Tak ada respon dari apapun J-Hope langsung ke luar dari toilet dan berlari kencang. Memasukki ruangan belajar ia berusaha dengan keras untuk memasang ekspresi tenang dan kembali ke bangkunya.

--[Tears Of School]--

Jam belajar pun selesai dan mereka dipersiapkan untuk tidur. Dengan kejadian tadi J-hope terlihat ketakutan dan memeluk lututnya di kamar.

"Wae geure?" tanya Jin pada J-Hope yang memeluk lutunya. J-Hope tak menggubris pertanyaan Jin.

Nam Joon yang melihat Kondisi J-Hope merasa aneh dan melihat sekeliling kamar.

"Apa itu?" tanya Nam Joon yang menatap bekas paku di kamar mereka.

"Hmm? Kau tidak tahu? Dulu itu ada bunuh diri masal karena siswa disini sudah tidak tahan belajar disini" kata SUGA menjawab pertanyaan Nam Joon.

"STOP! Sudah jangan ceritakan lagi!" kata J-Hope sembari menutup telinganya.

"Aku hanya memberitahunya" kata SUGA yang kesal dengan J-Hope.

"Sudahlah J-Hope-ssi ada kami" kata Jin menenangkan J-Hope yang ketakutan. J-Hope merasa sedikit tenang namun ia masih takut.

Akhirnya semua siswa tertidur kecuali

J-Hope dan Nam Joon yang masih membuka matanya.

"Nam Joon-ssi" panggil J-Hope pelan.

"Ye?" balas Nam Joon

"Aku takut.." katanya sambil mendekatkan dirinya pada Nam Joon.

"Wae?" tanya Nam Joon yang masih bingung dan menoleh kearah J-Hope.

"Hmm.. aku mendengar bisikan 'pergilah' di toilet tadi" kata j-Hope sambil menggigit bibir bawahnya.

"Jinjja? Woah.. sungguh mengerikan" kata Nam Joon.

Ssstttt

Perlahan tangan J-Hope memegang tangan Nam Joon.

"Um..?" gumam Nam Joon yang bingung ia menoleh kearah J-Hope lagi dan mendapati J-Hope yang tertidur pulas disampingnya. Melihat keadan J-Hope ia akhirnya tenang juga dan tidur.

--[Tears Of School]--

Hari-hari telah berlalu. Pertemanan antara setiap siswa semakin dekat. Terkecuali seseorang disana yang mencoba untuk keluar dari penjara ini yaitu SUGA.

Hari ini semua siswa diharapkan keluar kamarnya dan memperlihatkan kesiapannya. Sang pembimbing tertarik pada SUGA.

"Kenapa celanamu seperti itu?" tanya pembimbing.

"Jika terlalu trening aku tidak bisa berjalan denga benar" balas SUGA. Menahan kesal pembimbing itu mendiami SUGA.

"Geu sekki" kata SUGA pelan seketika pembimbing agak menjauh darinya. Setelahnya mereka berolahraga.

"Baiklah kalian 1,2,3,4…" begitulah kata seorang guru olahraga yang diikuti semua siswanya. Sementara sang guru memerhatikan siswanya ia mendapati SUGA tidak menggerakan tubuhnya.

"Kalian ulang semua gerakan sampai semua siswa menggerakan tubuhnya!" perintah guru olahraga.

Menyadari itu dirinya, SUGA menatap sekeliling dan melihat semua siswa menatapnya dengan tatapan 'Enyahlah!' dan hal itu membuatnya gemetar takut dan menggerakan badannya.

Akhirnya mereka diizinkan istirahat setelah makan.

BRUUK!!

Seseorang sengaja menabrak SUGA

"Kalo jalan tuh hati-hati pakai matamu!" seru orang tersebut pada SUGA.

"Hah? Mwoannya? Jelas sekali kau yang sengaja menabrakku! Kau yang harusnya membuka matamu!" balas SUGA pada orang itu.

"Ya! Geu sekki!" orang itu memulai perkelahian dengan menampar wajah SUGA.

"Heh.." remehnya dan lalu membalas orang itu. Akhirnya perkelahianpun tak dapat dihindarkan.

J-hope beridiri untuk memisahkan mereka. Namun hal itu diurungkan olehnya karena Nam Joon memegang tangannya dan menyuruhnya duduk lagi.

"Wae?" tanya J-Hope.

"Jangan menjadi pahlawan untuknya, kau tak akan berharga dan kau akan terlibat" ucap Nam Joon pada J-hope. J-hope hanya diam terpaku karena apa yang dikatakan Nam Joon.

Tak lama kemudian seorang pria datang dan memisahkan mereka dan seketika itu juga pembimbing datang dan membawa mereka ber 3 entah kemana.

--[Tears Of School]--

Setelah kejadian itu 3 hari sudah SUGA dan 2 orang yang lain tak terlihat.

"Aku takut Jin, kenapa SUGA belum juga terlihat? Atau SUGA itu dikeluarkan?" tanya J-hope yang khawatir tentang SUGA.

"Dia akan baik-baik saja" kata Jin sambil mengeluarkan beberapa botol pil obat.

"Apa itu?" tanya J-hope yang penasaran.

"Ini obatku, yang merah untuk pusing, yang putih untuk diare dan yang hijau untuk menenangkan diri" kata Jin dengan mengecilkan volume suaranya ketika dikalimat akhir.

"Eumm.." gumam J-hope dan mengangguk seakan dia mengerti. Nam Joon yang sedari tadi mendengarkan hanya diam tetapi ia memperhatikan gerak-gerik Jin.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Appa! Sirheo!"