Dormitory / Asrama / Apartemen / atau terserah preferensi masing-masing aja deh mau nyebut apa. Pokoknya latarnya di situ.

SC: "Gyu, lo ada order dari papa (Pledis)."

MG: "Sumpeh lo? Tau dari mana?"

SC: "Manajer. Tadi."

MG: "Napa gak langsung sampein ke gue? Napa mesti ke lo dulu coba?"

SC: "Soalnya gue leader."

MG: "Ya terus napa?"

SC: "Pikirin aja ndiri."

MG: "Serah lo deh. Bodo amat. Yang gue penasaran, ordernya order apaan?"

SC: "Lo dapet project duet."

MG: "Wah. Macem Woohyun ama Key sunbaenim yang jadi Toheart itu ya? Jadi gue bakal bikin mini album terus bikin MV khusus?"

SC: "Gak sejauh itu. Lo cuma diminta buat nampilin fanservice. Nge-cover Trouble Maker."

MG: "Seriusan?! Gila. Itu kan hot banget. Jadi gue bakal duet ama siapa? Kaeun noona? Nayoung noona? Sohye? Atau siapa?"

SC: "Mau banget lo? Sayangnya lo harus tampil ama member grup sendiri." *ngakak*

MG: "What?! Sialan! Ama siapa emangnya?"

SC: "Sama kakak kesayangan lo."

MG: "Wonwoo hyung?"

SC: "Lo gak perlu nanya lagi. Dan gue gak perlu jawab lagi."

MG: "Idih. Geli banget. Napa mesti ama dia sih? Kebersamaan gue ama dia bukan buat dijadiin project beginian!"

SC: "Ya salah sendiri napa paling deket ama si Wonwoo. Kalian tuh udah kayak sodara. Cuma beda ibu. Terus papa sengaja kali masangin lo-nya ama dia. Biar dapet banget kemistrinya."

MG: "Halah. Kemistri gaya lo."

SC: "Bodo ah. Bukan urusan gue juga."

MG: "Terus napa harus gue yang dipilih?"

SC: "Soalnya lo visual. Pasti paling diminati."

MG: "Jadi ntar Wonwoo hyung bakal crossdressing jadi cewek seksi macem Hyuna noona, gitu?"

SC: "Ya iyalah. Masa crossdressing jadi cewek polos macem Lovelyz. Itu mah Trouble Maker-nya tobat."

MG: "Gue gak bisa bayangin Wonwoo hyung pake make up tebel, rambut palsu panjang, payudara palsu, sama high heels. Serem anjir. Ketimbang dapet kemistri, gimana kalo pas tampil gue malah ngakak? Tar dia murka, abis lah gue. Tau sendiri kan tuh orang kalo udah ngambek kayak gimana? Gue bisa didiemin, dikasih tampang datar selama berhari-hari."

SC: "Gak usah takut. Sekarang kan teknik make up makin keren. Dia bakal jadi cantik. Bukan serem. Lo bakal serasa duet ama Seulgi noona ntar."

MG: "Awas aja kalo lo boong hyung."

SC: "Kalo gue boong, gue sumpahin lo berdua jadian."

MG: "Buset. Sumpah macem apa itu? Lo yang boong, gue yang disumpahin. Sama aja gue yang rugi."

SC: "Ya udahlah buruan bikin keputusan. Mau gue konfirmasi nih."

MG: "Dari tadi kita ngobrol seolah-olah gue emang wajib jalanin ini project. Ternyata gue boleh nolak toh." -_-

SC: "Ya gak gitu juga. Rejeki mah jangan ditolak."

MG: "Lo pikir duet beginian ama sesama cowok tuh rejeki? Rejeki gigi lo."

SC: "Bukan. Maksud gue, honornya itu loh yang rejeki. Gede banget. Lumayan lah buat traktir anak sebong."

MG: "Lah. Enak di lo pada. Gue yang kerja, cari duit. Kalian cuma GABUT. Alias makan Gaji BUTa."

SC: "Salah sendiri napa ganteng."

MG: "Semua member juga ganteng keles."

