"Uva, Kazari, Gamel, Mezool, Ankh, Gara, Nobunaga. Terima kasih untuk semuanya" Satu demi satu kumasukkan Core Medal itu pada slot yang tersedia di kepala sabuk OOO Driver milikku. "Kali ini, tak akan kubiarkan pengorbanan kalian sia-sia!"

...
"Super, Super, Super! Super Taka, Super Tora, Super Batta: Su~per Tatoba, Ta-To-Ba! Super!"...

Bersamaan dengan menyatunya hologram-hologram beragam warna itu ketubuhku, Body armor Merah-Kuning-Hijau muncul membaluti tubuhku. Dipersenjatai dengan 3 buah cakar melintang di masing-masing tanganku. Kuhadapkan diriku pada musuh yang sedari tadi menunggu kesiapanku. "Aku siap seperti yang kau minta, Giru!"

"kalau begitu kita mulai saja, King!" Giru mengambil posisi. Dengan begitu, kamipun bersiap untuk memenuhi takdir kami hari ini. Menjadi King yang sudah ditentukan sejak 800 Tahun yang lalu.

Dengan kekuatan memanipulasi waktu, aku melesat kearah Giru sembari melayangkan beberapa serangan kilat. Giru menangkisnya. Kami kemudian melanjutkan pertarungan dalam kecepatan tinggi yang tak akan mampu dilihat oleh mata manusia. Saling pukul, cakar, tendang, tangkis dan hadang. Kemampuan dari Medal Super-Taka yang membuatku bisa melihatku pergerakan Giru dengan begitu jelas membuatku sedikit lebih unggul.

"Kena". Melihat ada celah, kutebaskan Kaki kananku yang telah diperkuat dengan pelontar kearah rusuk Greeed Dinosaurus itu. Giru pun kena dan terlempar menghantam dinding hingga roboh. Namun dengan cepat ia kembali bangkit dan menembakkan beberapa bola energi kearahku.

Super-Tora!
Cakar ditanganku bereaksi. Satu persatu bola energi itu kutebas dengan cakarku dan meledak. Giru terus menembakkannya. Tapi tak kusangka ternyata serangan ini hanyalah umpan. Disela serangan terakhirnya, Giru terbang dan menyambarkau dengan cepat. Giliranku pula yang terpental dan jatuh mencium tanah.

Giru kembali terbang kearah ku. Sekuat tenaga aku paksakan diriku berdiri dan menghindar. Namun Giru kembali menembakkan bola-bola energi miliknya kearahku. Aku kena, salah satu bola energi itu meledak mengenai helm bagian kiriku dan langsung membuyarkan penglihatanku. Bisa kurasakan ada darah yang tengah mengalir menuruni kepalaku dibalik helm ini.

Giru mendarat, kali ini ia memilih untuk menyerangku dengan serangan jarak dekat. Sayangnya hal itu bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan. Dengan cakar Tora yang kembali bereaksi, aku melesat kearahnya dan kuhadiahkan beberapa tebasan kuat di dadanya Giru. Belum selesai, dengan Kaki Batta yang juga ikut bereaksi ku hantamkan sebuah tendangan keras mengenai rusuknya. Giru terlempar, sementara aku terpaksa berlutut karna kepalaku yang mulai terasa sakit.

Sisi kiri dari Helm Taka yang tadi terkena serangan retak. Disisi lain, Cell medal pun mulai berjatuhan dari tubuh Giru. Inikah kekuatan dari Core Medal masa depan? Hanya dalam pertarungan sesaat saja kami berdua sudah saling babak belur. Kekuatan kami benar-benar imbang. Bahkan setelah menelan Core medal dari 7 Greeed Sekalipun, aku hanya bisa mengimbangi kekuatan Giru.

Kami berdua kembali bangkit dengan sisa tenagan yang kami punya, bersiap pada posisi masing-masing. Giru memaksa habis-habisan keluar seluruh kekuatannya. Sedangkan aku mengambil Scanner yang ada disamping sabukku dan melakukan Scanning Charge. Tubuh Giru bercahaya ungu, sementara tubuhku bercahaya sesuai dengan bagian warnanya. Kupusatku seluruh kekuatan pada kedua cakar ditanganku. Giru pun mengambil ancang-ancang untuk mengeluarkan Bola Energi terdahsyat miliknya.

"Inilah akhirnya"
Giru menembakkan Bola Energi ungu itu kearahku. Akupun berlari kearahnya dan menebas bola energi itu dengan cakar ditangan kiriku hingga hancur bersamaan dengan hancurnya cakar sebelah kiriku itu. Kini hanya Cakar ditangan kananku saja yang tersisa. Giru pun tak bisa lagi melakukan perlawanan. Dan pada akhirnya, cakarku menembus tubuhnya. Mengoyak raganya.

Kutarik keluar cakarku dari tubuhnya. Giru pun tumbang. 7 Core medal Ungu keluar dari tubuhnya lalu masuk kedalam tubuhku. Kini semuanya berakhir. Akupun langsung kembali kewujud manusiaku dengan luka hampir sekujur tubuhku. "Si-sial, Armor itu tak banyak membantu" umpatku. Kini permainan King ini telah selesai. Takdir 800 tahun pun sudah dipenuhi. Tak ada lagi alasanku untuk tetap hidup kecuali untuk menjadi penguasa didunia ini. Tapi yah, kelihatannya hal itu bakal sangat merepotkan.

...

...

...

Sepertinya aku pun juga akan ikut-ikutan tumbang.