Chapter 3

Hari terus berlalu dan kini hampir memasukki ujian akhir.

"Jin-ssi kau terlihat kurang baik" tegur J-Hope yang khawatir melihat Jin yang semakin pucat.

"tidak apa aku hanya perlu meminum obatku saja" balas Jin yang setengah lemas.

Sejak ujian yang mereka lalui Jin memang turun drastis nilainya dan selalu meminum obat-obatan yang ia bawa.

--[ Tears Of School]--

Akhirnya ujian semester 2 pun dilalui semua siswa. Terpampang disana bahwa nilai J-hope diurutan ke-2 dan Nam Joon pertama, sedangkan Jin tertinggal jauh diurutan 55.

"kenapa paku itu semakin mendekat seakan ingin jatuh dari sana?" gumam Jin yang terdengar oleh kedua rekannya.

"Nde?" J-Hope terjungkit kaget dan panik seketika.

"Jin-ssi itu tidak akan jatuh, paku itu tertancap kuat" jelas Nam Joon santai.

"hahaha…" tiba-tiba saja Jin tertawa.

"wae geure? Kau masih disana? Mengapa kau tak bilang?" ia seperti diajak bicara oleh seseorang. Melihat keadaan itu Nam Joon dan J-hope agak menjauh dari Jin.

--[Tears Of School]--

Seperti dihari biasa dimana siswa lain menjalani harinya seperti biasa, Jin seperti berteman dengan seseorang.

Pagi hari sesaat mereka ingin melaksanakan kegiatan olahraga, semua berbaris seperti biasanya di depan kamar mereka.

Disana semua siswa terlihat rapih terkecuali Jin yang celananya bermodel seperti SUGA. Tidak sengaja melihat Jin yang seperti itu, pembimbing menghampirinya.

"apa ini?" tanyanya sembari menunjuk celana Jin dengan penggaris yang ia pegang.

"SUGA memberitahuku kalau celana training itu bisa membuatku terjatuh" jawab Jin sambil sedikit terkekeh remeh. Mendengar jawaban itu pengawas seperti kaget dan langsung menyuruh semua siswa untuk berolahrga.

"Gawat kepala sekolah! Salah satu siswa memberitahuku ia melihat SUGA!." Pembimbing langsung memberitahu kepala sekolah apa yang terjadi.

"apa? SUGA? Dia bunuh diri bukan? Mengapa bisa? Panggil ia keruangan ku segera!!" perintah sekolah yang panic karena berita tersebut.

Akhirnya pembimbing memanggil Jin untuk keruang kepala sekolah.

"Jin-ssi mengapa nilai mu menurun drastis?" pertanyaan pembuka dari kepala sekolah

"aku merasa tidak enak badan, aku sudah meminum obat ku tapi tetap saja aku tidak bisa membaik" jawab Jin.

"dan tolonglah kepala sekoah usir SUGA dariku ia selalu mengajakku ke hal yang buruk." lanjut Jin.

"ba-baiklah kau akan ku antarkan ke ruang pengobatan agar kau bisa disembuhkan dan aku akan berusaha mengusir SUGA" gugup kepala sekolah yang benar-benar takut.

"Nde" akhirnya Jin pun keluar ruangan dan mesuk ke ruang pengobatan.

"bagaimana ini? SUGA telah mati bunuh diri mengapa anak itu?..." pnik semua kariyawan dan para staff lainnya.

Sementara diruangan lain dimana Jin di suntik dan dipaksa untuk meminum obat.

"nde, gamshamnida" ucap Jin setelah ia meminum obat dan disuntik. Ia berlari kencang kearah toilet dan memuntahkan isi perutnya.

"obat apa ini?" tanya Jin pada dirinya.

"mereka akan membunuhmu perlahan-lahan Jin-ssi" bisik suara SUGA. Perlahan Jin menengok kearah kirinya dan melihat SUGA tersenyum padanya.

"kau harus melawan mereka jika tidak kau akan berakhir sepertiku, seperti kami." ucap SUGA dari sana dan menghilang begitu saja. Jin yang tak sadar dengan apa yang terjadi langsung berjalan terkoyoh-koyoh kearah kamarnya.

"Jin-ssi you're back!" seru J-hope yang senang melihat Jin kembali kekamar mereka.

"kau tidak apa?" tanya Nam Joon dengan wajahnya yang biasa.

"kita harus pergi dari sini!" ucap Jin

"Wae??" tanya J-hope

"kau tidak akan mengerti! Kau mengambil peringkatku!" Jin langsung mendorong j-hope yang ada di dekatanya.

"YA! Jin-ssi! Berhenti!" teriak Nam Joon yang memisahkan Jin dari J-Hope.

"Apa yang kau lakukan hah!?" tanya Nam jon yang panic

"eh.." Jin kesal dan langsung berdiri.

"Jin-ssi mugkin aku bisa membantumu, ini ambil saja catatan ku dan kau bisa belajar darinya" kata J-hope. Dengan cepat Jin mengambil buku itu dari J-hope dan langsung membacanya. J-hope dan Nam Joon tak habis fikir mengapa ia seperti itu.

--[Tears Of School]--

Sudah lama Jin harus melewati proses pengobatan

"Jin-ssi kau harus meminum obat ini!" seru perawat pada Jin

"Shireo! Setiap kali aku meminum obat ini aku selalu muntah dan tidak bisa tidur! Apa kalian ingin membunuhku perlahan hah!?" bentak Jin pada perawat itu.

Tanpa kata lagi perawat memaksa Jin untuk meminum obat itu dan menyuntiknya.

--[Tears Of School]--

Sekarang hanya tinggal satu hari sebelum ujian dilaksanakan. Semua siswa mempersiapkan dirinya untuk pulang sekaligus menjalani ujian yang berat itu.

"Hueeekkk!!" Jin memuntahkan isi perutnya di toilet.

"Jin-ssi kau akan gagal, buatlah yang lain gagal juga! Kau tak boleh gagal sendiri!" bisik SUGA dikuping Jin

"ya.. kau benar" dengan lekas Jin mengambil Pisau dari kantin dan bergegas ke ruang pembimbing.

Tok.. Tokk

Pintu ruang pembimbing.

"Jin-ssi? Wae?" tanya pembimbing dengan secepat kilat Jin menusuk perut pembimbing dan menariknya kembali. Darah dari perut pembimbing tak berhenti dan berceceran di lantai.

"haha.. sakit bukan? Itu lah yang kurasakan setiap hari.. aku benar bukan SUGA-ssi?" tanya Jin yang sepertinya hanya dia sendiri disana dengan tubuh pembiming yang sudah tak bernyawa.

Jin pun mendatangi ruang staff yang lain dan mencabik-cabik tubuh mereka. Sekarang tubuhnya berlumuran darah.

"AAAAAAA!!!!"