SC: "Ya lo paling ganteng."

MG: "Serah lo deh."

SC: "Oke. Gue konfirm sekarang ya."

MG: "Wonwoo hyung udah bersedia?"

SC: "Udah."

MG: "Gimana tadi reaksi dia dapet order kayak gini?"

SC: "Ya gitu deh."

MG: "Gitu gimana?"

SC: "Tebak aja sendiri. Udah ah. Gue mau konfirm nih."

Beberapa lama kemudian SCoups terlihat sedang memegang belasan lembar kertas yang dipadati dengan tulisan cetakan.

SC: "Liat nih. Fanfiction hasil sortir. Pemeran utamanya lo."

MG: "Udah biasa. Jadi sekarang gue dipasangin ama siapa? Tzuyu? Roa? Mijoo? Atau siapa?"

SC: "Ini ff boyxboy. Menjurus ke yaoi malah."

MG: "Dih. Apaan tuh? Maho?"

SC: "Bukan."

MG: "Terus apaan dong?"

SC: "Homo."

MG: "Lah apa bedanya pea." -_-

SC: "Gak ada bedanya."

MG: "Kampret."

SC: "Hahaha. Mpos lo dibikin homo."

MG: "Ngeri." :']

SC: "Ember. Terima ajalah. Namanya juga idol. Lo nggak sendiri. Gue juga sama, suka dibikin homo."

MG: "Apa bedanya boyxboy ama yaoi emang?"

SC: "Kalo boyxboy mah homo biasa-"

MG: "Jadi kalo yaoi, homo luar biasa?"

SC: "Gue belom beres ngomong bngst."

MG: "Ya udah terusin."

SC: "Yaoi tuh ada adegan hot-nya."

MG: "Ya sama aja kan. Homo luar biasa. Luar biasa geli." :']

SC: "Boleh lah."

MG: "Terus?"

SC: "Gue udah baca ini ff."

MG: "Jadi di situ gue dipasangin ama siapa?"

SC: "Si 'kesayangan'."

MG: "Siapa sih? Yang jelas dong kalo ngomong." -_-

SC: "Pasangan duet lo."

MG: *nelen ludah* "Kayak gimana isi ceritanya?"

SC: "Baca aja sendiri."

MG: "Judulnya?"

SC: *teriak manggil Joshua* "Josh! Sini lo!"

JS: *nyamperin* "Iya sayang ada apa?"

SC: "Siapa elo manggilnya pake sayang-sayangan." -_-

MG: *dalem batin* Mulai deh ngedrama -_-

JS: "Ye kan gue member kesayangan lo masbro."

SC: "Idih. Sejak kapan? Member kesayangan gue mah bukan elo."

JS: "Lah terus siapa dong?"

SC: "Mau tau banget?"

JS: "Nggak."

SC: "Ya udah."

JS: "Ya udah gue cabut."

SC: "Eeehhh tar dulu. Jangan gitu dong member gue yang paling gentleman."

JS: "Oke. Ada apa lo manggil gue?"

SC: "Tolong bacain ini. Gue gak bisa."

JS: "Ini toh. Lo yakin mau ngasih liat ini ke si item?"

MG: "Gak usah manggil item juga mas." -_-

SC: "Ya emang napa? Gue kira dia berhak baca."

MG: *nanya Joshua* "Hyung, lo udah baca?"

JS: "Udah lah. Semua member udah baca. Lo ama si Wonwoo doang yang kagak tau ff ini."

SC: "Buruan bacain judulnya."

JS: "Iye iye. Nih. Judulnya tuh, 'The Subservience of Unmurmured Colleteral'."

MG: "Judulnya udah kayak anu gue ya."

JS: "Emang anu lo kenapa?"

MG: "Kebalikan pendek."

JS: "Tabok tidak ya."

SC: "Nah itu judulnya Gyu. The bla bla bla ya itu lah pokoknya."

JS: "Kalo dipikir-pikir kok gue napa mesti bacain ini segala sih? Padahal tinggal liatin aja tulisannya ke si Mingyu." -_-

SC: "Eh iya ya bener juga. Kok gue tumben bego ya?"

