Hening

Oleh: Jogag Busang

Disclaimer: Hyouka by Honobu Yonezawa

Penulis tidak mengambil keuntungan materil dari fanfiksi ini

Dedicated for: Event #FlashFicFest

.

.

Chitanda Eru ternyata benar-benar datang. Semula aku mengira jika perempuan itu akan mengabaikan pesan yang kukirim lewat e-mail, tapi aku jelas tahu, Chitanda pasti tetap hadir jika itu menyangkut dengan Klub Sastra Klasik. Ah, tipikal ketua klub yang bertanggung jawab, demikian aku menyebutnya.

"Maaf, Oreki-san, saya terlambat." Chitanda sedikit membungkukkan badannya di hadapanku. Jujur saja, ini membuatku risih, nyaris malu.

"Tidak apa-apa. Aku juga baru datang."

Chitanda duduk. "Jadi, kau sudah menemukan bagaimana cara agar anggota Klub Sastra Klasik dapat bertambah, Oreki-san?"

Mata Chitanda yang membulat membuatku sedikit gugup. Dia sepertinya berbakat membuat orang lain merasa terintimidasi.

"Bu-bukan seperti itu juga. Aku belum menemukan caranya. A-aku hanya ingin mengajakmu berbincang sebentar, ka-karena ini sedang liburan, dan kupikir keluar rumah adalah hal yang menyenangkan daripada mendekam di dalam kamar."

Bodoh! Kenapa aku jadi gugup begini? Kemana sifat hemat energiku itu pergi? Chitanda benar-benar membuatku hampir gila.

"Hmm, jadi begitu, ya? Saya juga mengira demikian. Pasti sulit membuat anggota klub menjadi bertambah."

Aku memesan minuman untuk Chitanda.

"Terima kasih, Oreki-san. Eh, sebenarnya, saya ke sini juga ingin menulis lkaranagn selama liburan untuk tugas di sekolah. Apakah Oreki-san tidak keberatan?"

"Tidak masalah, lagi pula memang tidak ada kemajuan tentang masalah itu. Silakan saja, Chitanda."

Dan begitulah akhirnya. Chitanda menulis, sementara aku mengamatinya dalam diam. Kupikir Chitanda merasa terganggu dengan ajakanku, sehingga aku merasa tidak enak hati dengannya. Tapi karena dia bilang dia senang bisa mengerjakan tugas di luar rumah, aku juga ikut senang.

Saat Chitanda sudah separuh mengerjakan, kami bercakap-cakap tentang prospek klub ke depannya, merancang kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, atau apalah. Kemudian, Chitanda melanjutkan tugasnya. Aku, sekali lagi, hanya menjadi pengamat. Lihatlah! Betapa rajinnya siswi cerdas satu ini.

Hari ini aku merasa ada sedikit kemajuan dalam hari-hariku. Aku tidak berkata waktu luang bersama Chitanda yang kebanyakan diisi keheningan adalah membuang-buang energi. Aku justru mulai menikmati hari-hari yang berwarna. Yah, setidaknya, beginilah aku sekarang.[]