pada suatu pagi yang cerah, terlihat seorang anak yang menangis sendirian di sebuah bangku taman yang berada di pojokan taman tersebut. anak tersebut berciri-ciri berambut tai (*buagh* author di tampol) *ehem* maksud saya berambut kuning dan memiliki tiga whisker di kedua pipinya, anak terus menangis sampai ada seorang kakek yang menghampirinya "hoy gaki sampai kapan kau menangis ini sudah sore"

"tidak tau"

kakek itu menghembuskan nafas "hah baiklah kalau kau tidak mau menceritakan kenapa kau di buang orang tua mu"

"eh"

"bagaimana kakek tau"

"cuma menebak"

gubrak!!! "kampret"

"hahahahah...santai santai... oke langsung saja apakah kau mau ikut dengan ku untuk merubah dunia yang kejam ini"

"merubah dunia ya kedengaran menarik baiklah"

"dasar nak-kanak childern cuma mau yang menarik"gumam kakek itu

"baiklah kalu begitu ikut aku naruto"

"bagaimana kakek tau nama ku"

"menebak"

twitch "kampret"

"ayo"

"ah iya"

"ngomong-ngomong nama kakek siapa"

"altair"

"malganya" ucap naruto di cadel plus di imut-imut kan

"hoek...jangan rubah suaramu lagi dan margaku ibn la'ahad"