JS: "Efek rumah kaca kali."

SC: "Hah? Apa hubungannya?"

JS: "Kagak ada."

SC: "Ya udah lo katanya mau cabut kan? Sana."

JS: "Parah lo. Ada butuhnya doang. Bilang makasih kek."

SC: "Iya makasih sayang."

JS: "Gak usah manggil gitu kalo gue bukan member kesayangan lo."

SC: "Emang bukan."

JS: "Serah lo deh." *pergi dengan perasaan kzl*

MG: "Itu judul artinya apa?"

SC: "'Kepatuhan Jaminan Yang Tak Terbisikkan'. Kata si Enon kemaren sih gitu."

MG: "Itu judul kagak ngasih clue sama sekali." :']

SC: "Gue gak nyangka kalo kedekatan lo ama si Wonwoo bakal ngedatengin ff ini."

MG: "Ya udah mana sini. Gue mau baca."

SC: "Tapi lo harus nyiapin mental dulu."

MG: "Iya iya. Yaoi kan? Homo luar biasa."

SC: "Bukan cuma itu."

MG: "Apa lagi emangnya? Masalah genre? Genrenya apa?"

SC: "Crime. Tapi bukan itu sih masalah utamanya."

MG: "Terus apa dong? Terus aja bikin gue penasaran ampe project Trouble Maker diserahin ke anak cucu lo." -_-

SC: "Tipenya itu loh."

MG: "Apa?" *gemes*

SC: "MPREG."

MG: "Apa lagi tuh MPREG?" :']

SC: "Male pregnancy."

MG: "Maksudnya?"

SC: "Kehamilan pada laki-laki."

MG: "Jadi di ff ini gue hamil?!"

SC: "Emang lo mau kalo lo isi?"

MG: "Ya nggak lah amit amit. Gak mau baca ah."

SC: "Tenang aja. Bukan lo kok yang hamil. Tapi dia."

MG: "Dia siapa?"

SC: "Ya emang di situ lo dipasangin ama siapa bngst."

MG: "Oh." ._.

Scoups pergi dengan tujuan supaya Mingyu bisa membaca dan berekspresi dengan bebas.

Mingyu lalu membaca fanfiction itu. Dengan benar-benar serius. Sebentar-sebentar ia tersenyum, mengerutkan kening, merinding, tertawa, dan berbagai ekspresi lainnya.

Beberapa lama kemudian SCoups datang kembali.

SC: "Gimana?"

MG: "Lumayan suka. Tapi di ff ini gue nyebelin banget masa."

SC: "Kayaknya bukan cuma di ff doang deh."

MG: "Sialan lo."

SC: "Terus gimana lagi?"

MG: "Di sini gue juga pernah… ah udahlah. Liar banget imajinasi si penulisnya."

SC: "Jadi lo udah baca ampe mana?"

MG: "Chapter 5."

SC: "Cepet amat." ._.

MG: "Kalo udah update lanjutannya tar kasih gue ya!"

SC: "Tiati lo ntar baper, malah suka beneran ama orangnya. Hahaha."

MG: "Kampret."

SC: "Apalagi mulai sekarang momen kalian bakal makin banyak, soalnya bakal lebih sering latian duet bareng."

Di sisi Wonwoo. Ia sedang berada di salah satu tempat nongkrong di dalam gedung agensi, bersama Minhyun yang sedang menulis lirik lagu.

MH: "Cieee yang dapet project duet bareng member terganteng SVT."

WW: "Lo kok tau sih?"

MH: "Warga sekampung Pledis juga udah tau. Berita yang gitu mah nyebarnya cepet banget ke seisi agensi."

WW: "Terus udah bocor ke luar juga?"

MH: "Gak tau. Mau bocor sekarang apa nggak, suatu saat juga dunia bakal tau. Papa kan kalo ngekonfirmasi berita suka gercep."

WW: "Iya sih."

MH: "Jadi gimana perasaan lo sekarang?"

WW: "Tau ah."

MH: "Yeee ditanya baik-baik juga. Jawabnya gitu amat."

WW: "Ya terus lo pengen gue jawab apa?"

MH: "Apa adanya."

WW: "Yang paling jelas ya takut."

MH: "Takut apa emangnya?"

WW: "Ya lo tau sendiri kan gue bakal jadi Hyuna noona. Crossdressing brooo."

MH: "Udahlah. Gue percaya ama lo. Lo tuh idol profesional. Si Ren aja pernah nge-cover Minah noona buat dance 'Something' bareng Minhyuk, Hongbin, ama Seungjin sunbaenim. Lo juga pasti bisa!"

WW: "Makasih hyung. Ntar bilangin ke Minki hyung kalo dia pas jadi cewek tuh mantap jiwa!"

.

Suatu sore. Beberapa jam setelah Mingyu dan Wonwoo selesai latihan. Tidak sengaja Mingyu melihat Wonwoo sedang mengobrol dengan asik bersama Sohye di sebuah kafe. Mingyu memutuskan untuk mengintip, namun ia tidak bisa mendengar apapun yang mereka berdua bicarakan. Sebenarnya Mingyu merasa kesal. Karena Mingyu sedang PDKT dengan Sohye. Tapi sekarang gadis itu malah sedang berduaan dengan laki-laki yang katanya dekat dengan Mingyu?

Akhirnya ia memutuskan untuk pergi, dan berniat untuk merahasiakan bahwa ia pernah memergoki mereka. Dan berniat untuk tidak menanyakan apapun pada kedua orang itu.

Beberapa hari kemudian. Latihan lagi. Wajah Mingyu terlihat malas, bahkan hanya untuk melihat Wonwoo. Tapi Wonwoo yang tidak begitu peka, tidak merasakan perubahan sikap Mingyu padanya.

Setelah latihan selesai, Wonwoo mengajak Mingyu untuk kembali ke dorm bersama-sama. Namun Mingyu menolak dengan alasan masih ada urusan lain. Dan tanpa bertanya lebih jauh, Wonwoo akhirnya pergi tanpa Mingyu.

Mingyu menghubungi Sohye melalui telepon genggam.

SH: "Halo oppa."

MG: "Halo. Sibuk?"

SH: "Gak juga. Kenapa?"

MG: "Kim Sohye. Kita gak usah berhubungan lagi ya."

SH: "Apa?! Maksud lo apa sih?"

MG: "Gak usah pura-pura bego deh."

SH: "Gue beneran gak tau di mana letak kesalahan gue."

MG: "Lo kira gue selama ini gak tau kalo lo deket ama orang laen? Dan gue ngeliat kalian tuh bukan cuma sekali dua kali. Tapi sering. Ngakunya aja lo gak lagi deket siapa-siapa. Biar bisa tetep deket ama gue, tapi hubungan lo ama orang itu juga tetep jalan. Iya kan? Apa itu semua udah jelas?"

SH: "Orang laen siapa sih?"

MG: "Udahlah. Gue gak mau tau lagi."

SH: "Dasar PHP lo!"

MG: "Lo, gue, gak usah deketan lagi. Bhai!"

.

Di tempat latihan.

WW: "Lo napa akhir–akhir ini keliatan kusut banget? Punya masalah? Cerita aja. Kayak biasa."

MG: "Nggak."

WW: "Gak usah ada rahasia di antara kita."

MG: "Oke hyung. Kalo lo maksa."

WW: "Gue bakal denger baik-baik."

MG: "Emang harusnya begitu."

WW: "Maksud lo?"

MG: "Soalnya ini tentang lo."

WW: "Gue? Gue yang bikin lo badmood? Napa? Lo gak suka ama project ini? Jangan nyerah gitu dong. Kita kan baru satu kali perform di Mnet. Sama satu kali di KBS."

MG: "Gue bilang ini tentang lo. Bukan tentang project."

WW: "Gue kenapa?"

MG: "Deket ama gebetan gue."

WW: "Hah?"

MG: "Lo punya dendam apa sih ama gue? Jangan-jangan lo ya yang gak suka ama project ini? Karena lo harus didandanin jadi cewek? Tapi jadi dendamnya ama gue. Karena bukan gue yang dijadiin cewek."

WW: "Eh lo gak usah ya nuduh-nuduh gue sembarangan. Gue udah berusaha selama ini. Meskipun gue pengen nolak, tapi tetep gue lakuin dengan tulus. Terus sekarang apa yang gue dapetin dari semua jerih payah gue? Cuma tuduhan yang gak ngeenakin dari mulut partner duet gue sendiri?"

MG: "Terus kalo gitu napa lo mesti gangguin hubungan gue ama Sohye?"

WW: "Lo salah paham. Gue-"

MG: "Diem lo. Gak usah jelasin apa-apa." *pergi*

.

SC: "Nih lanjutan ff Meanie (Mingyu X Beanie) yang lo tunggu. Lo bener-bener harus baca ini. Ekstrim banget."

MG: "Males ah. Ceritain aja inti ceritanya."

SC: "Adegan naena kalian akhirnya ditampilin."

MG: "Najes!"

SC: "Udah gitu setelah ngelewatin beberapa scene, akhirnya dia lahiran."

MG: "Mendingan gue ama dia pisah aja lah."

SC: "Napa? Kalian kan saling mencintai. Kalian bahkan sampe-"

MG: "Bukan, hyung. Bukan ff itu. Maksud gue, serius! Di kehidupan nyata ini. Gue gak sudi ketemu ama orang itu lagi."

SC: "Kalian deket dari dulu. Udah berapa taun tuh? Kalian berantem juga udah gak keitung berapa kali. Sekarang, masalah kalian apa lagi?"

Mingyu lalu menceritakan semuanya.

SC: "Lo harus dengerin dulu penjelasa dia. Daripada kalian musuhan terus."

MG: "Gue juga gak mau benci ama siapa-siapa. Dunia berasa sempit. Mana ama dia tinggal seatap lagi. Sering ketemu."

SC: "Tuh kan. Makanya. Buruan ah beresin masalah kalian."

.

WW: "Gak perlu penjelasan yang panjang sih. Intinya, gue suka ama lo Gyu."

MG: "Yang bener?"

WW: "Beneran. Makanya gue deketin Sohye. Biar gue bisa berteman baik ama dia, dan gak benci ama dia meskipun suatu hari lo bakal jadian ama tuh cewek."

MG: "Kok gue masih gak percaya ya ama apa yang gue denger. Lo baper apa gimana? Kok bisa suka ama gue?"

WW: "Gue gak boong. Kalo gue boong, gue sumpahin lo jadian ama gue sekarang juga."

MG: "Itu mah maunya elo."

WW: "Jelas."

MG: "Oke. Gue percaya. Sorry udah salah paham."

WW: "Gapapa. Gue ngerti kok ama perasaan lo. Kalo gue ada di posisi lo, gue juga pasti bakal lakuin hal yang sama."

MG: "Ya udah. Berarti masalah udah clear."

WW: "Siapa bilang?"

MG: "Loh. Gue kan udah minta maaf. Lo juga udah maafin gue. Sekarang apa lagi?"

WW: "Lo mau pura-pura kalo gue gak pernah nyatain perasaan gue ke lo, terus lo gak ngasih jawaban?"

MG: "Jadi lo butuh jawaban?"

WW: "Jawab aja napa."

MG: "Gak tau deh hyung. Perasaan gue jadi gak menentu gini."

WW: "Oke. Ntar biar gue jelasin ama si Sohye deh. Biar dia gak ngambek lagi ama lo. Jadi kalian bisa PDKT lagi. Bahkan ampe jadian."

MG: "Kok lo ngomongnya gitu sih?"

WW: "Lo kan udah jawab. Jadi ya… udah."

MG: "Tapi kan jawaban gue belom jelas."

WW: "Iya sih. Tapi menurut lo, apa gue bisa ngarepin sesuatu yang ngebahagiain dari lo?"

MG: "Gue salut ama lo. Suka ama gue, tapi baikin gebetan gue dengan tujuan biar lo gak benci ama dia. Terus ketulusan dan usaha lo di project duet kita. Semua itu bikin gue terkesan."

WW: "Jadi?"

MG: "Lo tuh… tipe yang gue cari selama ini. Kayaknya bukan kesalahan deh kalo gue memulai hubungan yang lebih ama lo. Lebih dari sekedar temenan deket."

WW: "Lo masih ragu?"

MG: "Kita jalanin dulu aja."

WW: "Si Sohye gimana?"

MG: "Ntar gue mau minta maaf ama dia. Tapi ya… itu. Gue ama dia gak bakal lanjut PDKT lagi. Soalnya gue kan udah ama lo." :]

.

SC: "Nih lanjutan ff-nya."

MG: "Mana sini."

SC: "Yang abis baikan semangat amat."

Selanjutnya, Mingyu membacanya dengan serius.

SC: "Gimana?"

MG: "Apa banget dah. Gue makin gak suka ama karakter gue sendiri." :[

SC: "Ya udah sih. Mau gimana juga lo udah baca ampe tamat."

MG: "Mau lagi dong."

SC: "Apaan?"

MG: "Baca ff maho."

SC: "Mau baca ff JeongCheol? Atau CheolSoo?"

MG: "Kagak!"

SC: "Biasa aja keles jawabnya. Gak usah lebay. Emang napa sih?" -_-

MG: "Ya gak mau aja."

SC: "Ya terus lo maunya yang gimana?"

MG: "Gue yang jadi pemeran utamanya lah."

SC: "Ada nih. Masih dari penulis yang sama."

MG: "Gue ama siapa?"

SC: "Sama. Tetep ama Wonwoo. Penulisnya emang ngeship ama kalian."

MG: "Judulnya apa?"

SC: "Nih baca aja sendiri."

MG: "'The Grave Watchman Phantom'. Artinya apa?"

SC: "Joshua bilang sih, Hantu Penunggu Kuburan."

MG: "Anjir. Kok serem ya?"

SC: "Ya gitu deh. Horror-horror gak jelas."

MG: "Emang siapa yang jadi hantunya?"

SC: "Baca aja sendiri pea. Jangan nanya-nanya spoiler lagi. Gak seru ntar."

MG: "Sebelum gue baca yg horror itu, Wonwoo hyung udah baca ff yang MPREG ini belom?"

SC: "Belom sih. Gue mau kasih liat dia lupa mulu. Tar ama lo sendiri aja ya tunjukin ff-nya ke dia."

MG: "Oke. Eh, ada gak ff yang gue dipasangin ama member laen? Ama The8 misalnya."

SC: "Ada kok. Tapi penulisnya aneh." -_-

MG: "Aneh gimana?"

SC: "Jadi sebenernya yang jadi pemeran utama tuh Dino ama Chenle. Tapi lo ama Minghao cukup sering muncul gitu."

MG: "Kok si Dino bisa dipasangin ama anak NCT sih?"

SC: "Ya mana gue tau. Gue bilang juga apa? Penulisnya aneh." -_-

MG: "Kalo gitu gue cukup jadi Meanie shipper aja deh."

WW: "Boleh ikutan ngeship Meanie?"

MG: "Aduh kamu ngagetin aja deh. Sejak kapan ada di sebelah aku?"

SC: "Cieee ngomongnya 'aku' 'kamu'. Kalian baikannya kebablasan ya?" :v

MG: "Berisik lo." -_-

WW: "Itu ff Meanie MPREG kan? Mana coba sini aku mau baca."

MG: "Boleh. Tapi siapin mental ya."

WW: "Emang napa?"

MG: "Udah pernah bayangin kalo kamu isi?"

.

.

.

F I N

.

Ini cuma selingan. Aku masih skripsian, oke? Dan ff yg lain bakal segera aku lanjut setelah aku beres sidang.

Maaf ff ama judul gak nyambung. Emang sengaja.

Sekian.

Terima kasih.